Atwan: Tiap-tiap Kali Suriah Menang, PM Israel ke Rusia Mengemis Dukungan

Atwan: Tiap-tiap Kali Suriah Menang, PM Israel ke Rusia Mengemis Dukungan

MOSKOW – Tiap-tiap kali prajurit Suriah mencapai kemenangan di medan pertempuran dan merebut kembali kota-kota besar atau provinsi, PM Israel merasa frustrasi dan kecewa. Lalu bereaksi dengan serbuan udara atau rudal atau serbuan pada banyak target atau lainnya di dalam Suriah, demi memberikan kesan terhadap publik Israel yang kuatir bahwa mereka masih kuat dan tetap berada di atas angin di Timur Tengah.

Prajurit Arab Suriah sudah mencapai tapal batas negara Suriah-Yordania, dan menurunkan bendera oposisi yang dipakai demi melintasi tapal batas negara Nusayib. Ini amat memalukan bagi PM Israel, dan serbuan udara seterusnya memberi ekspresi pada skala kemundurannya, ketakutannya soal konsekuensi masa depan, dan kebingungannya soal perubahan power angkatan bersenjata dan politik di lapangan.

Baca: Atwan: Hitungan Mundur Perang Iran VS AS Diawali.

Serbuan udara Israel terakhir ke pangkalan udara T-4 dekat Homs, dan baru-baru ini ke Quneitra ialah yang ke-4 dalam banyak bulan, dilaksanakan dengan dalih menargetkan pasukan Iran dan Hizbullah Lebanon yang dikerahkan di sana. Pengulangan serbuan ini menekankan fakta penting bahwa serbuan sebelumnya gagal. Mereka Nggak mencapai bagian dari maksud yang sudah ditetapkan, dan serbuan itu berhadapan dengan perlawanan efektif dari pertahanan udara Suriah pada ke-4 kesempatan sebelumnya – walaupun menyebabkan kematian dan kerugian materi yang cuma dapat diinginkan.

Eks komandan angkatan udara Israel mengakui bahwa pesawat perang Israel melaksanakan lebih dari 100 serbuan udara ke Suriah selama 3 tahun terakhir. Tetapi terang bahwa penggerebekan ini, mempergunakan pesawat perang buatan AS yang paling maju, Nggak mempengaruhi negara Suriah atau mencapai tujuannya demi mendemoralisasi prajurit atau rezimnya. Mereka sudah sukses keluar dari konflik dan krisis, serta sudah sukses merebut kembali lebih dari 90% wilayah negara itu, dan sekarang bersiap demi mengobarkan pertempuran terpenting dari seluruhnya – rekonstruksi – dan membuka tangan demi mengembalikan jutaan pengungsi Suriah.

BacaAtwan: Abbas Wajib Tinggalkan Keputusan strategi yang Rugikan Palestina.

Selama lebih dari dua tahun, Perdana Menteri Israel Binyamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman sudah mengancam bahwa mereka Nggak bakal mengizinkan Iran demi mengkonsolidasikan kehadirannya di Suriah dan mempergunakan negara itu selaku landasan peluncuran rudal ke Israel. Tetapi ancaman-ancaman ini sama sekali Nggak berpengaruh dan Nggak mengintimidasi orang-orang Suriah atau orang-orang Iran – sebagaimana dibuktikan oleh kemajuan mantap pasukan Suriah di front barat daya yang didukung oleh prajurit Iran dan Hizbullah.

Kalau Netanyahu sungguh-sungguh sanggup melaksanakan ancamannya demi menghancur-leburkan kehadiran angkatan bersenjata Iran di Suriah, mengapa Netanyahu bertolak ke Moskow, Rabu (11/07/2018), demi ketiga kalinya pada tahun sekarang, dan memohon terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin demi mempergunakan pengaruhnya demi membantunya mencapai tugasnya – dimana? Di negara yang pasukannya bertempur tanpa lelah dan tanpa henti selama tujuh tahun terakhir, kadang-kadang di lebih dari 70 front secara bersamaan, melawan power regional dan internasional, terutama yang dipimpin oleh AS.

BacaAtwan: Revolusi Suriah Diawali di Daraa dan Bakal Berakhir di Tempat yang Sama.

Serbuan udara Israel di Suriah Nggak mempunyai dampak nyata pada jalannya kejadian di wilayah. Laporan serbuan ini sudah sebagai barang rutin yang diterbitkan di bagian bawah halaman dalam surat berita. Pembalasan bagi mereka mungkin sudah ditangguhkan sebab prioritas lain yang ditetapkan oleh strategi yang sudah terbukti keefektifannya di lapangan, yang paling baru di Daraa. Tetapi ini Nggak artinya bahwa pada akhirnya Nggak bakal datang.

Suriah, seperti yang sudah kami katakan sebelumnya dan Nggak ada salahnya mengulangi dengan lebih tegas hari ini, bergerak dengan kecepatan yang meningkat ke jalur pemulihan – dengan rasa kepastian, keyakinan, dan keyakinan yang tumbuh dalam prospek masa depan yang lebih baik berdasarkan kesabaran, pengampunan dan pengekangan, mudah-mudahan ke rekonsiliasi nasional. [ARN]

PenulisEditor Surat Berita Rai Al-Youm Abdel Bari Atwan.



Source by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.