AS Mulai Latih Teroris di Pangkalan Al-Tanf

AS Mulai Latih Teroris di Pangkalan Al-Tanf

AS Mulai Latih Teroris di Pangkalan Al-Tanf

SURIAH – pasukan Angkatan Darat AS, termasuk seratus marinir yang baru saja Sampai di wilayah itu, sudah mulai melatih teroris di pangkalan al-Tanf yang dikelola AS di selatan Homs, sebuah outlet media Arab memberitahukan pada hari Selasa.

Situs berita Qatar 21 mengutip komandan kubu teroris Maqawir al-Thowrah, yang berafiliasi dengan Serdadu Pembebasan Suriah (FSA), mengungkapkan bahwa marinir AS sudah memulai pelatihan pasukannya di pangkalan al-Tanf di tapal batas dengan Irak.

Situs berita itu lebih detail menjelaskan bahwa volume besar peralatan angkatan bersenjata AS juga sudah Sampai di al-Tanf.

Sumber berita sudah Mempublikasikan Minggu lalu bahwa lebih dari seratus marinir AS dikirim ke Suriah untuk melakukan latihan pemanfaatan amunisi nyata.

Pada hari Minggu, lebih dari 100 Marinir AS dikirim selaku bala dukungan ke pangkalan angkatan bersenjata di al-Tanf, Suriah, sesudah Rusia Disangka mengungkap niat meluncurkan serbuan presisi di daerah yang Ada di bawah kendali gabungan pimpinan AS.

Sementara pernyataan legal Pentagon tidak menyebutkan bahwa bala dukungan sudah dikirim selaku tindakan pencegahan kepada ancaman yang Disangka, kepala Jubir Komando Pusat, Kapten William Urban, menjelaskan bahwa Tentara yang diterbangkan ke daerah itu akan melaksanakan latihan multiday dengan mempergunakan amunisi nyata.

“pasukan kami akan memperlihatkan kesanggupan untuk menyebar dengan cepat, menyerbu target dengan Tentara udara dan darat yang terintegrasi dan melaksanakan exfiltration cepat,” ujarnya.

Menurut laporan itu, para pejabat AS yang menangani problem Suriah baru-baru ini mengakui bahwa “AS mengambil keputusan untuk tinggal di Suriah lebih lama daripada ide Trump”, waktu ia menganjurkan bahwa Amerika Serikat akan meninggalkan negara yang dilanda perang “cepat”.

Berita itu muncul di tengah-tengah laporan CNN mengenai hal warning Sangkaan Moskow mengenai hal serbuan yang akan Hadir kepada anggota milisi di daerah yang dilindungi oleh Tentara AS.

Loading...
loading...

Laporan outlet media juga mengakui bahwa Menhan AS James Mattis dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jend. Joseph Dunford mengetahui laporan intelijen teranyar, dan menambahkan bahwa Tentara AS di Suriah “mempunyai hak membela diri kalau mereka diserang dan tidak Penting meminta izin dari tingkat yang lebih tinggi dari pemerintah sebelum bertindak”.

“Amerika Serikat tidak berusaha untuk melawan Rusia, pemerintah Suriah atau kubu lain yang mungkin memberikan sokongan untuk Suriah dalam perang sipil Suriah. Akan tetapi, Amerika Serikat tidak akan ragu untuk mempergunakan power yang diperlukan dan proporsional untuk mempertahankan Tentara AS, gabungan atau mitra,” CNN mengutip orang dalam yang tidak mau disebutkan namanya.

Kemenhan Rusia belum Memberi komentar mengenai hal pengakuan itu sejauh ini.

Lebih dari seminggu yang lalu, Tentara pemerintah Suriah menangkap 2 anggota milisi dekat Palmyra, dan mengakui bahwa mereka ialah member kubu Lions of the East, Kemenhan Rusia Mempublikasikan. Mereka juga mengakui bahwa mereka sudah dilatih dan dipersenjatai oleh instruktur Amerika di sebuah kamp dekat pangkalan angkatan bersenjata al-Tanf. [ARN]


Source by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :