Batalkah Shalat Makmum yang Tidak Turut Sujud Tilawah Imam?

Memahami Makna Sujud: kepala yang menjadi bagian paling istimewa

Batalkah Shalat Makmum yang Tidak Turut Sujud Tilawah Imam?

Bagian yang disunnahkan ialah sujud waktu dibaca atau membaca ayat sajdah, yaitu ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an yang dianjurkan sujud tatkala membacanya. Sujud ini dinamakan dengan sujud tilawah. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Muin menjelaskan:

تسن سجدة التلاوة لقارئ وسامع جميع آية سجدة، ويسجد مصل لقرآءته إلا مأموما فيسجد هو لسجدة إمامه

Artinya, “Sujud tilawah disunnahkan bagi orang yang membaca atau menguping ayat sajdah. Begitu pula orang yang tengah mengerjakan shalat dianjurkan sujud tatkala membaca ayat sajdah, kecuali bagi makmum, sebab dia mesti sujud ikut sujud imamnya.”

Sujud tilawah dianjurkan waktu mengerjakan shalat atau di luar shalat, baik bagi orang yang shalat sendirian atau shalat berjamaah. Cuma saja bagi orang yang shalat berjamaah, maka dia tidak boleh sujud sendirian jika imamnya tidak sujud tilawah. Artinya, makmum boleh sujud jika imam mengerjakan sujud tilawah.

Di antara keutamaan sujud tilawah dalam hadits riwayat Muslim ialah untuk Menyuruh pergi syetan dan menjauhkan manusia dari godaannya. Rasulullah berkata:

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ, اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي , يَقُولُ: يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ

Loading...
loading...

Artinya, “Tatkala anak adam membaca ayat al-Sajdah lantas ia bersujud maka syetan menyendiri dan menangis. Ia berkata, ‘Celaka, anak Adam disuruh untuk bersujud dan ia pun bersujud maka untuknya surga. Saya sudah disuruh untuk bersujud tapi saya Tidak mau maka bagiku neraka.”

Pada waktu shalat berjamaah, makmum diharuskan untuk ikut gerakan imam, baik gerakan yang sifatnya wajib atau sunnah. Walaupun sujud tilawah sunnah, bukan bagian dari kewajiban atau rukun shalat, maka tatkala imam melakukannya, makmum wajib mengikutinya. Jikalau makmum tidak megikuti imam pada waktu sujud tilawah, shalat yang dilakukannya mampu batal, apalagi jika dia mengetahuinya.

Syekh Zainuddin Al-Malibari menerangkan:

فإن سجد إمامه وتخلف هو عنه أو سجد هو دونه بطلت صلاته ولو لم يعلم المأموم سجوده  بعد رفع رأسه من السجود لم تبطل صلاته ولايسجد بل ينتظر قائما

Artinya, “Apabila imam sujud tilawah, sementara makmum tidak sujud, atau makmum sujud sendiri tanpa imam, shalatnya batal. Jikalau makmum tidak mengetahui sujud imam sesudah imam mengangkat kepalanya, tidak batal shalatnya dan makmum tidak Penting sujud, tapi tunggu saja dalam kondisi berdiri.”

Jikalau makmum tidak ikut sujud bareng imam, padahal dia mengetahui imam tengah sujud tilawah, maka shalatnya batal. Tetapi jika makmum tidak mengetahui dan menyadari, baru sadar sesudah imam bangkit dari sujud, maka shalatnya tidak batal dan makmum tidak Penting sujud tilawah, tapi tunggu saja imam dalam keadaan berdiri.

Selengkapnya, klik di sini
Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :