Salafi Wahabi

Aqidah yang Benar: Ayah Bunda Nabi Muhammad Bukan Kafir

Bagi salafi wahabi dalam keyakinannya mengatakan bahwa ayah bunda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah termasuk golongan orang kafir.

Jasa Web Alhadiy

BENARKAH Ayah Bunda NABI MUHAMMAD SAW KAFIR? Ayah Bunda Nabi Muhammad Saw bukan kafir, bukan seperti kata Salafi Wahabi yg anggap Ayah Bunda Nabi Muhhammad kafir. Karena SIAPA PUN ORANG YANG BELUM MENDAPATKAN DAKWAH RASUL SAW DAN BELUM SAMPAINYA AL-QUR’AN KEPADANYA TIDAKLAH DIHUKUMI KAFIR.

Sudah bukan rahasia lagi. Bagi salafi wahabi dalam keyakinannya mengatakan bahwa ayah bunda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah termasuk golongan orang kafir (meninggal dalam kekafiran). Anda bisa baca tuduhan keji mereka kepada Ayah Bunda Nabi Muhammad di link ini: http://www.voa-islam.com/islamia/konsultasi-agama/2011/02/17/13367/status-ayah-dan-ibu-rasulullah-muslim-atau-kafir/ … Benarkah Ayah Bunda Nabi Muhammad kafir sebagaimana yg dituduhkan?

Apakah Ulama Wahabi Sebut Ayah Bunda Nabi Muhammad Kafir ?

Jika kita kaji lebih mendalam sesuai apa yang dijelaskan oleh para ulama dan bahkan termasuk ulama inspirator wahabisme sendiri tidaklah demikian adanya. Ternyata Ayah Bunda Nabi Muhammad bukan kafir.

Ibnu Taimiyah adalah inspirator munculnya Wahabisme. Dalam Kitab “Dhawabith Takfir Al-Mu’ayyan menurut Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyah Al-Harrani” karya Abi Al-‘Ula Rasyid bin Abi Al-‘Ula Rasyid cetakan Maktabah Ar-Rusyd tahun 1425 H/2004 M pada hal. 49 dan 51 dijelaskan sbb:

“Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa sebelum mengkafirkan seseorang dengan nyata-nyata syaratnya harus telah ditegakkannya hujjah [sampainya hujjah], dan itu menjadi dasar ucapan-ucapannya dalam sebagian yang telah dihukumi kafir, “Tetapi sebagian manusia yang bodoh [tidak mengetahui] beberaka hukum karena terhalang kebodohannya, maka tidak boleh seseorang menghukumi kafir sehingga tegaknya hujjah [sampainya hujjah] padanya dari arah sampainya risalah kenabian. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: (Dan tidaklah kami mengadzab mereka, sehingga kami mengutus kepadanya seorang Rasul) {QS. Al-Isra’: 15} [Majmu’ Fatawa jus 11 hal. 406]”

“Syeikh Hamid bin Nashir bin Ma’mar seorang ulama pendakwah murid dari Muhammad bin Abdul Wahhab berkata, “Semua orang yang sudah sampai kepadanya Al-Qur’an dan dakwah [risalah/diutusnya] Rasul, maka telah ditegakkan hujjah kepadanya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: (…supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya)). {QS. Al-An’am: 19).”

Dan pada hal. 54 Syeikh Ishaq bin Abdurrahman An-Najd berkata, “Dan yang dimaksud: tegaknya hujjah adalah sebab telah diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sampainya Al-Qur’an [kepadanya]. Siapa saja yang mendengar dakwah Rasulullah dan telah sampainya Al-Qur’an kepadanya, maka telah ditegakkannya hujjah [hukum]. Dan inilah yang dimaksud oleh ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.”

KESIMPULAN, JIKA SALAFI WAHABI SAAT INI MEYAKINI BAHWA Ayah Bunda NABI MUHAMMAD ADALAH  MASIH KAFIR, ITU LEBIH DISEBABKAN OLEH PRASANGKA DAN KEDENGKIAN SEMATA. BUKTINYA PARA ULAMA MEREKA SAJA DENGAN DASAR AYAT-AYAT AL-QUR’AN DI ATAS DALAM PENJELASANNYA TERNYATA “SIAPA PUN ORANG YANG BELUM MENDAPATKAN DAKWAH RASUL DAN SAMPAINYA AL-QUR’AN KEPADANYA TIDAKLAH DIHUKUMI KAFIR.”

Apakah menurut Anda Ayah Bunda Nabi Muhammad Saw sudah pernah mendengar Al-Qur’an? Apakah Ayah Bunda Nabi Muhammad Saw pernah mendengar putranya berdakwah? Wallahu a’lam bish-Shawab.

Oleh: Abu Olifa

http://abuolifa.wordpress.com/2012/03/25/benarkah-kedua-orang-tua-nabi-muhammad-itu-kafir/

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

49 Comments

  1. Bingung aku, padahal yang mengatakan bahwa Orang tua Rasulullah di Neraka adalah Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa sallam sendiri, dan kita tidak akan mengada ada dalam persoalan agama, terlebih lagi maslah Aqidah.
    Kami hanya mengikuti perkataan Rasulullah, kami tidak mungkin mengatakan hal itu klaw Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa sallam tidak mengatakannya (Hadis Muslim)

    1. jangankan kepada Ayah Ibu Rasulluloh, dengan sesama manusia saja kalau dia belum tau tentang islam kita tidak boleh mengatakan kafir, maka sebaiknya sampaikanlah islam ini dengan hikmah, inilah Sunnah Terbesar Baginda Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa sallam,Beliau ingin Seluruh umat manusia menuju keselamatan (ISLAM).jangan ragu ragu wahai saudaraku se iman.:D

    2. @alistiba :
      Hadits yang mana dari Shahih Muslim yang saudara Maksud ?

      Kebenaran hakiki hanya milik Allah
      Hamba Allah yang dhaif dan Faqir
      Dzikrul Ghafilin Bersama Mas Derajad

      1. bapaknya masuk neraka:
        Shohih muslim kitab al-iman bab بَابُ بَيَانِ أَنَّ منْ مَاتَ عَلَى الْكُفْرِ فَهُوَ فِي النَّارِ، وَلَا تَنَالُهُ شَفَاعَةٌ، وَلَا تَنْفَعُهُ قَرَابَةُ الْمُقَرَّبِينَ
        حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيْنَ أَبِي؟ قَالَ: «فِي النَّارِ» ، فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ، فَقَالَ: «إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

        Allah melarang rasulullah untuk mengistighfarkan ibunya:
        shohih Muslim bab isti’dzan nabi ziyaroh qubur ummihi
        حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ – وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى – قَالَا: حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ كَيْسَانَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لِأُمِّي فَلَمْ يَأْذَنْ لِي، وَاسْتَأْذَنْتُهُ أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأَذِنَ لِي

  2. Assalamu’alaikum… mungkin sebenarnya Abu Olifa lah yang salafi wahabi.. atau pemilik web ini yang berpaham salafi wahabi.

    kan ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :

    Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Affan telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas bahwa seorang laki-laki bertanya, “Wahai Rasulullah, di manakah bapakku?” Beliau menjawab, “Dia di dalam neraka.” Ketika laki-laki tersebut berlalu pergi, maka beliau memanggilnya seraya berkata: “Sesungguhnya bapakku dan bapakmu di dalam neraka.” Shahih Muslim no. 302 (al-alamiyah)

    hanya salafi wahabi yang menganggap hadits riwayat Imam Muslim tidak shohih…

    1. @Abdullah :
      Sebaiknya kita berhati-hati dalam mengambil suatu hadits yang kemudian untuk menghukumi (terutama orang tua Rasulullah) dengan “Kafir”. Berhati-hatilah dalam mengambil dalil. Saya membenarkan hadits yang saudara nukil dari Shahih Muslim.

      Tapi mari kita secara jernih melihat kedudukan kedua orang tua Rasulullah S.A.W. yaitu :

      1. Pernahkah saudara membaca didalam Al Qur’an ayat yang berbunyi :
      إِنَّمَا يريدُ اللَّه لِيُذْهِب عَنْكُم الرِّجْس أَهْلَ الْبَيْت وَيطَهِّرَكُم تَطْهِيراً
      “Sesungguhnya Allah hanya ingin menghilangkan najis dari ahlul baitmu dan mensucikan mu dengan sesuci-sucinya.”

      2. Pernahkah saudara membaca dalam Hadits Riwayat Imam Muslim juga yang berbunyi :
      إن الله اصطفاني من ولد إبراهيم إسماعيل واصطفى من ولد إسماعيل كنانة واصطفى من كنانة قريشا واصطفى من قريش بني هاشم واصطفاني من بني هاشم

      Sesungguhnya Allah mensucikan daripada anak2 Ibrahim: Ismail, mensucikan daripada anak2 Ismail: Kinanah, mensucikan daripada Kinanah Quraisy, dan mensucikan daripada Quraisy: Bani Hasyim, dan Allah mensucikan aku daripada Bani Hasyim.(Hadits Riwayat Imam Muslim)

      Jika saudara Abdullah membaca kedua dalil diatas, maka sebenarnya sudah cukup untuk dijadikan hujjah sucinya ahlul bait Rasulullah S.A.W., termasuk Bapak dan Ibunya. Kita juga harus berfikir jernih Rasulullah S.A.W. yang kita sanjung dan ikuti semua ajarannya adalah hamba Allah yang suci (keturunan/nasabnya). Bagaimana sesuatu yang suci keluar dari sesuatu yang batal, kotor, kafir dan lain sebagainya.

      Berkaitan dengan hadits yang saudara kemukakan dari Riwayat Imam Muslim yang mengatakan bahwa “Bapakmu dan Bapakku di Neraka”, mari kita baca penjelasan dari Al Hafidz Imam Abu Zakaria Yahya ibn Syaraf Nawawi Ad Dimasyqi As Syafi’i (yang dikenal sebagai seorang Pakar Hadits yang musalsal sanadnya sampai Rasulullah, dikenal dengan Imam Nawawi) mengenai hadits yang anda kemukakan itu sebagai berikut :

      فِيهِ : أَنَّ مَنْ مَاتَ عَلَى الْكُفْر فَهُوَ فِي النَّار ، وَلَا تَنْفَعهُ قَرَابَة الْمُقَرَّبِينَ ، وَفِيهِ أَنَّ مَنْ مَاتَ فِي الْفَتْرَة عَلَى مَا كَانَتْ عَلَيْهِ الْعَرَب مِنْ عِبَادَة الْأَوْثَان فَهُوَ مِنْ أَهْل النَّار ، وَلَيْسَ هَذَا مُؤَاخَذَة قَبْل بُلُوغ الدَّعْوَة ، فَإِنَّ هَؤُلَاءِ كَانَتْ قَدْ بَلَغَتْهُمْ دَعْوَة إِبْرَاهِيم وَغَيْره مِنْ الْأَنْبِيَاء صَلَوَات اللَّه تَعَالَى وَسَلَامه عَلَيْهِمْ . وَقَوْله صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( إِنَّ أَبِي وَأَبَاك فِي النَّار ) هُوَ مِنْ حُسْن الْعِشْرَة لِلتَّسْلِيَةِ بِالِاشْتِرَاكِ فِي الْمُصِيبَة

      Di dalam hadits ini: bahwasanya siapa yang mati dalam kekafiran maka dia di neraka dan tidak memberikan manfaat kepadanya hubungan kekerabatan, dan di dalam hadits juga bahwa siapa yang mati dalam masa fatrah (masa tidak adanya seorang Rasul) akan tetapi dia menyembah berhala maka dia daripada ahli neraka dan inipun tidak berlaku sebelum sampainya dakwah (Islam). Maka sesungguhnya mereka itu (kaum bapak si penanya), telah sampai dakwah Ibrahim kepada mereka dan dakwah nabi-nabi yang lain. Dan sabdanya Saw: (Sesungguhnya bapakku dan bapakmu di neraka) ia daripada bentuk luwesnya pergaulan (Rasulullah) untuk menghibur (si penanya) dengan mengatakan sama-sama tertimpa musibah (maksudnya neraka).

      Beliau yang seorang pakar hadits bahkan beliau memiliki sanad yang jelas atas setiap hadits yang beliau sampaikan saja mengatakan demikian, maka terlalu berani anda yang “mohon maaf” saya tidak tahu belajar darimana berani mengatakan Bapak dan Ibu Nabi kafir.

      Kebenaran hakiki hanya milik Allah
      Hamba Allah yang dhaif dan faqir
      Dzikrul Ghafilin bersama Mas Derajad

  3. assalamu ‘alaikum, salam kenal, mau curhat nih.
    Aku baca hadits2, yg aku tangkap kandungannya adalah:
    – rosulullah memerintahkan biarkan jenggot, akupun tdk cukur jenggotku. (salahkah aku?)
    – rosulullah melarang berpakaian menutupi mata kaki, akupun memakai celana cingkrang(apa aku salah?)
    – juga perintah2 beliau sholallohu ‘alaihi wasalam yg lain spt memerintah istri saya agar berjilbab dgn jlbab yg gedhe, tdk salaman dgn lawan jenis yg tdk mahram, tdk mengada2 dlm agama (arbain nawawi no 5) lalu aku aplikasikn dng tdk mengadakan kondangan peringatan kematian, keluarga kami, jg tdk meringati kelahiran/wafat rosulullah, dll.
    Lha kok tb2 aku dituduh wahabi, padahal dasar perbuatanku diatas adalah hadits2 nabi dan sama sekali gak baca dari buku2 imam abdul wahab, piye yen begini ini?
    Karena aku baca komentar sodara2 (tapi di blog lain, yg menunya mirip blog ini), bhwa orng yg berbuat spt diatas itu katanya wahabi, dan pemilik blog sptnya mengamini dgn skap diamnya.
    -tlg tanggapannya ya pak, sekalian ditanggapi komentnya mas alistiba 3april itu. Dia bilang dari sabda nabi(hr muslim), tp sampean bilang dari keyakinan salafi wahabi.

    1. Ibnu amir,

      Pakai celana Cingkrang itu gak ada dalilnya. Nabi itu pakai jubah tdk pakai celana cingkrang. Kamu mau meledek Sunnah Nabi dg mengatakan Nabi mencontohkan pakai celana Cingkrang? Mana sejrahnya yg cerita kalau Nabi pakai celana cingkrang? Celana cingkrang itu ide Yahudi untuk meledek sunnah Nabi, supaya Ummat Islam yg pakai celana cingkrang itu tampak sebagai manusia culun. Kaum Wahabi mau aja dikerjain Yahudi, kok malah bangga dg mengatakan celana cingkrang itu Sunnah Nabi? Duuuuh Wahabi lucunya.

      1. salam kenal mbak putri, trim atastanggapannya.
        -saya nggak bilang “nabi mencontohkan pake celana cingkrang” lho mbak, cb periksa lg..! aku hny mematuhi larangan rosulullah agar tdk berpakaian menutup mata kaki. krn pkaianku celana ato sarung maka itulah aku pakai diatas mata kaki yg istilah kerennya “ching crank”, dan yg aku sampekan itu scr makna bukan redaksi aslinya, krn aku masih agak blm pinter, maklum.
        – masalh ngledek rosulullah, NA’UDZU BILLAAHI MIN DZAALIK. kalo ucapanku terkesan sprt itu, AKU MEMOHON AMPUN DAN TOBAT KPD ALLAH.

        1. Ahh…..ngeles aja….emang culun sih, udah jidatnya dihitamin jenggot gk aturan….celana dicingkrangin…kerjanya dikantoran lagi…kaos kaki bolanya kelihatan….baru ngeh nih apa yg dikata mbak putri…ulah dari yahudi…..hik

    2. @Ibnu Amir :
      Mengenai Hadits Shahih Muslim yang ingin anda tahu jawabannya, silahkan baca penjelasan saya menanggapi Saudara Abdullah diatas. Hal ini juga menanggapi ucapan saudara alistiba.

      Kebenaran hakiki hanya milik Allah
      Hamba Allah yang dhaif dan faqir
      Dzikrul Ghafilin bersama Mas Derajad

  4. @Ibnu Amir
    Rasulullah Saw memerintahkan berjenggot, dan anda berjenggot
    —-> tidak ada masalah pd kami. krn para ulama di luar Wahabi/Salafi pun banyak berjenggot. Malahan ulama sufi banyak yg jenggotnya panjang2.
    Permasalahannya adalah jika krn berjenggot, kemudian merasa diri sudah sholeh/sudah menjalankan sunnah, kemudian menyalah2kan muslim yg tidak berjenggot.

    Rasulullah Saw memerintahkan memakai jubah di atas mata kaki, dan anda memakai celana cingkrang
    —-> tidak masalah bagi kami anda memakai celana cingkrang. karena habib-habib juga memakai gamis di atas mata kaki. yang dipermasalahkan adalah, krn sudah memakai celana cingkrang (meskipun dalam hadistnya bukan celana tapi jubah/gamis) merasa diri sudah nyunah, kemudian berfatwa bahwa yg tidak pakai celana cingkrang masuk neraka (padahal sekali lagi, hadistnya tidak ada kata2 “celana”)

    istri anda memakai jilbab besar dan tidak salaman dg non muhrim
    —-> tidak ada masalah pada kami. karena para ulama/habib2 di luar Wahabi pun menyuruh hal yg sama.

    anda tidak tahlilan, tidak maulidan dsb…
    —-> tidak apa2….anda tidak dosa dan anda tidak salah. yang salah menurut saya adalah krn salah memaknai kata “kullu” dalam hadist “kullu bid’atin dholalah” karena kurangnya pengetahuan ttg ilmu mantiq, balagoh, nahwu dsb, membuat anda menyalah-nyalahkan kaum muslimin yg melakukannya. dan merasa yg paling benar sendiri…
    coba anda kaji dari pendapat ulama2 dan dari al-Qur’an, kata “kullu” bisa berarti “sebagian besar” (yg menyalahi syariat).

    Tentang kitab Imam Nawawi, mohon berhati-hati membaca kitab para ulama yg ditahrij oleh syekh2 Salafi/Wahabi, karena banyak yg isinya dirubah2 oleh tangan mereka. Tidak terkecuali isi kitabnya Imam Nawawi, banyak yg sudah dimanipulasi

    1. @mas Prabu
      Sykrn ya mas atas penjlsnnya, sdh agak mudheng aku. tp penjlsan mas prabu ini mewakili pemilik blog ini gak ya?
      maaf taya lg ya:
      -sEAndainya saya beramal diatas dng merasa lbh benar drpd org yg menyelisihi saya (krn pilihan itu kan pasti yg terbaik ya mas, sdg yg tdk saya ambil lalu orang lain malah memilih, itu berarti saya anggap jelek), tetapi saya tidak njelek2in org lain yg berbeda dgn saya di tmpt umum, apalagi mengkafirkan (hiih..takut aku, krn ktnya kalo yg dikafirkan ternyt tdk kafir, maka yg menuduh itulah yg kafir), boleh ndak mas?
      -maaf ttg arbain nawawi yg kata mas tlh dirubah2 wahabi, stlh saya cek di cd kutubut tisah keluaran sakr, trnyata hadits2nya terdapat disana. Apa sakhr itu juga wahabi mas?
      sekali lg maaf mas, mgkn nanyanya kok “NRUTHUS”, atas jawabannya mudah2an Allah ta’ala membalas dng kebaikan yg banyak.

      1. Blog Ini milik Ummat Islam, jadi siapa saja boleh koment. Saya sendiri blusak blusek masuk blog ini dan berkoment tanpa hambatan apa pun. Mungkin Sang Admin gak punya waktu buat menjawab pertanyaan antum. Dan itu sdh biasa di blog ini.

        Jadi Mas Prabu sangat bagus telah memberi jawabannya. Saya yakin Mas Admin merasa terwakili. Saya yakin itu, berdasar kebiasaan yg berlaku di blog ini.

        1. Yang salah adalah, yang merasa paling bener sendiri,yang lain kagak bener…
          Yang bener adalah, yang merasa klo amal perbuatannya tidak akan sebanding dengan nikmat yang Alloh berikan..

      2. Mungkin yg mas prabu maksud adalah kitab yg ditakhrij wahhabi itu adakalanya terjemahnya keliru atau kurang tepat, atau catatan kakinya dan komentar dari pentakhrij itu kadang tidak dg ilmu yg benar. maklum, yg mentakhrij itu blm levelnya utk mentakhrij, tapi merasa dah pantas.

    2. Saya baca dan ulangi, kok, janggal jawaban anda ini ya. standar penilaian benar dan salah anda berdasarkan individu-individu tertentu, habib lah/ulama sufi lah. Coba anda cek komentar Ibnu Amir pada April 9, 2012 at 9:57 pm. Dia mengatakan “Rosululloh memerintahkan…”, artinya Rosululloh (Nabi Muhammad Sholallohu ‘Alaihi wa ‘Ala Alihi wa Salam) sudah memerintahkan.

      Ketika membaca jawaban anda maka saya mendapat pemahaman bahwa perintah Rosululloh perlu dibenarkan habib lah atau sufi lah. Coba saya tarik sebuah contoh, ketika seseorang tidak berjenggot padahal berjenggot perintah Rosululloh maka ia didiamkan/tidak diperingatkan/tidak dinasehati, mengapa?, karena habib fulan/ulama sufi alan tidak berjenggot dan tidak memerintahkan berjenggot. Perhatikan, adakah yang janggal?

  5. ada kisah nih semoga bisa jadi inspirasi.

    “terkisah seorang tua yang sangat mencintai tanaman dankebun didepan rumahnya..dia rawat dengan segala upayanya gar tetap lestari dari kerusakan yang datang..dan selalu mengajari anaknya yang satu-satunya bagaaimana dia bersikap dan menjaga tanaman dirumahnya..sampai akhirnya si orang tua meninggal dunia dan dia berpesan agar menjaga tanamanya agar tetap subur…dan sang anak pun berjanji akan merawatnya…tiap pagi siang dan sore sang anak menyiram…
    Dan pada suatu ketika dia diberi oleh seseorang sebuah tanaman yang rimbun besar dan menurut dia indah ..karena dia sudah berjanji untuk merwat diapun berpikiran untuk membuat indah(menurut dia) dengan mennam tanamannya yang baru dia dapat.
    tapi apakah yang terjadi karena menurutnya tanaman itu lebih indah diapun akhirnya melupakan tanaman yang ada sebelumnya..dia berfokus pada tanaman itu setiap rumput yang mengganggunya dia babat dg alasan biar tidak mengganggu…
    stelah sekian lama akibat rumput dan tanaman peninggalan orang tua tidak lagi indah menurut dia akhirnya dimusnahkan dan dia berusaha mendaptkan tanaman itu lagi…
    Setelah sekian lama sang anak tidak pernah tahu bahwa tanaman peninggalan orang tuanya lebih aman dari binatang apapun…dan diapun belum tahu bhwa apakah tanaman yang baru itu banyak ularnya atw duri atw racun…dan setiap orang yang menegur atas tanamanya dia bilang hanya demi keindahan taman yang telah diwariskan dari orang tuanya….”

    hai ummat islamkenalilah tanaman baru yang menurut mata indah….
    terima kasih…

  6. @Ibnu Amir
    Saya nggak tau ttg Sakhr apakah beliau Wahabi atau bukan. Sebaiknya kang Ibnu cari informasi di sana-sini supaya mendapat jawaban yg mantap ttg siapa beliau.
    Hanya saja saya mendapat informasi ttg kitab2 para ulama klasiik yg ditahrij oleh ulama Wahabi (spt oleh ulama Albani, Binbaz, dll) telah mengalami perubahan.
    Kalau di ummati silahkan anda baca ttg kitab2 yg dirubah oleh ulama Wahabi, ada koq pembahasannya.

    Minggu lalu saya pergi ke toko buku milik seorang Arab, ceritanya saya mau cari kitab fiqihnya Imam Syafi’I. Dari pemilik toko buku itu saya disarankan membeli yg cetakan Libanon, krn yg cetakan Libanon ada 27 juzz. Sedangkan yg cetakan Arab Saudi sudah disunat, tinggal 21 atau 23 juzz (saya lupa jumlah pastinya, tapi yg jelas tidak sebanyak yg cetakan Libanon). Hanya saja saya nggak bisa bahasa Arab…jd saya urungkan niat ini untuk membelinya.

    Untuk hadist ttg ayah Nabi Saw yg masuk neraka, kata abii/ayah dalam bahasa Arab bisa juga berarti kakek atau paman (ini menurut seorang habib ya kang). Dan hadist ini adalah hadist ahaad yg diriwayatkan oleh Hammad. Sdgkan Hammad ini hadist2nya banyak diingkari karena ia lemah hafalannya.
    Dan hadist2 ttg orgtua Rasulullah Saw di neraka, kontradiksi dg hadist2 shahih lainnya dimana pd hadist shahih Bukhari (kl gak salah) Rasulullah Saw membanggakan nasab keluarganya, bahwa beliau berasal dr keturunan yg baik.

    Jd sebaiknya kita diam dan berbaik sangka thdp ayah dan ibu Rasulullah Saw.

    Sama tetangga yg kafir aja kita hormati ayah ibu mereka, masa’ sama Rasulullah Saw kita tega sih bilang ke mana2 kl orgtuanya masuk neraka…koq ya gak punya hati sekali gitu.

    S

  7. Buat saudaraku seiman

    Saya pernah berdebat dengan orang2 kafir (Kristen), dan tahukah salah satu olok-olokan mereka? Yaitu mereka mengolok-olok Rasulullah Saw yg katanya terlahir dari orgtua yg kafir.

    Tentu panas hati saya mendengar olok-olokan mereka. Alhamdulillah saya menemukan sejarah ayah-bunda Rasulullah Saw justru dari buku seorang Mualaf.
    Ternyata ayah-bunda Rasulullah Saw itu dari keluarga hanifian yg masih memegang teguh ajaran nabi Ismail As. Mereka tidak menyembah berhala-berhala, sebagaimana bangsa pagan Arab pd umumnya.

    Untuk masalah hadist Muslim ttg ayah Nabi Saw yg katanya di neraka silahkan klik link berikut :

    http://warkopmbahlalar.com/kesalahpahaman-terhadap-sabda-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bapakku-dan-bapakmu-di-dalam-neraka-hadits-muslim/

    Setelah anda baca link di atas, nanti akan saya berikan hadist-hadist yg dIriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Baihaqi, dsb yang isinya Rasulullah Saw memiliki nasab yg terbaik, dan ayah-ibunya adalah orang yg baik.

    1. trimakasih bnyk infonya mas prabu, jazakalloh khoir.
      yg saya tgkap kl tdk salah adalh perbedaan memahami kata “abiy dan ummiy”, wahhabi mengartikan apa adanya, sdg mas prabu mengartikan dgn makna selainnya, yaitu kakek/nenek. gitu ya… dan saya gak tahu pasti mana yg betul, yg pasti Allah lah yg paling tahu mana yg benar.
      tanya, lg ya mas biar seru nih…
      – setelh saya phm penjlsan ke 2 blh phk, lalu saya yakin dan berpegang salah satunya (wahaby misalnya) ee.. ternyata dihadapan Allah ternyata salah apa yg saya ikuti td, apakah saya tetap dihukum dgn sebab kebodohan saya td?
      Bknkah kita diperintahkan mengikuti Alquran dan Sunnah, sdg keduanya sampe ke kita dng penafsiran yg bermacan2, kt diperintahkan ikut ulama,sdg yg bener2 ulama yg mana jg tdk gampang bg saya utk memilih.
      mhn bantuannya ya mas, mdh2an mendatangkan berkah.

  8. @kang Ibnu Amir:
    Coba kang anda buka link berikut agar anda bisa obyektif:

    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/03/15/tanggapan-wahabi-syiah/#comment-5346

    Wahabi baru muncul 200 thn yg lalu. Sdgkan Aswaja sudah ada lebih dr 1000 thn dgn pemahaman Asy’ariah dan Maturidiah.
    Wahabi yg baru muncul kemarin sore tiba2 menyatakan bhw pemahaman Aswaja yg berasal dr Asy’ariah dan Maturidiah sesat. Padahal Rasulullah sudah wanti2 akan munculnya 2 tanduk setan dr Najd pd abad ke-12. Abad ke dua belas dr jamannya Rasulullah Saw itu bertepatan kan dg munculnya pemahaman Wahabi ini???

    Coba anda kaji dulu, baca2 blog2 aswaja yg lain seperti link di atas sebelum memilih

  9. Perhatikan ayat berikut:
    “Adakah kamu hadir ktk Yaqub kedatangan tanda2 maut, ktk ia berkata kpd anak2nya, ‘Apa yg kamu sembah sepeninggalku?’ Mrk menjawab, ‘Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan ayah2mu, Ibrahim, Ismail, Ishaq, (yaitu) Tuhan yg Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh pada-Nya.” (QS al-Baqarah:133)

    Ayah dr Yakub adalah Ishaq, sdgkan Ibrahim adalah kakek, dan Ismail pamannya nabi Yaqub. Ayah2 di sini maksudnya bisa ayah kandung, bisa kakek, bisa paman.

    Perhatikan hadist berikut:
    “Aku MuhammaD bin Abdillah bin Abdulmuttalib bin Hasyim bin Abdumanaf bin Qushay bin Kilaab bin Muraah bin Ka’b bin Luay bin Ghalib bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudharr bin Nizar. Tiadalah terpisah manusia menjadi 2 kelompok (nasab) kecuali aku berada diantara yang terbaik dr keduanya. Maka aku lahir dr ayah dan ibuku dan tidaklah aku terkenai ajaran jahiliyah, dan aku terlahirkan dari nikah (yg sah), tidaklah aku dilahirkan dr orang jahat sejak Adam sampai berakhir pd ayah dan ibuku. Maka aku adalah pemilik nasab terbaik diantara kalian, dan sebaik-baik ayah nasab.”
    Hadist ini riwayat Imam Baihaqi dan Imam Hakim dari Anas Ra.
    Diriwayatkan pula o/ Ibn Katsir (dlm tafsirnya juz 2 hal 404)
    Juga oleh Imam Aththabari dlm tafsirnya Juz 11 hal 76.

    Nabi membanggakan kakeknya (nasabnya) dlm peperangan melawan kafir u/ menyemangati kaum muslimin.
    “Aku Nabi yg tak berdusta, aku adalah putra Abdul Muttalib” (shahih Bukhari)

    Nabi membanggakan ayah-ibunya dlm perang Uhud, untuk menyemangati Sa’ad bin Abi Waqqash Ra.
    “Wahai Sa’ad, panahlah! Jaminanmu ayah ibuku” (shahih Bukhari)

    Jd orgtua Nabi Saw itu mulia, bukan kafir. Krn tidak mungkin Nabi Saw membanggakan mrk kalau mrk kafir.

    1. @prabu
      Prabu says:
      Perhatikan ayat berikut:
      “Adakah kamu hadir ktk Yaqub kedatangan tanda2 maut, ktk ia berkata kpd anak2nya, ‘Apa yg kamu sembah sepeninggalku?’ Mrk menjawab, ‘Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan ayah2mu, Ibrahim, Ismail, Ishaq, (yaitu) Tuhan yg Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh pada-Nya.” (QS al-Baqarah:133)

      Ayah dr Yakub adalah Ishaq, sdgkan Ibrahim adalah kakek, dan Ismail pamannya nabi Yaqub. Ayah2 di sini maksudnya bisa ayah kandung, bisa kakek, bisa paman.
      Bisa jadi hadist “Abii wa abaaka finnaar” maksudnya adalah paman Nabi yg kafir. Krn paman Nabi Saw memang ada yg kafir, contohnya Abu Thalib.

      anda ini pura2 bodo ato bodo beneran sih???
      konteksnya sangat berbeda bro,bandingkan dengan hadis di bawah…

      dari Anas bin Malik bahwasanya seorang laki-laki berkata : Wahai Rasulullah di mana ayahku ? Nabi bersabda : ‘ di neraka’ . Ketika orang tersebut berpaling, Nabi memanggilnya lagi dan bersabda : ‘Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di an-naar (neraka) (H.R Muslim).

      “Aku memohon ijin kepada Tuhanku untuk memohon ampunan bagi ibuku, tetapi tidaklah diijinkan untukku, dan aku mohon ijin untuk berziarah ke kuburannya, dan diijinkan”(H.R Muslim dari Abu Hurairah)

      1.apakah si laki laki penanya “menanyakan tentang paman / kerabat dia?”
      2.di hadis ke 2 diatas,sangat jelas bahwa nabi bercerita tentang ibunya,bukan bibi / kerabatnya…

      posting diatas kenapa tidak menyertakan hadis2 yang bercerita tentang “indikasi” ke kafiran orang tua nabi…?

      1. Pak jamil@Berarti bener donk ziarah kubur diijinkan????knp bnyak yg ngomong bid’ah ya (wahabi)????

        Maaf pak,sbaiknya jgn cr kejelekan/aib orang muluh…apa g tkut Alloh buka aib bpk.

        Pak Jamil berkata:
        “Posting diatas kenapa tidak menyertakan hadis2 yang bercerita tentang “indikasi” ke kafiran orang tua nabi…?

  10. Allah tidak memperkenankan permohonan ampun Rasulullah Saw terhadap ibunya, krn memang tidak ada yg perlu diampuni…krn ibu Rasulullah Saw itu masuk surga. Namun pd saat itu Rasulullah Saw merasa takut ibunya yg dilahirkan sebelum kenabiannya terkena hukum Allah.
    Dan ini dimansukh oleh ayat berikut:
    “Dan kami tak akan menyiksa suatu kaum sebelum kami membangkitkan Rasul” (QS.Al-Isra:15)

    Dan mohon untuk berhati-hati, krn Rasulullah Saw pernah marah ketika ada seseorang mengatakan orangtuanya kafir.
    Silahkan baca selengkapnya di link berikut:

    http://jundumuhammad.wordpress.com/2011/12/22/bab-ziarah-dan-penjelasan-mengenai-selamatnya-kedua-orangtua-nabi-muhammad-shollallaahu-alaihi-wa-sallam/

    NB:
    Maka berhati-hatilah bagi org2 yg dengan entengnya mengatakan bhw ayah-ibu Rasulullah Saw kafir…bahkan ada yg sampai membuat-buat buku untuk menyebarkannya, ingatlah..bahwa kalian telah menyakiti hati Rasulullah Saw.

    1. Benar Mas Prabu, hanya Wahabi satu2nya Kaum yang enteng lidah menyebut ayah bunda Nabi Saw kafir. Dulu saya juga sempat terpengaruh ketika dulu suka dengar2 radio Roja atau Web2 Wahabi yg sering membahas masalah tsb. Maklum, dulu saya tidak tahu kalau mereka itu Wahabi, tahunya mereka itu muslim tanpa embel2 Wahabi. Tapai lama2 kok mereka itu aneh, sampai akhirnya saya ketemu web2 aswaja yg membuat saya ngeh/ sadar tentang apa itu Wahabi….

      Untung saya belum sampai terkena Virus Wahabi sampai ke hati sehingga bisa mudah sembuh dg membaca info2 web aswaja. Alhamdulillah…………

  11. Dari sulbi Sayyidina Abdullah bin Abdul Muthalib kemudian dipindahkan kandungan Sayyidatuna Aminah itulah cahaya Rasulullah saw berada…

    kalau kita tahu riwayat Rasulullah saw… begitu Nur dipindahkan.. Sayyidina Abdullah dipanggil oleh Allah SWT.. begitu Rasulullah saw lahir… Sayyidatuna Aminah dipanggil juga oleh Allah SWT…

    dari riwayat kita jg bisa tahu, perangkap paham/ajaran mereka itu bener2 tanduk setan… itulah mengapa Iblis tidak mau sujud kepada Nabi Adam a.s sebagai kiblat.. karena didalamnya ada Nur Rasulullah saw…dan tidak asing lagi jika paham mereka sangat benci kepada Nur Rasulullah saw…

  12. Bagi yg sdh terbiasa mengkafirkan ayah bunda Nabi saw, coba renungkan do’a-do’a Nabi yg ada dalam Al Qur’an berikut ini:

    Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab

    “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:41]

    Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro

    “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]

    Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

    “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]

    Silahkan direnungkan supaya sembuh dari penyakit ketagihan mengkafirkan AYAH BUNDA Nabi Saw.

    1. Mas Baihaqi@

      Orang2 Wahabi sih gak terbiasa merenung Mas, mereka itu sdh terbiasa menelan apa saja informasi tanpa perenungan terlebih dulu.

      Saya setuju seandainya mereka mau merenungkan do’a2 Nabi Saw yg ada di Al Qur’an seperti yg antum sebutkan, insyaallah mereka sembuh dari PENYAKIT KETAGIHAN MENGKAFIRKAN AYAH BUNDA NABI SAW.

      Tapi ya itu tadi, mereka tidak terbiasa merenungkan hal-hal yg diluar keyakinannya. Mereka sdh yakin Ayah Bunda nabi kafir sih?

  13. assalamu ‘alaikum, salam kenal, mau curhat nih.
    kalau diseluruh dunia ini sudah faham arti Salafy dan Wahaby, tapi yang kenal Aswaja atau NU mungkin hanya negara ini dan negara jiran saja, boleh tahu sebutan aswaja untuk dinegara – negara lain, karena pasti aliran ini sudah dikenal dan siapa saja Ulama yang menjadi tempat untuk diambil fatwanya.

    1. mas barata aswaja itu singkatan dari Ahlu Sunnah wal-Jama`ah , ormasnya NU , fahamnya aswaja alias ahlu sunnah wal-jama`ah yang terdiri dari As`ariyah dan Maturidiyah , ada diseluruh belahan dunia Islam bahkan mereka adalah mayoritas Ummat Islam dunia..

  14. KH. Moh. Amir Ilyas, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, Desa Guluk-Guluk Sumenep Madura Jawa Timur adalah salah seorang pejuang besar dalam menegakkan madzhan Ahlussunnah Wal Jama’ah vesri Imam Syafi’ie, Al Ghozali, Imam Al Asy’ari dan Al Maturidi. Beliau wafat pada tahun 1996 di rumahnya dalam usia 71 tahun pada Jum’at Sore. 1 Januari. Semoga amal diterima Allah SWT dan perjuangannya dapat dilanjutkan oleh para putera putrinya serta para santrinya. Amin !

  15. @Ummati

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    kepada admin Ummati Yth, saya mohon dengan sangat agar komentar saya di atas yg pernah saya tulis pd tanggal 20 April jam 12:11 AM untuk dihapus khusus pd paragraf ke-dua, krn di situ saya memberi contoh ttg paman Nabi Saw yg kafir dg menyebutkan nama Abu Thalib.
    Karena setelah saya baca2 web ulama aswaja, di situ dikatakan bahwa terdapat hadist yg mengatakan bahwa Abu Thalib membaca syahadat sebelum wafat setelah kedua putranya pergi, dan itu disaksikan Nabi Saw dan seorang sahabat yg berada di tempat itu.

    Saya bertaubat kpd Allah dr mengatakan hal yg keliru….dan mohon ditanggapi tulisan saya ini oleh admin Ummati. Demi hak Nabi Saw yg mulia, saya tidak ingin menyakiti hati beliau Saw dg mengkafirkan pamannya yg bernama Abu Thalib. Semoga Allah mengampuni kesalahan saya….

    Saya telah membaca penjelasan dr Habib Mundzir mengenai Abu Thalib, mengenai adanya hadist yg menyebutkan beliau telah bersyahadat sebelum wafatnya….

    Terimakasih atas perhatian admin Ummati dan rekan2 sekalian
    Walaikumsalam Wr. Wb

  16. tanggapan
    Alhamdulillah saudaraku. Engkau menyadari kekeliruan tersebut.(semoga antum diampuni oleh Allah. amiin.). Kekeliruan ini juga telah dilakukan jutaan umat islam lewat hadist palsu abu hurairah dan musayab.yg disebarkan ulama
    menurut pendapat saya dan saya sangat setuju dengan pendapat saya heheheheh. Ada 4 persoalan yg mendasar kenapa mitos abu thalib terus dipelihara dan dilestarikan (seperti peninggalan sejarah yg berharga). Sebenarnya ulama2 dari pembenci keluarga nabi mengetahui dengan pasti bahwa abu thalib wafat dalam keadaan mukmin bukan hanya muslim tapi mukmin. Karena banyak sejarah yg mencatat pernuatan dan perkataan abu thalib lewat puisinya menyatakan dia adalah orang yg pertama beriman kepada nabi saw bahkan sebelum khadijah dan jauh sebelum masa kenabian. Dan Allah telah memilih abu thalib sebagai penolong, pelindung nabi dengan pedang yg terhunus. sehingga sejarah mencatat tidak ada kafir quraisy yg mencelakakan bahkan menyentuh kulit nabi saw selama abu thalib masih hidup. Kita balik kepersoalan kaum mengapa kaum nashibi memvonis abu thalib mati dalam keadaan kafir :
    1. Kerena mau mengangkat dan menciptakan image bahwa hanya sahabat nabi yg lebih baik ketimbang ahlul bait

    2. Ingin tetap Mempertahankan mitos bahwa semua sahabat nabi saw adalah manusia pilihan, manusia yg paling takut dan taat kepada Allah, paling membenarkan ucapan nabi, paling membela nabi, paling jujur dari perkataan….paling…dan paling…dst. Karena terdapat fakta abu thalib lebih baik dari sahabat nabi saw dan mereka tidak bisa membantahnya maka dibuatlah riwayat untuk menjatuhkan abu thalib agar posisi abu thalib berada dibawah sahabat dalam hal keselamatan dalam islam, yaitu dgn cara membuat hadist mungkat bahwa abu thalib mati dalam kekafiran (riwayat abu hurairah dan musayyab) maka dengan segala cara mereka lakukan demi tercapai maksud mereka menyingkirkan peran ahlul bait. Walaupun mereka tahu hadist musayyab dan abu hurairah dari segi sanad adalah mursal dan dari segi matan adalah hadist mungkar.

    3. yang terakhir adalah karena hadist tersebut diriwayatkan oleh bukhari dan muslim.dikitab shahih mereka. Dimana kitab bukhari-muslim sudah terlanjur diklaim oleh orang salafi-wahabi adalah adalah kitab tershahih didunia setelah Al-quran. Artinya tidak mungkin bukhari-muslim salah mengutip hadist atau meriwayatkan hadist dhoif apalagi hadist palsu.

    4. Mencampakan ayat Allah tentang keutamaan dan kesucian ahlul bait dan mendustai membutakan mata serta hati thd perkataan nabi saw dalam berpegang teguh pada ahlul bait jika selamat dunia dan akhirat.( baca: Tidak ada satu nashpun yg shahih yg menyuruh kita berpedoman pada sahabat nabi saw, berpegang teguh pada 4 mazhab selain pada ahlul bait)

  17. keempat sebab inilah kaum nashibi (salafi-wahabi) begitu getol mempertahankan hadist ini (baca: hadist abu thalib mati dlm keadaan kafir). Dan kaum muslimin harus sadar atas dasar DOKTRIN ini MEREKA MENYESATKAN SELURUH KAUM MUSLIMIN. DAN MEREKA TIDAK MEMBOLEHKAN BAHKAN SEBAGIAN ULAMA MEREKA MENGHARAMKAN MEMBUKA LEMBAR2 SEJARAH TENTANG PERBUATAN SAHABAT NABI YG MENYIMPANG ATAU SALAH. KARENA BAGI ULAMA NASHIBI MEMBUKA SEJARAH TENTANG KESALAHAN SAHABAT SAMA ARTINYA MEMBUKA AIB DAN MENCACI MAKI SAHABAT. “INILAH HADIST2 RIWAYAT ULAMA SALAFI-WHABI, DIMANA NABI SAW TIDAK PERNAH MEMRINTAH UMATNYA MEMBUKA DAN BELAJAR DARI SEJARAH AGAR MEREKA TAHU MANA SAHABAT YG BENAR DAN MANA YG SALAH SALAH YG TAK BOLEH DIIKUTI.
    BAIKLAH SAYA AKAN MASUK SAJA SATU PERSATU UNTUK MENJUNGKIRBALIKAN MITOS DAN DOKTRIN ( 3 HAL) MEREKA YG SESAT DAN MENYESATKAN TERSEBUT:

    1. Kerena mau mengangkat dan menciptakan image bahwa hanya sahabat nabi yg lebih baik ketimbang ahlul bait

    Salah satu cara adalah mengkafirkan abu thalib yg telah jelas-jelas beriman dan sebagai penolong dan pelindung nabi hanya karena riwayat pendusta abu hurairah dan musayyab.
    (note: anda tidak akan menemukan kelebihan, keilmuan dan ketaatan cucu Rasulullah didalam kitab cucu Rasulullah hasan dan husaen adalah penghulu pemuda disurga tapi sejarah hidup dan keutamaan mereka jarang sekali anda temuka.

    Mari kita perhatikan hadist abu hurairah dan musayyab dibawah ini :
    A. Hadist abu hurairah :
    Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda kepada pamannya tatkala hendak meninggal, ‘Ucapkanlah Laa ilaaha illallah. ‘ aku akan bersaksi untukmu dengan kalimat itu hari kiamat. Akan tetapi Abu Thalib enggan mengucapkannya, maka Allah pun menurunkan ayat: (Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi…) (HR. Muslim)

    B Hadist musayyab
    Dari Al Musayyib bin Hazn berkata, Ketika Abu Thalib hampir mati, Rasulullah mengunjunginya dan mendapati Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah di sisi Abu Thalib. Rasulullah berkata, ”Wahai paman, ucapkan Laa Ilaha Illallah suatu kalimat yang aku akan membelamu karena ucapan itu dihadapan Allah.”Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah berkata, “Apakah kamu membenci agama Abdul Muthalib?” Beliau terus menerus menawarkan kepada pamannya untuk mengucapkannya, tetapi kedua orang itu terus mengulang-ulang. Hingga akhir ucapan Abu Thalib adalah tetap berada pada agama Abdul Muthalib dan enggan mengucapkan Laa Ilaha Illallah. Rasulullah bersabda, “Aku benar-benar akan memintakan ampunan bagimu selama tidak dilarang “.Lalu Allah menurunkan ayat, Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, Walaupun ornag-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik adalah penghuni neraka jahanam. (At Taubah : 113).
    Dan juga Ayat ini diturunkan Allah berkenaan dengan Abu Tholib. Dan Allah berfirman kepada Rasullulah Sesungguhnya kamu tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (Al-Qoshosh : 56)

    C. Hadist riwayat Jabir bin Abdullah ra
    sebelum kita membahasnya saya ingin menampilkan hadist yg serupa tapi bukan pada kasus abu thalib. perhatian hadist ini sebagai pembanding saja.
    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh Al Muhajir telah mengabarkan kepada kami Laits dari Yahya bin Sa’id dari Abu Zubair dari JABIR BIN ABDULLAH ia berkata: Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah saw. di Ji`ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad, berlaku adillah! Beliau bersabda: Celaka engkau! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil?…………..dst
    (Shahih Muslim No.1761)
    Mari kita analisa :

    1. Kalo kita perhatiakan dari ketiga hadist (A,B DAN C) tersebut ada beberapa persamaannya sbb:
    Perawi hadist (jabir bin Abdullah ra, abu hurairah, musayyab) adalah saksi peristiwa/sejarah (mereka hadir disaat kejadian atas peristiwa tersebut) dimana rasulullah terlibat didalamnya baik dari perkataan dan perbuatan. karena hadist ini dimulai dengan menceritakan kondisi kejadian pada saat itu , bukan Rasulullah bersabda kepada mereka bertiga (jabir bin Abdullah ra, abu hurairah, musayyab).

    2. Silahkan bagi pemerhati bloq ini melihat hadist ini dengan jeli. Semua awal perkataan atau kata pembuka hadist adalah sbb:
    dari jabir bin Abdullah ra ia berkata : Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah saw…..dst.
    Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda kepada pamannya tatkala hendak meninggal,….dst
    Dari Al Musayyib bin Hazn berkata, Ketika Abu Thalib hampir mati, Rasulullah mengunjunginya dan mendapati Abu Jahl dan

  18. PERTANYAANNYA ADALAH:
    A. Tentang jabir bin Abdullah ra sejarah mencatat pada saat itu memang jabir berada disana pasca perang hunain. lalu bagaimana dengan abu hurairah dan mussayab. Apakah abu hurairah dan musayyab berada dirumah abu thalib pada saat itu ?

    B. Sejarah mencatat abu thalib wafat dimekah 2-3 tahun sebelum nabi hijrah kemadinah. Dan semua ahli sejarah tidak berbeda bahwa abu hurairah baru pertama sekali dikenal oleh nabi saw dan sahabatnya ketika beliau memeluk islam pada 7 H sebelum atau setelah perang khibar. dan sejarawan kita mencatat abu hurairah tidak pernah kemekah bahkan sampai nabi saw wafat.

    C. LALU MASUK AKALKAH JIKA ABU HURAIRAH (MUNCUL DITAHUN 7 H) DALAM HADIST TERSEBUT MENGKLAIM BAHWA DIA ADALAH SAKSI SEJARAH (hadir dirumah abu thalib) YG MELIHAT LANGSUNG ABU THALIB WAFAT DAN BAGAIMANA berjalannya proses DIALOQ NABI SAW DENGAN abu thalib sebelum abu thalib wafat. ? (jelas hal ini ditolak oleh orang waras dan dibenarkan secara membabi buta oleh orang gila. (artinya HADIST INI TERTOLAK)

    D. musayyab baru memeluk islam paling belakangan bahkan dari abu hurairah yaitu setelah peristiwa fathu mekah.( silahkan saudaraku periksa sendiri nama2 sahabat yg memeluk islam dimekah dan Madinah dan dalam peperangan2 yg terjadi melawan kafir quraisy, yahudi tidak pernah nama musayyab tercantum disana ( silahkan periksa nama2 sahabat pada buku ibnu hisyam, ibnu ishaq, ibnu ath-thabari, yaqubi dll ahli sejarah tertua anda tidak menemukan nama musayyab disana)

    E. Lalu dimana nilai kebenarannya mussayyab berada ditempat abu thalib ketika wafat dan menyaksikan langsung sebagaimana diceritakan hadist tersebut.

    F. Dalam sejarah diceritakan bahwa yg mendatangi abu thalib sebelum wafat adalah tokoh2 quraisy seperti abu jahal, abu umayyah, abu sofyan dan tokoh pemuka kaum quraisiy. dan musayyab bukanlah salah seorang tokoh dikaumnya, yg menjadi wakil menjumpai abu thalib untuk berdamai dgn Rasulullah saw.
    G. Peristiwa ini semua ahli sejarah sepakat setelah dialoq nabi saw mereka mendustai nabi saw dan Allah menurunkan surah SHAAD 1-7.

    H. Ayat ke-6 surah shaad berbunyi : “Dan PERGILAH PEMIMPIN-PEMIMPIN mereka (seraya berkata): “PERGILAH KAMU dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki
    PERTANYAANNYA ADALAH :
    Mengapa abu jahal dan abu umaiyah masih berada dirumah abu thalib sedangkan diayat tersebut Allah menyatakan PIMPINAN-PEMIMPIN QURAISY TELAH PERGI meninggalkan rumah abu thalib dengan kecewa karena tidak ada kata sepakat antara nabi saw dengan mereka. INI JELAS TIDAK MASUK AKAL

    I. sebelum turun ayat at-taubah 113 yg diklaim kaum nashibi sebagai ayat pamungkas untuk mengkafirkan abu thalib, maka sejarah mencatat surah at-taubah ayat 80 “(Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik)” lebih dahulu turun. PERTANYAANNYA ADALAH : Bagaimana nabi saw bisa lupa dengan ayat tersebut dan tetap berkata “Aku benar-benar akan memintakan ampunan bagimu (paman abu thalib) selama tidak dilarang. bukankah diayat at-taubah 80 sdh jelas ada larangan. Apakah saudaraku akan mengatakan nabi NGEYEL dan tidak menghiraukan ayat sebelumnya (at-taubah 80) dan tetap meminta ampunan bagi abu thalib sementara Allah memaksumkan nabi dari perbuatan cela dan menyelisihi atau menentang Al-quran demi membela pamannya ? nauzubillah

  19. Bisakah saya minta tolong kepada saudara-saudaraku dimana sebenarnya surah at-taubah 113 diturunkan ? apakah dimekah pada saat abu thalib wafat, atau dekat Madinah ketika nabi saw menziarahi kuburan ibu nabi saw ? atau pada saat dimadinah : Berikut asbabun nuzul surah at-taubah ayat 113 :

    1. Dimekah seperti riwayat musayyab ketika abu thlaib wafat

    2. Buraidah menceritakan, bahwa ketika saya sedang bersama dengan Nabi saw. dalam suatu perjalanan, tiba-tiba beliau berhenti di Asfan. Lalu Rasulullah saw. melihat kuburan ibunya untuk itu beliau berwudu terlebih dahulu kemudian membacakan doa dan terus menangis. Setelah itu beliau bersabda, “Sesungguhnya aku telah meminta izin kepada Rabbku supaya diperkenankan memintakan ampun buat ibuku, akan tetapi Dia melarangku.” Maka pada saat itu turunlah firman-Nya, “Tiada sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik…” (Q.S. At-Taubah 113)

    3. Musnad Ahmad 732: (Bab musnad ali ra) Telah menceritakan kepada kami Yahya Bin Adam Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Abu Al Khalil dari Ali, dia berkata; aku mendengar seseorang memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya yang musyrik, maka aku berkata; “Apakah boleh seseorang memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya yang musyrik?” Kemudian dia menjawab; “Bukankah Ibrahim memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya?” Maka aku ceritakan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sehingga turunlah ayat; (Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan kepada (Allah) bagi orang-orang musyrik), sampai ayat; (Maka Ibrahim berlepas diri darinya.) (Q S At Taubah: 113-114)

    silahkan kaum nashibi tentukan dan jangan kemukakan alasan yg tidak masuk akal yg menyatakan “mungkin” ayat at-taubah 113 turun tiga kali. ini jelas pelecehan bagi Rasulullah. karena konsekwensinya adalah Rasulullah menentang ayat Allah sehingga Allah harus menegurnya berkali-kali. dan ini tidak mungkin dilakukan oleh seorang nabi yg maksum. Dan juga sangat bertentangan dengan ayat Al-Quran yg menyatakan pribadi nabi saw sbb :
    “ tidaklah dia (nabi saw) berkata selain wahyu yg diwahyukan padanya. dan juga dengan ayat
    “ Sesungguhnya dalam diri Rasulullah tersebut terdapat contoh dan suri tauladan…dst. dan juga ayat Allah yg mengatakan
    “ Kami mengutusnya sebagai rahmat untuk sekalian alam.

    untuk point 2,3 dan 4 secepatnya akan saya kemukakan. untuk lebih jelasnya silahkan simak koment saya yg membantah tulisan nashibi tersebut disini
    http://blumewahabi.wordpress.com/2007/05/05/islamkah-abu-thalib/

  20. sebelum saya lanjutkan ttg abu thalib saya ingin share ttg topik diatas.untuk lebih jelas silahkan kunjungi situs laknatullah yg berani memvonis ortu nabi kafir tanpa malu dan tanpa takut kpd Allah yg menyebar fitnah . nauzubillah
    http://www.voa-islam.com/islamia/konsultasi-agama/2011/02/17/13367/status-ayah-dan-ibu-rasulullah-muslim-atau-kafir/

    Dalil-dalil yang menunjukkan hal itu cukup banyak, antara lain berdasarkan Firman Allah subahanahu wa ta’ala :
    وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولاً۬ (١٥)
    Artinya : Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutuskan seorang Rasul
    (Surah al Isra’ ayat 15)

    ذَٲلِكَ أَن لَّمۡ يَكُن رَّبُّكَ مُهۡلِكَ ٱلۡقُرَىٰ بِظُلۡمٍ۬ وَأَهۡلُهَا غَـٰفِلُونَ (
    ١٣١)
    Artinya : Yang demikian itu adalah kerana Tuhanmu tidaklah
    membinasakan kota-kota secara aniaya, sedang penduduknya dalam keadaan
    yang lengah (maksudnya : penduduk suatu kota tidak akan diazab sebelum
    diutuskan seorang Rasul yang akan memberikan peringatan kepada mereka.)
    (Surah al An’am ayat 131)
    وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ (٢٠٨)
    Artinya : Dan Kami tidak membinasakan suatu negeripun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberikan peringatan.
    (Surah Asy Syu’ara ayat 208)

    Al-Qunduzi juga meriwayatkan dalam bab-2 kitab abkaru al afkar,
    karya syeihk salahudin bin zainuddin yg terkenal dengan sebutan ibnu
    shalah, dan juga lihat pada al-kibritu al-ahmar karya sheikh Abdul kadir
    dengan riwayat yg sama dari jabir. ( dalam hadist yg panjang ) yaitu
    berbunyi:
    dari jabir bin Abdullah al-anshori. saya bertanya kepada Rasulullah tentang yg pertama sekali diciptakan Allah.Rasulullah bersabda : ia adalah cahaya nabimu wahai jabir……..Beginilah Allah memindahkan cahayakudari orang baik-baik keorang baik-baik lainnya. dan dari orang yg suci
    keorang suci lainnya, Sehingga sampailah kepada ABDUL MUTHALIB.Dan dari
    dialah Allah memindahkan pada ibuku AMINAH kemudian dia mengeluarkanku
    kedunia dan menjadikan aku orang yg paling muliadiantara para rasul yg
    diutus kepada seluruh alam dan menjadi pempinan yg berwibawa serta
    kharismatik. begitulah awal penciptaan nabimu wahai jabir

  21. Di dalam bab yang sama Sulayman Balkhi menyampaikan dari Ibkaru’l-Afkar
    oleh Sheikh Salahu’d-din Bin Zainu’d-din Bin Ahmad yang di kenali
    sebagai Ibnu’s-Sala Halbi dan dari Sharh-e-Kibrit-e-Ahmar oleh Sheikh
    Abdu’l-Qadir telah menyampaikan dari Ala’u’d-Dowlat Semnani, hadith yang
    mendalam dari Jabir Ibn Abdullah bahawa nabi telah ditanya apa yang
    Allah jadikan dahulu [yang mula-mula]. Nabi menjawab soalan itu dengan
    khusus, yang mana saya tidak dapat mengatakannya pada ketika ini. Pada
    penghujung hadith itu nabi berkata: ‘Begitulah Allah berterusan
    memindahkan cahaya saya dari yang suci kepada yang suci sehingga dia
    meletakkan saya kepada bapa saya, Abdullah bin Abdul-Muttalib. Dari sana
    Dia membawa saya kepada tempat peranakan ibu saya, Amina. Kemudian Dia
    menjadikan saya hadir didunia ini dan menganugerahkan kepada saya
    gelaran Sayidul-Mursalin [ketua para rasul] dan Khatamu’n-Nabiyyin
    [penutup para nabi]
    Kenyataan nabi bahawa dia berterusan dipindahkan dari yang suci
    kepada yang suci, membuktikan bahawa tiada dari kakeknya, bapaknya serta ibunya aminah yang terdahulu
    dari kalangan kafir/ musrik. karena seorang yg musrik adalah najis. dan tidak mungkin sesuatu yg suci dikeluarkan dari suatu yg mengandung najis. Al-Quran jelas-jelas mengatakan orang musryika adalah najis :

    Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis [9:28].

    Jika kaum nashibi (salafi-wahabi) tetap pada pendirian mereka bahwa ortu nabi adalah kafir maka saya hanya berdoa semoga laknat Allah menimpa mereka.
    Dan jika mereka tetap kukuh dgn pendirian dan menjadikan hadist antah berantah sebagai pijakan untuk memvinis ibunda nabi maka kami ingatkan kembali tentang nabi saw pernah bersabda : ” Jika ada hadisku yg bertentangan dengan Al-Quran maka lemparlah ia kedinding.

  22. ada suatu cerita seorang penghujat yg ngotot mengatakan bahwa kedua orang tua nabi adalah mati dalam kedaan musryik atau kafir. lalu lawan bicaranya berkata : Bagaimana menurutmu status orang musryik dimata Allah dan rasulnya ?

    sipenghujat : orang musryik adalak NAJIS. berdasarkan ayat Al-quran : “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis [9:28].

    lawan bicara : Mungkinkah sesuatu yg suci dikeluarkan atau berasal dari suatu najis. dan apa pandangansyeikh ttg nabi saw

    seipenghujat : Tidak mungkin. karena suatu najis dan sesuatu yg suci tdk mungkin bersatu. dan tentang rasulullah saw adalah beliau adalah manusia paling mulia dan suci dari dosa dan kesalahan.

    lawan bicara: kalo begitu bagaimana mungkin rasulullah yg suci, manusia terbaik didunia dan menjadi penghulu para rasul dikeluarkan dari benih yg mengandung najis seperti aminah ? bukankah aminah seorang musryik dan setiap musryik adalah najis ? ( baca: org musryik adalah najis dlm Al-quran)

    sipenghujat : binggung..dan menjawab a…a…. maksud saya…a….aa.

    lawan bicara: sudahlah lupakan saja itu. saya ingin bertanya satu lagi pada anda

    sipenghujat : dengan muka merah berkata : ” silahkan teman

    lawan bicara : Apakah anda dilahirkan dari kedua orang tua muslim atau dari kedua orang tua kafir atau musryik ? bagaimana nasab engkau wahai syeikh ?

    penghujat : saya dilahirkan dari kedua orang tua muslim. Bahkan nasab saya
    dari ortu, kakek dan kakek dari kakek saya semua terlahir dalam keadaan muslim yg beriman kepada Allah.

    lawan bicara : Selamat wahai syeikh !! Nasab dan keturunnya anda JAUH LEBIH BAIK DARI NASAB DAN KETURUNAN RASULULLAH.

    sipenghujat : dengan heran sambil berkata : apa maksud antum wahai teman ?

    lawan bicara : bukankah anda meyakini rasulullah adalah keturunan musryik mulai dari kakeknya abdulmuthalib, ibunya aminah dan bapaknya abdullah bahkan pamannyapun abu thalib. Dan semuanya syeikh vonis adalah orang-orang musryik sedangkan berdasarkan Al-quran setiap musryik adalah najis. Dan kita ketahui bersama orang beriman (muslim) jauh lebih baik dari orang musryik dalam pandangan Allah dan RasulNYA.
    Bukankah ini dapat disimpulkan KETURUNAN ATAU NASAB SYEIKH JAUH LEBIH BAIK DARI KETURUNAN DAN NASAB NABI SAW ?….( sambil berkata lawan bicara meninggalkan syeihk tersebut dalam kebinggungan )

    INILAH KALO ORANG BODOH BERBICARA TANPA ILMU MEREKA SESAT DAN MENYESATKAN. SEMOGA CERITA INI DAPAT MEMBUKA MATA HATI KAUM NASHIBI DAN MEREKA LANGSUNG TAUBAT. ….SEMOGA…

  23. Coba simak perkataan Imam Suyuthi radhiyallahu ‘anhu: Aku telah menyelami dengan semua bacaan maka aku mendapati bhw semua ibu para Nabi adalah wanita2 yg beriman, maka lebih pastilah lagi ibunya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga wanita yg beriman. (Imam Suyuthi, Abawai Rasulillah fil Jannah hal. 29)

    Akhirnyan sebuah prosa dari Juragan…
    Wahai kaum yang mengkafirkan Ayah Ibu Rasul Junjungan…
    Terpulang kepada engkaulah…
    Aku sudah memberikan dalil-dalil yang nyata…
    Bahwa Abdullah dan Aminah adalah orang-orang yang beriman
    Sementara engkau ragu tentang mereka…
    antara kafir dan beriman…
    Sungguh engkau berada di pertengahan…

    Jika engkau adalah seorang yang adil…
    Maka engkau setidaknya mengambil jalan pertengahan…
    Tidak mengimankan dan tidak pula mengkafirkan…alias diam…

    Jika engkau adalah seorang yang baik…
    Maka engkau akan selalu pasang sikap husnuzhon kepada siapapun…
    Terlebih kepada ayah ibu Rasul Junjungan

    Tetapi jika engkau lebih tetap memilih untuk berjiwa kerdil…
    Maka silahkan engkau lanjutkan…di sana-sini akan pengkafiran…
    Adapun aku dan semua yang menonton…
    Hanya bias terdiam…
    Menyaksikan sebuah keluguan orang-orang yang tak berakal…

    Yah…jika bandelnya sudah parah sedemikian…
    Lebih baik kamu menjadi orang yang tak berakal…
    Agar kelak, segala perkataan dan perbuatan…
    tidak dimintai pertanggung jawaban…
    Wassalam

    Disarikan dari kitab Al-Imam Al-Hafizh Al-Mufassir Al-Muhaddits Ash-Shufi Imam Suyuthi radhiyallahu ‘anhu wa ardhahu At-ta’zhim wal Minnah
    Fii Anna Abawai Rasulillah fil Jannah cet. Dar Jawami’ Al Kalim Kairo dari halaman 48-54.

    Wallahu a’lam bish-shawab…
    Al-faqir ila ‘afwi Rabbih

    diambil dari :
    http://warkopmbahlalar.com/390/kesalahpahaman-terhadap-sabda-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bapakku-dan-bapakmu-di-dalam-neraka-hadits-muslim/

  24. Coba simak perkataan Imam Suyuthi radhiyallahu ‘anhu: Aku telah menyelami dengan semua bacaan maka aku mendapati bhw semua ibu para Nabi adalah wanita2 yg beriman, maka lebih pastilah lagi ibunya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga wanita yg beriman. (Imam Suyuthi, Abawai Rasulillah fil Jannah hal. 29)

    Akhirnyan sebuah prosa dari Juragan…
    Wahai kaum yang mengkafirkan Ayah Ibu Rasul Junjungan…
    Terpulang kepada engkaulah…
    Aku sudah memberikan dalil-dalil yang nyata…
    Bahwa Abdullah dan Aminah adalah orang-orang yang beriman
    Sementara engkau ragu tentang mereka…
    antara kafir dan beriman…
    Sungguh engkau berada di pertengahan…

    Jika engkau adalah seorang yang adil…
    Maka engkau setidaknya mengambil jalan pertengahan…
    Tidak mengimankan dan tidak pula mengkafirkan…alias diam…

    Jika engkau adalah seorang yang baik…
    Maka engkau akan selalu pasang sikap husnuzhon kepada siapapun…
    Terlebih kepada ayah ibu Rasul Junjungan

    Tetapi jika engkau lebih tetap memilih untuk berjiwa kerdil…
    Maka silahkan engkau lanjutkan…di sana-sini akan pengkafiran…
    Adapun aku dan semua yang menonton…
    Hanya bias terdiam…
    Menyaksikan sebuah keluguan orang-orang yang tak berakal…

    Yah…jika bandelnya sudah parah sedemikian…
    Lebih baik kamu menjadi orang yang tak berakal…
    Agar kelak, segala perkataan dan perbuatan…
    tidak dimintai pertanggung jawaban…
    Wassalam

    Disarikan dari kitab Al-Imam Al-Hafizh Al-Mufassir Al-Muhaddits Ash-Shufi Imam Suyuthi radhiyallahu ‘anhu wa ardhahu At-ta’zhim wal Minnah
    Fii Anna Abawai Rasulillah fil Jannah cet. Dar Jawami’ Al Kalim Kairo dari halaman 48-54.

    Wallahu a’lam bish-shawab…
    sumber : http://warkopmbahlalar.com/390/kesalahpahaman-terhadap-sabda-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bapakku-dan-bapakmu-di-dalam-neraka-hadits-muslim/

  25. Selamat Siang. Tidak sengaja saya mampir kee bllog ini, sestelah saya
    baca-baca ternyata konten-kontennya cukup menarik dan banyak
    konten-konten yang bermanfaat. Izin komen dan share beberapa postingan ke socmed sata yaa sekalian bisr blog
    iini tambah banyak visitornya. Jangan lupa di update terus ya blognya. Terima Kasih

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
%d blogger menyukai ini: