Bashar al-Assad Menentang Hegemoni AS

Loading...

SURIAH – Bashar al-Assad menentang hegemoni AS, cuma Iran dan Rusia yang lalu berani ikut campur. Amerika Serikat semenjak awal konflik Suriah 2011 sudah berusaha untuk menghilangkan Presiden Suriah sebab Bashar al-Assad menentang hegemoni AS. Seperti ini menurut Keith Preston, analis politik di Virginia. Lebih jelasnya, AS ingin singkirkan Bashar al-Assad sebab menentang hegemoni Amerika.

Sementara seiring berjalannya waktu, Rusia menyaksikan pemerintah Bashar al-Assad selaku benteng melawan terorisme takfiriah. Keith Preston, pemimpin redaksi dan direktur Attackthesystem.com, menjelaskan kpd Press TV pada hari Minggu. Hal ini dikatakan waktu mengomentari laporan yang menjelaskan AS dan Rusia sudah sanggup sekali lagi untuk menempa perjanjian komprehensif. Untuk peningkatan kerja sama dalam mengakhiri konflik di Suriah yang sudah mematikan ratusan ribu orang.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dapat mempertunjukkan kemajuan kecil. Cuma untuk mencapai gencatan senjata di Suriah singkat. Hal inisetelah berjumpa selama hampir 10 jam di Jenewa, pada hari Jumat.

Kegagalan mereka untuk mencapai kesepakatan secara keseluruhan menggarisbawahi situasi yang kian kompleks di Suriah. Termasuk perpecahan dan ketidakpercayaan membagi Washington dan Moskow. Serta pembauran anggota milisi yang didukung AS (FSA) dengan ISIS (ISIL). Dan juga membaurnya kelompok-kelompok teroris yang berafiliasi dengan al-Qaeda seperti Jabhat al-Nusra, Ahrar al-Syam dan lainnya.

 

 

Akibat keberanian Bashar al-Assad menentang hegemoni AS

Kerry menjelaskan poin penting tetap tak tertuntaskan. Dan para ahli akan tetap di Jenewa dengan mata ke arah penyelesaian dalam beberapa hari yang akan datang.“Ini cukup terang apa yang terjadi di sini,” kata Keith Preston. “Dan itu terang bahwa apa yang sejatinya terjadi, dengan mengulur-ulur perbincangan antara Amerika Serikat dan Rusia. Itu ialah kenyataan bahwa Rusia dan Amerika Serikat mempunyai maksud yang sama sekali tak sama di Suriah.”

“Ambisi Rusia ialah untuk menjaga rezim Bashar al-Assad. Sebab mereka menyaksikan rezim Assad mempunyai benteng yang kuat untuk melawan terorisme…, yang terjadi di wilayah tersebut,” katanya.

“Rusia tentu ingin mempertahankan pemerintahan Presiden Assad. Karena mereka melihatnya selaku benteng tak cuma melawan terorisme, tetapi juga selaku power penstabil. Dan juga pemerintah yang sejajar dengan Rusia melawan usaha Amerika untuk memperluas hegemoni sendiri di wilayah,” tambahnya.

“Jadi ini ialah perbedaan geopolitik yang terlalu mendasar antara Amerika Serikat dengan Rusia,” lanjutnya.

INFO PENTING

Analis menjelaskan Rusia ingin mempertahankan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Dan Amerika ingin menghilangkan Presiden Assad untuk alasan yang disebutkan Keith Preston. Yaitu sebab pemerintahan Suriah ialah “independen”, yang mana AS enggak suka Bashar al-Assad menentang hegemoni Amerika.

“Saya berpikir bahwa ada area kesepakatan umum antara Amerika Serikat dan Rusia. Dalam arti bahwa kedua belah pihak mungkin ingin menyaksikan kubu ISIS, dihilangkan.” Kata Keth Preston berpendapat. “Akan tetapi, mereka mempunyai gagasan jauh tak sama mengenai hal bagaimana untuk melaksanakan hal ini.”

Telah lima tahun, pusaran fitnah sudah menghancur-leburkan sebagian besar peradaban Suriah. Kehancuran bukan cuma hancurnya gedung-gedung dan perumahan masyarakat. Tetapi juga hancurnya ekonomi, budaya, politik, juga hancurnya kedamaian masyarakat Suriah. Berjuta masyarakat suriah mengungsi bahkan ada yang sampai ke Eropa.

Demikianlah akibat fatal dari keberanian Bashar al-Assad menentang hegemoni AS. Apapun akibatnya, keberanian Bashar al-Assad mungin dapat dijadikan contoh, baravo Bashar al-Assad!

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :