Bakda Perkara Hoax, Tito Karnavian Diserang Isu ‘Buku Sampul Merah’

Usai Kasus Hoax, Tito Karnavian Diserang Isu ‘Buku Sampul Merah’
Loading...

Bakda Perkara Hoax, Tito Karnavian Diserang Isu ‘Buku Sampul Merah’

JAKARTA – Publik lagi – lagi dibikin heboh, bak cerita dalam film – film detektif, muncul cerita mengenai hal adanya rekaman CCTV (yang sampai waktu ini belum JELAS isi videonya) yang “katanya” memuat adegan 2 orang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi berlatar belakang member Polri tengah merobek alat bukti Komisi Pemberantasan Korupsi berupa buku catatan bersampul merah yang “katanya lagi” berisi info keterlibatan Kapolri Jend. Polisi Tito Karnavian dalam Perkara Korupsi Basuki Hariman.

Aneh bin ajaibnya, dengan alat bukti yang mampu dikatakan prematur tersebut, sebuah media kemudian melemparkan isu mengenai hal “cerita perobekan buku merah” tersebut ke publik. Dengan dalih ingin memperoleh info lebih dalam, media tersebut juga Ikut menginterogasi beberapa nama yang ikut diseret dalam video tersebut layaknya seorang aparat hukum.

Padahal, Perkara itu sendiri sejatinya telah dibicarakan dan diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2017 lalu, dan tidak ada indikasi apapun yang membenarkan adanya tudingan tersebut.

“Itu peristiwanya telah lebih 1 tahun, pengawas internal telah meneliti kamera, kamera sungguh terekam, tapi gambar CCTV tidak ada penyobekan tidak kelihatan dikamera itu,” Kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo, seperti dikutip di Tribunnews.com, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (10/10/2018).

Terkait dikembalikannya 2 penyidik tersebut ke instansi kepolisian, menurut Agus juga bukan Adalah bentuk sanksi, seperti yang dituduhkan. Sebab pada dasarnya, bukti – bukti yang mengindikasikan adanya perusakan buku merah tersebut juga tidak ada sampai waktu ini.

“Sebab terjadi perdebatan waktu itu, kami belum memberikan sanksi yang seharusnya sebab sungguh belum ketemu, lalu sebaiknya dipulangkan. Waktu itu jikalau tidak salah ada pemanggilan oleh polisi supaya yang bersangkutan ditarik kembali,” kata Agus.

“Itu kan pembuktiannya susah begitu orangnya ngomong saya tidak nerima, tidak ada alat bukti yang lain, apa yang mau kita pakai?” lanjutnya.

loading...

Tudingan – tudingan berdasar asumsi dan asal pengakuan seperti ini sejatinya bukan kali ini saja terjadi. sebelum ini, dalam Perkara Nazaruddin dan Yulianis yang mempunyai catatan Sangkaan aliran biaya ke sejumlah pihak pun juga akhirnya terbantahkan waktu dikonfrontasi di depan pengadilan.

Dalam konteks hukum, tudingan – tudingan serius seperti itu tidaklah patut dilemparkan ke publik sebelum adanya pembuktian yang sah di pengadilan. Secara etik, media yang menyebarkan isu tersebut semestinya lebih bijak dan berhati – hati dalam menyebarkan infomasi ke publik, sebab dikhawatirkan mampu menyebabkan kegaduhan di tengah – tengah warga.

Dalam persidangan yang menyeret Basuki Hariman, soal aliran biaya ke Tito pun tidak pernah muncul, sampai hukuman untuk Hariman berkekuatan hukum tetap.

Kemudian bagaimana media mampu membawa-bawa dokumen rahasia penyidik yang belum diungkapkan terbuka di pengadilan. Apakah begitu mudahnya BAP Komisi Pemberantasan Korupsi mampu ‘keluyuran’ bocor ke publik. Betapa berbahayanya kalau itu terjadi, info yang belum terklarifikasi di tangan orang yang tidak bertanggung jawab mampu jadi bahan kepentingan pihak tertentu.

Inilah yang tengah terjadi, seorang Kapolri saja mampu dipaksa-paksa mundur. Ahli hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menjelaskan, “tuntutan Amien Rais supaya Presiden mencopot Kapolri tidak mempunyai argumentasi dan landasan”, seperti yang di kutip dari Surya.co.id

Lagipula, darimana media yang menuding itu mampu tahu mengenai hal adanya info Soal keterlibatan Tito Karnavian dalam buku merah tersebut, sementara menurut dia barang bukti tersebut tengah jadi barang bukti Komisi Pemberantasan Korupsi? Masa iya, isi dokumen barang bukti Komisi Pemberantasan Korupsi mampu semudah itu diketahui? Lagi – lagi, itu seluruh ialah mengenai hal asumsi. [ARN]


ArrahmahNews
by Samsul Anwar

Loading...

INFO POPULER

______________________
loading...

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :