Asma Assad Sebelum Perang Suriah

Asma Assad, DAMASKUS – Ini ialah cerita Asma Assad ‘A Rose in The Desert’ sebelum perang Suriah. Asma Assad ialah perempuan muda, aktif, menarik, cantik dan paling kharismatik pertama yang jadi ibu negara. Seluruh ini pernah ditulis di majalah Vogue, dalam sebuah artikel di bulan februari 2011. Vogue ialah majalah gaya hidup dan mode Amerika Serikat yang diterbitkan secara bulanan di 23 negara oleh Condé Nast. Vogue artinya “gaya” dalam bahasa Perancis.

Sebelum fitnah diluncurkan dengan begitu derasnya kepada Presiden Suriah Bashar Assad, Joan Juliet Buck, seorang Yahudi yang merupakan kontributor di majalah Vogue, menghabiskan waktunya selama dua bulan di Suriah, tepatnya November dan Desember 2010. Ia secara spesial datang untuk mewawancarai istri Presiden Suriah, Asma Assad, diluar konteks politik. Dalam artikel yang ia tulis pada awal tahun 2011, satu bulan sebelum perang mulai pecah pada bulan Maret, Buck habis-habisan memuji Asma dan bagaimana demokratisnya kehidupan di Suriah sebagaimana yang ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri selama dua bulan observasinya disana.

Akan tetapi yang terjadi lantas, sesudah Bashar Assad jadi target utama Amerika dan sekutu Baratnya untuk dilengserkan, dan media-media mulai menebar fitnah kejam mengenai sang Presiden Suriah, Vogue menghapus seluruh dokumen dari artikel yang menuliskan soal Nyonya Presiden Suriah ini. Penulisnya, Joan Julliet Buck, yang semula memuji-muji Nyonya Assad setinggi langit, tiba-tiba berbalik dan menyerbu perempuan nomor satu di Suriah tersebut. Artikelnya “First Lady of Hell” ia buat untuk membantah tulisannya sendiri, hasil observasinya sendiri yang telah terbit sebelumnya, “A Rose in the Desert”.

Joan Juliet Buck “Berjasa” Merecord Asma Assad dan Keadaan Suriah Sebelum Perang

Joan Juliet Buck memang sudah jadi bagian dari media-media mainstream yang cuma bergerak untuk keuntungan mereka. Propaganda media-media Barat pro-Zionis Israel untuk menjatuhkan Assad memang sudah mencapai level yang belum pernah terjadi kepada seorang pemimpin negara lain sebelumnya sejauh sejarah, tetapi bagaimanapun juga tulisan Buck sebelumnya mengenai Asma Assad dengan gambaran bagaimana sekular dan demokratisnya negara Suriah enggak dapat begitu saja dihilangkan. walaupun berusaha ditutupi, tulisan Buck ini masih saja dapat dilihat dan bagaimana gambaran sesungguhnya mengenai Suriah sebelum perang terjadi enggak dapat diingkari.

Dalam tulisan yang ditulis sebelum pecah perang untuk menjatuhkan Assad itu, Buck memuji Gaya Asma. Ia katakan gaya perempuan nomor satu di Suriah itu ndak menyilaukan, ndak full permata yang mencerminkan kekuasaan suaminya di Timur-Tengah, ia sengaja tampil dengan terlalu tidak banyak perhiasan. Ia ialah kombinasi langka: langsing, cantik berotak smart, analitis terlatih yang berpakaian dengan sederhana tetapi tegas. Paris Match pernah menyebutnya selaku “unsur cahaya di negara full zona bayangan”.

Dalam artikelnya, Buck mengakui bahwa Suriah ialah negara paling aman di Timur Tengah. Katanya, “Mungkin sebab itulah, situs Web Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menjelaskan, “pemerintah Suriah melaksanakan kontrol fisik dan elektronik yang intens kepada masyarakat Suriah dan pengunjung asing.” Ini ialah negara sekuler di mana wanita memperoleh hak yang setara dengan lelaki. Sebuah tempat tanpa pemboman, kerusuhan, atau penculikan, tetapi zona bayangannya dalam dan gelap. Suami Asma, Bashar al-Assad, terpilih selaku presiden, sesudah kematian ayahnya, Hafez al-Assad, pada tahun 2000 dengan 97 % suara.

Masalahnya ialah, seberapa dekat Bashar ke Iran, Hamas, dan Hizbullah? Ini dapat dilihat dari banyaknya souvenir Hizbullah yang dijual di pasar-pasar negara itu, dan Anda bahkan dapat menyaksikan tempat-tempat yang mempertunjukkan sokongan atas kepemimpinan Hamas melalui bar-bar selama empat musim full. Musuh nomor satu Suriah terlalu terang: Israel!

Asma Assad berada di tengah jutaan pengungsi Irak dan Palestina

Irak ada disamping Suriah, Iran ndak jauh. Ibukota Libanon, Beirut, cuma 90 menit dengan mobil dari Damaskus. Yordania ada di sebelah selatan, dan di samping itu peta resmi negara Suriah mempertunjukkan negara Palestina (bukan Israel). Ada hampir satu juta pengungsi dari Irak di Suriah, dan setengah juta lainnya pengungsi Palestina.

“Ini ialah lingkungan yang sulit,” sedemikian diakui Asma Assad dalam wawancaranya.

Ini juga lingkungan yang dekat dengan awal peradaban, dimana pertanian telah diawali kisaran 10.000 tahun yang lalu, di mana roda, tulisan, dan notasi musik diciptakan. Di gurun ada sisa-sisa keajaiban seperti Palmyra, Apamea, dan Ebla.

Di Museum Nasional Anda dapat menyaksikan panel kecil berumur 4.000 tahun dihiasi dengan mutiara yang dibuat tiruannya dengan furniture mutiara baru yang dijual di pasar-pasar. Christian Louboutin datang untuk membeli brokat sutra damask mereka yang sudah dibuat di sini semenjak Abad Pertengahan untuk sepatu dan tas produksinya, dan sudah membeli sebuah istana kecil di Aleppo, yang, seperti Damaskus, sudah dihuni selama lebih dari 5.000 tahun.

Asma Assad lahir dari pasangan muslim Sunni, sibuk dengan urusan kemanusiaan

Asma Akhras lahir di London pada tahun 1975, anak sulung dan putri satu-satunya ahli jantung dari Suriah dan istri diplomatnya di Harley Street, keduanya Muslim Sunni. Mereka berbicara bahasa Arab di rumah. Ia dibesarkan di Ealing, bersekolah di Universitas Queen, dan menghabiskan saban liburan bareng keluarga di Suriah.

Asma Assad bareng bocah-bocah.

Asma Assad belajar ilmu komputer di universitas, lantas bekerja di perbankan. “Itu bukan jalan yang khas bagi wanita,” kata Nyonya Assad dalam wawancaranya kala itu. Pada musim semi tahun 2000, ia menutup kesepakatan biotek besar di JP Morgan di London dan bersiap mengambil gelar MBA-nya di Harvard sebelum lantas mulai berkencan dengan seorang teman keluarga: anak kedua dari presiden Hafez al-Assad, Bashar. Bashar ndak dapat menuntaskan studi ophthalmology di London pada tahun 1994 dan wajib kembali ke Suriah sesudah kakaknya, Basil, meninggal dalam tabrakan mobil. Mereka telah saling kenal sebelumnya, tetapi perbedaan usia sepuluh tahun membikin Asma ndak pernah berpikir bahwa mereka akan sampai ke jenjang perkawinan. Ia lantas nikah dengan Bashar pada bulan Desember.

“Apa yang dapat saya ambil dari perbankan ialah keterampilan berpikir analitis, memahami sisi bisnis menjalankan perusahaan untuk lantas menerapkannya dalam menjalankan sebuah LSM atau untuk mencoba dan mengawasi proyek,” terang Asma Assad. Ia menjalankan kantornya seperti bisnis, kursi-kursi perjumpaan, sesudah perjumpaan, mulai bekerja lebih awal berhari-hari, ndak pernah istirahat untuk makan siang, dan berjalan pulang menemui anak-anaknya pada pukul empat. “Ini waktu saya dengan mereka, dan saya merasa segar kalau berjumpa mereka, saya suka itu. Saya sungguh-sungguh suka. Saya mempunyai baterai isi ulang,” katanya.

Misi Utama Asma Assad

Misi utama ibu negara Suriah Asma Assad ini ialah mengubah pola pikir masarakat di bawah 18 tahun. Ialah dengan memotivasi mereka untuk terlibat dalam apa yang ia menyebut selaku “kewarganegaraan aktif”.

Pada tahun 2005 ia mendirikan Massar, dibangun di kisaran serangkaian pusat penemuan di mana bocah-bocah dan orang dewasa muda dari lima sampai 21 terlibat dalam aktifitas kreatif, pendekatan informal untuk tanggung jawab sipil. Tim Massar sudah menyentuh 200.000 bocah-bocah di seluruh Suriah semenjak tahun 2005. Organisasi ini di danai swasta melalui sumbangan.

Buck kala itu juga memuji misi budaya Asma Assad. Nyonya presiden itu begitu menghargai adat dan budaya Suriah yang beragam. “Orang-orang cenderung untuk menyaksikan Suriah selaku artefak dan sejarah,” kata Ibu Negara. “Bagi kami ini soal akumulasi budaya, tradisi, nilai-nilai, dan adat istiadat. Perbedaan ini seperti hardware dan software. Artefak ialah hardware, tetapi software lah yang membikin seluruh perbedaan, yaitu adat dan ghirah keterbukaan.

Adik Asma, Feras, ialah seorang ahli bedah yang geser ke Suriah untuk memulai sebuah kubu perawatan kesehatan swasta. Feras berkata soal kakaknya, “Ia mempunyai kedua kecerdasan, baik intelektual maupun emosional, dan dia ahli dalam harmonisasi, kapan, dan berapa beberapa masing-masing wajib dipakai”.

Asma Assad di tengah keragaman agama dan budaya

Buck bahkan menceritakan,” Pemandangan menarik tampak pada waktu kami berada di panti asuhan Saint Paul, yang dikelola oleh patriarkat Katolik Melkite-Yunani dan dijalankan oleh para suster Basilian dari Aleppo, Asma Assad duduk di meja panjang dengan bocah-bocah. Dua anak kecil yang satu mengenakan kacamata dan sweater tebal bernama Yussuf. Dia menanyakan kpd mereka apa kategori musik yang mereka sukai. “Musik sedih,” kata bagian. Di ruang di mana ia mempunyai beberapa belas komputer, perempuan pertama Suriah itu memberitahu seorang biarawati, Suster itu mengernyit “Saya ingin Anda membiarkan bocah-bocah muda di sini gila pada komputer,” katanya. “Bocah-bocah takut untuk belajar sebab mereka ndak mempunyai akses ke komputer waktu mereka berangkat dari sini, “katanya.

Kembali di dalam mobil, saya menanyakan kpd ibu negara Suriah itu, apa agama bocah-bocah yatim tadi. “Ini ndak relevan,” kata Asma Assad, menambahkan. “Biarkan saya mencoba untuk menerangkan kpd Anda. Gereja itu merupakan bagian dari warisan saya sebab itu ialah gereja Suriah. Masjid Umayyah ialah situs Muslim suci ketiga yang paling penting, tetapi dalam masjid ada makam Santo Yohanes Pembaptis. Kita seluruh beribadah di masjid di mana makam Santo Yohanes Pembaptis ada di sana. Begitulah cara kehidupan beragama di Suriah. Cara yang saya belum pernah lihat di tempat lain di dunia. Kami hidup berdampingan, dan secara historis. Seluruh agama dan budaya Armenia, Islam, Kristen, Bani Umayyah, Dinasti Utsmani sudah membentuk siapa saya. “

“Apakah itu termasuk orang-orang Yahudi?” Saya menanyakan.

“Dan orang-orang Yahudi,” jawabnya. “Ada pemukiman Yahudi yang terlalu besar di kota tua Damaskus.”

Asma Assad Nikah dengan Presiden

Pada Januari 2001 Bashar dan Asma mengumumkan perkawinan mereka. Media Inggris telah mulai menyebar berita bahwa sebab telah jadi Istri presiden dan geser ke Istana, maka Asma enggak akan lagi tampak. Asma Assad cuma tertawa menanggapinya.

Asma Assad menerangkan bahwa itu ialah keinginannya. “Sebelum saya punya keterlibatan resmi,” kata ibu negara Suriah itu, “Saya berangkat ke 300 desa, saban gubernuran, RS, peternakan, sekolah, pabrik, apapun,saya menyaksikan segala sesuatu untuk mencari tahu di mana nantinya saya dapat jadi efektif di sana. Lumayan lama waktu saya hanyalah seseorang ‘asisten’ membawa tas, melaksanakan ini dan itu, menulis. Ndak ada yang menanyakan apakah saya ialah ibu negara, mereka ndak tahu.”

Mengenai hal ini Presiden Bashar Assad menjelaskan bahwa itulah bagaimana Asma memulai LSM-nya sebelum ia belum muncul ke publik selaku istri presiden. Ia mengajarkan bahwa LSM bukanlah sekedar lembaga amal.”

Asma Assad dan keamanan Suriah

Ndak ada di antara mereka yang percaya amal untuk amal. “Kami mempunyai para pengungsi Irak,” kata presiden. “Seluruh orang berbicara soal hal itu selaku problem politik atau selaku problem kesejahteraan. Saya menjelaskan bukan soal seluruh itu. Ini soal filosofi budaya. Kita wajib membantu mereka. Itulah mengapa hal pertama yang saya lakukan ialah untuk memungkinkan rakyat Irak bersekolah. Kalau mereka ndak mempunyai pendidikan, mereka akan kembali (ke Irak) selaku bom, dalam segala hal: terorisme, ekstremisme, pengedar narkoba, kejahatan. Kalau saya mempunyai tetangga sekuler dan seimbang, maka negara ini juga akan aman”.

Asma Assad dalam suatu acara bareng masyarakat Suriah.

Waktu Angelina Jolie datang dengan Brad Pitt atas nama PBB pada tahun 2009, ia terkesan dengan usaha perempuan pertama Suriah itu untuk memotivasi pemberdayaan di kalangan pengungsi Irak dan Palestina, tetapi kuatir dengan sedikitnya pengamanan yang dipakai Assad.

“Suami saya mengajak kami seluruh untuk makan siang,” kata Asma Assad sebagaimana dilansir Vogue, “dan sekilas saya dapat menyaksikan Brad Pitt galau. Saya berbalik dan menanyakan, ‘Apakah ada sesuatu yang salah?’ “

“Dimana keamanan?” Tanya Pitt.

“Jadi saya mulai menggodanya, ‘Kamu lihat perempuan tua di jalan itu? Itu ialah bagian dari mereka! Dan lelaki tua diseberang jalan itu? Itu juga,” mereka berdua lantas tertawa.

Jadi, itukah pengamanan untuk Asma Assad sang ibu negara yang dimaksud? (al)

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Simpan

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :