AS Menolak Ekstradisi Fethullah Gulen, Erdogan Geram

ANKARA – Sikap AS menolak ekstradisi Fethullah Gulen membikin Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dongkol dan menjelaskan dirinya ndak sabar dan geram atas sikap AS tersebut. Fethullah Gulen ialah ulama Sunni moderat asal Turki yang tinggal di AS, Saat ini sedang dituduh oleh Ankara sudah memimpin organisasi “teroris” putschists di Turki.

Sikap AS menolak ekstradisi Fethullah Gulen ini amat efektif sebabkan Erdogan bersungut-sungut menahan kemarahannya: “Waktu ini, kami mengalami kerepotan sebab ndak mampu menerima teroris yang kami minta untuk diekstradisi,” kata Erdogan kpd Televisa Meksiko pada hari Selasa merespon kekehnya AS menolak ekstradisi Fethullah Gulen.

“Dalam hal memerangi terorisme, kita ndak punya waktu untuk kalah, enam bulan atau satu tahun, itu cuma enggak tertahankan,” kata Erdogan.

Sebuah aksi kudeta gagal sudah terjadi di Turki pada akhir malam 15 Juli 2016, saat sebuah faksi angkatan bersenjata Turki mengumumkan bahwa mereka sudah mengendalikan negara dan mengumumkan pemerintah ndak lagi sanggup bertanggung jawab atas jalannya pemerintahan.

Sebanyak 290 orang dikabarkan meninggal dunia dalam kejadian kudeta, yang secara bertahap terus ditekan rezim Erdogan. Hampir 20.000 anggota polisi, pegawai pelayanan sipil, peradilan, dan serdadu sudah ditahan atau ditangguhkan sesudah terjadinya kudeta di Turki.

 

Sikap AS menolak ekstradisi Fethullah Gulen membikin Erdogan marah kpd AS.

Fethullah Gulen yang berbasis di AS, yang merupakan eks mentor Presiden Turki dan jadi musuh waktu ini, sudah menjelaskan dalam sebuah pernyataan awal sesudah kudeta bahwa ia ndak ada hubungannya dengan kudeta yang terjadi Turki. Dia sudah mengulangi pernyataannya di media harian Amerika. Sementara, Ankara bersikeras bahwa ia mendalangi kudeta dan Washington mesti kembalikan Gulen kpd Erdogan. Namun sayang, rupanya AS menolak ekstradisi Fethullah Gulen.

Dalam wawancara pada hari Selasa, Erdogan mempergunakan kata-kata keras kepada AS, yang menyiratkan ketidaksabaran dengan pemerintahan Amerika yang dianggapnya teman terbaik.

“Kalau kita meminta ekstradisi teroris, maka Anda mesti memenuhi itu,” kata Erdogan yang ditujukan ke AS sebab AS menolak ekstradisi Fethullah Gulen.

AS menjelaskan pihaknya cuma akan mengekstradisi Gulen kalau Ankara memberi “bukti asli” dan “bukan tudingan” yang membuktikan bahwa ia bertanggung jawab atas percobaan kudeta di Turki.

“Kalau Anda mulai meminta dokumen dan apa yang ndak, maka itu ialah hambatan besar dalam memerangi terorisme,” kata Presiden Turki. “Anda jadi buta dan tuli, ndak mengerti bahwa ia (Gulen) ada di balik seluruh ini,” kata Erdogan terkait sikap AS menolak ekstradisi Fethullah Gulen.

Rezim Turki terus berusaha menarik Gulen ke Turki walaupn AS menolak ekstradisi Fethullah Gulen. Menteri Kehakiman Bekir Bozdag menjelaskan pihak berwenang Turki sudah mengirimkan paket baru dari dokumen kpd pihak berwenang di AS supaya secepatnya mengekstradisi Fethullah Gulen.

Para pejabat Turki sudah beberapa kali mengisyaratkan bahwa hubungan Turki dengan AS dapat dipertaruhkan atas problem Fethullah Gulen. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sungguh-sungguh marah atas sikap AS menolak ekstradisi Fethullah Gulen.

 

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :