Bela Bendera HTI, Tengku Zulkarnaen Berdusta atas Nama Imam Ibnu Hajar

Bela Bendera HTI, Tengku Zulkarnaen Berdusta atas Nama Imam Ibnu Hajar

Perkara pembakaran Bendera HTI yang terjadi di Garut beberapa waktu lalu, belum juga reda, beberapa netizen yang terus menerus membicarakannya.

Salah satunya Tengku Zulkarnaen, yang diketahui ngetwitt soal Video Abu Janda yang viral.

Dalam Twittnya Tengku Zulkarnaen meminta dengan sedikit mengancam untuk cepat memproses Abu Janda yang menurut dia sudah menghina Bendera Rosulullah.

“Kami Menanti Proses Hukum dr Kapolri/Bareskrim atas Makhluk Ini. Jangan hingga Ummat Islam Kembali Kecewa seperti Perkara Ahok Dahulu, Menurut Hadis Hasan Shohih dari Abdullah bin Abbas Ra.huma Bahwa Itu Bendera Rasul bukan Bendera Teroris. Dia Sudah Menghina Bendera Rasulullah”. Tulisnya, Rabu (14/11/18).

Salah seorang Netizen akun @saifullahabid yang ikut mengomentari mempersoalkan maksud Tengku Zulkarnaen yang menjelaskan Bendera HTI tersebut ialah Bendera Rasulullah.

“Bendera Rosul?? anda ga pernah belajar ilmu hadits ya?? semenjak kapan perawi hadits yg masyhur sbg PENDUSTA sanggup dijadikan dasar hukum??
Jangan menisbatkan sesuatu yg bukan dr Rosul adlh dari Rosul, ingat hisab akhirat kelak
Marilah kita beragama pakai ILMU, tdk pakai JEMPOL”. Tulis Saifullah Abid

Merespon pertanyaan Saifullah Abid tersebut, rupanya Tengku Zulkarnaen mencoca mengelabui dan membodohinya dengan menjelaskan, bahwa Imam Ibnu Hajar mengumumkan Hadits soal Bendera Rosulullah tersebut ialah Hadits Hasan.

“engkau blm lahir nak, saya sdh belajar hadis…alhamdulillah. engkau mau lawan imam ibnu hajar yg menghasankan hadis bendera Rasul?”. Sanggah Tengku Zulkarnen.

Sanggahan Tengku Zulkarnaen bahkan disanggah oleh Saifullah Abid dengan menjelaskan, Malah Imam Ibnu Hajar yang Mendhoifkan
Hadits tersebut didalam Kitabnya Fathul Bari.

“Malah ibn Hajar yg amat men dlaif kan hadits tsb dlm kitab Fathul Bari, 2001, vol.6, hlm.147
Coba cek nama ibn Risydin yg beberapa meriwayatkan HADITS PALSU (pembohong menurut nasa’i & pemalsu hadits mnrt dzahabi)
Semenjak kapan pula yg tua hrs lbh faham dibandingkan yg muda?”. Bantah Saifullah Abid.

Dan berikut kutipan pandangan Imam Ibnu Hajar didalam Kitab Fathul Bari.

‎وجنح الترمذي إلى التفرقة فترجم بالألوية وأورد حديث جابر ” أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل مكة ولواؤه أبيض ” ثم ترجم للرايات وأورد حديث البراء ” أن راية رسول الله صلى الله عليه وسلم كانت سوداء مربعة من نمرة ” وحديث ابن عباس ” كانت رايته سوداء ولواؤه أبيض ” أخرجه الترمذي وابن ماجه ، وأخرج الحديث أبو داود ، والنسائي أيضا ، ومثله لابن عدي من حديث أبي هريرة ، ولأبي يعلى من حديث بريدة ، وروى أبو داود من طريق سماك عن رجل من قومه عن آخر منهم ” رأيت راية رسول الله صلى الله عليه وسلم صفراء ” ويجمع بينها باختلاف الأوقات ، وروى أبو يعلى عن أنس رفعه ” أن الله أكرم أمتي بالألوية ” إسناده ضعيف ، ولأبي الشيخ من حديث ابن عباس ” كان مكتوبا على رايته : لا إله إلا الله محمد رسول الله ” وسنده واه

الكتاب: فتح الباري شرح صحيح البخاري

Wallohu A’lam

Bila kita menyaksikan redaksi pernyataan dari Imam Ibnu Hajar diatas, maka apa yang dikatakan oleh Tengku Zulkarnaen ialah sebuah dusta belaka, kecuali dia punya rujukan dari kitab yang tak sama.

(islampers/suaraislam)


Shared by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.