Bagaimanakah Islam The best? Respon Rasulullah Ini Membikin Kita Berpikir

Bagaimanakah Islam Terbaik? Jawaban Rasulullah Ini Membuat Kita Berpikir

Bagaimanakah Islam The best? Respon Rasulullah Ini Membikin Kita Berpikir


Seluruh orang yang hidup di dunia ini pada saatnya akan meninggalkannya. Dunia ialah tempat persinggahan belaka, bukan tempat tinggal yang tetap. Tempat tinggal tetapnya ialah di akhirat.

Mereka seluruh menginginkan masuk sorga. Sebuah tempat full kenikmatan dan abadi. Tetapi apa saja jalan ke sorga?.

Suatu hari seorang ulama Yahudi terkemuka Abdullah bin Salam bareng para santrinya menjumpai Nabi. Waktu ia menyaksikan muka Nabi ia menjelaskan dalam hatinya : “ini muka orang jujur, orang yang tidak pernah berkata-kata bohong”. Ia menyaksikan muka yang memancarkan cahaya, full senyum, muka seorang yang rendah hati dan bersahabat. Hatinya sudah jatuh cinta pada pandangan ke-1.

Dalam perjumpaan itu ia menanyakan soal jalan ke sorga, menurut Islam. Beliau menjawab :

أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشوا السَّلامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا باللَّيْل وَالنَّاسُ نِيامٌ، تَدخُلُوا الجَنَّةَ بِسَلامٍ. رواهُ الترمذيُّ وقالَ: حديثٌ حسنٌ صحيحٌ.

“Wahai semua manusia. Sebarkan kedamaian, berikan makanan, bersilaturrahimlah, shalatlah waktu orang-orang tidur, engkau akan masuk surga dengan damai”.

Ini ialah kata-kata Nabi yang ke-1 ia dengar. Dan spontan ia mengumumkan keimanan dan keislamannya. Ia membaca 2 kalimat Syahadat di depan Nabi.

Loading...
loading...

Imam an-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menerangkan bahwa ujaran salam tidak sekadar kata-kata, tetapi mengandung makna esoterik: menebarkan perdamaian, kasih sayang dan brothership kemanusiaan.

Hadits senada disampaikan oleh Ibnu Umar :

عَنْ عَبْدِالله بْنِ عَمْرو رَضِيَ اللهُ عَنْهمَا أنَّ رَجُلاً سَألَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم: أيُّ الإسْلامِ خَيْرٌ؟ قال: «تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأ السَّلامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ». متفق عليه.

“Seseorang menanyakan ke Nabi : Bagaimanakah Islam yang the best?. Beliau menjelaskan :”engkau memberikan makan dan menyampaikan ujaran damai ke orang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal”. (Hadits Sahih).

Shuhaib, ialah salah seorang sahabat Nabi yang suka memberi makan. Saat ia ditanya mengapa, ia menjawab :

فقال صهيب : إن رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ” خياركم مَن أطعم الطعام ، وَرَدّ السلام ” . فذلك الذي يَحْمِلني على أن أُطْعِم الطَّعَام .
“Nabi Saw, menjelaskan : “orang yang the best di antara Anda semua ialah yang suka memberi makan dan menjawab salam. Inilah yang menarik hatiku untuk melakukannya”.

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :