Aurat Tersingkap di Pertengahan Shalat, Apakah Membatalkan Shalat?

Aurat Tersingkap di Pertengahan Shalat, Apakah Membatalkan Shalat?


Bagian syarat sah shalat ialah menutup aurat. Maka waktu shalat aurat wajib ditutup terus menerus dari permulaan shalat sampai selesai. Tapi terkadang ada aurat tersingkap tanpa sengaja di pertengahan shalat, apakah shalatnya sebagai batal?

Aurat yang tersingkap di pertengahan shalat apabila disengaja maka membatalkan shalat. Tapi kalau ndak disengaja dapat ditinjau dari dua hal, ialah tidak banyak banyaknya aurat yang terbuka dan lamanya aurat tersebut terbuka.

Abdurrahman al-Jaziri dalam kitab al-Fiqh ‘ala madzahib al-arba’ah menerangkan pandangan banyak madzhab mengenai hal ini.

Menurut madzhab Syafi’i, aurat yang tersingkap di pertengahan shalat apabila ndak cepat ditutupi padahal ia sanggup menutupinya maka batal shalatnya, sama saja terbukanya cuma tidak banyak atau tidak sedikit. Hal itu jikalau tersingkap tanpa sengaja seperti tertiup angin.  Tapi kalau aurat terbuka sebab binatang atau anak kecil maka shalatnya batal.

Begitu pula apabila ada aurat yang ndak tertutup sebab lupa, apabila ketika menyadarinya langsung ditutup maka shalatnya ndak batal. Begitu pula kalau ndak tahu ada aurat yang tampak, misalnya seorang wanita yang ndak tahu sehelai rambutnya keluar dari mukenanya, maka ndak membatalkan shalat.

Tak sama dengan Imam Syafi’i, menurut madzhab Hanbali aurat kalau cuma terbuka tidak banyak tanpa disengaja ndak membatalkan shalat, walaupun terbukanya lama. Sedangkan kalau terbuka tidak sedikit, apabila langsung ditutupi maka ndak membatalkan shalat.

Sedangkan Imam Malik melihat batal atau tidaknya berdasarkan kategori aurat yang terbuka. Apabila aurat yang terbuka ialah bagian dari aurat mugalazah maka shalatnya batal secara mutlak dan wajib diulang.

Sedangkan aurat mukhafafah apabila tersingkap tanpa sengaja ndak membatalkan shalat, akan tetapi shalatnya lebih baik (mustahab) diulang.

Demikianlah pembahasannya dilihat dari pandangan banyak madzhab. Sebelum memulai shalat, hendaklah kita menyaksikan apakah seluruh aurat dalam shalat sudah tertutup secara sempurna atau belum.

Source by Ahmad Naufal

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :