AS Terlibat Seluruh Kejahatan Saudi dan Tidak Akan Menghukum Riyadh

AS Terlibat Semua Kejahatan Saudi dan Tidak Akan Menghukum Riyadh

AS Terlibat Seluruh Kejahatan Saudi dan Tidak Akan Menghukum Riyadh

WASHINGTON – Amerika Serikat ialah kaki tangan kejahatan Arab Saudi di semua dunia dan tidak akan pernah menghukum kerajaan atas pelanggaran internasionalnya, seorang akademisi Amerika menjelaskan, Tidak mau janji Presiden Donald Trump yang akan meminta pertanggungjawaban Riyadh atas hilangnya jurnalis anti-Riyadh Jamal Khashoggi.

Trump sudah berjanji “menghukum” Saudi kalau ternyata mereka menghabisi Khashoggi. Tapi, dia juga mengatakan dengan tegas bahwa dia tidak akan menjauh dari sekutu strategis Timur Tengah dan risiko miliaran dolar dalam Komitmen senjata dengan Riyadh.

Berbicara ke Press TV pada hari Rabu, Dr Dennis Etler, seorang sarjana dan analis politik di California, menjelaskan Trump akan membiarkan MBS lolos dari kejahatannya tanpa hukuman.

“Orang kuat Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), menantu pria bangsawan Zionis Israel Jared Kushner, wajib merasa bahwa dia sungguh-sungguh mampu lolos dari tindakan mematikan tanpa hukuman,” kata Etler.

“Dia tahu betul bahwa AS cuma akan membikin pertunjukan kemarahan dan lalu berjalan kembali akibat serius atas tindakannya.”

Cendekiawan itu menyorot hubungan keuangan dan politik antara Riyadh dan Washington, dan menjelaskan tidak 1 pun dari ke-2 pihak siap untuk meninggalkan aliansi yang kuat.

“Arab Saudi, bareng dengan Israel, ialah lynchpin kepentingan strategis AS di Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA),” kata Etler.

Loading...
loading...

“Arab Saudi bukan cuma pasar yang siap untuk penjualan senjata AS secara besar-besaran, tetapi mereka menyediakan pendanaan dan ideologi yang menyokong terorisme Takfiri yang sudah melanda dunia selama lebih dari 2 dekade dan memasok AS dengan Tentara badai untuk mengguncang dan mengambil alih negara-negara di semua MENA dan di luarnya yang sudah menyokong rancangan-rancangan imperialis untuk hegemoni regional dan global,” tambahnya.

Memperhatikan bahwa Arab Saudi sudah jadi “satrap setia dari Kekaisaran,” analis menjelaskan Trump tidak akan memberikan waktu yang sulit seperti negara-negara Iran dan Rusia.

“AS sudah memainkan permainan” tidak masuk akal “selama beberapa dekade. Mereka sudah mempergunakan penolakan kekhilafan selaku kartu keluar sel untuk diri mereka sendiri dan antek-antek setia mereka saban kali dihadapkan dengan bukti tidak terbantahkan mengenai hal kekhilafan mereka sendiri,” katanya.

“Dengan minimnya bukti AS akan menampar sanksi pada 1 negara tanpa ragu-ragu tatkala itu sesuai dengan ambisi kekaisaran mereka,” Etler berpendapat.

“Namun tatkala terkait Arab Saudi dan Famili kerajaannya, AS akan berusaha mundur untuk mengakomodasi saban dosa mereka, sebab sesungguhnya AS terlibat di dalamnya,” ia menyimpulkan. [ARN]


Arrahmah News
Shared by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *