Bentrokan Sengit antar Anggota milisi Sokongan Turki Kembali Pecah di Afrin

Bentrokan Sengit antar Militan Dukungan Turki Kembali Pecah di Afrin

Bentrokan Sengit antar Anggota milisi Sokongan Turki Kembali Pecah di Afrin

AFRIN – Setidaknya 13 teroris meninggal sesudah kubu anggota milisi sokongan Ankara terlibat dalam putaran baru bentrokan di Afrin, waktu berebut kendali atas jalan Inti di tapal batas Suriah-Turki.

Kantor berita berbahasa Kurdi, Hawar, memberitahukan pada hari Senin (10/09) bahwa Batalion Sultan Murad dan Firqa al-Hamza terlibat dalam putaran baru bentrokan dengan kubu teroris saingan mereka Ahrar al-Sharqiyah dan Aswad al-Sharqiyah di desa Hiyami, Ali Karo dan Za’ara di wilayah Bolbol di Afrin, barat laut Aleppo, menyebabkan setidaknya 13 teroris meninggal dan beberapa lainnya cedera.

Situs berita itu lebih detail menjelaskan bahwa pertikaian terjadi sesudah perselisihan pecah di antara kelompok-kelompok saingan itu dalam mengatur kendali atas penyeberangan tapal batas yang dipakai oleh teroris untuk lalu lintas narkotika ke Turki dengan koordinasi prajurit Turki.

Dalam laporannya, situs berita itu juga menjelaskan bahwa konvoi prajurit Turki akhirnya dikirim ke wilayah itu untuk mengakhiri bentrokan selama beberapa jam di antara para teroris tersebut.

sebelum ini Hawar memberitahukan pada hari Minggu bahwa teroris Ahrar al-Sharqiyeh dan Ahrar al-Sham, yang keduanya berafiliasi dengan prajurit Turki, saling tembak di desa Diki di wilayah Bolbol, menambahkan bahwa setidaknya 3 teroris meninggal dalam pertikaian itu.

Lebih detail situs itu juga menjelaskan bahwa anggota milisi Ahrar al-Sham sukses menyelamatkan diri dari desa tersebut bareng dengan member Famili mereka mempergunakan 3 kendaraan yang membawa asset-aset warga desa yang sudah dicuri teroris.

Hawar dengan mengutip sebuah sumber menjelaskan bahwa Tentara sokongan Ankara merebut ponsel warga di lingkungan tua kota Afrin untuk menghindari penyebaran berita ke wilayah lain, menambahkan bahwa para penjajah dan anggota milisi sekutu mereka terus menjarah aset, menghabisi dan penahanan puluhan penduduk sipil untuk memeras Famili mereka. (ARN)


Source by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.