Asal Usul Kalender Hijriah

Asal Usul Kalender Hijriah

Asal Usul Kalender Hijriah


1 hari lagi, tepatnya Selasa, 11 September 2018, semua ummat Islam akan merayakan tahun baru Hijriyyah (1 Muharram 1440 H). Bulan Muharram sendiri Adalah bagian dari 4 bulan yang dimuliakan Allah Swt (al-syahru al-haram). Sebagaimana disebut dalam QS. al-Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah 2 belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya 4 bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kau menganiaya diri kau dalam bulan yang 4 itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kau semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Mengomentari ayat ini, Ibnu Rajab menjelaskan bahwa semenjak Allah menciptakan langit dan bumi, lalu malam dan siang, keduanya berputar di orbitnya. Allah juga menciptakan matahari, bulan dan bintang, keduanya berputar pada orbitnya. Maka, muncullah cahaya matahari dan cahaya bulan. Semenjak itu, Allah jadikan 1 tahun jadi 12 bulan berdasar munculnya hilal (bulan). 1 tahun dalam Islam, dihitung sesuai dengan perputaran dan kemunculan bulan, bukan berdasar perputaran matahari sebagaimana yang biasa dikerjakan oleh Ahli Kitab.

Warga Jawa, menyebut bulan Muharram selaku bulan Suro. Konon, bulan Muharram dinamakan bulan Suro sebab diambil dari kata Asyura, yaitu (tanggal 10 Muharram) selaku momen sakral di hari itu. Jadi, dinamakan bulan Suro sebab pada bulan tersebut Ada hari asyura.

Loading...
loading...

Lalu kenapa bulan Muharram dijadikan selaku awal kalender dalam Islam?. Menurut catatan sejarah, Umar bin al-Khatthab ialah orang ke-1 yang membikin penanggalan hijriyyah. Maka, tidak keterlaluan kalau dikatakan bahwa Umar ialah kepala negara yang inovatif, sebab inovasinya menjadikan kejadian hijrahnya Rasulullah ke Yatsrib (Madinah) selaku moment awal kalender dalam Islam, bukan kejadian lahirnya Rasulullah seperti yang dipakai dalam kalender Masehi yang dihitung semenjak lahirnya nabi Musa.

Gagasan ini muncul saat beliau didatangi oleh Maimun bin Mahran yang menyodorkan sebuah dokumen berisi mengenai hal Komitmen 2 orang yang berlaku pada bulan Sya’ban. Umar lalu menanyakan, “Sya’ban kapan?. Tahun kemarin, tahun yang akan Hadir, atau tahun sekarang?”.

Tidak terang Sya’ban tahun kapan yang dimaksud, sampai lalu Umar mengumpulkan sahabat-sahabatnya untuk meminta pandangan mereka Soal penanggalan yang dapat dijadikan standar untuk bermu’amalah.

Ada yang mengusulkan untuk ikut penanggalan Persia dan Romawi, ada juga yang mengusulkan ikut penanggalan berdasar kelahiran Rasulullah, ada yang berdasar diutusnya beliau selaku nabi, ada juga yang mengusulkan berdasar wafat beliau.

Adapun Ali bin Abi Thalib dan beberapa member sidang mengusulkan bahwa kalender dalam Islam didasarkan pada penanggalan hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah sebab seluruh orang mengetahui kejadian tersebut. Dari beberapa usulan yang ada, Umar lebih cenderung memilih usulan terakhir sebab seluruh orang mengetahui secara pasti kapan waktu pelaksaaan hijrah. Di samping itu, hijrah merupakaan moment Pergantian besar dalam sejarah dakwah Islam.

Umar pun cepat mengambil keputusan pemanfaatan penanggalan berdarakan hijrah Rasulullah dari awal tahun sekarang, yaitu bulan Muharram yang Adalah permulaan tahun berdasar putaran bulan, supaya tidak merombak urutan bulan yang telah baku. Keputusan itu diberlakukan pada tahun 16 H, 2 setengah tahun sesudah pengangkatan Umar selaku khalifah atau kira-kira tujuh tahun sesudah Rasulullah wafat.

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :