Berbagai Tanggapan Soal SP3 Habib Rizieq

Habib Rizieq
Loading...

Berbagai Tanggapan Soal SP3 Habib Rizieq

Polri mengakui sudah mengeluarkan Surat Perintah Penyetopan Penyidikan Perkara (SP3) kasus dugaan chat mesum yang membikin Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq jadi tersangka.

Polri menghentikan kasus tersebut sebab ndak dapat menemukan orang yang mengupload chat mesum antara Habib Rizieq dengan Firza Husein tersebut. Selain itu, Polri beralasan diterbitkannya SP3 tersebut juga atas permintaan kuasa hukum Habib Rizieq.

 

Hal itu disampaikan oleh Kabiro Penmas Polri, Brigjend Pol M Iqbal, pada Ahad (17/6/2018).

 

Iqbal menerangkan alasan penerbitan SP3 itu, lantaran belum ditemukan pengupload dalam kasus tersebut. Sehingga, kasus dihentikan.

Mabes Polri

 

Akan tetapi dikatakannya bahwa  kasus itu mampu saja dibuka kembali apabila Polri menemukan bukti baru dalam kasus.

 

Enggak cuma kepada Habib Rizieq Shihab, Polri juga memberikan Surat Perintah Penyetopan Penyidikan (SP3) kepada Firza Husein. Surat SP3 demi Firza Husein juga diterima oleh kuasa hukumnya pada Rabu 13 Juni 2018 lalu. 

 

Kuasa hukum Firza Husein, Azis Yanuar yang menjelaskan pihaknya telah menerima SP3. Hal itu disampaikan Aziz terhadap awak media pada Ahad (17/6/2018). Bahkan kata Azis, Firza sendiri telah mengetahui berita itu.

 

Ia menambahkan, dalam hal ini membuktikan jika fakta yang pihaknya sampaikan selama ini benar bahwa kasus full dengan rekayasa. Kalaupun ndak ada rekayasa, lanjut dia, secara hukum pidana menurut dia tidak memenuhi.

 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengajak ummat demi menghormati penyetopan proses hukum oleh kepolisian (SP3) atas kasus yang menyangkut Habib Rizieq Shihab (HRS).

 

Dikatakan Zainut pada Senin (18/6/2018) “Hormati proses hukum dan percayakan masalahnya terhadap pihak mempunyai kewenangan demi itu.”

Dia menjelaskan penyidik kepolisian mempunyai kewenangan demi menghentikan sebuah perkara dugaan pelanggaran pidana. Hal tersebut merupakan perkara yang biasa dan telah sering terjadi. Dia menjelaskan MUI menghargai keputusan tersebut. Dia juga meminta warga demi ndak mengembangkan dugaan-dugaan yang bahkan dapat menimbulkan kegaduhan.

 

Akan tetapi, reaksi yang tak sama ditunjukkan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane yang menilai penerbitan SP3 Kasus Habib Rizieq terkesan ditutupi oleh Polri. IPW beranggapan, sikap itu terjadi sebab Polri merasa malu terhadap publik.

 

Neta terhadap SINDOnews pada Ahad (17/6/2018) menjelaskan, “Kami memberi apresiasi pada Polri yang telah mengeluarkan SP3 dalam kasus Habib Riziq.”

 

Menurut Neta, publik menilai sikap polisi belakangan ini cenderung aneh, ndak terbuka dan tertutup. Sehingga menimbulkan berbagai spekulasi yang merugikan Polri sendiri.

 

Neta menambahkan, jadi jangan heran dalam pemberian SP3 kasus dugaan chat mesum Habib Rizieq sikap Polri juga tertutup. “Semenjak awal IPW percaya SP3 itu telah dipegang Habib Rizieq,” terangnya.

 

Karena ndak mungkin pengacaranya dan Habib Rizieq berani mengumumkan ke publik kalau SP3 tersebut belum mereka pegang. “Itu tidak lain sebab Polri merasa malu terhadap publik,” terangnya.

 

Neta menginginkan, Polri selaku institusi yang dibiayai rakyat wajib transparan terhadap rakyat yang menggajinya. Sehingga rasa keadilan tercipta dan rasa keadilan sungguh-sungguh mampu dinikmati dan polisi ndak diskriminatif dalam melaksanakan penegakan hukum.(MZ/SINDOnews)

Source by Hakim Abdul

Loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :