AS Perintahkan Penutupan Kantor PLO di Washington

AS Perintahkan Penutupan Kantor PLO di Washington

AS Perintahkan Penutupan Kantor PLO di Washington

WASHINGTON – Departemen Luar Negeri AS sudah Menyatakan bahwa pihaknya memerintahkan penutupan kantor Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington, sebuah langkah yang sudah menimbulkan reaksi keras dari Palestina.

“Kami sudah mengizinkan kantor PLO untuk melaksanakan operasi yang menyokong maksud mencapai perdamaian abadi dan komprehensif antara masyarakat Israel dan Palestina semenjak berakhirnya pengesampingan sebelumnya pada November 2017,” kata Jubir Departemen Luar Negeri Heather Nauert pada hari Senin (10/09).

“Tetapi, PLO belum mengambil langkah apapun untuk memajukan dimulainya Perundingan langsung dan bermakna dengan Israel,” katanya.

Dalam pernyataannya, jubir kemenlu AS itu menuding para pemimpin PLO gagal untuk terlibat dengan usaha Amerika untuk membangun perdamaian antara Palestina dan Israel dan malah menuntut penyelidikan kepada Israel oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

“PLO sudah diberi tahu oleh Kementerian Luar Negeri Amerika bahwa PLO tidak diperkenankan lagi membuka kantor diplomatik organisasi tersebut di ibu kota,” kata Sekretaris Jend. PLO, Saeb Erekat dalam sebuah pernyataan untuk Al-Jazeera di hari Senin.

Sikap Amerika Serikat itu, menurut Erekat yang juga juru runding PLO, ialah sebab Palestina Tidak mau untuk bernegosiasi dengan Israel dan mendesak pengadilan internasional supaya menyelidiki sejumlah pejabat Israel selaku penjahat perang, termasuk pendudukan, dan kejahatan kepada rakyat Palestina.

Loading...
loading...

Sementara itu, menurut draf teks pidato yang dipertunjukkan untuk Wall Street Journal dan Reuters, penasihat keamanan Trump, John Bolton, juga akan mengancam Pengadilan Kejahatan Internasiomal, ICC, dengan sanksi kalau mahkamah keadilan itu melaksanakan penyelidikan kepada kejahatan Amerika Serikat dan Israel.

“Amerika Serikat akan senantiasa berdiri berbarengan sahabat dan sekutu kami Israel,” kata Bolton dalam pidatonya di Warga Federalis, sebuah kubu konservatif, di Washington DC. “Pemerintahan Trump tidak akan membuka kantor perwakilan itu saat Palestina Tidak mau melaksanakan perundingan langsung dengan Israel,” tambahnya.

Tahun lalu, ancaman penutupan kepada kantor perwakilan PLO di Washington DC juga pernah disampaikan oleh Amerika Serikat.(ARN)


Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :