Asiyah, Istri Fir’aun dan Wanita Penghuni Surga

Keistimewaan Sayyidah Zainab binti Khuzaimah
Loading...

Asiyah, Istri Fir’aun dan Wanita Penghuni Surga

Seorang istri telah semestinya dilindungi dan diayomi oleh suami. alasannya, wanita ndak boleh mengalami aksi anarkis sebab wanita ialah makhluk yang mulia. Selaku seorang istri sekaligus seorang ibu, wanita telah semestinya dilindungi dan dijaga sebab kemuliaan dan kerapuhan yang ia miliki.

Bahkan Nabi Saw berwasiat supaya para suami senantiasa berbuat baik kpd istri mereka sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut, “Sebaik-baik kalian ialah yang paling baik kepada istrinya, dan saya ialah yang paling baik kepada istriku.” (HR Tirmidzi)

Akan tetapi sayangnya, perlakuan baik dari seorang suami kpd istri ndak diterima oleh Asiyah Binti Muzahim. Asiyah ialah istri dari seorang raja zalim yang terlalu terkenal yaitu Fir’aun. Raja Fir’aun terkenal selaku seorang raja yang terlalu jahat dan tega berbuat kejam kpd rakyatnya. Bahkan Fir’aun berani mengakui dirinya selaku Tuhan dan memaksa para pengikutnya untuk menyembah dirinya.

Tidak cuma kejam kpd rakyatnya, Fir’aun bahkan berani dan tega bertindak kasar nan kejam kepada sang istri. walaupun suaminya begitu zalim, Asiyah yang mempunyai paras terlalu cantik ialah sosok wanita yang terlalu sabar, sopan, penyayang dan memegang teguh keimanan dalam dirinya. Di awal perkawinan, Fir’aun memang terlalu menyayangi Asiyah dan bertekuk lutut sebab kecantikan Asiyah yang luar biasa. Akan tetapi waktu Asiyah menjalankan ajaran Musa dan tetap beriman kpd Allah, dengan seketika perlakuan Fir’aun kpd Asiyah pun berubah.

Ternyata Asiyah ialah wanita mulia yang mempunyai keteguhan hati untuk senantiasa beriman kpd Allah. Asiyah terlalu bersabar waktu ia disiksa oleh sang suami waktu tetap beriman kpd Allah. Fir’aun bahkan menyiksa Asiyah dengan terlalu kejam dan enggak berperasaan. Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Fir’aun mengikat istrinya dengan besi sebanyak 4 ikatan, pada kedua tangan dan kedua kakinya. Kalau ia sudah meninggalkan Asiyah terbelenggu maka para Malikat menaunginya.” (HR. Abu Ya’la)

Dengan terlalu luar biasa, siksaan tersebut ndak menggoyahkan keimanan Asiyah kepada Allah. Bahkan beliau dengan sabar menerima siksaan bertubi-tubi yang diberikan oleh suaminya tersebut. Allah pun ndak menyia-nyiakan pengorbanan Asiyah karena waktu Fir’aun selesai menyiksa Asiyah, Allah dengan cepat mendatangkan para malaikat untuk menaungi Asiyah. Waktu disiksa, Asiyah pun selalu berdoa kpd Allah supaya dirinya dibuatkan rumah di surga oleh Allah.

Waktu itu Asiyah berdoa, “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah saya dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah saya dari kaum yang zalim.” (Q.S. At-Tahrim : 11)

Allah lalu mengabulkan doa Asiyah dan Allah memperlihatkan rumah yang dibangun untuk Asiyah di dalam surga. Selain itu, doa yang dipanjatkan oleh Asiyah pun diabadikan oleh Allah dalam bagian ayat Alquran. Dengan ditampakkannya rumah Asiyah yang sedang dibangun di surga, maka Asiyah pun terlalu berbahagia. Asiyah kian enggak peduli dengan siksaan untuk siksaan yang diberikan oleh Fir’aun.

Asiyah bahkan tersenyum gembira dalam penyiksaan yang dialaminya. Sehingga Fir’aun pun kebingungan dan terus menyiksa Asiyah dengan tanpa ampun sedikitpun. Sampai akhirnya, Allah mencabut jiwa Asiyah yang selalu beriman kpd Allah meski disiksa oleh sang suami. Bahkan Allah menjadikan Asiyah selaku bagian pemuka agama di surga seperti disebutkan dalam hadis berikut, “Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia ialah Maryam binti Imran, Fatimah binti Nabi Saw, Khadijah binti Khawailid dan Asiyah.” (HR. Hakim).

Demikianlah akhir dari kesengsaraan Asiyah binti Muzahim yang disiksa oleh sang suami, Fir’aun. Allah menulis Asiyah selaku wanita shalihah yang jadi wanita ahli surga. Bahkan Allah pun membuatkan sebuah rumah di surga untuk Asiyah yang sudah memegang teguh keimanannya.

Wallahu a’lam.

Source by Ahmad Naufal

Loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :