Beribadah Kurban Sebagai Wujud Rasa Syukur dan Taqwa

Sapi Qurban 2017 dan Kambing Qurban 2017 Jakarta

Beribadah Kurban Sebagai Wujud Rasa Syukur dan Taqwa

سْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan ber-qurban-lah.” (QS Al-Kautsar 1-2)

“Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak disuatu tempat disisi Allah sebelum mengalir ditanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)
Allah telah berjanji dalam Al Quran Surat Ibrahim ayat 7 yang artinya: “Jika kamu bersyukur maka akan Ku tambah lagi nikmat-Ku, namun jika kamu kufur maka sungguh azab-Ku sangat pedih.”

Untuk itu, salah satu ibadah yang sangat dianjurkan sebagai tanda syukur kita kepada-Nya adalah ibadah qurban. Ibadah ini sudah ada sejak zaman nabi Adam as, ketika beliau menganjurkan kedua putranya (Habil dan Qabil) mempersembahkan qurban.

Dikisahkan, keduanya berqurban dan qurban yang diterima adalah Habil sedangkan qurban persembahan Qabil tidak diterima oleh Allah Swt.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsir Ibnu Katsir, bahwa salah seorang di antara keduanya merupakan pengembala bernama Habil. Sedangkan yang lainnya adalah petani bernama Qabil.
Sang Pengembala mempersembahkan hewan yang paling bagus, sedangkan yang si petani mempersembahkan hanya sekedarnya saja dari hasil pertaniannya. Ketika kedua persembahan itu diletakkan sebagai qurban, lalu datang api di antara kedua persembahan itu. Maka api itu melahap hewan yang bagus itu dan membiarkan hasil tanaman petani tersebut.

Jadi qurban Habil yang mempersembahkan yang terbaik itulah yang diterima Allah SWT. Sedangkan Qabil yang hanya mempersembahkan hanya sekedarnya ditolak. Terkait dengan hal ini, Allah mengingatkan kita agar senantiasa memberikan yang terbaik.

“Kamu tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu memberikan sebagian dari harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu berikan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 92.

Berkaitan dengan hal di atas, dalam menghadapi ibadah qurban tahun 1438 H ini, Insya Allah kami menyediakan hewan qurban (sapi dan kambing) terbaik bagi kaum muslimin/muslimat yang ingin beribadah qurban. Terbaik, artinya bahwa sapi dan kambing yang tersedia memiliki karkas yang tinggi, kualitas daging yang manis dan enak, jaminan sumber makanan sapi yang alami (bukan diberikan konsentrat ataupun suntikan). Dan yang penting adalah harga yang relatif murah.

Niat yang ikhlas merupakan awal kualitas dari ibadah qurban

Dalam waktu tak lama lagi, kita umat Islam akan bersiap-siap merayakan hari raya Idul Adha atau hari raya qurban. Disebut hari raya qurban karena pada hari itu, dipersembahkan hewan qurban oleh umat Islam guna mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sebagai tanda syukur kepada-Nya.

Allah berfirman dalam Al Quran: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan ber-qurban-lah” (QS Al-Kautsar 1-2)
Dalam beribadah qurban, niat yang ikhlas merupakan awal kualitas dari ibadah qurban itu sendiri. Karena Allah tidak pernah melihat dari berapa sapi atau kambing yang kita korbankan. Bahkan Allah tidak pernah melihat berapa harga sapi atau kambing yang kita korbankan. Allah sekedar ingin melihat keikhlasan dan ketaqwaan kita.

Allah berfirman dalam QS. 22 (Al Hajj) ayat 37: “Daging-daging dan darah (hewan qurban) itu tidak sampai kepada Allah tetapi yang sampai kepada-Nya ialah ketaqwaan dari kamu….”

Pilih Sapi dan Kambing Qurban yang Layak dan Sesuai dengan Syariat Agama

Niat yang ikhlas yang didasari oleh ketaqwaan itu harus diiringi dengan pemilihan hewan qurban yang layak sesuai dengan yang telah disyariatkan agama. Yaitu sudah memiliki umur yang cukup dan bebas dari cacat fisik maupun penyakit. Hal ini sangat penting, karena daging dari hewan qurban tersebut akan dikonsumsi oleh umat. Jika hewan qurban mengandung penyakit, maka akan menimbulkan penyakit pada umat. Ini berarti kita tidak berqurban tetapi justru membuat dosa karena mendholimi umat dengan memberikan mereka daging yang mengandung penyakit.

Selain memenuhi syarat syariah tersebut juga perlu memilih yang terbaik dari kualitas daging misalnya daging yang enak dan nikmat serta jaminan bebas dari zat-zat kimia berbahaya baik dari sumber pakan maupun dari suntikan atau lainnya. Allah SWT berfirman :

“Kamu tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu memberikan sebagian dari harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu berikan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” Al-Qur’an surat Ali Imrana ayat 92.

Diwariskan oleh Ibnu Umar bahwa Umar bin Khattab r.a. pernah memiliki seekor unta istimewa yang diniatkannya sebagai hewan qurban. Lalu seseorang ingin membelinya dengan harga 300 dinar. Maka Umar menanyakan kepada Rasulullah saw apakah sebaiknya ia menjualnya agar dengan harganya ia dapat membeli 30 unta biasa, untuk kemudian dipotong untuk qurban?

Namun Rasulullah saw. melarangnya dan berkata: ”Biarkan unta itu milikmu saja yang kau jadikan hewan qurbanmu”. Berikan selalu yang terbaik, yang paling kita sayangi, yang paling kita sukai.
Demikian mukaddimah singkat dari kami. Mari beribadah qurban dengan Taqwa untuk menggapai ridha Allah SWT. Semoga Allah berkenan dan menerima ibadah qurban kita semua, amin….Save

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :