Bakal Jadi Negara Kuat, Indonesia Dinilai Ancaman bagi Australia

Bakal Jadi Negara Kuat, Indonesia Dinilai Ancaman bagi Australia

Indonesia diprediksi jadi power ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada 2050. Ahli strategi Australia mengingatkan bahwa negara kebanyakan Muslim tersebut bakal sebagai ancaman bagi Canberra, bahkan lebih mengancam daripada China.

Profesor Hugh White, ahli strategi dari Australian National University (ANU) sudah membicarakan perkembangan power ekonomi Indonesia ini dan ancamannya bagi Australia dalam esai utama demi edisi terbaru majalah Australian Foreign Affairs.

“Indonesia, tetangga sebelah kita, bakal berakhir sebagai negara yang amat kaya dan karenanya amat kuat. Dan kita belum sungguh-sungguh memikirkan apa yang wajib dilaksanakan,” kata Profesor White dalam program The World ABC, yang dikutip Senin (8/7/2018).

White menjelaskan, Pemerintah Australia ketika ini memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia bakal 3 kali lebih besar dari mereka pada tahun 2030, bahkan dapat sebagai yang terbesar ke-4 di dunia pada tahun 2050.

“Ekonomi Indonesia yang lucu sebab dalam sejumlah hal kelihatan amat Nggak terorganisir, (negara) itu punya tidak sedikit korupsi, (negara) itu punya sistem hukum yang buruk dan tidak sedikit nasionalisme yang dapat menghambat perdagangan,” katanya.

“Namun faktanya ialah bahwa demi waktu yang lama sekarang, (ekonomi negara) itu sudah tumbuh rata-rata 5 atau 6 % per tahun, dan sepertinya Nggak ada tidak sedikit alasan demi Nggak mengharapkannya terus melaksanakan itu.”

Profesor White menjelaskan, ada dua cara utama demi menyaksikan pertumbuhan Indonesia; selaku ancaman potensial, atau selaku aset strategis yang potensial di wilayah di mana dinamika kekuasaan mulai bergeser ke China.

“Kami secara tradisional menyaksikan Indonesia selaku tetangga yang amat sulit, amat dekat dan berkemungkinan besar jadi ancaman bagi Australia,” katanya.

“Dalam tidak sedikit hal, keputusan strategi pertahanan Australia selama sejumlah dekade amat terfokus pada kemungkinan terjadinya konflik dengan Indonesia,” ujarnya.

Profesor White berpendapat dalam esainya bahwa Indonesia yang kuat yang berbagi maksud dengan Australia bakal sebagai “aset besar”.

“Ini satu-satunya tetangga kami yang cukup kuat demi sungguh-sungguh bekerja bersama-sama (dengan) kami demi membantu mengamankan wilayah ini,” katanya terhadap ABC.

Loading...
loading...

“Seperti Australia, (negara) itu tidak banyak kuatir soal bagaimana power China yang tumbuh, Nggak ingin hidup di bawah bayangan China,” lanjut dia.

Awal tahun sekarang Indonesia menyetujui sebuah komunike dengan India yang menekankan perlunya wilayah Indo-Pasifik yang “berbasis aturan”. Hal itu ditafsirkan oleh tidak sedikit pihak selaku reaksi kepada kekuatiran atas tindakan China di Laut China Selatan.

Indonesia Nggak mempunyai perselisihan teritorial dengan China di Laut China Selatan, tapi China menjelaskan kedua negara mempunyai “pengakuan yang tumpang tindih” di perairan tersebut, tepatnya di perairan Natuna. Indonesia menjelaskan, perairan Natuna ialah bagian dari zona ekonomi eksklusif-nya. Di wilayah itu, Indonesia pernah terlibat “bentrok” dengan China sejumlah waktu lalu.

Profesor White menjelaskan, demi sementara dia Nggak berpikir bahwa Australia dapat dengan mudah menjelaskan terhadap Indonesia apa yang wajib dilaksanakan. Percakapan yang lebih berkelanjutan antara Canberra dan Jakarta mengenai kepentingan bersama-sama mereka bakal sebagai langkah yang penting.

Australia juga perlu memperkuat hubungannya dengan Indonesia, yang menurut Profesor White sudah sebagai “amat transaksional” di bawah pemerintahan yang berturut-turut.

“Hubungan dengan Indonesia dapat lebih penting daripada hubungan lain yang kami miliki dalam membantu kami mengelola kebangkitan China, dan perubahan di Asia yang bakal dibawa,” katanya.

“Mereka telah berurusan dengan (Indonesia) soal isu-isu spesifik seperti terorisme atau insan perahu, hal-hal semacam itu, tetapi belum mencoba membangun basis pemahaman dan kerja sama strategis yang amat penting, yang menurut saya bakal amat penting bagi kepentingan Australia.”

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia mengumumkan, Indonesia ialah bagian mitra bilateral terpenting Australia. “Kami mempunyai hubungan yang erat, komprehensif dan bertahan lama yang meliputi berbagai bidang mulai dari ekonomi, perdagangan dan investasi, sampai pertahanan dan keamanan, serta hubungan antar orang-orang, pariwisata dan pendidikan,” kata DFAT melalui seorang juru bicara dalam sebuah pernyataan.

“Menteri Luar Negeri bakal mengunjungi Indonesia bulan depan, mengatakan dengan tegas kembali perlunya hubungan dan potensinya demi tumbuh lebih jauh.”

Sumber: Sindonews.com

Loading...

Source by Hakim Abdul

loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :