Home / Berita Indonesia / Awas, Pedofilia Mengancam Negeri Kita

Awas, Pedofilia Mengancam Negeri Kita

Bicara pedofilia, sekali lagi, cobalah baca serta renungkan baik-baik komentar Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris. Dia menyatakan, sesungguhnya Indonesia menjadi target para pedofilia dunia yang berkedok sebagai turis. Ternyata para pedofilia ini mengincar negara-negara yang belum mempunyai sistem perlindungan anak yang kuat serta lemah dalam penegakan hukum. Terutama dalam kasus kekerasan terhadap anak.

Nah, rupanya Indonesia, di samping Filipina dan Thailand menjadi target mereka. Adapun di Indonesia, wilayah operasi para pedofilia biasa terjadi di daerah wisata seperti Bali dan lainnya. Terkait data kejahatan pedofilia yang terungkap di Bali, anda dapat merujuk pada pemberitaan tersebut di republika.com (9/10). Dari data tersebut, sungguh mencengangkan dan membuat bulu kuduk berdiri. Sebab katanya itu baru yang terungkap. Bagaimana dengan yang tidak atau belum terungkap? Bahkan kejahatan tersebut tak jarang sering dibarengi dengan tindakan kejam dan sadis lainnya. Seperti yang dilakukan baru-baru ini oleh tersangka AD, pelaku kejahatan dalam kasus Gadis Dalam Kardus.

Fakta tersebut, seharusnya dapat semakin membuka mata kita untuk segera tergugah, secara bersama-sama. Dan bertekad menyelamatkan aset bangsa yang sangat mahal harganya, yang terdiri dari anak-anak kita. Selamatkan anak-anak kita dari ancaman predator berpenyakitan itu. Sebaiknya jangan sampai kita menunggu lagi, hingga tahu-tahu saat kita tersadar, ternyata kita telah tertinggal dan kehilangan banyak.

Salah satu faktor penyebab Indonesia menjadi sasaran operasi kejahatan perilaku menyimpang itu, sebagaimana pernyataan wakil rakyat di atas. Adalah terlalu lunaknya sikap hukum terhadap pelaku. Bagaimana tidak? Karena pelaku kejahatan yang telah merusak masa depan anak-anak kita tadi, hanya dihukum beberapa bulan saja. Atau paling banter dijatuhi hukuman beberapa tahun, yang tentu saja hukuman tersebut sejatinya tidak adil. Jika dibandingkan dengan dampak kerusakan masa depan yang ditimbulkannya.

Hukum Kebiri untuk Pelaku Pedofilia

Memang belakangan ini santer diwacanakan sebuah hukuman yang cukup mencengangkan dan terdengar agak ‘sadis’. Pelaku pedofilia hendaknya dikebiri! Jelas tujuannya agar pelaku kehilangan ‘kemampuan’ yang disinyalir menjadi penyebab penyimpangan, yaitu kemampuan seksual. Mereka berdalil sesungguhnya, jika kemampuan seksualitas dilenyapkan, maka seorang pedofilia tidak lagi bisa melakukan kejahatan seksual. Rasanya rgumentasi di atas nampak benar.

Hal itu dapat dianalogikan dari persepektif hukum fikih, bahwa jika seseorang mencuri, pada batas-batas tertentu, tangan sang pencuri dipotong. Dari perspektif ini, maka jika melakukan kejahatan seksual, kemaluan pelaku hendaknya dipotong atau dikebiri. Sekalipun terdapat perbedaan antara pengertian kebiri dan pemotongan alat kelamin. Serta apakah kebiri dilakukan dengan pemotongan ataukah dengan suntikan bahan kimia atau lainya. Itu hanyalah teknik semata. Sehingga pada dasarnya kesamaan dari ide tersebut adalah pemusnahan kemampuan seksualitas yang dapat menyebabkan kejahatan seksual terjadi.

Masalahnya, pedofilia bukan sekedar berkait dengan kejahatan seksual, tetapi ia merupakan PENYIMPANGAN. Sebab kejahatan tersebut menyasar pada target yang tidak biasa, yaitu anak-anak. Setiap bentuk penyimpangan adalah penyakit yang dapat memicu sebentuk kejahatan terjadi. Maka, apakah sebaiknya tidak dipertimbangkan juga, sesungguhnya penyebab terjadinya kejahatan pedofilia tidak hanya sekedar karena adanya hasrat seksualitas. Tetapi juga karena adanya faktor kelainan atau hasrat menyimpang tersebut, yang jauh lebih berbahaya dari bentuk kejahatan lain.

Untuk itu, hukuman kebiri saja, rasanya belum dapat dianggap menyelesaikan masalah. Karena kebiri hanya dapat menghilangkan kemampuan seksualitas saja. Sehingga kemungkinan bentuk kejahatan seksualitas pengidap pedofilia akan aman. Namun tetap belum tentu aman dari kejahatan bentuk lain akibat penyakit menyimpangnya tadi. Oleh karena itu, sebagian pihak tetap mengkhawatirkan, sekalipun telah dihukum kebiri. Seorang pedofilia justru akan melampiaskan ‘dendam’nya dalam bentuk kejahatan lain yang lebih sadis.

Maka dari itu semua, hukuman kebiri ternyata tidak cukup! Sehingga kita harus mencari lagi jawabannya, hukuman apa kira-kira yang dapat menyediakan penyelesaian lebih tepat bagi persoalan di atas? Apakah hukuman mati ? Mungkin iya, hukum mati saja, pelaku penyakit jahat dan menjijikkan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Abuya Muhtadi Dimyathi Banten dan Masyarakat Banten Minta HTI Diusir dari Indonesia

Abuya Muhtadi Dimyathi Banten dan Masyarakat Banten Minta HTI Diusir dari Indonesia. Ratusan mahasiswa dan ...