Asal Muasal Bacaan Keras Basmalah dalam Surat Al Fatehah

Asal Muasal Bacaan Keras Basmalah dalam Surat Al Fatehah Waktu Shalat dan ndak membaca keras Basmalah dalam Surat Al-Fatihah. Seluruh ada dalilnya yang kuat, jangan saling menuduh bid’ah….
 
Kaheel Baba Naheel
SCAN-1.
Scan saya kali ini ialah footnote dari kitab “AL WASITH FIL MADZHAB” juz I, hlm.220, karya Hujjatul Islam Al Imam Ghazali (w.505). Cetakan Darul Kutub Ilmiyah. FootNote (tahqiq) ini ditulis oleh Abi Amr Al Husaini Bin Umar Bin Abdurrahim.
————————–———————–

INI TERJEMAHAN TEKS YANG BERLATAR BELAKANG WARNA KUNING.Adapun membaca keras “ Basmalah ” ini sebuah problem yang panjang dan bercabang cabang.Kubu yang berpendapat bahwa “ Basmalah ” bukan bagian dari surat “Al Fatihah”, maka mereka ndak membaca dengan keras, begitu juga kubu yang berpendapat bahwa “ Basmalah ” ialah bagian dari awal surat “Al Fatihah” (saja).

Adapun kubu yang berpendapat bahwa “ Basmalah ” ialah bagian dari awal seluruh surat Al Qur’an, maka mereka tak sama pandangan.

IMAM SYAFI’I Rahimahullah berpendapat bahwa ia mengeraskan bacaan Basmalah bersama-sama surat “Al Fatihah dan surat suratan yang lain. Dan ini ialah madzhabnya golongan dari sahabat nabi saw , tabi’in dan para imam muslimin salaf dan kholaf.

✔ Yang mengeraskan bacaan Basmalah dari kalangan Sahabat ialah:Abu Hurairah ra.
Ibnu Umar ra.
Ibnu Abbas ra.
Mu’awiyah ra.

✔ Dan sudah menceritakan pula imam Abdil Bar dan imam Baihaqi dari Sayyidina Umar dan Sayyidina Ali.

✔ Imam Khatib juga sudah menukilnya dari para Khulafa’ul Arba’ah tapi itu langka (gharib).

✔ Sedangkan dari kalangan Tabi’in ialah:

Sa’id bin Jubair.
‘Ikrimah.
Abi Qolabah.
Azzuhri.
Ali bin Hasan.
Muhammad bin Ali bin Hasan.
Sa’id bin Musayyib.
Atho’.
Thowus.
Mujahid.
Salim.
Muhammad bin Ka’b al qurdhi.
Ubaid.
Abi baker bin Muhammad bin Amr bin Hazm.
Abi Wail.
Ibnu Sirin.
Muhammad bin almunkadar.
Ali bin Abdullah bin Abbas.
Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas.
Nafi’ eks sahaya nya Ibnu Umar.
Zaid bin Aslam.
Umar bin Abdul aziz.
Azrouq bin Quais.
Hubaib bin Abi Tsabit.
Abi Sya’tsa’.
Makhul.
Abdullah bin Mughoffal bin Muqorron.

✔ Imam Baihaqi menambahi:

Abdullah bin Shofwan.
Muhammad ibnu alhanafiyah.

✔ Imam Ibnu AbdilBar menambahi pula:

Amr bin Dinar.

Argumentasi dalam ini seluruh ialah bahwa “ Basmalah ” itu termasuk sebagian dari surat “Al Fatihah”, sehingga “ Basmalah ” ini dibaca keras seperti halnya ayat Alfatihah yang lainnya,.

Imam Nasa’i meriwayatkan dalam kitab sunan nya, Ibnu Huzaimah dalam kitab Shohih nya dan Ibnu Hibban dalam kitab Shohihnya pula. Dan imam Hakim dalam kitab Al Mustadraknya, dari Abi Hurairoh….. Bersambung ke SCAN-2.
————————————-
Bagi sahabatku yang mengikuti kubu yang ndak mengeraskan bacaan Basmalah nya, ndak usah berkoar koar disini yang sifatnya profokatif ya… Sabar.. nanti di SCAN-2 juga akan saya lampirkan juga..

Semoga berguna.
Salam Aswaja !!

█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Kaheel’s – bersama-sama Abdul Chanan di Jember

SCAN-2 (lanjutan dari SCAN-1) Footnote kitab “AL WASITH FIL MADZHAB” juz I, hlm.221, karya Hujjatul Islam Al Imam Al Ghazali (w.505).

►INI TERJEMAHAN TEKS YANG BERLATAR BELAKANG WARNA KUNING.

….Dari Abi Hurairah bahwa beliau melaksanakan shalat (berjama’ah), beliau mengeraskan bacaan “Basmalah”nya. Lantas sesudah shalat tersebut, beliau berkata (kpd para makmum) “Sesungguhnya saya sudah menampilkan kpd kalian sebuah shalat yang menyerupai shalat Rasulullah saw.

Dan hadits ini di shohihkan oleh imam Daruquthni, Al khatib, Al Baihaqi dan yang lain. Seperti ini selesai telah nukilan ini yang di ambil dari tafsir Ibnu Katsir, tapi sejatinya dalam tafsir tersebut masih ada katerangan lain mengenai ini, maka cobalah anda berpatokan kesana (Juz I, hlm 16-17).
✓ Dan lihatlah pula dalam bab “JAHR” (mengeraskan basamalah) dalam hadits Ibnu Abbas, tapi lemah yang dikeluarkan oleh:

Al Bazzar (1/255) nomor 526.
Tirmidzi (2/14).
Daruquthni (1/304).
Imam Uqaily dalam kitab “Addu’afaa’” (1/80-81) dan dalam kitab “Al mu’jam Kabir (11442).

✓ Dan Haditsnya Abi Hurairah ra yang membaca keras “basmalah”, yang di shohihkan oleh:

Ibnu Khuzaimah.
Ibnu Hibban.
Daruquthni dan Hakim.

✓ Dan coba lihatlah pula di:
Sunan Annasa’I (2/134).
Daruquthni (1/305).
Al Hakim (1/232).
Ibnu Khuzaimah (1/251).

✓ Dan haditsnya Umi Salamah soal membaca keras “Basmalah”, yang diriwayatkan oleh:

✓ Daruquthni dan di shohihkan olehnya (1/307).
Al Hakim dan di shohehkan olehnya (1/232).
Ibnu Khuzaimah dan di shohihkan olehnya (493).
Baihaqi (1/44).
Dan lainnya…

✓ Dan dalam shohih bukhari (9/90-91) hadis nomor (5946) yang berbunyi:
”Anas ra di tanyai; “Bagaimana bacaannya Nabi Saw?”
Anas ra menjawab:”Bacaanya beliau secara mad (panjang-pent). Lalu Anas ra membaca (mempraktekkan-pent):”Bismilahirrahmannirrahim” beliau membaca mad (memanjangkan) kalimat:
BismillAAAhir.
RohmAAAnir.
Rohiiim…

►INI TERJEMAHAN TEKS YANG BERLATAR BELAKANG WARNA HIJAU.

Adapun dalilnya kubu yang ndak membaca keras  bacaan Basmalah ini hadits yang juga dari Anas ra dengan status hadits MAUQUF.


Anas ra bercerita:”Saya pernah shalat bermakmum kpd Rasulullah saw, Abu Bakar ra, Umar ra, Utsman ra dan Ali ra, mereka seluruh mengawali bacaannya (langsung-pent) “ALHAMDULILLAHIROBBIL ‘ALAMIN….” Mereka ndak menyebutkan “BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM” di awal bacaan dan di akhir bacaan.
Hadits serupa juga diriwayatkan oleh;
imam Ahmad dengan redaksi yang bermacam macam (3/179-223-224-273.
Imam Muslim (1/299).
Imam Baihaqi (2/50-51).
Imam Daruquthni (1/315).
Imam Thahawi dalam syarahnya kitab Ma’ani Al Atsar (1/203).
Thabrani (1/228 no.739).
Abu Nu’aim dalam kitab Al Hilyah (6/179).
Problem bacaan Basmalah ini sejatinya ialah problem yang cukup panjang dan catatan kaki ini masih memerlukan penyusun spesial. Dicukupkan sampai disini dimana telah saya sajikan dan saya lampirkan kpd kita soal penyebutan dalil dalil yang menetapkan membaca keras “Basmalah dan juga dalil dalil yang menafikan itu.

Semoga Allah selalu memberi penjagaan dan pertolongan. Amin.

►INI TERJEMAHAN TEKS YANG BERLATAR BELAKANG WARNA BIRU.

Imam Syaukani berkata:
“Ketahuilah bahwa ummat ini sudah setuju ndak mengKafirkan orang yang menetapkan membaca keras “Basmalah” dan juga ndak mengKafirkan orang yang menafikan itu sebab adanya perbedaan sudut pandang ulama. Tapi tak sama kalau seandainya ada orang yang meniadakan huruf secara global atau menetapkan huruf/ayat yang ndak di ucapkan oleh ulama satupun. Yang seperti inilah yang dihukumi kafir secara ijma’.

Ndak ada silang pandangan bahwa “Basmalah” yang berada dipertengahan surat Annaml itu ialah termasuk ayat. Dan juga ndak ada khilaf menetapkan “Basmalah” selaku bagian dari seluruh permulaan surat suratan dalam mushaf alqur’an. Kecuali didalam permulaan surat Attaubah..

Adapun problem bacaan Basmalah dalam permulaan surat Alfatihah ndak ada perbedaan dalam tubuh “QIRO’AH SAB’AH”. Dan juga didalam permulaan tiap-tiap surat, sehingga seorang qori’ mengawali nya dengan “Basmalah”, kecuali dalam surat Attaubah (ndak perlu membaca basmalah-pent).

Adapun dalam permulaan seluruh surat suratan itu “basmalah” menyambung dengan “basmalah” surat sebelumnya. Ini sudah ditetapkan oleh:

Ibnu Katsir.
Qoluun.
‘Ashim.
Kasa’i.

Dari para ahli quraa’ yang menetapkan “Basmalah” berada dalam permulaan disetiap surat, kecuali permulaannya surat Attaubah, basmalah nya dibuang, ialah:

Abu Amr.
Hamzah.
Warasy.
Ibnu ‘Amir.

Lihat lebih lengkapnya dalam kitab Nailul Author (2/198-214).

Wallahu a’lam wa ahkam.
Semoga bemanfaat.
Salam Aswaja !!

►Jgn lupa Copas Download
█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Kaheel’s

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=211887142207034&set=a.188152041247211.50618.100001572504293&type=1&ref=nf

You might like

About the Author: admin

9 Comments

  1. Assalamu’alaikum ya Akhii..

    Coba teman-teman buka Hadits riwayat Muslim dalam kitab Shalat, bab: Kewajiban membaca Al-Fatihah di setiap rakaat, no. (38) (395).

    Semoga bermanfa’at ..

  2. padahal men-sirr-kan basmallah TIDAK SAMA dengan tidak membaca basmallah sama sekali,

    men-sirr-kan basmallah berarti tetap membaca basmallah di dalam al-Fatehah,
    hanya saja lirih, sehingga yang terdengar (seakan-akan langsung) kalimat ..”Alhamdulillahirabbil ‘alamiin ..dst”

    Barakallahu fiik..

  3. padahal men-sirr-kan basmallah TIDAK SAMA dengan tidak membaca basmallah sama sekali,

    men-sirr-kan basmallah berarti tetap membaca basmallah di dalam al-Fatehah,
    hanya saja lirih, sehingga yang terdengar (langsung) kalimat ..”Alhamdulillahirabbil ‘alamiin ..dst”

    Barakallahu fiik..

  4. Assalamu’alaykum..

    Bismillah,

    yang menjadi masalah adalah,

    Jika ada orang yang berpendapat WAJIB-nya men-jahr-kan basmallah di dalam al-Fatehah,

    kemudian orang tersebut menganggap TIDAK SAH sholat orang yang men-sirr-kan (melirihkan) bacaan basmallah, karena di anggap sama saja dengan tidak membaca (basmallah),

    kemudian orang tersebut selalu mengulang sholat-nya, sehabis ber-makmum dengan imam yang men-sirr-kan basmallah,

    karena Imam yang men-sirr-kan basmallah TIDAK SAH sholat-nya.

    dan itu kejadian nyata di tempat saya.

    @ Masjid Miftahul Khayr
    PT. Astra Agro Lestari-1
    Desa Hayup, Haruai
    Kalimantan Selatan

    1. OpenMind@

      Yg menjadi masalah adalah bacaan keras (jahr) basmallah dianggap bid’ah dan sudah dibuktikan itu bukan bid’ah.

  5. gue jg dah baca bukunya syeikh hasan bin ali as-saqaff. Gue setuju di keraskannya bacaan basmalah dalam shalat krena bagian dari surah al-Fatihah. adapun hadis yang mengatakan Rasulullah memulai bacaannya dengan alhamdulillah, itu tidak menafikan bacaan basmalah, karena surah al-fatihah oleh para shahabat disebut alhamdulillah. klo salah di luruskan ya? thanks 🙂

  6. gimana kang2 wahaby.. masih mw nentang ibnu abbas n ibnu umar dg mengatakan baca basmalah dg suara keras dlm fatihah adalah bid’ah?? 🙁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.