Benarkah Freeport Lengserkan Gus Dur Lewat Parlemen?

Website Islam Institute

Freeport Lengserkan Gus Dur Lewat Parlemen? Benarkah Freeport dan parlemen lengserkan Gus Dur dengan cara kongkalikong? Ternyata perusahaan asing senantiasa mengancam pemerintah Indonesia kalau kepentingan mereka tidak terpenuhi. Inilah pengalaman KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) semasa jadi Presiden. Freeport mengancam melengserkan Gus Dur sebab tidak mau memperpanajang kontrak Freeport.
Kejadian Freeport lengserkan Gus Dur Lewat Parlemen yang terjadi pada bulan Maret tahun 2000 silam tersebut diceritakan Adhie M. Massardi. Dia waktu itu jadi Juru Bicara Presiden Gus Dur.
Waktu itu, kata Adhie, eks Menteri Luar Negeri Amerika Serikat yang lalu jadi Komisaris PT Freeport, Henry Kissinger Hadir menemui presiden Gus Dur di Istana.
“Dia Hadir dan menyampaikan intimidasi untuk Gus Dur. Intinya supaya mau perpanjang Kontrak Karya Freeport. Kissinger bilang ke Gus Dur kalau Indonesia tidak hormati Kontrak Karya yang dibuat di zaman Soeharto, maka tidak akan ada investor yang Hadir ke Indonesia.” Ungkap Adhie M. Massardi seperti dilansir dari RMOL, Rabu (25/11/2015).
Tetapi sedemikian, Gus Dur melawan dan menekankan tidak akan menggadaikan masa depan Papua. alasannya, kata Adhie, Gus Dur waktu itu punya policy demi melaksanakan moratorium tehadap Kontrak Karya baru terkait dengan sumber daya alam. Kecuali itu Gus Dur juga mengeluarkan keputusan strategi meninjau kembali Kontrak Karya yang pernah dibuat di zaman rezim Soeharto.
“Gus Dur soalnya tahu seluruh Kontrak Karya yang dikerjakan di zaman Soeharto beberapa melenceng dari UU dan merugikan rakyat Indonesia.” Tambah Adhie, yang juga Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini.
Pasca intimidasi Henry Kissinger itu, Gus Dur juga meminta Menteri Koordinator Perekonomian waktu itu, Rizal Ramli, untuk tegas melaksanakan renegosiasi kontrak kepada Freeport. Gus Dur dan Rizal Ramli dapat punya nyali melaksanakan renegosiasi sebab pemerintah punya standing moral yang kuat dibandingkan zaman Soeharto.
“Dulu zaman Soeharto Indonesia dianggap tidak setaraf Amerika Serikat. Mereka (Freeport) telah tahu isi kandungan di Timika. Dulu namanya bukan Timika, tapi Tembaga Pura. Itu dinamain oleh Freeport. Indonesia tidak tahu ada tembaga di sana jadi kita mudah dikelabui,” terang Adhie M. Massardi.

Freeport Marah untuk Gus Dur, Freeport Lengserkan Gus Dur

Gus Dur juga waktu itu memperoleh sinyal bahwa Freeport marah akibat sikapnya itu. Kecuali problem renegosiasi, Freeport juga marah sebab Gus Dur mengusulkan Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme Papua, Tombenal, supaya jadi Komisaris Freeport. Freeport tentunya Tidak mau karena Tombenal dikenal keras. Dan senantiasa melawan perusahaan asal Amerika Serikat itu akibat limbah yang dibuang ke wilayahnya.
Menurut Adhie M. Massardi akibat Freeport marah, diam-diam perushaan milik James Moffet itu melaksanakan gerilya. Secara diam-diam menjumpai politisi yang bermarkas di parlemen Senayan tatkala itu. Usaha penghasutan dan adu domba pun mulai dikerjakan untuk melawan presiden Gus Dur.
“Semenjak itulah, mulai muncul perlawanan keras dari parlemen yang berakhir dengan pemakzulan pada Gus Dur. Saya percaya otak di balik pemakzulan itu ya pasca proses renegoisasi yang gagal dengan Freeport dan perusahaan-perusahaan migas asing soal moratorium itu.” Ungkap Adhie M. Massardi, eks Jubir presiden Gus Dur.
Adhi menyebut bukan tanpa dasar mengarahkan tudingan ke Freeport ini. Menurut dia, pasca Gus Dur lengser beberapa politisi-politisi di Indonesia yang memberikan upeti, termasuk dari pemerintahan baru waktu itu. Upeti itu berupa UU Migas yang berisi liberasiliasi perusahaan tambang dan migas. Upeti ke-2 yaitu amandemen UUD 1945 yang terlalu liberal dan menguntungkan asing.
“Itulah 2 kado besar untuk Freeport dan perusahaan asing atas jasanya untuk bantu politisi di Indonesia yang bantu lengserkan Gus Dur,” kata Adhie.
Bak gayung bersambut, Freeport dan perusahaan asing waktu itu membalas memberikan upeti pula untuk politisi waktu itu. Di antaranya berupa jabatan komisaris di perusahaan mereka. Siapatah yang memperoleh jabatan komisaris tatkala itu?
“Mau ngeles gimana coba jika begitu? Gus Dur lengser bulan Juli, 4 bulan lalu bulan November 2001 UU itu keluar seluruh. Setahun lalu 2002 amandemen UUD 1945.” Ungkap Adhie M. Massadi, yang dikenal juga selaku selaku sastrawan ini.

Pesan untuk Presiden Joko Widodo terkait cerita Freeport lengserkan Gus Dur

Dengan deretan kejadian dan fakta tersebut, yang berujung Freeport lengserkan Gus Dur, Adhie pun berpesan untuk Presiden Joko Widodo untuk tidak takut akan cerita Freeport lengserkan Gus Dur tersebut.
Bahkan Joko Widodo mesti punya nyali melawan sebab situasi politik waktu ini menyokong dan kuat, baik dari sokongan rakyat maupun barisan di bawahnya. Artinya, Pak Joko Widodo tidak Penting kuwatir mengalami seperti yang dikerjakan Parlemen bareng Freeport lengserkan Gus Dur.
“Rakyat telah tahu gimana parahnya kelakuan perusahaan asing di Indonesia. Pak Joko Widodo jangan takut.” Sedemikian pesan Adhie M. Massardi untuk presiden Jokowi. (RMOL: Gus Dur Dilengserkan Karena Freeport, Begini Ceritanya)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :