Arab Saudi Sebabkan 10 Ribu Meninggal, 7 Juta Kekurangan Gizi

Akibat Ulah Arab Saudi Sebabkan 10 Ribu Penduduk Yaman Meninggal dan 7 Juta Orang Kekurangan Gizi. TAK BERNYAWA: Penduduk mengevakuasi jenazah Raghad Muhammad Mansour, 3, dan Ayah Muhammad Mansour, 7, dari reruntuhan rumahnya yang terkena serbuan udara di Sanaa, Yaman 25 Agustus lalu. Cuma satu saudaranya yang selamat, Buthaina. (KHALED ABDULLAH/REUTERS).

MusliModerat.net Arab Saudi kerap dituding selaku dalang di balik krisis kemanusiaan di Yaman. Negara yang dipimpin Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud selama ini senantiasa menghalangi pengiriman sokongan kpd korban perang di Yaman. Efeknya luar biasa. Bukan cuma kelaparan, melainkan juga kekurangan obat dan maraknya penyakit kolera.

Arab Saudi mesti mendanai 100 % kebutuhan krisis kemanusiaan di Yaman, tegas David Beasley, direktur eksekutif World Food Program (WFP), bagian badan di PBB, kpd kantor berita Reuters pada Senin (4/9).

Beasley mungkin telah begitu muak dengan tindakan Saudi di Yaman. Karena, selama ini, amat jarang ada petinggi PBB yang mengkritik bagian pihak saja dalam sebuah konflik. Dia menganggap apa yang dilaksanakan Saudi telah keterlaluan.

YATIM PIATU: Dokter meneliti Buthaina Muhammad Mansour. Bocah wanita yang diperkirakan berumur 4-5 tahun itu selamat dari serbuan udara Saudi di Sanaa, Yaman. Tapi, delapan anggota keluarganya. (KHALED ABDULLAH/REUTERS)

Semenjak Mulai Perang Yaman 2015, 10 Ribu Orang Meninggal dunia

Tokoh yang pernah jadi gubernur South Carolina, Amerika Serikat (AS), itu memberikan 3 pilihan pada Saudi. Ialah, mengakhiri perang, mendanai krisis, atau melaksanakan dua-duanya. Tentu, opsi terakhir jadi pilihan beberapa pihak.

Semenjak perang di Yaman mencuat pada 2015, 10 ribu orang mati. Kemarin (5/9) Badan Kesehatan (WHO) PBB mengumumkan data bahwa semenjak April, 612.703 orang terhitung terinfeksi kolera dan 2.048 orang lainnya mati sebab penyakit tersebut. Sebanyak 7 juta orang juga terancam kelaparan serta kekurangan gizi.

Saudi mengumumkan bahwa mereka sudah memberikan sokongan ratusan juta dolar untuk program kemanusiaan di Yaman. Bahkan, Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman mendonasikan USD 66 juta (Rp 879,9 miliar) pada Juni lalu kpd Badan Urusan Anak (Unicef) dan WHO PBB untuk memerangi wabah kolera di Yaman.

Sokongan itu mungkin tidak ada gunanya. Karena, menurut berbagai lembaga kemanusiaan, mereka dipersulit untuk memasuki Yaman. Imbasnya, seluruh sokongan tertahan. Semenjak di laut, kapal-kapal pengangkut sokongan itu dicegat kapal milik pasukan gabungan pimpinan Saudi. Riyadh berdalih bahwa mereka menghalangi pengiriman senjata yang akan diselundupkan ke kantong-kantong pemberontak Houthi.

Hampir seluruh akses sokongan ke wilayah utara yang dikuasai pemberontak Houthi dipersulit. Kapal pengangkut sokongan yang akan berlabuh di pelabuhan Al Hudaydah di Laut Merah diblokade. Alat untuk mengerek kontainer di pelabuhan tersebut juga dirusak.

Dua hal itu menyendat usaha pengiriman sokongan pangan. Selama ini, 80 % impor pangan di Yaman masuk melalui pelabuhan tersebut. Kami mengalami problem di akses (untuk menyampaikan sokongan, Red), tegas Beasley.

Bukan cuma pelabuhan, akses beberapa bandara juga ditutup. Orang-orang yang sakit parah sulit memperoleh perawatan di luar negeri. Ada daftar tunggu yang begitu panjang. Dokter-dokter yang jadi relawan mesti memutar otak sedemikian rupa untuk menyelamatkan pasien dengan obat-obatan yang terbatas.

Salah seorang tokoh yang jadi korban ialah pendiri Palang Merah Yaman Abdullah Alkhames. Dia meninggal pada Kamis (31/8) sesudah operasi jantung. Alkhames semestinya menjalani operasi lanjutan di Jordania atau Mesir, tapi masuk daftar tunggu. Tapi, sebab penerbangan keluar masuk Yaman terbatas, nyawanya tidak tertolong.

Dia meninggal sebab alasan yang sama seperti jutaan orang lainnya yang hidup menderita di Yaman, ujar Juru Bicara International Committee of the Red Cross (ICRC) Timur Tengah Iolanda Jaquemet.

(Reuters/RT/AlJazeera/sha/c16/any)

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.