Arab Saudi Beli Senjata Eropa Untuk Memperkuat Para Teroris

Arab Saudi selama ini dikenal selaku kerajaan kaya raya yang royal membeli senjata dari Eropa. Tapi sayangnya senjata-senjata yang dibelinya dengan harga mahal itu untuk memperkuat aksi terorisme, sebab ternyata diberikan kpd para Teroris….

 

 

Islam-Institute, RIYADH  – Persenjataan yang dibeli Arab Saudi, UEA, dan Qatar dari tahun 2013 dari negara-negara Eropa Timur, diberikan kpd kelompok-kelompok teroris di Suriah dan Yaman.

Pembelian senjata dari negara Eropa Timur, tanpa mengetahui penggunaannya, secara kontinyu terus ditunaikan oleh sebagian negara-negara Arab. Senjata-senjata yang dibeli dari negara Eropa Timur dibawa dengan pesawat spesial ke target pertama. Lalu sesudah itu senjata-senjata tersebut akan didistribusikan ke para teroris di Suriah dan Yaman.

menurut laporan kantor berita Al-Mayadeen dan surat berita Bulgaria, mengabarkan pada tahun 2014 pesawat-pesawat kargo non angkatan bersenjata Arab Saudi dan Emirat Arab hilir mudik ke bandara-bandara di Bulgaria. Penerbangan ini tercatat ditunaikan semenjak tahun 1991.

Surat berita Bulgaria dengan mempublikasikan gambar-gambar pesawat kargo Boeing 747 Arab Saudi, pesawat kargo boeing 777 dan AirbusA330 Emirat Arab, ingin mencari tahu karena penerbangan pesawat-pesawat tersebut. Sampai memaksa Kementerian Pertahanan Bulgaria mengeluarkan laporan tahunan soal penjualan senjata dan perlengkapan angkatan bersenjata, juga mengungkap kesepakatan penjualan senjata bernilai 85 juta Euro dengan Arab Saudi, dan 29 juta dolar sudah ditambahkan pada tahun 2015.

Uni Emirat Arab pada tahun 2010 juga menyetujui kesepakatan pembelian senjata dengan Bulgaria, seperti RPG -6, Senapan Kalashnikov, mortir, rudal anti tank, granat nanas, ranjau darat, dan peralatan angkatan bersenjata lainnya. Seluruh senjata ini ditemukan di tangan para teroris yang menguasai kota-kota Aleppo dan pedesaannya, Hama dan Homs.

Para pengamat semenjak tahun 2013, yang bertanggung jawab memantau medan perang di Suriah, dari data yang diperoleh membuktikan bahwa Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab dan negara Arab lainnya menyetujui kesepakatan pembelian senjata dengan Ukraina, Kroasia, Serbia, Ceko dan Polandia, untuk diberikan kpd kelompok-kelompok teroris di Suriah.

Sekelompok hacker Ukraina yang menamakan diri “Cyber Berkut” mengungkap bahwa Ukraina sudah menyetujui MOU kerjasama dengan negara-negara tersebut akhir tahun lalu. menurut publikasi itu, Ukraina sudah menyetujui penjualan senjata dengan Arab Saudi dan Qatar. Dan berdasarkan nota kesepakatan, senjata-senjata tersebut akan diberikan kpd para teroris di Suriah. Laporan ini sudah diangkat pada tahun 2012 lalu.

Dalam laporan itu menyebutkan bahwa Aleppo sudah menerima kiriman senjata. Tampak peti-peti amunisi dengan label, nomer dan nama yang membuktikan bahwa isi peti-peti tersebut ialah amunisi dan senjata, yang dikirim oleh industri rudal Ukraina untuk Arab Saudi.

Sebagian senjata-senjata yang dijual Ukraina buatan Polandia, seperti rudal anti pesawat yang dibeli Ukraina dari Polandia dijual kembali ke Arab Saudi.

Ukraina sampai Saat ini juga sudah menyetujui MOU penjualan sistem pertahanan rudal “Pechora-2D” dengan Qatar. Tapi, yang jadi pertanyaan angkatan bersenjata Qatar ndak mempergunakan senjata, rudal dan sistem pertahanan dari Eropa Timur. Maka terang bahwa pembelian senjata, rudal “Pechora-2D” dan lainnya untuk mempersenjatai kelompok-kelompok teroris di Suriah, untuk dipakai melakukan tembakan pesawat-pesawat Rusia. Rudal ini sanggup menjatuhkan pesawat yang terbang diketinggian 20 km.

Bagian senjata yang juga ditemukan pada kelompok-kelompok teroris di Suriah, ialah rudal anti tank HJ-8 buatan Ceko. Rudal ini ditemukan pertama kali di Utara Aleppo pada Juni 2013. Arab Saudi membeli rudal buatan Ceko ini dari angkatan bersenjata Sudan, dan rudal itu dikirim melalui tapal batas negara Yordania ke Suriah.

Lalu Arab Saudi untuk memperoleh rudal yang lebih moderen dan canggih membeli rudal “Baktar-Shikan” dan “ANZA” dari Pakistan dan rudal tersebut diberikan ke para teroris di Suriah, bahkan Pakistan memberikan training kpd para teroris cara penggunaannya. Tapi, sesudah pemutusan kontrak penjualan rudal tersebut, digantikan dengan rudal FN-6 buatan Ceko, yang dibeli Arab Saudi dari Sudan. Rudal FN-6 sanggup melakukan tembakan jatuh pesawat SA-7 Rusia.

Pada bulan April sampai Mei tahun 2013, ditemukan senjata buatan Yugoslavia di Suriah. Senjata buatan Yugoslavia sesudah runtuhnya negara itu tetap diproduksi oleh Serbia dan Kroasia. Persenjataan itu meliputi rudal anti tank, RPG, granat nanas dan roket, juga termasuk rudal anti tank M79, roket OSA dan M60,  buatan Serbia, serta rudal anti tank RPG-75 buatan Ceko, dan rudal RAK-12 buatan Kroasia.   (AL/ARN/AU/AM)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :