Arogansi Menlu Arab Saudi dan Obama: Assad Harus Pergi

Arogansi Menlu Arab Saudi dan Obama Paksa Presiden Assad Harus Pergi

Amerika Serikat dan Arab Saudi adalah dua negara di antara banyak negara Barat dan Arab yang ingin menggulingkan presiden Bashar al-Assad dengan berbagai cara, bahkan dengan menanam terorisme yang berkembang sangat mengerikan. Akan tetapi dukungan rakyat Suriah yang begitu besar, Presiden Assad masih tetap eksis hingga saat ini dan semakin dicintai rakyatnya. Semuanya tampaknya di luar perhitungan mereka yang ingin menggulingkan Presiden Assad.

 

Islam-Institute, RIYADH – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir mengatakan bahwa solusi di Suriah adalah keharusan “Kepergian Assad” pada saat yang sama ia menekankan dukungan negaranya untuk solusi politik untuk agresi militernya di Yaman.

Pernyataan itu disampaikan di Anatolia di sela-sela KTT keempat negara-negara Arab dan Amerika Selatan yang ditutup pada hari Rabu 11 November 2015 di ibukota Arab Saudi, Riyadh, yang dihadiri para Kepala Negara dan Pemerintahan.

Terkait situasi di Yaman Menteri Luar Negeri Saudi itu menekankan dukungan negaranya untuk solusi politik di negara tetangga, Yaman. Dia mengatakan bahwa Arab Saudi mendorong Ismail Ould Cheikh Ahmed selaku utusan PBB di Yaman untuk menerima pihak Yaman berdialog (diharapkan kedatangannya di Jenewa akhir bulan ini) di bawah naungan PBB sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216.

Sejak 26 Maret lalu koalisi negara-negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi melakukan serangkaian pemboman markas milik kelompok Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Menteri luar negeri Arab Saudi juga mengklaim serangan itu sebagai “badai keras” untuk memenuhi permintaan Presiden Abd Rabbo Mansor Hadi dengan ikut campur secara militer guna memberikan perlindungan Yaman dan rakyatnya dari agresi para pejuang dan pendukung Houthi.

Pada tanggal 21 April lalu ia menyebut operasi militer itu dengan istilah ”Pemulihan Harapan“, ia mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan operasi itu untuk merombak politik dengan dimulainya kembali proses politik di Yaman, di samping itu  untuk mengatasi gerakan operasi militer para pendukung Houthi, dan tidak memberikan kepada mereka kesempatan penggunaan senjata melalui serangkaian serangan udara.

Menanggapi pertanyaan tentang hubungan negaranya dengan Mesir, Al-Jubeir menyangkal adanya ketegangan antara kedua negara dan menyatakan bahwa hubungan di antara keduanya “sangat baik dan bersejarah”.

 

Presiden al-Assad didukung rakyatnya. Senator AS: Obama Salah Besar Jika Paksa Usir Bashar al-Assad.

Senator AS: Obama Salah Besar Jika Paksa Usir Bashar al-Assad

WASHINGTON – Senator Amerika Serikat (AS), Tim Kaine menyatakan, Presiden Barack Obama membuat kesalahan jika ia bersikeras mendorong Presiden Suriah, Bashar al-Assad, lengser dari jabatannya.

“Saya pikir ketika Presiden mengatakan Assad harus pergi, itu mungkin sedikit kesalahan,” kata Kaine seperti disitir Sputniknews dari MSNBC, Rabu (11/11/2015).

Menurutnya, setelah menyerukan pengunduran diri Assad, Obama mengangkat beberapa harapan di Suriah dan kemudian ia tidak menindaklanjutinya, karena ia menyadari kemampuan AS untuk mengubah sebuah rezim. Ia pun menggarisbawahi, bahwa Rusia dan Suriah memiliki kepentingan bersama dalam memulihkan stabilitas di negara itu.

“Presiden Rusia dan sekutu Suriah, Vladimir Putin, telah berkomitmen untuk menjaga rezim Assad yang berkuasa, karena itu berarti mempertahankan kepentingannya di kawasan itu,” katanya.

Lebih jauh Tim Kaine sang senator AS itu mengatakan, AS tidak memiliki strategi yang kohesif di Timur Tengah. Rencana Obama di Suriah memiliki tiga tujuan. Yaitu memerangi ISIS, mengusir Presiden Assad, dan memberikan bantuan untuk krisis kemanusiaan. Namun menurut Tim Kaine, ketiga aspek tersebut tidak bisa berjalan efektif di bawah program yang ada saat ini.

Amerika Serikat dan Arab saudi adalah dua negara di antara benyak negara Barat dan Arab yang ingin menggulingkan presiden Bashar al-Assad dengan berbagai cara, bahkan dengan menanam terorisme. Akan tetapi dukungan rakyat Suriah yang begitu besar, Presiden Assad masih tetap eksis dan semakin dicintai rakyatnya. Semuanya tampaknya di luar perhitungan mereka yang ingin menggulingkan Presiden Assad.  (Sfa/MM/raialyoum)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :