Akidah Islam

Aqidatul Awam, Kitab Aqidah Ahlussunnah Waljama’ah

Wahabi sebaiknya belajar dulu kitab Aqidatul Awam. Supaya dasar tauhidnya benar sesuai pemahaman aqidah Ahlussunnah Waljama'ah.

Iklan

Kitab Aqidatul Awam, Kitab Ilmu Dasar Aqidah Ahlussunnah Waljama’ah. Seorang komentator ASWAJA di blog Ummati Pres bernama Juman memberi saran kepada teman-teman Wahabi agar sebaiknya belajar kitab Aqidatul Awam. Begini sarannya: “Wahabi sebaiknya belajar dulu kitab Aqidatul Awam. Supaya dasar tauhidnya benar sesuai pemahaman aqidah Ahlussunnah Wal jama’ah. Sekarang ini setahu saya Aqidatul Awam adalah buku yg belum terkontaminasi faham sesat Wahabi. Jadi saya sarankan para Wahabiyyun belajar kitab Aqidaul Awam agar selamat dari kesesatan TAUHID TIGA (Trinitas Wahabi). Demikian semoga bermanfaat”.

Kemudian seorang komentator ASWAJA bernama Jafar menimpali seraya memperingatkan bahwa jangan-jangan Aqidatul Awam juga sudah terinfeksi virus Wahabi. Hal ini karena adanya komentar COPAS dari Donpay (Abahna Jibril?) tentang bab Aqidatul Awam yang berbeda dengan yang ada di tangan Mas Jafar.

Inilah kata Mas Jafar:  “Syeikh Al-Baijuri sendiri menyusun kitab Tijanuddarori, yang membahas manengenai tauhid berdasarkan madzhab Imam Asyari, begitupun kitab Aqidatul Awam dan Jauharuttauhid. Saat ini saya memegang kitab Jauharuuttauhid yang dikutip oleh @Donpay, tapi di halaman yang dimaksud oleh COPAS-an @Donpay, hal 97, berisi pembahasan mengenai sifat Baqo. Nah, kitab Jauharuttauhid yang dimaksud oleh @Donpay, itu terbitan mana ya?”  Demikian Mas Jafar bertanya dengan heran

Akhirnya  muncul Akhi Taymiyyah yang menegaskan dengan sedikit bergurau: “Hue hue hue… donpay baca buku palsu.”

Nah, koment-koment yang kami kutip di atas bisa dibaca di sini: http://ummatiummati.wordpress.com/2011/05/31/membantah-pembagian-tauhid-jadi-3-trinitas-wahabi-dengan-dalil-dalil-shahih/#comment-12968
Itulah sedikit cuplikan yang menggambarkan adanya indikasi kitab Aqidatul Awam sudah agak terkontaminasi oleh faham Wahabi.  Tentunya hal ini bisa terjadi melalui syarah-syarah (penjelasan-penjelasan) yang dibuat oleh orang-orang yang berpaham Wahabi. Tetapi kami tidak akan membahas tentang adanya indikasi “pencemaran”  kitab aqidatul Awam.  Di sini kami hanya merasa perlu sedikit memperkenalkan kitab Aqidatul Awam.

Dari  sekelumit yang  kami sajikan tentang  apa sebenarnya isi pembahasan kitab Aqidatul Awam, kami berharap  dapat memberikan informasi  “sekilas info”  isi kitab Aqidatul Awam. Sajian ini disampaikan oleh KH. Thobary Sadzily, semoga bermanfaat buat kita semua, mari kita simak apa isi kitab Aqidatul Awam….

AQIDAH AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH

50 AQIDAH AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH DALAM KITAB AQIDATUL AWAM

Oleh: Thobary Syadzily

Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah terdiri dari 50 aqidah, di mana yang 50 aqidah ini dimasukkan ke dalam 2 kelompok besar, yaitu:

  1. Aqidah Ilahiyyah (عقيدة الهية) dan

  2. Aqidah Nubuwwiyah (عقيدة نبوية)

Adapun Aqidah Ilahiyyah terdiri dari 41 sifat, yaitu:

a. 20 sifat yang wajib bagi Allah swt: wujud (وجود), qidam (قدم), baqa (بقاء), mukhalafah lil hawaditsi (مخالفة للحوادث), qiyamuhu bin nafsi (قيامه بالنفس), wahdaniyyat (وحدانية), qudrat (قدرة), iradat (ارادة), ilmu (علم), hayat (حياة), sama’ (سمع), bashar (بصر), kalam (كلام), kaunuhu qadiran (كونه قديرا), kaunuhu muridan (كونه مريدا), kaunuhu ‘aliman (كونه عليما), kaunuhu hayyan (كونه حيا), kaunuhu sami’an (كونه سميعا), kaunuhu bashiran (كونه بصيرا), dan kaunuhu mutakalliman (كونه متكلما).

b. 20 sifat yang mustahil bagi Allah swt: ‘adam (tidak ada), huduts (baru), fana’ (rusak), mumatsalah lil hawaditsi (menyerupai makhluk), ‘adamul qiyam bin nafsi (tidak berdiri sendiri), ta’addud (berbilang), ‘ajzu (lemah atau tidak mampu), karohah (terpaksa), jahlun (bodoh), maut, shamam (tuli), ‘ama (buta), bukmun (gagu), kaunuhu ‘ajizan, kaunuhu karihan, kaunuhu jahilan (كونه جاهلا), kaunuhu mayyitan (كونه ميتا), kaunuhu ashamma (كونه أصم), kaunuhu a’ma (كونه أعمى), dan kaunuhu abkam (كونه أبكم).

c. 1 sifat yang ja’iz bagi Allah swt.

Aqidah Nubuwwiyah terdiri dari 9 sifat, yaitu:

a. 4 sifat yang wajib bagi para Nabi dan Rasul: siddiq (benar), tabligh (menyampaikan), Amanah, dan fathanah (cerdas).

b. 4 sifat yang mustahil bagi para Nabi dan Rasul: kidzib (bohong), kitman (menyembunyikan), khianat, dan baladah (bodoh).

c. 1 sifat yang ja’iz bagi para Nabi dan Rasul.

I. DALIL-DALIL SIFAT WAJIB BAGI ALLAH SWT:

  1. Dalil sifat Wujud (Maha Ada): QS Thaha ayat 14, QS Ar-Rum ayat 8, dsb.

  2. Dalil sifat Qidam (Maha Dahulu): QS Al-Hadid ayat 3.

  3. Dalil sifat Baqa (Maha Kekal): QS Ar-Rahman ayat 27, QS Al-Qashash ayat 88.

  4. Dalil sifat Mukhalafah lil Hawaditsi (Maha Berbeda dengan Makhluk): QS Asy-Syura ayat 11, QS Al-Ikhlas ayat 4.

  5. Dalil sifat Qiyamuhu bin Nafsi (Maha Berdiri Sendiri): QS Thaha ayat 111, QS Fathir ayat 15.

  6. Dalil sifat Wahdaniyyat (Maha Tunggal / Esa): QS Az-Zumar ayat 4, QS Al-Baqarah ayat 163, QS Al-Anbiya’ ayat 22, QS Al-Mukminun ayat 91, dan QS Al-Isra’ ayat 42-43.

  7. Dalil sifat Qudrat (Maha Kuasa): QS An-Nur ayat 45, QS Fathir ayat 44.

  8. Dalil sifat Iradat (Maha Berkehendak): QS An-Nahl ayat 40, QS Al-Qashash ayat 68, QS Ali Imran ayat 26, QS Asy-Syura ayat 49-50.

  9. Dalil sifat Ilmu (Maha Mengetahui): QS Al-Mujadalah ayat 7, QS At-Thalaq ayat 12, QS Al-An’am ayat 59, dan QS Qaf ayat 16.

  10. Dalil sifat Hayat (Maha Hidup): QS Al-Furqan ayat 58, QS Ghafir ayat 65, dan QS Thaha 111.

11 & 12. Dalil sifat Sama’ (Maha Mendengar) dan Bashar (Maha Melihat): QS Al-Mujadalah ayat 1, QS Thaha ayat 43-46.

  1. Dalil sifat Kalam (Maha Berfirman): QS An-Nisa ayat 164, QS Al-A’raf ayat 143, dan QS Asy-Syura ayat 51.

Dua puluh sifat yang wajib bagi Allah tersebut di atas dibagi kepada 4 bagian, yaitu:

  1. Sifat Nafsiyyah. Artinya: Sifat yang tidak bisa difahami Dzat Allah tanpa adanya sifat. Sifat Nafsiyyah ini hanya satu sifat, yaitu: sifat wujud.

  2. Sifat Salbiyyah. Artinya: Sifat yang tidak pantas adanya di Dzat Allah swt. Sifat Salbiyyah ini jumlahnya ada lima sifat, yaitu: Qidam, Baqa, Mukhalafah lil Hawaditsi, Qiyamuhu bin Nafsi, dan Wahdaniyyah.

  3. Sifat Ma’ani. Artinya: Sifat yang tetap dan pantas di Dzat Allah dengan kesempurnaan-Nya. Sifat Ma’ani ini jumlahnya ada tujuh sifat, yaitu: Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, dan Kalam.

  4. Sifat Ma’nawiyyah. Artinya: Sifat yang merupakan cabang dari sifat Ma’ani. Sifat Ma’nawyyah ini jumlahnya ada tujuh sifat, yaitu: Kaunuhu Qadiran, Kaunuhu Muridan, Kaunuhu ‘Aliman, Kaunuhu Hayyan, Kaunuhu Sami’an, Kaunuhu Bashiran, dan Kaunuhu Mutakalliman.


II. DALIL-DALIL SIFAT JA’IZ BAGI ALLAH

a. QS Al-Qashash ayat 68

b. QS Al-Imran ayat 26

c. QS Al-Baqarah ayat 284

CATATAN PENTING:

Pokok-pokok Ilmu Tauhid (مبادئ علم التوحيد):

  1. Definisi Ilmu Tauhid (حده):

Ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat Allah dan para rasul-Nya, baik sifat-sifat yang wajib, mustahil maupun ja’iz, yang jumlah semuanya ada 50 sifat. Sifat yang wajib bagi Allah ada 20 sifat dan sifat yang mustahil ada 20 sifat serta sifat yang ja’iz ada 1 sifat. Begitupula sifat yang wajib bagi para rasul ada 4 sifat (sidiq. tabligh, amanah, dan fathanah) dan sifat yang mustahil ada 4 sifat (kidzb / bohong, kitman / menyembunyikan, khianat, dan bodoh) serta sifat yang ja’iz ada 1 sifat. 50 sifat ini dinamakan “Aqidatul Khomsin / عقيدة الخمسين “. Artinya: Lima puluh Aqidah.

  1. Objek atau Sasaran Ilmu Tauhid (موضوعه): Dzat Allah dan sifat-sifat Allah.

  2. Pelopor atau Pencipta Ilmu Tauhid (واضعاه): Imam Abul Hasan Al-Asy’ari (260 H – 330 H / 873 M – 947 M ) dan Imam Abul Manshur Al-Mathuridi ( 238 – 333 H / 852 – 944 M ).

  3. Hukum Mempelajari Ilmu Tauhid (حكمه): Wajib ‘ain dengan dalil ijmali (global) dan wajib kifayah dengan dalil tafshili.

  4. Nama Ilmu Tauhid (اسمه): Ilmu Tauhid, Ilmu Ushuluddin, Ilmu Kalam dan Ilmu ‘Aqa’id.

  5. Hubungan Ilmu Tauhid dengan Ilmu-ilmu lain (نسبته): Asal untuk ilmu-ilmu agama dan cabang untuk ilmu selainnya.

  6. Masalah-masalah Ilmu Tauhid (مسائله): Sifat-sifat wajib, mustahil, dan ja’iz bagi Allah swt dan para Rasul-Nya.

  7. Pengambilan Ilmu Tauhid (استمداده): Diambil dari Al-Qur’an, Al-Hadits, dan akal yang sehat.

  8. Faedah Ilmu Tauhid (فائدته): Supaya sah melakukan amal-amal sholeh di dunia.

  9. Puncak Mempelajari Ilmu Tauhid (غايته): Memperoleh kebahagian, baik di dunia maupun akherat dan mendapat ridha dari Allah swt serta mendapat tempat di surga.

Wallahu a’lam…..

IklanJasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

672 Comments

  1. Nah… Aqidatul Awam inilah kitab akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah yang mantab, semoga kitab tersebut benar-benar aman dari serangan Virus Wahabi, amin….

  2. Mantab, terimakasih atas dimuatnya tentang isi kitab Aqidatul Awam, semoga bermanfaat menjadikan kita memperoleh gambaran apa isi kitab tersebut. Thank’s Ummati, jazakallohu khoiron katsiro.

  3. Ahsan Ummati, ana bersyukur ada website yg sudah mulai memperkenalkan kitab Aqidatul Awam, semoga kitab Akidah Ahlussunnah Waljama’ah ini dikenal masyarakat muslim, sehingga mereka tahu apa itu isi kitab yang bersih dari kontaminasi faham Wahabi yg menyesatkan akidah Ummat Islam.

    Ummati Bravo, syukron….

  4. salam buat admin dan sesepuh
    makasih atas pencerahannya mengenai kitab ini, kitab yang penting bagi newbie membentengi diri dari Sa-Wah

  5. Syukron Ummati telah memuat artikel di atas,

    Dalam sebuah Majelis Maulid Agung Shubuh Gabungan di kediaman Al-Habib Ali bin Abdurrahman As-segaf di Tebet, Jakarta Selatan taon 2010. Habib Ali membagi-bagikan secara gratis kitab Aqidatul Awwam kepada jama’ah yang hadir. Tujuan beliau adalah untuk membentengi Ahlussunnah wal Jama’ah dari serangan2 Aqidah yang semakin hari semakin menyesatkan…..

    1. @abu umar abdillah
      Kalo Tauhid Trinitas siapa ngajari ?
      apakah Ibnu Tai-miyah atau Ibnu Bedul Wahab atau Bin Baz atau Al Bani.
      jawab dong biar ane tau ?

        1. @ abu umar abdillah
          jawaban sifat 20 baca, fahami dan resapkan atikel Aqidatul Awam diatas. dalil-dalilnya sudah lengkap dan tertera.

    2. sifat 20 itu untuk mempermudah saja….( ngikutin gaya wahabi )
      beda sama trinitas tauhid tiga malah mempersulit memahami tauhid, karena saling bertentangan, dan saling kontradiksi…..

    3. Abu Umar Abdillah@

      Sifat 20 itu dalilnya jelas dan kokoh, intinya adalah tidak membagi tauhid.
      Beda lho, Tauhid itu hanya satu yaitu laa ilaha illallah…. Jadi jangan dibagi-bagi lagi akhirnya terjerus dalam bid’ah dholalah.

  6. Apakah inti ajaran tauhid hanya:
    Ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat Allah dan para rasul-Nya, baik sifat-sifat yang wajib, mustahil maupun ja’iz, yang jumlah semuanya ada 50 sifat.?
    iblis itu lebih paham tauhid yang ummati maksud kalao seperti itu.
    Iblis pernah bertemu dengan Allah SWT, dan paham betul.

        1. @jafar, @Mamo yang Ngapak, @Jabir
          Ente semua lihat di Qur’an Aja ya.. Dah jelas tuh.. Bahwa Iblis bertemu dengan Allah SWT langsung.

        2. abu umar kesiangan nt , semua juga udah tahu jika Iblis menolak perintah Allah SWT untuk sujud… , terus apa maksudnya nt nyebut-nyebut iblis terus….. kangen ya sama iblis…?

  7. Iblis tidak mau sujud kepada Nabi Adam, sesuai yang diperintahkan Allah kepada Iblis. Dalam Surah Al-Kahfi : 50 (Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim). Bukan hanya tidak mau sujud kepada Nabi Adam, Iblis takabur dan mengoreksi perintah Allah SWT. Dalam Qur’an Surah Al-Israa’ : 61 (Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”).Dan Dalam Qur’an Surah Al-Israa’ : 62 (Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil.” )
    Apakah itu tidak jelas, bahwa iblis bertemu langsung dengan Allah SWT

    1. malaikat aja di suruh hormat,tapi knapa ya wahabi mengharamkan khormat pada guru…???? sampai2 di saudi tak satupun murid2 manggil ustadz ma gurunya,aneh dan ironis malah manggil namanya,,,,,payah ajaran iblis.

  8. yah ngomongin ngajarin rosul siapa, urusin dulu perkara tinitasnya darimana? katanya anti hasanah maju kena mundur kena tuh udah wahabi yang lurus lurus aja segala bikin macem macem malu kemakan omongan

    1. Kafir Quraisy Juga Mengenal Allah dan Rajin Ibadah

      Kaum muslimin, semoga Allah meneguhkan kita di atas Islam yang haq. Sesungguhnya salah satu penyebab utama kemunduran dan kelemahan umat Islam pada masa sekarang ini adalah karena mereka tidak memahami hakikat kejahiliyahan yang menimpa bangsa Arab di masa silam. Mereka menyangka bahwasanya kaum kafir Quraisy jahiliyah adalah orang-orang yang tidak beribadah kepada Allah sama sekali. Atau lebih parah lagi mereka mengira bahwasanya kaum kafir Quraisy adalah orang-orang yang tidak beriman tentang adanya Allah [?!] Duhai, tidakkah mereka memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an dan lembaran sejarah yang tercatat rapi dalam kitab-kitab hadits ?

      Kaum Kafir Quraisy Betul-Betul Mengenal Allah

      Janganlah terkejut akan hal ini, cobalah simak firman Allah ta’ala,

      Dalil pertama, Allah ta’ala berfirman,

      ???? ???? ???????????? ???? ?????????? ??????????? ???? ???? ???????? ????????? ?????????????? ?????? ???????? ???????? ???? ?????????? ?????????? ?????????? ???? ???????? ?????? ????????? ????????? ?????????????? ??????? ?????? ??????? ??????????

      “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus [10]: 31)

      Dalil kedua, firman Allah ta’ala,

      ???????? ???????????? ???? ?????????? ???????????? ??????? ???????? ???????????

      “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” (QS. az-Zukhruf : 87)

      Dalil ketiga, firman Allah ta’ala,

      ?????? ???????????? ???? ??????? ???? ?????????? ????? ????????? ???? ????????? ???? ?????? ????????? ???????????? ??????? ???? ????????? ??????? ???? ???????????? ??? ???????????

      “Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. al-’Ankabut: 63)

      Dalil keempat, firman Allah ta’ala,

      ???? ???? ??????? ???????????? ????? ??????? ?????????? ???????? ?????????????? ????????? ????????? ???????? ???? ??????? ???????? ??? ????????????

      “Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi ? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. an-Naml: 62)

      Perhatikanlah! Dalam ayat-ayat di atas terlihat bahwasanya orang-orang musyrik itu mengenal Allah, mereka mengakui sifat-sifat rububiyyah-Nya yaitu Allah adalah pencipta, pemberi rezeki, yang menghidupkan dan mematikan, serta penguasa alam semesta. Namun, pengakuan ini tidak mencukupi mereka untuk dikatakan muslim dan selamat. Kenapa? Karena mereka mengakui dan beriman pada sifat-sifat rububiyah Allah saja, namun mereka menyekutukan Allah dalam masalah ibadah. Oleh karena itu, Allah katakan terhadap mereka,

      ????? ???????? ???????????? ????????? ?????? ?????? ???????????

      “Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (QS. Yusuf : 106)

      Ibnu Abbas mengatakan, “Di antara keimanan orang-orang musyrik: Jika dikatakan kepada mereka, ‘Siapa yang menciptakan langit, bumi, dan gunung?’ Mereka akan menjawab, ‘Allah’. Sedangkan mereka dalam keadaan berbuat syirik kepada-Nya.”

      ‘Ikrimah mengatakan,”Jika kamu menanyakan kepada orang-orang musyrik: siapa yang menciptakan langit dan bumi? Mereka akan menjawab: Allah. Demikianlah keimanan mereka kepada Allah, namun mereka menyembah selain-Nya juga.” (Lihat Al-Mukhtashor Al-Mufid, 10-11)

      Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa kaum musyrikin pada masa itu mengakui Allah subhanahuwata’ala adalah pencipta, pemberi rezki serta pengatur urusan hamba-hamba-Nya. Mereka meyakini di tangan Allah lah terletak kekuasaan segala urusan, dan tidak ada seorangpun diantara kaum musyrikin itu yang mengingkari hal ini (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat) Dan janganlah anda terkejut apabila ternyata mereka pun termasuk ahli ibadah yang mempersembahkan berbagai bentuk ibadah kepada Allah ta’ala.

      Kafir Quraisy Rajin Beribadah

      Anda tidak perlu merasa heran, karena inilah realita. Syaikh Muhammad At Tamimi rahimahullah menceritakan bahwasanya kaum musyrikin yang dihadapi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang rajin beribadah. Mereka juga menunaikan ibadah haji, bersedekah dan bahkan banyak berdzikir kepada Allah. Di antara dalil yang menunjukkan bahwa orang-orang musyrik juga berhaji dan melakukan thowaf adalah dalil berikut.

      Dan telah menceritakan kepadaku Abbas bin Abdul ‘Azhim Al Anbari telah menceritakan kepada kami An Nadlr bin Muhammad Al Yamami telah menceritakan kepada kami Ikrimah bin Ammar telah menceritakan kepada kami Abu Zumail dari Ibnu Abbas ia berkata; Dulu orang-orang musyrik mengatakan; “LABBAIKA LAA SYARIIKA LAKA (Aku memenuhi panggilanMu wahai Dzat yang tiada sekutu bagiMu). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

      ?????????? ???? ???? ???????????? ?????? ???????? ???? ???? ?????????? ????? ??????

      “Celakalah kalian, cukuplah ucapan itu dan jangan diteruskan.” Tapi mereka meneruskan ucapan mereka; ILLAA SYARIIKAN HUWA LAKA TAMLIKUHU WAMAA MALAKA (kecuali sekutu bagi-Mu yang memang Kau kuasai dan ia tidak menguasai).” Mereka mengatakan ini sedang mereka berthawaf di Baitullah. (HR. Muslim no. 1185)

      Mengomentari pernyataan Syaikh Muhammad At Tamimi di atas, Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan bahwa kaum musyrikin Quraisy yang didakwahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kaum yang beribadah kepada Allah, akan tetapi ibadah tersebut tidak bermanfaat bagi mereka karena ibadah yang mereka lakukan itu tercampuri dengan syirik akbar. Sama saja apakah sesuatu yang diibadahi disamping Allah itu berupa patung, orang shalih, Nabi, atau bahkan malaikat. Dan sama saja apakah tujuan pelakunya adalah demi mengangkat sosok-sosok tersebut sebagai sekutu Allah atau bukan, karena hakikat perbuatan mereka adalah syirik. Demikian pula apabila niatnya hanya sekedar menjadikan sosok-sosok itu sebagai perantara ibadah dan penambah kedekatan diri kepada Allah. Maka hal itu pun dihukumi syirik (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan)

      Dua Pelajaran Berharga

      Dari sepenggal kisah di atas maka ada dua buah pelajaran berharga yang bisa dipetik. Pertama; pengakuan seseorang bahwa hanya Allah lah pencipta, pemberi rezki dan pengatur segala urusan tidaklah cukup untuk membuat dirinya termasuk dalam golongan pemeluk agama Islam. Sehingga sekedar mengakui bahwasanya Allah adalah satu-satunya pencipta, penguasa dan pengatur belum bisa menjamin terjaganya darah dan hartanya. Bahkan sekedar meyakini hal itu belum bisa menyelamatkan dirinya dari siksaan Allah.

      Kedua; apabila peribadatan kepada Allah disusupi dengan kesyirikan maka hal itu akan menghancurkan ibadah tersebut. Oleh sebab itu ibadah tidak dianggap sah apabila tidak dilandasi dengan tauhid/ikhlas (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan)

      Dengan demikian sungguh keliru anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwasanya tauhid itu cukup dengan mengakui Allah sebagai satu-satunya pencipta dan pemelihara alam semesta. Dan dengan modal anggapan yang terlanjur salah ini maka merekapun bersusah payah untuk mengajak manusia mengenali bukti-bukti alam tentang keberadaan dan keesaan wujud-Nya dan justru mengabaikan hakikat tauhid yang sebenarnya. Atau yang mengatakan bahwa selama orang itu masih mengucapkan syahadat maka tidak ada sesuatupun yang bisa membatalkan keislamannya. Atau yang membenarkan berbagai macam praktek kesyirikan dengan dalih hal itu dia lakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Atau yang mengatakan bahwa para wali yang sudah meninggal itu sekedar perantara untuk bisa mendekatkan diri mereka yang penuh dosa kepada Allah yang Maha Suci. Lihatlah kebanyakan praktek kesyirikan yang merebak di tengah-tengah masyarakat Islam sekarang ini, maka niscaya alasan-alasan semacam ini -yang rapuh serapuh sarang laba-laba- yang mereka lontarkan demi melapangkan jalan mereka untuk melestarikan tradisi dan ritual-ritual syirik.

      ‘Kita ‘Kan Tidak Sebodoh Kafir Quraisy’

      Barangkali masih ada orang yang bersikeras mengatakan,“Jangan samakan kami dengan kaum kafir Qurasiy. Sebab kami ini beragama Islam, kami cinta Islam, kami cinta Nabi, dan kami senantiasa meyakini Allah lah penguasa jagad raya ini, tidak sebagaimana mereka yang bodoh dan dungu itu!” Allahu akbar, hendaknya kita tidak terburu-buru menilai orang lain bodoh dan dungu sementara kita belum memahami keadaan mereka. Saudaraku, cermatilah firman Allah ta’ala,

      ???? ?????? ????????? ?????? ?????? ???? ???????? ??????????? (84) ???????????? ??????? ???? ??????? ???????????? (85) ???? ???? ????? ????????????? ????????? ??????? ????????? ?????????? (86) ???????????? ??????? ???? ??????? ?????????? (87) ???? ???? ???????? ????????? ????? ?????? ?????? ??????? ????? ??????? ???????? ???? ???????? ??????????? (88) ???????????? ??????? ???? ???????? ??????????? (89)

      “Katakanlah; ‘Milik siapakah bumi beserta seluruh isinya, jika kalian mengetahui ?’ Maka niscaya mereka akan menjawab, ‘Milik Allah’. Katakanlah,’Lalu tidakkah kalian mengambil pelajaran ?’ Dan tanyakanlah; ‘Siapakah Rabb penguasa langit yang tujuh dan pemilik Arsy yang agung ?’ Niscaya mereka menjawab,’Semuanya adalah milik Allah’ Katakanlah,’Tidakkah kalian mau bertakwa’ Dan tanyakanlah,’Siapakah Dzat yang di tangannya berada kekuasaan atas segala sesuatu, Dia lah yang Maha melindungi dan tidak ada yang sanggup melindungi diri dari azab-Nya, jika kalian mengetahui ?’ Maka pastilah mereka menjawab, ‘Semuanya adalah kuasa Allah’ Katakanlah,’Lantas dari jalan manakah kalian ditipu?.’” (QS. Al-Mu’minuun: 84-89)

      Nah, ayat-ayat di atas demikian gamblang menceritakan kepada kita tentang realita yang terjadi pada kaum musyrikin Quraisy dahulu. Meyakini tauhid rububiyah tanpa disertai dengan tauhid uluhiyah tidak ada artinya. Maka sungguh mengherankan apabila ternyata masih ada orang-orang yang mengaku Islam, rajin shalat, rajin puasa, rajin naik haji akan tetapi mereka justru berdoa kepada Husain, Badawi, Abdul Qadir Al-Jailani. Maka sebenarnya apa yang mereka lakukan itu sama dengan perilaku kaum musyrikin Quraisy yang berdoa kepada Laata, ‘Uzza dan Manat. Mereka pun sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka minta adalah sekedar pemberi syafaat dan perantara menuju Allah. Dan mereka juga sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka jadikan perantara itu bukanlah pencipta, penguasa jagad raya dan pemeliharanya. Sungguh persis kesyirikan hari ini dengan masa silam. Sebagian orang mungkin berkomentar, “Akan tetapi mereka ini ‘kan kaum muslimin” Syaikh Shalih Al-Fauzan menjawab,“Maka kalau dengan perilaku seperti itu mereka masih layak disebut muslim, lantas mengapa orang-orang kafir Quraisy tidak kita sebut sebagai muslim juga ?! Orang yang berpendapat semacam itu tidak memiliki pemahaman ilmu tauhid dan tidak punya ilmu sedikitpun, karena sesungguhnya dia sendiri tidak mengerti hakikat tauhid”

      1. Paling-paling @Abu Umar yang COPAS artikel di atas gak paham dg yg diCOPASnya itu. Seandainya dia paham dg yg diCopasnya pastilah akan diringkas untuk diambil intinya, lalu dikirim sebagai koment. Seperti inilah kelakuan kaum Wahabi, seperti burung beo saja yg tak paham dg yg diomongkannya sendiri.

        1. memahami kata “MENGENAL “saja mereka belum tau ……..
          apa iya ” MENGENALNYA” iblis kepada Alloh itu SAMA DENGAN mengenalnya kafir Quraisy kepada Alloh ……?????
          ingat AWAL BERAGAMA ADALAH MENGENAL ALLOH ……

  9. Iblis Aja ngerti Syariah

    red : lho kok? Yang benar aja, masa Iblis ngerti syariah?; ust : iya, jelas iblis ngerti syariah; red : tapi…;ust : tapi apa?; red : kayaknya provokatif amat ya; ust : ah enggak juga, memang begitu kok; red : kalo iblis ngerti syariah, lalu kenapa dia kerjanya menyesatkan manusia?; ust : justru itulah, udah ngerti syariah, eh malah menyesatkan manusia, jadilah dia namanya iblis; red : masuk neraka?; ust : iya; red : tapi apa landasannya, kok dibilang iblis ngerti syariah?; ust : landasannya?; red : iya, landasannya apa? Kan pak ustadz biasa melandasai semua pendapat pake dalil; ust : landasannya ada terselip di dalam mushaf Quran; red : ada di Quran? surat apa? ayat yang keberapa?; ust : hmm, coba buka surat Al-Araf; red : Al-Araf…… hmm ayatnya?; ust : ayat 12; red : disini tertulis ALLAH berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud di waktu Aku menyuruhmu?”; Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.; ust : jelas kan, iblis aja mengakui adanya ALLAH, bahkan mengaku langsung bahwa dirinya adalah ciptaaan ALLAH; red : iya juga ya, tapi kenapa dia malah dikutuk dan masuk neraka?; ust : ya karena mengimani ALLAH dalam arti mengakui keberadaan ALLAH saja tidak cukup, iblis seharusnya taat pada perintah ALLAH; red : ternyata dia tidak taat?; ust : ya begitulah, iblis malah membangkang dan merasa diri besar; red : padahal dia udah mengakui ALLAH sebagai tuhan, ya; ust : tul sek; red : tul sek?; ust : betul sekali maksudnya; red : Ooo, terus, kaitannya dengan ibils ngerti syariah?; ust : nah gini ceritanya, setelah iblis dikutuk ALLAH dan dipastikan masuk neraka, maka iblis bertekad cari pengikut; red : hihihi…nggak enak kali ya di neraka sendirian?; ust : hehehe, beda sih rasanya digebukin sendirian ame digebukin tapi berdua, jadi ada teman senasib dan sepenanggungan; red : lalu lalu?; ust : lalu iblis cari teman dan pengikut agar bisa masuk neraka; red : caranya?; ust : ya cara sesuai prosedur, gimana caranya agar para teman ibilis ini bisa memenuhi syarat masuk neraka.; red : misalnya; ust :misalnya, teman dan pengikut iblis harus dibikin agar mengerjakan dosa yang sekiranya menggiringnya masuk neraka; red : jadi tugas iblis adalah menggiring dan mengarahkan ke arah dosa?; ust : betul, tapi gimana caranya agar bisa dipastikan bahwa kerjaan iblis itu sudah right on the track, iblis punya SOP; red : SOP? apaan tuh? SOP kambing atau SOP kaki?; ust : Standar Operation Procedure; red : makanan apaan tuh, ustadz?; ust : makanan melulu ente, SOP itu sebuah aturan dalam bekerja, biasanya ada di setiap perusahaan. Kalau dalam militer namanya PROTAP.; red : apaan lagi tuh?; ust : Prosedur tetap; red : oke, jadi iblis pake SOP dan PROTAP; ust : buat iblis, ini bukan proyek main-main. jadi harus serius dan profesional. harus kerja rapi dan pake SOP segala; red : soale ini urusan hidup dan mati buat iblis, ya ustadz?; ust : he eh, lebih dari urusan hidup dan mati, urusannya neraka sorga nih. makanya iblis harus memastikan semua projeknya berjalan di atas rancangan yang benar; red : percuma kerja capek-capek kalau melenceng dari arah sebenarnya; ust : nah begitu lah, jadi agar bisa pasti pekerjaannya sukses, iblis harus bisa membedakan mana hak dan mana batil, mana halal dan mana haram.; red : wah canggih juga si iblis itu; ust : kudu, maka iblis harus mengerti mana yang ibadah yang wajib bagi umat Islam, dan tugasnya bagaimana agar manusia tidak mengerjakan yang wajib.; red : bener juga ya, kalau iblis nggak tahu mana yang wajib mana yang haram, bisa jadi malah kebalik ya ustadz; ust : itu namanya iblis bego, bukannya menggiring dari wajib ke haram, tapi malah sebaliknya, dari haram ke wajib; red : hehehe iblis o-on ; ust : makanya, jadi iblis aja kudu ngerti syariah, dia bisa bedakan mana wajib dan mana haram; red : iblis bukannya nggiring orang dari rajin shalat jadi nggak rajin, eh malah ngajak orang yang tukang mabok jadi sadar,wkwkwkwk iblis geblek; ust : itu namanya iblis nggak ngarti SOP, keluar dari prosedur; red : jadi bener juga kata ustadz, jadi iblis aja harus ngerti syariah; ust : apalagi jadi orang islam; red : oh kesono maksudnya; ust : lha emang iya; red : jadi kita sebagai muslim harus ngerti syariah, gitu ya ustadz?; ust : ho.oh; red : dan kalau ada manusia nggak ngerti syariah, berarti lebih goblok dari iblis, gitu?; ust : yup; red : wah seru juga ya; ust : karena itulah iblis selalu menang, sebab dia lebih tahu hukum dan prosedur, walau digunakan untuk kejahatan; red : bener juga ya ustadz, jadi maling aja musti ngerti hukum; ust : itu namanya maling cerdas; red : terus gimana belajarnya si iblis itu biar ngerti syariah; ust : eee jangan salah sangka, jelek-jelek si iblis itu ngerti isi Quran; red : oy ha?; ust : pokoknya setiap kali ada ayat Quran turun dari langit, dia berupaya memalingkan orang dari memahami dan mengenal ayat itu. Agar bisa pasti orang tidak mengikuti isi ayat Quran itu, maka si Iblis kudu ngerti apa isi Quran; red : biar orang nggak ngejalanin Quran, gitu kan?; ust : pinterrr; red : Jadi kalau ada orang Islam kagak ngarti isi Quran?; ust : nah tebak sendiri lah; red : lebih bloon dari iblis, gitu kan?; ust : ho-oh; red : wah repot juga nih jadi manusia, musti ngerti syariah, musti ngerti Quran; ust : hidup itu kan untuk mengabdi kepada ALLAH, terus kalau kita nggak tahu perintah ALLAH itu apa aja, gimana bisa dibilang mengabdi?; red : bener juga apa yang ustadz bilang, gimana ngabdinya kalo kagak paham perintahnya; ust : ibarat seorang juragan punya pembantu bolot,; red : bolot? budeg maksudnya?; ust : yup, saking bolotnya ampe-ape tuh pembantu kagak paham apa yang diperintahin ame juragannya.; red : gimana mo paham, denger aja kagak, abis dia pembantu bolot sih; ust : disuruh nyapu malah pergi ke pasar, disuruh nyiapin makanan, malah dia nyapu halaman; red : pecat aja jangan jadi pembantu; ust : nah begitu juga dengan kita, ngaku jadi muslim, tapi perintah ALLAH yang mana yang haram yang mana yang halal, kita kagak tahu. Sama aja ame orang bolot.; red : tapi ada yang bilang meski kita kagak tahu halal-haram, tapi yang penting kan hatinya, ustadz; ust : ya ga bisa gitu dong, masak naik motor nggak pake helm lalu ditangkap polisi lalu kita bikin alasan,”Pak polisi, saya ini dalam hati mau taat lho pak, mau pake helm sih niatnya”; red : ustadz bisa aja bikin perumpamaan; ust : Nah, tuh polisi ngejawab,”Pokoknya saudara terbukti melanggar peraturan lalin, yaitu tidak pakai helm. Masalah niatnya mau pake atau tidak, itu bukan urusan saya”.; red : hehehe, polisi mah enggak lihat yang di dalam hati ya pak ustadz; ust : iya, pokoknya ada yang melanggar, ya ditilang; red : kalau alasannya tidak tahu, gimana ustadz?; ust : tetap aja ditilang, semua orang yang naik kendaraan bermotor di jalan raya dianggap sudah tahu peraturan lalu lintas, jadi kalau melanggar ya ditilang; red : jadi sebagai muslim, tahu apa nggak tahu halal haram, tetap aja dianggap tahu, begitu maksudnya kan?; ust : iya, obat tidak tahu adalah bertanya, nanya kepada ulama. Juga belajar agama, belajar ilmu syariah, jadi tahu mana halal mana haram

    1. Abu Umar Abdullah@

      Tulisan opo iki? Ora jelas babar blas. Cuma judulnya yg tampak jelas, bahwa Iblis Ngerti Syari’ah. Jiaha ha ha ha…. pantesan Iblis kalian jadikan Mahaguru kalian.

      Afwan, Nte kepergok sekarang, saya pun jadi maklum kenapa Nte-nte pada benci Dzikir Jama’ah. benci Maulid Nabi Saw, Benci Rotib Al-Haddad, benci kalau adayg baca Surat Yaasin, benci orang baca kalimat Tauhid (TAHLIL), ternyata kalian pengagum Ilmu Iblis rupanya ya?

  10. @kang jabir, kayaknya AUA sedang terganggu syarafnya, omongannya ngalantur (org tidur ngomong sendiri (ngigau))?????

  11. Mas Admin, maaf nih boleh usul, komen-komen dobel berkepanjangan dari @Abu, sebaiknya dihapus aja ya.
    @mas Abu, isi dari komen mas Abu apa sih intinya?
    klo mengenai tauhid 3, kaum musyrik Mekkah yang dianggap ber”tauhid” , itu kan sudah sering mas Abu lontarkan di forum ini, di artikel sebelumnya ).
    Nah sekarang, dalam artikel yang dipaparkan oleh mas Admin di atas, apakah ada hal yang mas Abu ingin bantah? Jika ada, silakan didiskusikan.

  12. Abu Umar Abdillah :
    Emang Sifat 20, apa yang ngajari Rosul….???
    Lucu-lucu….

    bukan hal yang aneh lagi bagi kaum SaWah senantiasa berkata seperti itu. karena boleh jadi dalam otak mereka yang disebut dalil mestilah firman Allah dan Sabda Rasulullah serta tiga generasi terbaik setelah Beliau. sembari mengacuhkan dalil-dalil lainnya yang telah disebutkan oleh para ulama Ushul. kalau sekiranya ada ZHAHIR perbuatan sahabat yang bertentangan dengan Rasul biasanya mereka akan mengatakan: “Kalau masih ada contoh dari Rasul, buat apa memegang pendapat sahabat???”
    namun sekiranya ada pendapat-pendapat ulama yang ZHAHIRnya bertentangan dengan generasi terbaik, mereka akan mengeluarkan jurus pamungkasnya, “Lau Kana Khairan La sabaquna ilaihi.”
    lain halnya jika yang berbeda dengan generasi terbaik adalah ulama-ulama mereka, dengan berbagaimacam alasan mereka akan menyatakan itu mashlahat mursalah lah, tidak merubah inti lah dan seribu alasan lainnya.
    ketika disebutkan kepada mereka sebuah dalil berupa hadits (Kasusnya Donpay ketika membahas hadits tanduk setan), biasanya mereka akan menanyakan bagaimana kualitas haditsnya? sedangkan ketika mereka mengeluarkan hadits, tidak jarang mereka tidak mencantumkan kualitas haditsnya.
    mereka berlagak paham seluk beluk ilmu hadits, padahal??? NATO
    maaf jika bahasanya kurang sopan dan salam buat para sesepuh Ummati

    1. lihat artikel ana di bawah Bro ttg hubungan dan perbedaan bidah dan mashlahat mursalat..pahami dengan akal…agar subhatnya hilang:)
      syukron…

  13. bahr@

    Ya, itulah Wahabi, maklum gurunya syetan, ya begitulah jadinya. Tidak konsisten, tidak istiqomah, sehingga timbul kontradiksi dalam pendapat dan pemikiran mereka. Dan anehnya lagi, mereka tidak sadar (tidak merasa) kalau mereka itu kontradiktif. Mkalumlah mereka itu kaum lemah akal dan suka sekali menghina akalnya sendiri.

    ITULAH WAHABI (SALFY WAHABI)…..

  14. setuju dengan bahr… coba kita kutip…” ….dengan berbagai macam alasan mereka akan menyatakan itu mashlahat mursalah lah, tidak merubah inti lah ….”

    1. untuk mashlahat mursalah….silakan tampilkan dalilnya donk…. bukankah setiap bid’ah itu sesat…. berarti ada pengecualian donk…mannaa… dalilnyaa….

    2. untuk tauhid 3 trinitas, wahabi bilang tidak merubah inti ? yang bener? bukannya malah jungkir balik artinya? orang musyrik malah disebut bertauhid ( rububiyah ), eh… orang bertauhid ( saudara muslimnya sendiri ) malah dibilang musyrik ( ilahiyah ) gara2 muslimin mencontoh Nabi SAAW dan sahabat bertabarruk dan bertawassul…..

    1. HUBUNGAN BIDAH DAN MASLAHAT MURSALAH

      Oleh
      Muhammad bin Husain Al-Jizani

      A. Kesamaan Antara Bidah Dan Mashlahat Mursalah

      [1]. Kedua-dua (baik bidah ataupun maslahat mursalah) mrpk bagian dari hal-hal yg belum pernah terjadi pada masa nabi apalagi maslahat mursalah-. Kejadian seperti ini umum berupa bidah-bidah dan ini sangat sedikit- pada zaman Nabi, seperti dalam kisah tiga orang yg berta tentang ibadah Nabi Shallallahu aihi wa sallam.

      [2]. Sesungguh masing-masing bidah ‚biasanya- dan maslahat mursalah kedua luput dari dalil yg spesifik, krn dalil-dalil umum yg muthlaq-lah yg paling mungkin untuk dijadikan sebagai dalil kedua hal itu.

      B. Sisi Perbedaan Antara Bidah Dengan Mashlahat Mursalah

      [1]. Bidah mempunyai cirri khusus yaitu bahwa bidah tdk terjadi, kecuali dalam hal-hal yg sifat ibadah (taabbudiyyah) dan hal-hal yg digolongkan ibadah dalam masalah agama. Berbeda dgn mashlahat mursalah, krn mashlahat mursalah ialah hal-hal yg dipahami makan (tujuannya) secara akal, dan seandai disodorkan pada akal tentu akal akan menerimanya, ia juga sama sekali tdk ada hubungan dgn taabbud (masalah yg sifat ibadah) atau dgn hal-hal yg sejalan dgn taabud dalam syariat.

      [2]. Bidah mempunyai cirri khusus yaitu mrpk sesuatu yg dimaksud sejak awal oleh pelakunya. Mereka –biasanya- taqarrub kpd Allah dgn mengamalkan bidah itu dan mereka tdk berpaling darinya. Sangat jauh kemungkinan –bagi ahli bidah- untuk menghilangkan amalannya, krn mereka menganggap bidah itu menang di atas segala yg menentangnya. Sedangkan mashlahat musrshalah mrpk maksud yg kedua bukan yg pertama dan masuk dalam cakupan sarana pendukung (wasail), krn sebenar mashlahat murshalah ini disyariatkan sebagai sarana pendukung dalam merealisasikan tujuan syariat-syariat yg ada. Sebagai bukti hal itu, mashlahat murshalah bisa gugur bila berhadapan dgn mafsadah (kerusakan) yg lebih besar. Maka sangat tdk mungkin untuk mendatangkan bidah melalui jalur mashlahat mursalah.

      [3]. Bidah juga mempunyai ciri khusus yaitu bahwa keberadaan membawa hal yg memberatkan mukallafun (orang-orang yg dibebani untuk melaksanakan syariat) dan menambah kesusahan mereka. Sedangkan mashlahat murshalah sesungguh mendatangkan kemudahan dan menghilangkan kesulitan mukallafun atau membantu dalam menjaga hal-hal yg sangat penting bagi mereka.

      [4]. Bidah juga mempunyai kekhususan bahwa keberadaan bertentangan dgn maqashidusysyariiah dan meruntuhkannya. Berbeda dgn mashlahat murshalah yg –agar diakui keberadaan secara syariat- hrs masuk di dalam maqashidusysyariah dan membantu pelaksanaannya. Jika tdk , maka ia tdk diakui.

      [5]. Mashlahat murshalah juga memiliki ciri khusus, yaitu tdk pernah ada pada masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dikrnkan tdk ada faktor pendorong utnuk melakukan atau sekalipun faktor itu ada, tapi ada hal yg menghalanginya. Sedangkan bidah yg tdk ada pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebenar memiliki faktor pendorong dan tuntunan yg banyak, dan tdk ada yg menghalanginya. (Ini berarti bidah itu tdk benar, -pent).

      Jadi mashlahat murshalah itu jika dipengaruhi syaratnya, maka sangat bertentangan dan bersebarangan dgn bidah, sehingga tdk mungkin bidah bisa masuk melalui jalan mashlahat murshalah, krn jika hal ini terjadi gugurlah keabasahan maslahat tersebut dan tdk dinamakan mashlahat mursalah, tapi dinamakan mashlahat mulghah (yg dibatalkan) atau mafsadah (yg dirusak).

      [Disalin dari kitab Qawaaid Marifat Al-Bida, Penyusun Muhammad bin Husain Al-Jizani, edisi Indonesia Kaidah Memahami Bidah, Pustaka Azzam]

      1. jadi wahabi ga punya dalil ya untuk maslahat mursalah, atau menggunakan pendapat dan pemahaman Muhammad bin Husain Al-Jizani sebagai dalil pengganti hadits Nabi SAAW ??

        apakah yang membuat2 maslahat mursalah akan mendapat pahala?

        1. intinya bid’ah adalah perkaran baru yang berkaitan dengan ibadah.
          Contoh :
          – maulid”an”
          – yasin”an”
          – tahlil”an”
          – Tawasul yang bid’ah
          – ziarah kubur yang bid’ah
          – tabarruk, ngalap berkah dengan kuburan orang saleh

          perhatikan, bentuknya ibadah sifatnya baru dan mengharapkan pahala.
          namun kalo bid’ah secara bahasa : mobil, komputer, speker…dll
          Wallahu ‘alam.

          1. emang maulidan dll itu ibadah, dan memang mendapatkan pahala,… emang kalo kata wahabi bukan ibadah ya? ga dapet pahala? kalo sholat ke masjid naik mobil dapet pahala ga ? kalau khotbah pake speker dapet pahala, juga ibadah, bersihkan mesjid pake sapu dapet pahala, juga ibadah… semuanya itu ibadah, berpahala, dalam fikih hukumnya sunnah… dikerjakan berpahala, ditinggalkan tidak apa2….

            saya tanya dalilnya / haditsnya maslahat mursalah kok ga dijawab ya? jangan2 gada dalilnya / haditnya…. lagian siapa sih Muhammad bin Husain Al-Jizani , mujtahid aja bukan kok bisa2 nya wahabi taklid….

          2. jadi intinya maulidan itu untuk mempermudah ( ngikutin gaya wahabi kalo ditanya tauhid tiga )…. yaitu mempermudah kita mengenal sejarah perjuangan Nabi SAAW, meresapi akhlak beliau, mendengar tausiah, dll yang semuanya MEMANG ibadah dan berpahala

            jadi intinya yasinan itu untuk mempermudah …. yaitu mempermudah penyebutan rangkaian kegiatan 2 amal sholeh seperti pengajian, ceramah, mendo’akan almarhum, dll yang semuanya MEMANG ibadah dan berpahala

  15. semoga abu umar dompay dan all wahabi pada sadar jika manhaj wahabi salah kaprah dan jungkir balik , semoga mereka mau menggunakan akal sehatnya untuk menemukan kebenaran, amin.

  16. Salim dulu ah buat para sesepuh…
    saya menulis komentar seperti di atas karena sedikit banyaknya saya pernah merasakan berada dalam lingkungan orang-orang SaWah, bahkan saya dulunya adalah salah satu dari mereka dalam kurun waktu yang dapat dibilang tidak sebentar (6-7 tahun).
    alhamdulillah, setelah masuk satu pesantren di bilangan ciputat, akhirnya Allah memberikan saya petunjuk bahwa apa yang saya lakukan itu adalah tidak benar.
    untuk semua teman-teman Wahabi (terutama yang suka menanyakan kualitas hadits, seperti Donpay) saya bertanya kepada kalian:
    1. apa sih yang disebut hadits Shahih itu?
    2. apakah jika kalian mengemukakan kualitas sebuah hadits, kalian terlebih dahulu menakhrijnya atau hanya copy paste saja?
    3. sekiranya kalian memang benar-benar menakhrij, siapa ulama yang kalian jadikan sebagai sandaran dalam menyimpulkan kredibilitas seorang perawi?
    Untuk Donpay:
    coba anda takhrij kembali (kalau sekiranya adna mampu) mengenai hadits fitnah Iraq yang anda koar-koarkan, manakala hadits-hadits lainnya berbicara mengenai fitnah Nejd

    1. fasalu ahlazzikri in kuntum la ta’lamun….
      baca : “pengantar ilmu mustholahul hadist”, karangan Ustad Abdulhakim bin amir Abdat–hafizahullah.

  17. @Dianth,
    Pertanyaan 2 malaikat di alam kubur (man rabbuka/siapa rabbmu?) maka ini tidak menunjukkan bahwasanya mereka (orang-orang musyrik) tidak mengakui rububiyyah Allah.

    Para ulama menjelaskan bahwa kalimat rabb disini maksudnya adalah ilah, karena sangat eratnya hubungan antara rububiyyah dengan uluhiyyah, dimana pengakuan terhadap rububiyyah sesuatu mengharuskan dia untuk menyembah sesuatu tersebut, dan sebaliknya orang yang menyembah sesuatu menunjukkan bahwa dia meyakini rububiyyahnya.

    Oleh karena itu para ulama mengatakan bahwa Rabb dan Ilah di dalam bahasa arab termasuk 2 kata yang jika bersatu maka berpisah, dan jika berpisah maka bersatu, maksudnya jika berada dalam satu tempat maka memiliki makna yang berlainan, dan jika tidak berada dalam satu tempat maka dia memiliki makna yang satu. (Lihat At-Tamhid Syarh Kitabit Tauhid, Syeikh Shalih Alu Syeikh hal: 415-416)

    1. “sebaliknya orang yang menyembah sesuatu menunjukkan bahwa dia meyakini rububiyyahnya”.

      seharusnya anda sadar bahwa kaum musyrikin Arab yang menyembah berhala meyakini berhalanya sedikit atau banyak, besar atau kecil memiliki sifat-sifat rubbubiyah.

      Kata menyembah sudah menunjukkan, karena menyembah ataupun ibadah adalah sebuah perbuatan khusus yang ditujukan kepada sesuatu yang diyakininya sebagai Rabb atau mempunyai sifat-sifat rubbubiyah dan bergantung padanya.

      1. Coba deh lo tanya ke orang-orang nashrani bro,.. Apakah dia meyakini bahwa patung yesus yang dia sembah itu memberikan manfaat bagi dia?, apakah dia meyakini bahwa patung tersebut adalah Rabbnya?… Pasti jawabannya tidak. Bagi mereka patung yesus itu hanyalah wasilah yang bisa mendekatkan dirinya dengan Rabbnya.

        Begitu pula dengan orang Hindu atau Budha. Di rumah-rumah mereka terdapat patung yang dijadikan simbol Rabbnya. Dan setiap kali beribadah mereka menyembah dan memohon kepada benda tersebut agar harapannya dikabulkan. Tapi kalau mereka ditanya, apakah patung tersebut adalah Rabbnya?…jawabanya juga tidak. Ia hanyalah wasilah yang bisa mendekatkan dirinya dengan Rabbnya.

        Orang-orang musyrikin mengatakan (yang artinya), “Tidaklah kami beribadah kepada mereka kecuali agar mereka mendekatkan diri kami kepada Allah lebih dekat lagi.” (QS. Az Zumar:3)

        Opo bedane karo wong-wong sing njaluk berkah melalui orang shalih yang sudah wafat??. Mereka (kaum kafir) mengakui kalau Allah adalah Rabbnya tapi mereka menyekutukan Allah dalam hal keuluhiyahannya. Jika engkau hendak meminta, mintalah langsung kepada Allah Ta’ala…

        1. Kalau antum sakit minum obat tidak brother? Iya kan? Apa salahnya dengan perantara jika memintanya tetap kepada Allah^_^

          Jika antum katakan minum obat ada dalilnya, bukankah bertawasul juga ada dalilnya?

          http://www.youtube.com/user/AlsunnaOrg#p/search/0/PlITGMonDkE

          Satu lagi hmm…muslimah diwajibkan berjilbab, ternyata selain Islam juga ada yang menutup kepalanya-entah apa namanya- pokoknya ada kesamaan. Lantas apakah karena ada kesamaan itu memakai jilbab terlarang?

          Itupun jika statement antum benar kalau orang nashrani meminta bukan pada patung yesus maka ana analogikan dengan seperti yang diatas.

          Wallahu ta’ala a’lam

        2. Anda berkata bahwa patung Yesus dan patung Buddha adalah simbol dari rabb mereka, yaitu simbol dari Yesus dan Buddha. Dan digunakan untuk menjadi perantara antara mereka dengan rabb mereka, yaitu Yesus dan Buddha.

          Nah, jadi Anda mengakui bahwa Kristian dan Buddhis menganggap Yesus dan Buddha sbg Rabb mereka. Artinya mereka itu tidak mengakui tauhid rububiyyah Allah.

          kemudian, mereka menyembah patung2 itu utk mendekatkan diri kepada Yesus dan Buddha.
          Tetapi kami tidak pernah menyembah selain Allah.
          jadi analogi Anda tidak kena sama sekali
          kami beda dg musyrikin
          Tetapi kalo Anda tetap ngotot mengatakan bahwa kami ini sama dg musyrikin, maka jelaslah bahwa Anda ini kaum takfiri. Jadi jangan ngeles lagi ky abahna jibril yg ga mau ngaku bhw salafy wahhabi itu kaum takfiri

  18. @Dianth,
    Contoh yang lain:
    Pertama: Faqir dan Miskin, menurut sebagian ulama, faqir adalah orang yang tidak memiliki penghasilan sama sekali, dan miskin adalah orang yang memiliki penghasilan tapi tidak mencukupi kebutuhan pokoknya.

    Kalau disebutkan “faqir” dalam sebuah ayat atau hadist: saja maka masuk di dalamnya “miskin”, sebagaimana dalam hadist:

    “Apabila mereka menaatimu untuk shalat maka beritahulah bahwasanya Allah mewajibkan mereka untuk bershadaqah dari harta mereka (zakat), diambil dari orang kaya mereka dan diberikan kepada fuqara mereka.” (HR. Al-Bukhary dan Muslim)

    Dan kalau disebutkan miskin saja maka masuk di dalamnya faqir.
    Akan tetapi kalau disebutkan keduanya sekaligus maka maknanya berlainan, sebagaimana dalam firman Allah:

    “Sesungguhnya shadaqah (zakat) diperuntukkan bagi orang-orang fakir dan orang-orang miskin….”

    Kedua: Islam dan Iman, Islam berkaitan dengan perkara-perkara yang dhahir (seperti syahadat, shalat, zakat, puasa, haji )sedangkan iman berkaitan dengan perkara -perkara yang bathin (beriman kepada Allah, malaikat, para rasul dll)

    Kalau disebutkan dalam ayat atau hadist islam saja maka masuk di dalamnya iman, dan kalau disebutkan iman saja maka masuk di dalamnya islam. Akan tetapi kalau disebutkan keduanya sekaligus maka maknanya berlainan.

    Demikian pula kalimat rabb dan ilah, rabb adalah yang mencipta, memelihara, memberi rezeki , sedangkan ilah adalah yang disembah.

    1. tetap saja perbedaan ini hanyalah perbedaan istilah bila dilihat dari satu sisi, tetapi keduanya sama bila dilihat secara menyeluruh. Illah tiada lain adalah Rabb yang disembah.

    2. Jadi kalo disebut bersendirian, maka maknanya adalah kedua-duanya….?
      Baiklah….
      maka ketika disebutkan Laa ilaaha illallaah, maka maksudnya adala tidak ada rabb dan tidak ada ilah, kecuali Allah
      Nah, artinya, da’wah para Nabi adalah mengajak kepada tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah, dan asma wash shifah; dan bukan hanya kpd tauhid uluhiyyah spt yg diklaim wahhabiyyun.

      apa artinya? artinya pemahaman rububiyyah dan uluhiyyah fir’aun, namrudz, dan kaum yang dida’wahi para nabi itu keliru.

  19. @Dianth,
    Kalau disebutkan dalam ayat atau hadist rabb saja maka masuk di dalamnya makna ilah, sebagaimana dalam pertanyaan:
    Man rabbuka? Jadi maknanya: Siapakah rabbmu dan sesembahanmu?

    Diantaranya dalilnya, hadist ‘Ady bin Hatim radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

    “Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan salib emas tergantung di leherku, maka aku mendengar beliau membaca ayat:

    “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allah.”

    Maka aku berkata: Wahai Rasulullah, mereka (orang-orang nashara) tidak menyembah mereka! Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Iya,akan tetapi para alim dan rahib tersebut menghalalkan bagi mereka (para pengikut) apa yang Allah haramkan kemudian mereka menghalalkan dan mengharamkan apa yang Allah halalkan kemudian mereka juga ikut mengharamkan, maka inilah ibadah mereka.” (HR. At-Tirmidzy 5/278, Al-Baihaqy 10/116 dan Ath-Thabrany di Al-Mu’jamul Kabir 17/92 , dan dihasankan Syeikh Al-Albany)

    Dalam hadist ini Ady bin Hatim memahami bahwa menjadikan para alim dan rahib sebagai rabb maksudnya adalah menjadikan mereka sebagai ilah/sesembahan mereka.

    Wallahu a’lam.

    Ustadz Abdullah Roy, Lc.

    Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com

      1. Oleh karena itu para ulama mengatakan bahwa Rabb dan Ilah di dalam bahasa arab termasuk 2 kata yang jika bersatu maka berpisah, dan jika berpisah maka bersatu, maksudnya jika berada dalam satu tempat maka memiliki makna yang berlainan, dan jika tidak berada dalam satu tempat maka dia memiliki makna yang satu. (Lihat At-Tamhid Syarh Kitabit Tauhid, Syeikh Shalih Alu Syeikh hal: 415-416)

        1. Kalau demikian bukankah sering disebutkan kata Illah bagi kaum musyrikin itu tidak berada dalam satu tempat dengan kata Rabb? Artinya kaum musyrikin itu menganggap Illahnya juga Rabb dong…..?

        2. definisi siapa nih….Syeikh Shalih Alu Syeikh ? beliau itu ahli agama atau ahli bahasa ? kayaknya ga ahli dua2nya deh… levelnya masih dibawah para Imam Mujtahid lah… terlebih Imam Syafi’ie, yang memang terkenal ahli bahasa arab….

      2. dianth@

        Mas Dianth, itulah sebabnya mereka itu oleh anak-anak ASWAJA sering disebut burung beo karena tak tahu maksud yg diomongkannya sendiri. Kelihatannya memang ada benarnya kalau kaum wahabi itu disebut burung beo, Istilah yg paling kontradiktif dari kaum Wahabi/salafy adalah istilah TAUHID RUBUBIYYAH yg dilabelkan kepada kaum Musyrik. Bagaimana bisa kata TAUHID disandingkan kepada musyrik padahal keduanya istilah yg bertolak belakang. Inilah kekonyolan yg parah dari kaum SA-WAH. Afwan….

        1. Yah, begitulah mas Aryo, seharusnya mereka juga belajar dengan ulama aswaja jangan dengan ulama wahabi aja yang kesimpulannya sering kontradiktif dengan penjelasannya.

    1. wah parah donpay taqlid buta sama ustadz-ustadz wahabi yang gak paham dengan tulisannya sendiri, kacau kacau kaum muda lemah akal dijadikan panutan.

  20. donpay :
    fasalu ahlazzikri in kuntum la ta’lamun….
    baca : “pengantar ilmu mustholahul hadist”, karangan Ustad Abdulhakim bin amir Abdat–hafizahullah.

    akhi… kan anda senantiasa menyebutkan (ketika membahas hadits tanduk setan) mana yang shahih.
    nah, saya tanya kepada anda apakah hadits yang anda sebut mengenai fitnah Iraq itu kualitasnya shahih atau tidak?
    mengenai saran anda agar saya membaca pengantar Ilmu Mustholahul hadits karya Istadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, insya Allah jika nanti dah pulang ke Indonesia akan saya cari buku tersebut. karena saya baru mendengar judul buku tersebut.

    saya sangat heran melihat Anda yang senantiasa meminta dalil hadits, namun ketika diberikan haditsnya malah mempertanyakan kualitasnya (seolah-olah anda adalah pakar hadits) dan andapun malah membantah dengan menyebutkan hadits riwayat al-Thabrani tanpa menyebutkan kualitasnya.
    makanya jika anda merasa mampu menilai (menakhrij) hadits, saya TANTANG anda menakhrij hadits tersebut!!!

  21. Mengatakan bahwa kaum musyrikin telah mengenal Allah dan bertauhid rubbubiyah yaitu mengesakan Allah atas sifat-sifat rubbubiyahnya adalah kesimpulan yang tidak sesuai kenyataan.

    Apalagi mengatakan tidak perlu untuk mengenalkan manusia kepada Allah, atau membahas sifat-sifat Allah, karena menganggap manusia secara fitrah telah mengakui dan mengenal Allah.

    Entah mengapa kaum wahabi bisa berpikiran seperti ini dengan hanya mengambil beberapa ayat Al Quran, tetapi tidak melihat masalah ini secara keseluruhan.

    Kalaulah dibanyak ayat kaum musyrikin itu mengakui Allah sebagai pencipta, pemberi rezeki dan sebagainya, apakah mereka dapat disebut telah mengenal Allah dengan sebenar-benarnya penegenalan? atau hanya hal-hal itu yang mereka tahu? bahkan pengetahuan mereka dan pengenalan mereka terhadap Allah hanya sedikit dan banyak salahnya.

    -Bukankah mereka menganggap Allah mempunyai anak?

    Surah Al Baqarah ayat 116:

    “Mereka berkata, “Allah mempunyai seorang anak”. Maha Suci Allah! Bahkan, segala yang berada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. Seluruhnya tunduk kepada-Nya.”

    Berarti mereka belum mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.

    -Bukankah mereka meragukan Allah mampu membangkitkan orang yang mati

    surat Ya Sin (36): 78

    Dan dia (manusia durhaka) membuat perumpamaan bagi kami dan dia lupa kepada kejadiannya. Dia berkata,”Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” …….

    Berarti mereka tidak mengetahui arti Maha pencipta dengan sebenar-benarnya. Apa artinya mengakui Allah sebagai pencipta tapi meragukan Allah mampu membangkitkan manusia lagi?

    – perhatikanlah sebab-sebab turunnya surat Al Ikhlas, bukankah mereka menanyakan tentang Allah kepada nabi.

    ……..Terangkanlah kepada kami macam Tuhan yang engkau sembeh itu. Apakah Dia dari emas atau perak?”, lalu Allah menurunkan surah ini.
    (HR. Dahhak)

    – Coba anda tanya orang yang beragama nasrani, bukankah mereka juga akan menjawab Allah. tapi apakah mereka telah mengenal Allah dengan sebenar-benarnya?

    Maka sunnguh ajaib pendapat ulama wahabi tentang orang musyrik yang mengenal Allah, tentulah mereka itu tidak mengenal Allah dengan sebenarnya dan tidak pantas disebut bertauhid Rubbubiyah. Bagaimana bisa disebut bertauhid rubbubiyah bila mereka salah mengenalNya dengan sifat-sifatNya?

    Maka Allah telah mengutus Rasul untuk mengenalkan Allah yang sebenarnya, bukan Allah menurut pemikiran kaum musyrikin, dengan demikian mereka akan menyembah Allah dan bertauhid kepada Allah.

    1. TAUHID RUBUBIYAH MENGHARUSKAN ADANYA TAUHID ULUHIYAH

      Oleh
      Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan

      Hal ini berarti siapa yang mengakui tauhid rububiyah untuk Allah, dengan mengimani tidak ada pencipta, pemberi rizki dan pengatur alam kecuali Allah, maka ia harus mengakui bahwa tidak ada yang berhak menerima ibadah dengan segala macamnya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala . Dan itulah tauhid uluhiyah.

      Tauhid uluhiyah, yaitu tauhid ibadah, karena ilah maknanya adalah ma’bud (yang disembah). Maka tidak ada yang diseru dalam do’a kecuali Allah, tidak ada yang dimintai pertolongan kecuali Dia, tidak ada yang boleh dijadikan tempat bergantung kecuali Dia, tidak boleh menyembelih kurban atau bernadzar kecuali untukNya, dan tidak boleh mengarahkan seluruh ibadah kecuali untukNya dan karenaNya semata.

      Jadi, tauhid rububiyah adalah bukti wajibnya tauhid uluhiyah . Karena itu seringkali Allah membantah orang yang mengingkari tauhid uluhiyah dengan tauhid rububiyah yang mereka akui dan yakini. Seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

      “Artinya : Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” [Al-Baqarah : 21-22]

      Allah memerintahkan mereka bertauhid uluhiyah, yaitu menyem-bahNya dan beribadah kepadaNya. Dia menunjukkan dalil kepada mereka dengan tauhid rububiyah, yaitu penciptaanNya terhadap manusia dari yang pertama hingga yang terakhir, penciptaan langit dan bumi serta seisinya, penurunan hujan, penumbuhan tumbuh-tumbuhan, pengeluaran buah-buahan yang menjadi rizki bagi para hamba. Maka sangat tidak pantas bagi mereka jika menyekutukan Allah dengan yang lainNya; dari benda-benda atau pun orang-orang yang mereka sendiri mengetahui bahwa ia tidak bisa berbuat sesuatu pun dari hal-hal tersebut di atas dan lainnya.

      Maka jalan fitri untuk menetapkan tauhid uluhiyah adalah berdasarkan tauhid rububiyah. Karena manusia pertama kalinya sangat bergantung kepada asal kejadiannya, sumber kemanfaatan dan kemadharatannya. Setelah itu berpindah kepada cara-cara ber-taqarrub kepadaNya, cara-cara yang bisa membuat ridhaNya dan yang menguatkan hubungan antara dirinya dengan Tuhannya. Maka tauhid rububiyah adalah pintu gerbang dari tauhid uluhiyah. Karena itu Allah ber-hujjah atas orang-orang musyrik dengan cara ini. Dia juga memerintahkan RasulNya untuk ber-hujjah atas mereka seperti itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

      “Artinya : Katakanlah: ‘Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?’ Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?” Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya `Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?” Katakanlah: “Siapakah yang di tanganNya berada keku-asaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)Nya, jika kamu mengeta-hui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?” [Al-Mu’minun : 84-89]

      “Artinya : (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; …” [Al-An’am : 102]

      Dia berdalil dengan tauhid rububiyah-Nya atas hakNya untuk disembah. Tauhid uluhiyah inilah yang menjadi tujuan dari pencipta-an manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

      “Artinya : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.” [Adz-Dzariyat : 56]

      Arti ” Ya’buduun ” adalah mentauhidkanKu dalam ibadah. Seorang hamba tidaklah menjadi muwahhid hanya dengan mengakui tauhid rububiyah semata, tetapi ia harus mengakui tauhid uluhiyah serta mengamalkannya. Kalau tidak, maka sesungguhnya orang musyrik pun mengakui tauhid rububiyah, tetapi hal ini tidak membuat mereka masuk dalam Islam, bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerangi mereka. Padahal mereka mengakui bahwa Allah-lah Sang Pencipta, Pemberi rizki, Yang menghidupkan dan Yang mematikan. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

      “Artinya : Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: ‘Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: ‘Allah’, …” [Az-Zukhruf : 87]

      “Artinya : Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’, niscaya mereka akan menjawab: ‘Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Ma-ha Mengetahui’.” [Az-Zukhruf : 9]

      “Artinya : Katakanlah, ‘Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab: “Allah”. [Yunus : 31]

      Hal semacam ini banyak sekali dikemukakan dalam Al-Qur’an. Maka barangsiapa mengira bahwa tauhid itu hanya meyakini wujud Allah, atau meyakini bahwa Allah adalah Al-Khaliq yang mengatur alam, maka sesungguhnya orang tersebut belumlah mengetahui hakikat tauhid yang dibawa oleh para rasul. Karena sesungguhnya ia hanya mengakui sesuatu yang diharuskan, dan meninggalkan sesuatu yang mengharuskan; atau berhenti hanya sampai pada dalil tetapi ia meninggalkan isi dan inti dari dalil tersebut.

      Di antara kekhususan ilahiyah adalah kesempurnaanNya yang mutlak dalam segala segi, tidak ada cela atau kekurangan sedikit pun. Ini mengharuskan semua ibadah mesti tertuju kepadaNya; pengagungan, penghormatan, rasa takut, do’a, pengharapan, taubat, tawakkal, minta pertolongan dan penghambaan dengan rasa cinta yang paling dalam, semua itu wajib secara akal, syara’ dan fitrah agar ditujukan khusus kepada Allah semata. Juga secara akal, syara’ dan fitrah, tidak mungkin hal itu boleh ditujukan kepada selainNya.

      [Disalin dari kitab At-Tauhid Lish Shaffil Awwal Al-Ali, Edisi Indonesia Kitab Tauhid 1, Penulis Syaikh Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan, Penerjemah Agus Hasan Bashori Lc, Penerbit Darul Haq

      1. Anda tidak memahami pembahasan saya.

        justru dari pembahasan ana, penyebab kaum musyrikin Arab itu tidak bertauhid ulluhiyah menurut istilah ulama ente adalah karena mereka tidak bertauhid rubbubiyah.

        “Hal semacam ini banyak sekali dikemukakan dalam Al-Qur’an. Maka barangsiapa mengira bahwa tauhid itu hanya meyakini wujud Allah, atau meyakini bahwa Allah adalah Al-Khaliq yang mengatur alam, maka sesungguhnya orang tersebut belumlah mengetahui hakikat tauhid yang dibawa oleh para rasul. Karena sesungguhnya ia hanya mengakui sesuatu yang diharuskan, dan meninggalkan sesuatu yang mengharuskan; atau berhenti hanya sampai pada dalil tetapi ia meninggalkan isi dan inti dari dalil tersebut”.

        mengapa mereka belum mengetahui hakikat tauhid (ulluhiyah) dan meninggalkan sesuatu yang mengharuskan (tauhid ulluhiyah)? Karena mereka tidaklah bertauhid rubbubiyah.

        “meyakini wujud Allah, atau meyakini bahwa Allah adalah Al-Khaliq yang mengatur alam”

        Mereka, kaum musyrikin itu tidak memahami wujud Allah yang sebenarnya, juga tidak memahami makna Al khaliq yang sesungguhnya. Banyak ayat-ayat lain yang memberikan gambaran bahwa mereka mempunyai gambaran yang salah tentang Allah, seperti Allah mempunyai anak, atau meragukan Allah (khaliq) sanggup membuat kebangkitan kembali dan mengingkari hari pembalasan (akhirat).

        “Maka jalan fitri untuk menetapkan tauhid uluhiyah adalah berdasarkan tauhid rububiyah. Karena manusia pertama kalinya sangat bergantung kepada asal kejadiannya, sumber kemanfaatan dan kemadharatannya. Setelah itu berpindah kepada cara-cara ber-taqarrub kepadaNya, cara-cara yang bisa membuat ridhaNya dan yang menguatkan hubungan antara dirinya dengan Tuhannya”

        inilah adalah fitrah, menurut ulama ente, kalau tidak sesuai fitrahnya maka tentu ada yang salah. Dan kesalahan itu tentulah bersumber dari awalnya…. yaitu pemahamannya akan sifat-sifat Rubbubiyah Allah.

        Kalau tauhid rubbubiyah tidak menyebabkan tauhid ulluhiyah lalu apa yang menyebabkan tauhid ulluhiyah ?

        Kalau ada yang tidak bertauhid Ulluhiyah, maka sesuai fitrahnya, pastilah orang tersebut tidak bertauhid rubbubiyah….. kalau tidak demikian apa sebabnya?

        1. baca lagiy,
          “Jadi, tauhid rububiyah adalah bukti wajibnya tauhid uluhiyah . Karena itu seringkali Allah membantah orang yang mengingkari tauhid uluhiyah dengan tauhid rububiyah yang mereka akui dan yakini. Seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

          “Artinya : Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” [Al-Baqarah : 21-22]

          Allah memerintahkan mereka bertauhid uluhiyah, yaitu menyem-bahNya dan beribadah kepadaNya. Dia menunjukkan dalil kepada mereka dengan tauhid rububiyah, yaitu penciptaanNya terhadap manusia dari yang pertama hingga yang terakhir, penciptaan langit dan bumi serta seisinya, penurunan hujan, penumbuhan tumbuh-tumbuhan, pengeluaran buah-buahan yang menjadi rizki bagi para hamba. Maka sangat tidak pantas bagi mereka jika menyekutukan Allah dengan yang lainNya; dari benda-benda atau pun orang-orang yang mereka sendiri mengetahui bahwa ia tidak bisa berbuat sesuatu pun dari hal-hal tersebut di atas dan lainnya.”

          1. loh kok saya yang disuruh baca lagi….?

            “Allah memerintahkan mereka bertauhid uluhiyah, yaitu menyem-bahNya dan beribadah kepadaNya. Dia menunjukkan dalil kepada mereka dengan tauhid rububiyah, yaitu penciptaanNya terhadap manusia dari yang pertama hingga yang terakhir, penciptaan langit dan bumi serta seisinya, penurunan hujan, penumbuhan tumbuh-tumbuhan, pengeluaran buah-buahan yang menjadi rizki bagi para hamba”

            Mengapa Allah menunjukkan dalil? agar mereka mengetahui siapa Allah dan apa sifat-sifat rubbubiyah Allah sehingga timbul kesadarannya hanya Allah yang berhak disebut Rabb, sehinnga dengan mereka meniadakan Rabb selain Allah, otomatis mereka akan mentauhidkan Allah bahwa tiada Ilah selain Allah.

            Pahami mas…..

            saya justru ingin bertanya dulu kepada anda, apakah kaum musyrikin yang menganggap Allah punya anak, meragukan Allah mampu membangkitkan orang mati, dapat disebut bertauhid rubbubiyah?

          2. Tauhid Rububiyah berkaitan dengan Mencipta, Memberi rizki …disinilah kaum musyrikin mengakuinya …
            sedangkan Surat Al Ikhlas tentang Tahid Asma Wa Sifat, yang menjelaskan tentang Nama dan sifat Allah dan menafikan dari sifat tercela ….

          3. bilang nya jangan tauhid rububiyah donk bro… jangan ada embel2 tauhid di depannya donk…. dimana2 tauhid itu mengesakan, berlawanan dengan musyrik yang menyekutukan, bilangnya begini aja… musyrikin itu mengakui rububiyah Allah….

            jadi tatabahasa aja wahabi sedikit ilmunya, masih kalah jauh lah sama Imam Syafi’ie yang jagonya bahasa arab di zamannya….

            tolong ente jujur aja mengakui kesalahan di atas… dan di revisi tuh seluruh buku2 wahabi ……

          4. @ syaikh Donpay …….Rabb adalah sesuatu yang menciptakan, mengatur, melindungi, memberi rizqi, menguasai, memelihara, dsb. Sifat-sifat seperti ini disebut juga rububiyyah.

            Sedangkan Ilah adalah sesuatu yang disembah, diseru dalam doa, ditaati, dipatuhi, dsb. Sifat-sifat seperti ini disebut uluhiyyah.

            Rububiyyah dan uluhiyyah tak dapat dipisahkan. Ketika sesuatu itu disembah, dijadikan ilah, dilekatkan padanya sifat uluhiyyah, maka pada saat yang sama, sesuatu itu dilekatkan pula sifat rububiyyah. he…he…kalau ngeyel denda seratus ribu ….salam

      2. Jadi, seseorang menyembah Allah karena ia mengakui rububiyyah Allah.
        Nah, kalo seseorang menyembah patung atau berhala, itu berarti karena dia mengakui rububiyyah patung dan berhala itu.
        Jadi mereka yg menyembah berhala itu mengakui juga rububiyyah dari berhala itu.
        Jadi mereka tidak mengakui tauhid rububiyyah Allah.

  22. Astaghfirullah al-Azhim….
    buat bang Admin, tolong delete saja komentar saya BAGIAN JUDUL_JUDUL KITAB ILMU HADITS yang biasa saya gunakan.
    makasih bang Admin

  23. kang donpay dari kesimpulannya ustadz anda mengatakan bahwa kata robb itu sama dengan kata ilah. ini gimana kesimpulan teh?
    di satu waktu katanya rab ama ilah berbeda disatu kesempatan lagi rabb itu maknanya ilah.
    kang cari guru tuh yang bener atuh jadi kesimpulannya ngak mencla mencle.

        1. setuju bagaimana….. wong kesimpulan tauhidnya sudah salah kaprah. Maka kenalilah Allah dan sifat-sifatNya dengan sebenarnya. baca dan pahamilah sifat 20.

        2. jadi menurut wahabi musyrikin / kafir / non muslim bisa menjawab pertanyaan malaikat ga ” man rabbuka ? “

          1. TIdak bisa 100%.
            makanya “man rabbuka?” disitu karena menyendiri diartikan ” man rabbuka wa ilahaka?”
            karena kenyataannya “ilah” nya atau (sesembahan yang hak) mereka aja sdh salah maka mereka tidak bisa menjawab …

      1. intinya pembagian tauhid menjadi tiga itu bid’ah dolalah … di ummati semua setuju kecuali kaum muda lemah akal . ?

  24. makasih sebelumnya buat bang Admin…
    Akhi Donpay…(donpay ntu kependekan dari down payment bukan sih???:-))
    kelompok SaWah kan senantiasa membangga-banggakan kemampuan hadits mereka dan mereka juga memiliki ulama-ulama yang bergelar Muhaddits Hadza al-‘Ashr, Syaikh al-Islam dan gelaran-gelaran lainnya.
    satu pemintaan saja akhi donpay,dari saya buat anda, COBA SEBUTKAN KUALITAS HADITS FITNAH IRAQ yang anda koar-koarkan! boleh dari COPY-PASTE, lebih baik lagi hasil usaha anda sendiri.

  25. @ donpay
    jangan-jangan anda belum menemukan di website-website langganan anda mengenai pembahasan hadits tersebut???
    maaf sekiranya nanti saya dianggap berburuk sangka. soalnya sepanjang saya mengikuti blog ini saya sering mendapati anda hanya mengCOPY-PASTE saja dari website-website kelompok anda.
    jikalau anda akan menganggap saya sebagai orang yang adiluhung, silahkan saja (maaf sekiranya nanti lagi-lagi saya dianggap berburuk sangka). saya berbuat seperti ini semata-mata karena miris melihat anda berkoar-koar mengenai kualitas hadits, namun ketika ditanya balik hanya menganjurkan membaca buku ilmu hadits, itu pun yang disusun oleh ulama anda. seolah-olah hanya anda beserta kelompok anda dan ulama-ulama anda sajalah yang paham dan mengerti ilmu hadits.

  26. biar mudah difahami oleh kaum muda lemah akal (wahabi)

    kata Ilah dan Robb itu seperti kata Faqir dan Miskin seperti kata Hak dan Kewajiban berbeda Namun tidak bisa dipisahkan.

    tidak mungkin ada orang yang bertauhid Rububiyah saja tanpa Tauhid Uluhiyah
    tidak mungkin hanya Faqir saja yang diberi tanpa memberi Miskin
    tidak mungkin hanya Hak saja tanpa dibarengi dengan kewajiban

    jadi kesimpulan bahwa ada sebagian orang yang hanya bertauhid Rububiyah saja adalah kerancuan dalam berfikir , akibat lemah akal dalam memahami ayat-ayat al-qur`an dan Hadist Rosul SAW .

    1. mantab mas syahid…
      tidak mungkin orang musyrik itu bertauhid ( rububiyah )
      tidak mungkin orang bertauhid ( muslim ) itu musyrik ( ilahiah )

      kalo diperhatiin, emang bener tauhid tiga mirip trinitas ya…

      Tuhan itu satu tapi tiga… tiga tapi satu….

      Kata wahabi begini :
      Tauhid itu satu tapi tiga… tiga tapi satu…

      Kalo cuma satu doang, tauhid rububiyah doang ya belum bertauhid donk, harus bertauhid ilahiayah juga.. berarti musyrik ( belum bertauhid )
      Eh ternyata yang jelas2 tuhannya banyak / rabb nya banyak, musyrikin Quraisy, malah dibilang ummat bertauhid….

        1. dan yang nentukan kapan tiga kapan satu, mereka, tanpa dasar yang jelas,,,
          kalo muslim kan udah jelas satu, eh masih dibilang tiga
          kalo musyrik udah jelas tiga ( lebih dari satu ).. eh malah dibilang satu ( bertauhid )
          kalo muslim yang melakukan / memulai dibilang bid’ah
          kalo musyrik yang melakukan / memulai dibilang maslahat …
          dst….

          dan dasar hal2 tsb itu …… gada dasarnya ….

    2. koq jadi hak dan kewajiban?
      kagal nyambung dehhh…hehehehe…
      kalo dia terpisah atau menyendiri hak saja, maka apakah hak diartikan kewajiban?
      blajar bhs indonesia dulu Mas …

      1. yah… yang kayak gini mau ijtihad, istinbat dll ngalahin Imam Mujtahid, memahami komentar Mas Syahid aja ga bisa…..

        Kan udah dibilangin kalo itu dua hal berbeda yang tidak bisa dipisahkan, maksudnya begini nih :

        Misalnya dalam jual beli … kalo pembeli sudah melaksanakan kewajibannya ( memberi uang ) maka dia berhak mendapatkan barang yang dibelinya….
        Kalo penjual tidak memberi barangnya, ada dua hal yang harus dilakukan :
        1. Pembeli mendapatkan haknya
        2. Penjual melaksanakan kewajibannya
        Dua hal diatas adalah dua hal yang hakikatnya sama, kalau poin satu yang terjadi, sama aja melaksanakan poin dua dan sebaliknya….
        Kalo kedua poin tersebut tidak terjadi, maka berarti si penjual itulah adalah penipunya…. omong doang, kayak musyrikin quraisy

        Seorang yang mengaku Allah sebagai Rabbnya akan menjadikan Allah sebagai Ilahnya…
        Misalnya Allah SWT sudah mengatur alam, menciptakan manusia, mengatur rezeki dll sifat rububiyah Allah yang hanya Allah saja yang memiliki ( tauhid rububiyah ), maka seharusnya manusia juga menjadikan Allah sebagai Ilah ( tauhid Ilahiyah )
        Kalo musyrikin Quraisy sangat menyimpang :
        1. mereka meyakini hal lain selain Allah juga memiliki sifat rububiyah sehingga mereka musyrik dalam rububiyah ( ga bisa disebut bertauhid rububiyah )
        2. walaupun mereka mengaku Allah sebagai rabb ( pengatur alam ) selain rabb-2 yang lainnya, tetapi mereka malah menjadikan rabb-2 selain Allah sebagai Ilah, kalo mau konsisten, harusnya mereka menjadikan Allah juga donk sebagai ilah… berarti pengakuan mereka bohong, dusta, karena sebenarnya mereka ga mengenal Allah SWT.

        Kaum muslimin semuanya udah tahu kalo muysrikin itu pembohong dan dusta, ga bisa dibohongin, cuman wahabi doang yang bisa dibohongin sama musyrikin….. kasiaaan dech wahabi,,,,,

      2. Donpay@

        donpay, ide pengembangan Tauhid Tiga itu dasarnya adalah ajaran Trinitas, sebab ajaran Tauhid Tiga itu titipan Mr Hempher kepada Syaikh Ibnu Abdul Wahab agar dikembangkan di tengah Ummat Islam setelah hampir punah sepeninggalnya Ibnu Taymiyah. Tujuan Mr Hempher kenapa harus dikembangkannya ajaran Tauhid Tiga adalah agar Ummat Islam berantem karena dg ajaran ini Wahabi akan memusyrikkan orang Islam, di sisi lain orang-orang musyrik/kafir akan disebut BARTAUHID RUBUBIYYAH. Akhirnya dalam perjalanan sejarah terbukti sekarang Wahabi memusyrikkan kaum muslimin berdasar ajaran TAUHID TIGA.

        Silahkan baca sejarahnya di balik kelahiran ajaran Wahabi, Klik http://www.ummatipress.com/2011/01/31/fakta-wahabi-peran-hempher-dan-campur-tangan-inggris-di-balik-kelahiran-wahabisme/

  27. donpay :
    lihat artikel yang dikirim Jafar Bro…
    di artikelnya abou fateh yg tidk ilmiah…

    Lho??? saya kan bertanya kepada anda wahai saudaraku!
    saya tidak mempermasalahkan bro Ja’far karena beliau tidak mempertanyakan kualitas hadits. dalam artikel tersebut, sedangkan anda senantiasa menanyakan apakah haditsnya Shahih, Dha’if, atau Maudhu?
    atau jangan-jangan menurut anda, pembagian hadits itu hanya terbatas pada Shahih, Hasan, dan Dha’if saja???
    jikalau benar dugaan saya (mohon maaf jika dianggap berburuk sangka, takut nanti dibawain dalil …) betapa dangkalnya pemahaman anda akan ilmu hadits dan membuktikan satu ungkapan: TONG KOSONG NYARING BUNYINYA….

    1. mengenai takhrij, sudah dapat antum lihat di buku “Meluruskan Sejarah Wahhabi” karya Ust Yusuf As Sidawi, disitu disimpulkan oleh Ahli Hadist Abad ini, Syaikh Albani bahwa fitnah nejed itu ada di Iraq . didukung dengan hadist-hadist lain.
      hendaknya kita menyerahkan takhrij dan pemahaman hadist kepada ahlinya.
      Naam.

  28. @Ummati,
    yang tidak setuju dengan pembagian tauhid menjadi 3 maka mereka akan berhadapan dengan para Ulama :
    – al Imam Abu Hanifah (w. 150 H),
    – Ibnu Mandah (182 H),
    – Ibnu Jarir (310 H),
    – ath Thohawi (w. 321 H),
    – Ibnu Hibban (354 H),
    – Ibnu Baththoh (387 H),
    – Al Qurthubi (671 H).

    sedangkan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir 1115 H.

    lihat kitab “al-Mukhtashorul Mufid fi bayani Dalail Aqsami Tauhid, Syaikh Prof. Dr. Abdurrozaq bin Abdul Muhsin Al Abbad -Hafizahullah.

    1. Donpay, donpay… sering amat Nte ngomong kaya gini ya?
      Yang penting itu dalil pembagian TAUHID TIGA itu lho, mana? Mana dalilnya kok dari dulu nggak pernah Nte sebutkan? Kalau gak ada hadits yg shohih, bolehlah Nte sebut atsar Sahabat. Atau kalau nggak ada juga bolehlah Nte sebutkan Qoul Tabi’in. Gitiu aja, jadi jangan muter2 terus nanti malah semakin buruk citra Nte sebagai icon Wahabi yg bodoh tapi baru ngalami puber dalam beragama, oke donpay?

    2. coba ente sebutkan siapa diantara 7 ulama tersebut yang mengharamkan bahkan sampai menganggap musyrik, tauhidnya ga sempurna, orang-2 yang bertawassul dan bertabarruk ? karena pembagian tauhid tiga menganggap bertawassul dan bertabarruk adalah amalan musyrik…. atau malah justru ulama2 tersebut melakukan amalan tawassul dan tabarruk ?

    3. donpay@

      Hei donpay, bangun, bangun!!! Jangan ngigau di tengah siang bolong hoiiii….!!!!

      Coba COPAS aja apa kata para Ulama tsb, oke donpay? Apa pun kata mereka kalau tidak ada dasar Al-Qur’an /Hadits Shahih bisa ditolak, bukankah begitu Donpay?

      Coba baca Para Ulama Al-Azhar Mesir menolak ajaran TAUHID TIGA (TRINITAS), silahkan Klik

  29. @syekh donpay

    Seorang yg mendalam dalam ilmu tauhid tidak mengobral ucapannya tentang tauhid. Apa syekh sudah mengalami kebahagiaan hakiki?

  30. salim buat bro Juman…^_^
    saudaraku Donpay…
    mengapa anda jarang sekali menjawab pertanyaan saya, bahkan TANTANGAN saya pun anda biarkan begitu saja?
    apakah anda merasa pertanyaan dan TANTANGAN saya tidak bermutu? atau jangan-jangan anda menganggap saya sebagai pendatang baru yang MAJHUL AL-HAL? sehingga anda merasa tidak perlu menjawab itu semua…
    buat para sesepuh lainnya, mungkin para sesepuh akan menganggap saya terlalu bernafsu menanyakan hal yang sama kepada Donpay (maaf sekiranya saya berburuk sangka). Tidaklah saya berbuat demikian melainkan karena saya merasa belum mampu bertanya kepada orang-orang SaWah dalam masalah-masalah lainnya.
    disamping itu karena saya sering membaca kelompok-kelompok SaWah senantiasa berkoar-koar mengenai hadits dan ilmunya, seolah-olah hanya mereka saja yang paham dan mengerti.
    maaf sekiranya newbie ini dianggap lancang oleh para sesepuh.
    BUAT DONPAY: SAYA TUNGGU JAWABANMU WAHAI SAUDARAKU!!!

  31. bahr@

    Tenang aja Mas Bahr, di sini kelihatannya tidak ada sesepuh kok, semuanya sama. Semuanya menggambarkan Wahabi VS Islam, jadi tidak ada juniornya sami mawon duduk sama tinggi berdiri sama rendah, ehj kebolak-balik ya? Ya begitulah maksudnya kita sama, benar nggak All ASWAJA…???

  32. Maaf Mas-mas semuanya…. Ana ikut nyimak, kajiannya mantab dan sangat ilmiyah.

    Oh ya, Mas Donpay sebaiknya minum obat pusing dulu biar tidak makin keder, he he he….

  33. he he he donpay masih bingung ya…. ? penjelasan abah zahra sudah begitu Gamblang masa masih gak mudeng…? coba tanya sama abu umar abdillah rupanya beliau sudah Faham dan mengakui kekeliruan Tauhidnya semoga donpay bisa mengikuti jejak abu umar abdillah Taubat dari Aqidah yang Bid`ah, dan kembali ke pangkuan Aqidah Ulama Nusantara ASWAJA , amien ya Robbal alamin.

  34. Akh donpay,akh abu umar@antum masuk ke situs ini bagai masuk ke sarang macan,walau pun hujjah nt shahih,hanya celaan dan kritik pedas yg nt terima,namun bersabarlah saudaraku ,tetaplahdiatas tauhid yg lurus,tauhid rububiyah,uluhiyah,dan asma washifat yg kita pelajari adalah benteng tauhid kita dari serangan orang2 yg berpaham jahmiyah,mu’tazilah,kuburiyyin,pluralis,liberalis,komunis,dan aliran2 sesat lainnya ih,hanya celaan dan kritik pedas yg nt terima,namun bersabarlah saudaraku ,tetaplahdiatas tauhid yg lurus,tauhid rububiyah,uluhiyah,dan asma washifat yg kita pelajari adalah benteng tauhid kita dari serangan orang2 yg berpaham jahmiyah,mu’tazilah,kuburiyyin,pluralis,liberalis,komunis,dan aliran2 sesat lainnya

    1. sirawing

      hujjah shahih mana yang telah disampaikan….? semuanya kacau balau dan kontradiktif sama dengan kacau balau dan kontradiktifnya pembagian Tauhid tiga versi Wahabi yang jelas jelas Bid`ah Dolalah , kenapa anda tidak ikut Tobat akh sirawing….?

    2. ciri khas orang Sa-Wah : gampang men-judge orang laen…..dan merasa paling benerrrr…
      Justru komeng2 spt ini yg menjatuhkan MANHAJ SALAFI WAHABI yang antum bangga-banggain…..Istighfar bang……..

  35. jadi kesimpulan yang saya dapat dalam diskusi ini ternyata apa yang dipegang wahabi dalam beragama sangat rapuh… sebagaimana kita ketahui, agama ini dapat dikelompokkan dalam tiga bagian, iman, islam, dan ihsan…
    1. dalam bagian iman atau aqidah, wahabi mengandalkan pembagian tauhid menjadi tiga, yang ternyata tidak ada dalilnya sama sekali, kalo definisinya wahabi memang comot ayat sana, comot ayat sini, tetapi kalau disatukan maka pemahaman ayat versi wahabi saling bertentangan satu sama lain
    2. dalam bagian islam atau syariah, mereka ga konsisten, katanya segala yang baru dalam beragama bid’ah, eh ternyata wahabi bikin pengecualian, namanya maslahat mursalah, ditanya dalilnya sampe sekarang belum dijawab
    3. dalam bagian ihsan atau akhlak, nah ini yang parah, mereka menolak tasawuf, jadi deh mereka bermasalah akhlaknya, … tau sendiri kan track record wahabi dalam masalah akhlak. yang ujungnya sombong, sombong ga mau belajar, ga mau menerima kesalahan, ngeyel terus, dst…. maka sebenarnya mereka itu menantang Nabi SAAW secara langsung loh… karena Nabi SAAW dibangkitkan / diutus adalah untuk menjadikan akhlak manusia menjadi lebih mulia

    1. abah zahra
      sekedar sharing bah, Mashdar atau rujukan dalam Islam menurut Ahlu Sunnah Wal-jama`ah dikelompokkan dalam dua Hal :
      pertama disebut Rujukan (mashdar) Pokok
      kedua Rujukan Tambahan (ikutan)

      yang pokok ada dua yaitu Qur`an dan Hadist Nabi SAW

      yang Tambahan (ikutan) ada sembilan : 1. Ijma` 2. Qiyas 3. Istihsan 4. mashlahah mursalah 5. saddu Dara`i 6. al-Urf 7. Madzhab Sahabat 8. syareat orang sebelum Nabi Muhammad SAW diutus dengan berbagai Khilaf didalamnya 9. al-Istish-hab.

      sementara Wahabi : hanya menggunakan Ijma` menurut kelompok mereka saja 2. tidak menggunakan Qiyas 3. menolak istihsan 4. Salah memahami dan menempatkan maslahah mursalah.

      wajar saja jika faham wahabi kacau balau dan penuh dengan kontradiksi dan membahayakan Islam secara umum.

      1. makasih Mas Syahid… nambah lagi ilmu saya he.he..
        emang aneh ya…kenapa mereka beragama itu comot sana setengah, comot sini separo, kenapa ga mengambil semuanya ?

    1. he he he sirawing bukannya Tobat dari Aqidah Bid`ah malah ngomong ngalor ngidul , sama ana nt perhatian sama aqidah sendiri malah gak peduli meskipun Bid`ah dan salah kaprah , tapi gak apa apa syukron atas atensinya.

      1. Mas, kalau dah terdesak kok komen dari wahabi menjadi ngawur ya….kata2 asyariyun,liberalis, jil, kuburiyun dll menjadi senjata pamungkas. Tampak kegenitannya nih he he he

  36. Banyak perkara baru/bid’ah yang dilakukan wahabi dia tak sadar kentutnya sendiri dan anehnya dia menuduh orang lain kentut.sekarang dia lagi kebingungan dengan tauhidnya malu untuk mengakuinya, nasi dianggap sudah menjadi bu2r saudaranya ternyata tidak sebodoh yang ia duga lagi2 egonya membuat dia menjadi seperti ini.apakah harus seperti iblis yang terlanjur merasa lebih mulia wahabi oh saudaraku..

  37. Sekarang Para Wahabiyyun mulai ketar-ketir atas semaraknya da’wah ASWAJA di Internet. Ajaran Wahabi ditelanjangi oleh anak-anak ASWAJA di dunia Maya sehingga bid’ah-bid’ah dan syubhat Salafy Wahabi semakin jelas kelihatan. Semoga yg belum parah terinfeksi Virus Wahabi segera sembuh dan bertobat kembali kepada Allah Swt dg cara mengikuti ajaran Ahlussunnah Waljama’ah yg asli.

  38. kaum muda lemah aqal sekarang banyak juga …….kasian mereka mengenal Alloh aja belum udah banyak omong ………….apa yaqin di hati mereka meyakini ” HIDUP DAN MATINYA ” di tangan Alloh swt spt dalam surat iftitah ….????? salam

  39. @Sirawing,
    Maksud nt to Ahmadsyahid “pengantin baru” beneran pa pengantin barunya ala Wahabi? G bakalan dah Aswaja jadi pengantin baru gaya Wahabi, amit2.
    @ Ahmadsyahid,
    Tolong jelasin dong rujukan terapan yg 9 tuh, terutama dari no 3 s/d 9, syukron.

  40. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du, Tidak diragukan lagi bahwa isra’ mi’raj termasuk tanda-tanda kebesaran Allah yang menunjukkan kebenaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keagungan kedudukan beliau di sisiNya, juga menujukkan kekua-saan Allah yang Mahaagung dan ketinggianNya di atas semua makhlukNya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

    “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Al-Isra’: 1).

    Telah diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara mutawatir, bahwa beliau naik ke langit, lalu dibukakan baginya pintu-pintu langit sehingga mencapai langit yang ketujuh, kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala berbicara kepadanya dan mewajibkan shalat yang lima waktu kepadanya. Pertama-tama Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewajibkannya lima puluh kali shalat, namun Nabi kita a tidak langsung turun ke bumi, tapi beliau kembali kepadaNya dan minta diringankan, sampai akhir-nya hanya lima kali saja tapi pahalanya sama dengan lima puluh kali, karena suatu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Puji dan syukur bagi Allah atas semua ni’matNya.

    Tentang kepastian terjadinya malam isra’ mi’raj ini tidak disebutkan dalam hadits-hadits shahih, tidak ada yang menyebutkan bahwa itu pada bulan Rajab dan tidak pula pada bulan lainnya. Semua yang memastikannya tidak benar berasal dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Demikian menurut para ahli ilmu. Allah mempunyai hikmah tertentu dengan menjadikan manusia lupa akan kepastian tanggal kejadiannya. Kendatipun kepastiannya diketahui, kaum muslimin tidak boleh mengkhususkannya dengan suatu ibadah dan tidak boleh merayakannya, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya Radhiyallahu ‘anhum tidak pernah merayakannya dan tidak pernah mengkhususkannya. Jika perayaannya disyari’atkan, tentu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkannya kepada umat ini, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan. Dan jika itu disyari’atkan, tentu sudah diketahui dan dikenal serta dinukilkan dari para sahabat beliau kepada kita, karena mereka senantiasa menyampaikan segala sesuatu dari Nabi mereka yang dibutuhkan umat ini, dan mereka tidak pernah berlebih-lebihan dalam menjalankan agama ini, bahkan merekalah orang-orang yang lebih dahulu melaksanakan setiap kebaikan. Jika perayaan malam tersebut disyari’atkan, tentulah merekalah manusia pertama yang melaksanakannya.

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling loyal terhadap sesama manusia, beliau telah menyampaikan risalah dengan sangat jelas dan telah menunaikan amanat dengan sempurna. Seandainya memuliakan malam tersebut dan merayakannya termasuk agama Allah, tentulah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melengahkannya tidak menyembunyikannya. Namun karena kenyataannya tidak demikian, maka diketahui bahwa merayakannya dan memuliakannya sama sekali tidak termasuk ajaran Islam, dan tanpa itu Allah telah menyatakan bahwa Dia telah menyempurnakan untuk umat ini agamanya dan telah menyempurnakan nikmatNya serta mengingkari orang yang mensyari’atkan sesuatu dalam agama ini yang tidak diizin-kanNya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu.” (Al-Ma’idah: 3). Kemudian dalam ayat lain disebutkan, “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu akan memperoleh adzab yang amat pedih.” (Asy-Syura:21).

    Telah diriwayatkan pula dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-hadits shahih peringatan terhadap bid’ah dan menjelaskan bahwa bid’ah-bid’ah itu sesat. Hal ini sebagai peringatan bagi umatnya tentang bahayanya yang besar dan agar mereka menjauhkan diri dari melaku-kannya, di antaranya adalah yang disebutkan dalam Ash-Shahihain, dari Aisyah i, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bahwa beliau bersabda,

    ???? ???????? ???? ????????? ????? ??? ?????? ?????? ?????? ?????
    “Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam Islam) yang tidak terdapat (tuntunan) padanya, maka ia tertolak.”[1] Dalam riwayat Muslim disebutkan,

    ???? ?????? ??????? ?????? ???????? ????????? ?????? ?????
    “Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan maka ia tertolak.”[2] Dalam kitab Shahih Muslim disebutkan, dari Jabir -rodhiallaahu’anhu-, ia mengatakan, bahwa dalam salah satu khutbah Jum’at Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

    ?????? ?????? ??????? ?????? ??????????? ??????? ????? ???????? ???????? ????? ????????? a ??????? ??????????? ?????????????? ??????? ???????? ?????????
    “Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah,sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan dan setiap hal baru adalah sesat.[3]
    An-Nasa’i menambahkan pada riwayat ini dengan ungkapan,

    ??????? ????????? ??? ????????
    “Dan setiap yang sesat itu (tempatnya) di neraka.”[4]
    Dalam As-Sunan disebutkan, dari Irbadh bin Sariyah -rodhiallaahu’anhu-, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kami shalat Shubuh, kemudian beliau berbalik menghadap kami, lalu beliau menasehati kami dengan nasehat yang sangat mendalam sehingga membuat air mata menetes dan hati bergetar. Kami mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, tampaknya ini seperti nasehat perpisahan, maka berwasiatlah kepada kami. Beliau pun bersabda,

    ???????????? ????????? ????? ??????????? ???????????? ?????? ????? ??????? ??????????? ????????? ???? ?????? ???????? ????? ??????? ??????????? ????????? ???????????? ??????????? ????????? ???????????? ?????????????? ???????????????? ?????????? ????????? ?????????????? ???????????? ????????????? ??????????? ??????? ????? ?????????? ???????? ??????? ???????? ?????????
    ‘Aku berwasiat kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, taat dan patuh, walaupun yang memimpin adalah seorang budak hitam. Sesungguhnya siapa di antara kalian yang masih hidup setelah aku tiada, akan melihat banyak perselisihan, maka hendaklah kalian memegang teguh sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah itu dengan geraham, dan hendaklah kalian menjauhi perkara-perakara yang baru, karena setiap perkara baru itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat’.”[5]

    Telah disebutkan pula riwayat dari para sahabat beliau dan para salaf shalih setelah mereka, tentang peringatan terhadap bid’ah. Semua ini karena bid’ah itu merupakan penambahan dalam agama dan syari’at yang tidak diizinkan Allah serta merupakan tasyabbuh dengan musuh-musuh Allah dari kalangan Yahudi dan Nashrani dalam penambahan ritual mereka dan bid’ah mereka yang tidak diizinkan Allah, dan karena melaksanakannya merupakan pengurangan terhadap agama Islam serta tuduhan akan ketidaksempurnaannya. Tentunya dalam hal ini terkandung kerusakan yang besar, kemungkaran yang keji dan bantahan terhadap firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala , “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu.” (Al-Ma’idah: 3). Serta penentangan yang nyata terha-dap hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memperingatkan perbuatan bid’ah dan peringatan untuk menjauhinya.

    Mudah-mudahan dalil-dalil yang kami kemukakan tadi sudah cukup dan memuaskan bagi setiap pencari kebenaran untuk mengingkari bid’ah ini, yakni bid’ah perayaan malam isra’ mi’raj, dan mewaspadainya, bahwa perayaan ini sama sekali tidak termasuk ajaran agama Islam. Kemudian dari itu, karena Allah telah mewajibkan untuk loyal terhadap kaum muslimin, menerangkan apa-apa yang disyari’atkan Allah kepada mereka dalam agama ini serta larangan menyembunyikan ilmu, maka saya merasa perlu untuk memperingatkan saudara-saudara saya kaum muslimin terhadap bid’ah ini yang sudah menyebar ke berbagai pelosok, sampai-sampai dikira oleh sebagian orang bahwa perayaan ini termasuk agama. Hanya Allah-lah tempat meminta, semoga Allah memperbaiki kondisi semua kaum muslimin dan menganugerahi mereka pemahaman dalam masalah agama. Dan semoga Allah menunjuki kita dan mereka semua untuk senantiasa berpegang teguh dengan kebenaran dan konsisten padanya serta meninggalkan segala sesuatu yang menyelisihinya. Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas itu. Shalawat, salam dan berkah semoga dilimpahkan kepada hamba dan utusanNya, Nabi kita, Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

  41. Abu Umar Abdillah@

    Oke, sudah saya baca COPAS antum, dan yg paling penting di situ antum mengatakan; “Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah,sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , seburuk-buruk perkara adalah hal-hal baru yang diada-adakan dan setiap hal baru adalah sesat”.

    Pertanyaan saya masih simple, dan belum ada yg dijawab dg benar oleh kaum Wahabi Indonesia. Mungkin antum mampu menjawab dg benar. Pertanyaan saya “TUNTUNAN SIAPAKAH PEMBAGIAN TAUHID TIGA (TRINITAS)? Mohon disertakan dalilnya yg jelas dan shahih, sebab masalah TAUHID adalah HAL POKOK dalam Islam. Apa arti ibadah kalian jika Aqidah antum aqidah TRINITAS?

    1. Pembagian Tauhid Jadi Tiga yaitu Tauhid Uluhiyyah, Tauhid Rububiyyah, Tauhid Asma Wa Sifat.
      Bukankah pembagian itu tidak mengurangi atau menambahkan hakekat tauhid itu sendiri? pembagian tersebut untuk memahami tentang tauhid, tidak ada yang ditambah maupun dikurangi dalilnya, dan juga bukan untuk membuat tauhid baru.
      Seperti halnya dalam mempelajari Islam secara kaffah, Dalam mempelajari ilmu islam kita mengenal tentang bab fiqih, bab akhlak, dll.. Apakah zaman Rosullulloh SAW, membaginya seperti itu? Apakah itu disebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?
      Pada Kitab Hadist, misalkan Shahih Bukhory, terbagi menjadi beberapa bab. Apakah itu di sebut bid’ah? Apakah itu juga merusak pemahaman umat?

      1. Abu Umar Abdillah@

        Buktinya pemahaman kalian jadi rusak kan? Kalian anggap orang-orang musyrik sebagai bertauhid rububiyyah, jelas-jelas udah musyrik kok bertauhid? Padahal musyrik itu adalah lawan dari Tauhid. Bagaimana antum masih merasa tidak rusak dalam pemahaman agama ini?

      2. abu umar abdilah

        pembagian Tauhid menjadi tiga baru dikenal pada abad ke 7 Hijriyah , tidak ada seorang pun dari Salaf As-shalih yang mengajarkan Aqidah pembagian Tauhid seperti ini, jika Salafushalih saja tidak ada yang mengajarkan pemahaman Tauhid seperti ini maka tidak lain hal ini adalah Bid`ah , diakui atau mau diingkari silahkan tokh Wahabi kan Gak konsisten sudah biasa.

  42. @Donpay,
    Nt belajar tata bahasa arab dimana?
    Tuh nt nulis “man robbuka wa ilahAka”
    Seharusnya kan man robbuka wa ilahUKa,
    Padahal kan nt belagu seolah- olah muhaddits.

  43. Apakah inti ajaran tauhid hanya:
    Ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat Allah dan para rasul-Nya, baik sifat-sifat yang wajib, mustahil maupun ja’iz, yang jumlah semuanya ada 50 sifat.?

    1. Itulah yg disebut ilmu untuk mengenal Allah Swt, dg demikian kita akan mentauhidkan-NYA dan tidak membagi-baginya lagi.

      Koreksi ya, itu bukan 50 sifat tetapi 50 aqidah, di mana 50 aqidah ini dimasukkan ke dalam 2 kelompok besar, yaitu:

      1. Aqidah Ilahiyyah (????? ?????) dan

      2. Aqidah Nubuwwiyah (????? ?????)

      lebih jelasnya lihat artikel ringkasan isi-isi kitab AQIDATUL AWAM di atas. Kalau ingin paham benar-benar silahkan berguru kepada guru yang mengerti soal ini. Nah, dengan tahu ilmu ini antum akan benar dalam mentauhid-kan Allah dan mendudukkan Nabi’Rasul-NYA dalam posisi yg benar. Sehingga tidak mungkin Nabi Saw dijadikan Tuhan sebagaimana selama ini Wahabi menuduh kaum Muslimin menyembah Nabi Saw gara-gara menghormati/mengagungkan Nabi Saw. Antara Allah Swt dan Nabi saw punya posisinya sendiri-sendiri, tidak akan Ummat Islam menukar posisi keduanya.

      Adapun tuduhan Wahabi yg menganggap kaum Muslimin menyembah Nabi Saw, itu akibat khayalan orang-orang jahil yg sok berilmu, paham Mas Abu Abdullah?

    2. @Abu Umar Abdillah
      Memang demikian inti ajaran Tauhid, memang yg anda pelajari apa?

      Apakah ajaran Tauhid itu mengatakan umat Musyrik berTauhid?
      Apakah ajaran Tauhid itu mengkafirkan umat Islam yg jelas berTauhid?
      Apakah ajaran Tauhid itu mereka-reka Dzat Allah, dengan mengatakan Allah punya tangan-kaki-wajah dan sifat-sifat lain layaknya manusia??

      Kalau memang demikian, maka apakah ini berasal dari Rasulullah SAW?
      Sejak kapan Rasulullah mengajarkan demikian?
      Bukankah Tauhid trinitas yg sesat itu hanyalah Tauhid buatan ajaran Dul Wahhab?

  44. wahabi ga punya istilah bid”ah hasanah dan terjebak pahamnya yang anti bid’ah segala bid’ah akhirnya bid’ahnya dianggap bukan bid’ah/maksain.ibarat orang yang anti khianat meskipun mengkhianati jalan setan kejalan baik yang namanya khianat ya khianat haram hukumnya semua orang tau tapi ada yang dia ga tau.kayanya dia malu mau ngomong bid,ah hasanah walaupun hasanahnya dipertanyakan.mungkin butuh waktu untuk mengakui,pelan-pelan aja kita paham ko’

  45. iblis itu lebih paham tauhid yang ummati maksud kalao seperti itu…
    Iblis pernah bertemu dengan Allah SWT, dan paham betul tentang sifat-sifat Allah dan para rasul-Nya, baik sifat-sifat yang wajib, mustahil maupun ja’iz, yang jumlah semuanya ada 50 sifat. Iblis berdoa langsung sama Allah SWT, ga pake tawasul (ente minta ke orang mati/kuburan), Iblis berdoa tidak kekuburan tuh. Lebih bodoh siapa coba.

    Dalam Qur’an Surah Shaad 79-80 (79. Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.” 80. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh)

    1. Abu Umar Abdillah@

      Nte PENGIDOLA IBLIS yg gak mau tawassul rupanya, silahkan contoh itu Iblis, he he he….

      Kami ASWAJA mencontoh Rasul Saw yg mengajarkan Tawassul kepada Ummat Islam.

    2. Abu Umar Abdillah@

      Begitulah Fitnah Wahabi seperti kalian ini, menuduh orang bertawassul dg meminta kepada orang mati. Anda pikir Allah Swt akan ridla kepada kalian atas tuduhan full fitnah ini? Imam Syafi’i bertawassul dg Abu Hanifah setelah wafatnya setiap hari, kenapa Nte tidak sebut musyrik juga kepada Imam Syafi’i? Atau menurut Nte Imam Syafi’i musyrik juga, jawab yg tegas wWahai orang Wahabi yg tolol dan DUNGU!!!

      1. Maaf, ente jangan berbohong atas nama Imam Syafi’i, nanti berbalik lho bohongnya.
        Adalah tidak mungkin, Imam syafi’i yang memiliki aqidah yang lurus bertawasul kepada orang yang telah meninggal.
        Kapan ketemu Imam Syafi’i dengan Abu Hanifah?

        1. Abu Umar Abdillah@

          Biasalah kaum Sawah, kalau yg berkata bukan Wahabi dianggap bohong walaupun fakta. Semua orang yg wara kan tahu sifat dan sikap Wahabi yg dungu itu, afwan…

          Kisah Tawassul/tabarruk ini ada kitab Tarikh Baghdad, karya al Imam al Hafizh Abu Bakr Ahmad bin Ali; yang lebih dikenal dengan al Khathib al Baghdadi (w 463 H), ulama ini juga kebanggaan para Wahabiyyun kalau Nte tahu, oke.

          Khatib Albaghdadi menulis dalam kitab tsb: Aku mendengar Imam asy Syafi’i berkata: Sesungguhnya saya benar-benar melakukan tabarruk (mencari berkah) kepada Imam Abu Hanifah, aku mendatangi makamnya setiap hari untuk ziarah, jika ada suatu masalah yang menimpaku maka aku shalat dua raka’at dan aku mendatangi makam Imam Abu Hanifah, aku meminta kepada Allah agar terselesaikan urusanku di samping makam beliau, hingga tidak jauh setelah itu maka keinginanku telah dikabulkan”.

          1. Mengenai sanad riwayat tersebut Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albaany menyatakan: Ini adalah riwayat yang lemah bahkan batil. Karena sesungguhnya perawi yang bernama Umar bin Ishaq bin Ibrahim tidaklah dikenal. Tidak ada penyebutan tentangnya sedikitpun dalam kitab-kitab tentang perawi. Bisa jadi yang dimaksud adalah Amr (dengan fathah pada ain) bin Ishaq bin Ibrohim bin Humaid bin as-Sakn Abu Muhammad at-Tuunisi. Al-Khotib (al-Baghdady) menyebutkan biografinya dan menyatakan bahwa ia adalah Bukhary (berasal dari Bukhara) datang ke Baghdad dalam rangka menunaikan haji pada tahun 341H. Tetapi (al-Khotib) tidaklah menyebutkan jarh(celaan), tidak pula tadiil (pujian) sehingga dalam kondisi ini ia adalah majhuulul haal (keadaanya tidak dikenal). (Tetapi) kemungkinan (bahwa ia adalah Amr) jauh, karena tahun kematian syaikhnya : Ali bin Maymun pada tahun 247 H menurut kebanyakan pendapat. Sehingga jarak kematian antara keduanya adalah sekitar 100 tahun, sehingga jauhlah kemungkinan bahwa keduanya pernah bertemu ( Lihat Silsilah al-Ahaadits Adh-Dhaifah juz 1 halaman 99).

          2. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albaany itu siapa ya? Apakah dia itu seorang Muhaddits? Seandainya dia seorang Muhaddits berapa hapalan haditsnya? Seandainya dia seorang Muhaddits siapa saja guru2nya dalam bidang hadits? Seandainya dia benar Muhaddits siapa saja Ulama2 yg bukan Wahabi yg mengakuinya sebagai Muhaddits?

            Silahkan kenali Albani klik

          3. Apakah dalam cerita di atas dikatakan Imam Syafi’i ketemu Abu Hanifah? Baca dulu yg benar, di situ tidak dikatakan Imam Syafi’i bertemu Abu Hanifah. Gemana Nte ini, gak paham kalimat kok koment ngalor ngidul? Di situ Imam syafi’i ziarah ke makam Abu Hanifah jadi Abu Hanifah sudah wafat. Karena sudah wafat maka hanya bisa bertemu dg makamnya, Nte dodol amat ya? He he he… afwan.

          4. Imam Syafi’i dilahirkan di daerah Gaza (Syam) dan tumbuh besar di tanah suci Mekkah (sebagaimana dijelaskan Adz-Dzahaby dan al-Imam AnNawawi dalam Tahdzib Asma Wal Lughot (1/49)). Beliau mempelajari fiqh awalnya di Mekkah dari Muslim bin Kholid Az-Zanji dan Imam-imam Mekkah yang lain seperti Sufyan bin Uyainah dan Fudhail bin Iyaadl. Kemudian beliau pindah ke Madinah menuntut ilmu pada Imam Maalik.

            Selanjutnya beliau pindah ke Yaman untuk berguru pada Muthorrif bin Maazin, Hisyam bin Yusuf al-Qodhy, dan beberapa ulama lain. Dari Yaman beliau menuju Iraq (Baghdad) untuk bermulaazamah (fokus menuntut ilmu) pada ahli fiqh Iraq yaitu Muhammad bin al-Hasan. Beliau mengambil ilmu juga pada Ismail bin Ulyah, Abdul Wahhab ats-Tsaqofy, dan beberapa Ulama yang lain. Setelah beberapa lama di Iraq, beliau kemudian pindah ke Mesir, dan di Mesir inilah pendapat-pendapat baru (qoul qodiim) Imam Asy-Syafii sering dijadikan rujukan (Lihat Siyaar Alaamin Nubalaa pada bagian yang mengisahkan biografi Imam Asy-Syafii).

          5. Lalu Cerita Nte ini aoa kaitannya dg kisah tawassul/tabarruk Imam Syafi’i dg Arwah Abu Hanifah yg ditulis oleh AlBaghdadi? Nte pikir AlBaghdadi pembohong gitu Ya?

          6. mana mungkin imam Syafi’i berdoa kekuburan Abu Hanifah setiap hari? sedangkan beliau mencari ilmu ke berbagai wilayah.
            Negeri-negeri lain yang beliau singgahi banyak kuburan para Nabi, para Sahabat Nabi, tabiin dan orang-orang yang jauh lebih utama dari Abu Hanifah, maka mengapa beliau mengkhususkan pada kuburan Abu Hanifah?
            Padahal beliau tidaklah pernah mengambil ilmu langsung dari Abu Hanifah. Bagaimana bisa mengambil ilmu, jika tahun kematian Abu Hanifah bertepatan dengan tahun kelahiran beliau?

          7. Abu Umar Abdillah@

            Abu Umar, jadi menurut Nte AlBaghdadi bercerita bohong? Jawab dong biar bisa kita diskusikan. Ingat saya hanya mengutip kitab AlBaghdadi, oke?

            Mengenai kesibukan Imam Syafi’i menuntut Ilmu itu benar di waktu mudanya, sementara berdo’a kepada Allah Swt di makam Imam Abu Hanifah dilakukan setelah usia tuanya. Masa begitu saja Nte gak mudeng?

          8. Al-Imam Abu Hanifah berkata:
            tidak sepantasnya bagi seseorang untuk berdoa kepada Allah kecuali denganNya, dan doa yang diijinkan dan diperintahkan adalah apa yang bisa diambil faidah dari firman Allah: Hanya milik Allah asmaa-ul husna,, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan (Lihat Ad-Durrul Mukhtaar min Haasyiyatil Mukhtaar(6/396-397))

  46. Dalam Qur’an Surah Shaad 79-80 (79. Iblis berkata: “Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.” 80. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh)

  47. Definisi Aqidah Menurut Bahasa
    Kata “aqidah” diambil dari kata al-‘aqdu, yakni ikatan dan tarikan yang kuat. Ia juga berarti pemantapan, penetapan, kait-mengait, tempel-menempel, dan penguatan.Perjanjian dan penegasan sumpah juga disebut ‘aqdu. Jual-beli pun disebut ‘aqdu, karena ada keterikatan antara penjual dan pembeli dengan ‘aqdu (transaksi) yang mengikat. Termasuk juga sebutan ‘aqdu untuk kedua ujung baju, karena keduanya saling terikat. Juga termasuk sebutan ‘aqdu untuk ikatan kain sarung, karena diikat dengan mantap.
    Definisi Aqidah Menurut Istilah Umum
    Istilah “aqidah” di dalam istilah umum dipakai untuk menyebut keputusan pikiran yang mantap, benar maupun salah.Jika keputusan pikiran yang mantap itu benar, maka itulah yang disebut aqidah yang benar, seperti keyakinan umat Islam tentang ke-Esa-an Allah. Dan jika salah, maka itulah yang disebut aqidah yang batil, seperti keyakinan umat Nashrani bahwa Allah adalah salah satu dari tiga oknum tuhan (trinitas).Istilah “aqidah” juga digunakan untuk menyebut kepercayaan yang mantap dan keputusan tegas yang tidak bisa dihinggapi kebimbangan. Yaitu apa-apa yang dipercayai oleh seseorang, diikat kuat oleh sanubarinya, dan dijadikannya sebagai madzhab atau agama yang dianutnya, tanpa melihat benar atau tidaknya.
    Aqidah Islam.
    Yaitu, kepercayaan yang mantap kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab suci-Nya, para Rasul-Nya, hari Akhir, qadar yang baik dan yang buruk, serta seluruh muatan Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama, perintah-perintah dan berita-beritanya, serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma’), dan kepasrahan total kepada Allah Ta’ala dalam hal keputusan hukum, perintah, takdir, maupun syara’, serta ketundukan kepada Rasulullah r dengan cara mematuhinya, menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya.
    Topik-Topik Ilmu Aqidah.
    Dengan pengertian menurut Ahli Sunnah wal Jama’ah di atas, maka “aqidah” adalah sebutan bagi sebuah disiplin ilmu yang dipelajari dan meliputi aspek-aspek tauhid, iman, Islam, perkara-perkara ghaib, nubuwwat (kenabian), takdir, berita (kisah-kisah), pokok-pokok hukum yang qath’iy (pasti), dan masalah-masalah aqidah yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih, wala’ (loyalitas) dan bara’ (berlepas diri), serta hal-hal yang wajib dilakukan terhadap para sahabat dan ummul mukminin (istri-istri Rasulullah r).Dan termasuk di dalamnya adalah penolakan terhadap orang-orang kafir, para Ahli bid’ah, orang-orang yang suka mengikuti hawa nafsu, dan seluruh agama, golongan, ataupun madzhab yang merusak, aliran yang sesat, serta sikap terhadap mereka, dan pokok-pokok bahasan aqidah lainnya.
    Nama-Nama Ilmu Aqidah
    Pertama: Nama-Nama Ilmu Aqidah Menurut Ahli Sunnah wal Jama’ah
    Ilmu aqidah menurut Ahli Sunnah wal Jama’ah memiliki beberapa nama dan sebutan yang menunjukkan pengertian yang sama. Antara lain:
    Aqidah, I’tiqad, dan Aqo’id.
    Maka disebut Aqidah Salaf, Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah, dan Aqidah Ahli Hadis.
    Kitab-kitab yang menyebutkan nama ini adalah :
    1) Syarh Ushul I’tiqad Ahli Sunnah wal Jama’ah karya Al-Lalika’iy (wafat:418 H)
    2) Aqidah As-Salaf Ashab Al-Hadits karya Ash-Shobuni (wafat:449 H)
    3) Al-I’tiqad karya Al-Baihaqi (wafat:458 H).

  48. Tauhid.
    Kata “tauhid” adalah bentuk mashdar dari kata wahhada – yuwahhidu – tauhiid. Artinya: menjadikan sesuatu menjadi satu. Jadi “tauhid” menurut bahasa adalah memutuskan bahwa sesuatu itu satu. Menurut istilah, “tauhid” berarti meng-Esa-kan Allah dan menunggalkan-Nya sebagai satu-satunya Dzat pemilik rububiyah, uluhiyah, asma’, dan sifat.Ilmu Aqidah disebut Tauhid karena tauhid adalah pembahasan utamanya, sebagai bentuk generalisasi.
    Kitab-kitab aqidah yang menyebut nama ini adalah kitab :
    1) At-Tauhid min Shahih Al-Bukhari yang terdapat di dalam Al-Jami’ Ash-Shahih karya Imam Bukhari (wafat: 256 H)
    2) I’tiqad At-Tauhid karya Abu Abdillah Muhammad Khafif (wafat: 371 H)
    3) At-Tauhid wa Ma’rifat Asma’ Allah wa Shifatihi ‘Ala Al-Ittifaq wa At-Tafarrud karya Ibnu Mandah (wafat: 395 H)
    4) At-Tauhid karya Imam Muhammad bin Abdul Wahhab (wafat: 1206 H).
    5) At-Tauhid karya Ibnu Khuzaimah.

  49. All wahabiyun……

    Ayo beda ndak antara pemahaman tentang tauhid dengan hakikat tauhid itu sendiri. Karena muter2nya diskusi ini bisa diselesaikan jika kalian bisa menerangkan pertanyaan ane ini.
    Selama yang ane ketahui dan pahami, seseorang yg benar2 alim dan arif itu ucapannya baik lisannya langsung atau tulisannya (kitab karyanya) menyejukkan dan mencerahkan hati umat sehingga kesadaran mengenal Tuhan tumbuh

    1. ente kaya bertanya siapakah namamu? trus djawab Apalah arti sebuah nama. Ente ini seperti orang filsafat. Kenapa ente ga tanya sekalian Kenapa ente dilahirkan di dijalan depan ibumu bukan jalan belakang?

      1. Ealah cuman seperti ini to balasan komen dari wahabiyun, byuh byuh byuh kok selalu alasan yg diulang2. Dari mana ente menyimpulkan ane seperti orang filsafat?

        Ternyata ente cuman ahli dongeng dan sekedar baca buku doang plus main copas ya.

      2. Apa karena nt ga nemukan di gogle untuk dicopas trus menuduh ane kayak orang filsafat he he he he.

  50. Spesial syekh donpay……

    Sudah hampir sepuluh pertanyaan ane diforum ummati ini tidak ente jawab sama sekali.

  51. ============================

    Maaf koment ini didelete!!!
    Koment berupa COPAS artikel yang terlalu panjang kami kategorikan sebagai SPAM!!!
    Silahkan kirim lagi dg cara diringkas dari apa yang menjadi pokok pembahasan artikel tsb. Caranya baca dulu koment tsb, lalu tulis menurut pemahaman antum dari hasil membaca artikel tsb. Silahkan mencoba lagi

    Diharap untuk selanjutnya tidak kirim koment COPAS lagi yg terlalu panjang, harap maklum. Terima kasih atas perhatiannya.

    Demikianlah NOTES PERINGATAN UMMATI PRESS bagi yang hobby kirim koment COPAS ARTIKEL yang terlalu panjang.

    ADMIN UMMATI PRESS

  52. ============================

    Maaf koment ini didelete!!!
    Koment berupa COPAS artikel yang terlalu panjang kami kategorikan sebagai SPAM!!!
    Silahkan kirim lagi dg cara diringkas dari apa yang menjadi pokok pembahasan artikel tsb. Caranya baca dulu koment tsb, lalu tulis menurut pemahaman antum dari hasil membaca artikel tsb. Silahkan mencoba lagi

    Diharap untuk selanjutnya tidak kirim koment COPAS lagi yg terlalu panjang, harap maklum. Terima kasih atas perhatiannya.

    Demikianlah NOTES PERINGATAN UMMATI PRESS bagi yang hobby kirim koment COPAS ARTIKEL yang terlalu panjang.

    ADMIN UMMATI PRESS

  53. He…he…he…sama kallleeeee….bukan ente aje yg komengnye sering ketelen, yg laen juga sering ngalamin begonoan……

    kesian bang Abu Umar, copasannye ilang. Udeh bang…tinggal copas lagi aje, ape susehnye sih….

  54. Koment banyak COPAS gak muncul aja protess, koment saya gak ada yg COPASAN pun banyak gak muncul saya diam aja? Ikuti tuh sarannya Bang Nur, gitu aja repot?

    Lagian Nte kan sudah tahu blog ini gak dimoderasi? Nte kirim koment langsung muncul, tapi kalau ada satu atau dua koment gak muncul itu namanya kecelakaan. Masalah begini aja Nte gak bisa mikir sendiri lalu Nte pakai apa pikiran/akal Nte? Pikiran Nte Pensiun ya?

  55. imam syafi’i tidak mungkin bertawasul sama kuburanatau orang meninggal. Kalao ada yang mengatakan imam syafi’i bertawasul sama kuburan atau orang meninggal adalah dusta. Tidak ada dalil yang membolehkan bertawasul pada kuburan atau orang meninggal.

    1. Tidak ada kaitan antara syirik dan tawassul dg orang2 shalih yg sudah meninggal. Orang-orang shalih adalah orang2 yg dicintai Allah Swt, dan ketika ada hamba Allah bedo’a kepa-NYA seraya menyebut Nama orang2 yg dicintai-NYA maka Maka Allah Swt akan ridla. Dan tidak ada yang lebih disayangi oleh Allah Swt di jagad raya ini kecuali orang-orang shaleh lebih-lebih Rasulullah saw baik ketika masih hidup atau setelah wafatnya.

      Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab (perintis sekte Wahabi), dalam risalahnya merasa perlu bertabayyun atau klarifikasi atas tuduhan beberapa orang yang ngatakan bahwa ia mengharamkan tawassul. Ia menuliskan “Sesungguhnya Sulaiman bin Suhaim telah berdusta terhadapku tentang banyak hal yang tidak pernah aku katakan, bahkan tidak pernah terlintas dibenakku. Di antaranya aku dianggap mengkafirkan orang-orang yang bertawassul melalui orang shaleh, aku juga dituduh mengkafirkan al-Bushiri karena mengatakan ‘wahai makhluk yang paling mulia’, aku juga difitnah membakar kitab dalailul khairat. semua itu hanya bisa aku jawab Maha Suci Engkau Ya Allah semua ini adalah dusta Besar.”

      Malahan dalam al-Fatwa al-Kubra, Syaikh Abdul Wahab menjawab ketika ditanya tentang tawassul, beliau dengan tegas menjawab “ Tidak mengapa bertawassul dengan orang-orang Shaleh … asalkan mereka yang berdoa dengan jelas memohon seperti: “aku memohon kepada-Mu dengan Nabi-Mu” atau “Dengan nama Rasul-Mu aku memohon agar…” atau “aku memohon kepada-Mu ya Allah, dengan hamba-hamba-Mu yang sholeh, semoga… ” bahkan ketika mereka berdoa’a di atas kuburpun tidak ada masalah”

  56. Abu umar@shahih,namun rasa2 nya diskusi dng mereka tdk ada faedahnya.karena ketika mereka sdh tdk bisa lagi berhujjah dng dalil dan riwayat yg shahih,yg keluar adalah riwayat2 yg dhaif bahkan dusta,oleh karenanya menurut ana tinggalin saja,dan doakan supaya mendapat hidayah.

    1. sirawing, silahkan baca tulisan abah asra di bawah ini. kalau selama ini antum sebagai wahabi maka antum termasuk yg harus di-islamkan kembali. jadi jangan justru ngajak lari dari hidayah- NYA.

  57. @ Admin
    Mohon izin mengetikkan artikel, “ MENGISLAMKAN “ ARAB SAUDI, di kolom komentar.
    tulisan ini ditulis oleh : Muhammadun A.S. pada harian Lampung Pos tanggal 1 Juli 2011.

    “ MENGISLAMKAN “ ARAB SAUDI
    Bagi umat Islam Indonesia, Arab Saudi merupakan sombol dalam keberagamaan. Kala salat, umat Islam menghadap ke Kakbah, Mekah. Setiap tahun umat Islam Indonesia berduyun-duyun menjalani ritual ibadah haji. Nabi Muhammad dimakamkan di Madinah. Masih banyak tempat suci dikeramatkan umat Islam Indonesia. Dari sinilah, kesadaran bangsa Indonesia ihwal Arab Saudi tercetak dalam kesadaran teologis sehingga melihat Arab Saudi serbasuci, bersih dan menyejukkan.

    Kesadaran teologis sangat paradoks dengan kondisi terkini. Setidaknya bisa dilihat dari fakta kasus tenaga kerja wanita(TKW) asal Indonesia selalu bernasip tragis kala bekerja di Arab Saudi. Bukan kemuliaan dan keagungan yg didapatkan dari Tanah Suci, tetapi kekerasan, pemerkosaan bahkan kematian. Nasib Ruyati tragis melengkapi beragam kasus yg terjadi sebelumnya. Dari kasusini, kesadaran teologis kita ihwal Arab Saudi bisa terjungkal: ternyata Arab Saudi sama sekali tak ada hubungan dengan watak suci yg melekat selama ini.

    Jalan kebajikan yg kita lihat dari Tanah Suci kini harus kita letakkan secara poporsional. Dalam arti, secara politik Arab Saudi bukanlah negara suci yg setipa gerak warga negara sesuai dgn ajaran kebajikan para Nabi. Bahkan jalan politik yg ditempuh Arab Saudi masa kini lebih dekat jalan politik yg didekte Amerika Serikat. Terbukti berbagai kebijakan politik AS yg terkait di Timur Tengah selalu mendapatkan sekutu Arab Saudi. Secara politik Arab Saudi sangat jauh dari harapan peta politik negeri Arab lainnya.

    Dalam konteks hubungannya dgn Indonesia, masyarakat Arab Saudi ternyata masih tertinggal jauh nalar peradabannya. Mereka ibarat kaum berbarian dan kaum pagan begitu angkuh serta menganggap para pembantu laiknya budak yg bisa digunakan dan dipekerjakan sesuka hatinya. Jalan pikir demikian merupakan warisan kaum pagan barbarian yg dulu begitu bangga dgn ketidakmampuannya dlm membaca. Kini kaum neopagan itu lahir dari perilaku majikan yg menyiksa para TKW yg sedang bekerja.

    Warisan paganistik barbarian begitu mengakar dlm tradisi bermasyarakat Arab sehingga masih banyak melihat TKW sebagai budak. Ini terlebih masih bercokolnya ajaran agama yg kala itu masih melgitimasi adanya budak(raqobah). Budak saat itu memang belum sepenuhnya dihapuskan, tetapi usaha para guru bijak yg dipimpin Nabi Muhammad sudah memberikan naluri pencerahan agar tak ada budak dlm tradisi Arab. Perbudakan harus dihapuskan karena tdk sesuai dgn perikemanusiaan dan perikemanusiaan Manusia mempunyai hak dan martabat yg otonom, tdk bisa diatur semena-mena oleh manusia lain.

    Kini saatnya Arab Saudi diislamkan lagi Bukan berarti Arab Saudi sudah lagi memeluk agama Islam. Tetapi prakti jalan hidup yg dilakukan Arab Saudi saat ini merupakan wujud kehidupan kaum pagan barbarian kala Nabi Muhammad belum melakukan revolusi di Arab Saudi. Taat nilai kehidupan yg ditancapkan Nabi Muhammad sudah tdk lagi menancap kuat dlm kesadaran hidup masyarakat Arab. Pola berpikir masyarakat Arab begitu konservatif, bahkan praktek hukum yg dijalankan sekarang masih miskin pembaruan. Terlebih penguasa Arab sekarang yg dikenal pragmatis dan begitu dekat dgn politik AS.

    Mengislamkan Arab Saudi bukanlah mengganti pemerintahan dan agama yg telah dipeluk. Tetapi saatnya dunia internasional, khususnya masyarakat muslim dunia, untuk mengkritik dam memberikan masukan kontributf bagi bangsa Arab agar bisa berpikir secara modern dan penuh kearifan. Saatnya masyarakat Islam dunia menggelorakan semangat pembaruan agar nalar pencerahan bisa bertiup dlm samudera kehidupan warga Arab Saudi. Alinasi masyarakay Islam dunia mempunyai basis gerak yg cukup signifikan, terlebih dgn ritual haji sbagai pertemuan agung masyarakat Islam.

    Indonesia yg mempunyai hubungan belateral dgn Arab Saudi mempunyai tugas penting dlm menciptakan iklim pembaruan dunia Islam sehingga bisa masuk dlm jantung kehidupan Arab Saudi. Terlebih Indonesia berpenduduk muslim terbesar dunia Indonesia juga dekenal sbagai gudangnya ulama dan organisasi sosial keagamaannya juga berperan penting dlm percaturan global. Indonesia seharusnya bisa meningkatkan daya tawarnya sehingga Arab Saudi bisa “diislamkan” lagi.

    Kebajikan yg ditanam para nabi harus kembali ditegakkan di Tanah Suci. Saatnya para TKW mendapatkan hak dan martabatnya yg layak, sesuai dgn visi keadilan dan kemasusiaan.

    1. @ admin dan para pengunjung blog ummati, mohon maaf jika dlm mengetikkan arikel diatas banyak salah , terutama judulnya ” Mengislankan” yg benar adalah “MengiIslamkan”.
      sekali lagi mohon maaf atas banyaknya kesalahan pengetikkan, tapi mudah2an pengunjung dapat mengerti dari maksud yang sebenarnya.

      1. Abah Asra, Tanah Suci jadi tercemar gara-gara ditangani orang-orang Wahabi. Mereka memang harus di-Islamkan kembali, saya setuju.

  58. Abu Umar Abdillah :
    Mengenai sanad riwayat tersebut Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albaany menyatakan: Ini adalah riwayat yang lemah bahkan batil. Karena sesungguhnya perawi yang bernama Umar bin Ishaq bin Ibrahim tidaklah dikenal. Tidak ada penyebutan tentangnya sedikitpun dalam kitab-kitab tentang perawi. Bisa jadi yang dimaksud adalah Amr (dengan fathah pada ain) bin Ishaq bin Ibrohim bin Humaid bin as-Sakn Abu Muhammad at-Tuunisi. Al-Khotib (al-Baghdady) menyebutkan biografinya dan menyatakan bahwa ia adalah Bukhary (berasal dari Bukhara) datang ke Baghdad dalam rangka menunaikan haji pada tahun 341H. Tetapi (al-Khotib) tidaklah menyebutkan jarh(celaan), tidak pula tadiil (pujian) sehingga dalam kondisi ini ia adalah majhuulul haal (keadaanya tidak dikenal). (Tetapi) kemungkinan (bahwa ia adalah Amr) jauh, karena tahun kematian syaikhnya : Ali bin Maymun pada tahun 247 H menurut kebanyakan pendapat. Sehingga jarak kematian antara keduanya adalah sekitar 100 tahun, sehingga jauhlah kemungkinan bahwa keduanya pernah bertemu ( Lihat Silsilah al-Ahaadits Adh-Dhaifah juz 1 halaman 99).

    maaf Abu Umar Abdillah saudaraku, agaknya anda mengCOPY-PASTE dari link berikut ini:
    http://bantahansalafytobat.wordpress.com/2011/06/14/bantahan-20-kedustaan-kisah-tabarruk-imam-asy-syafi%E2%80%99i-terhadap-makam-imam-abu-hanifah/
    maaf sekiranya saya salah, namun sudahkah anda membaca komentar Abdul Fattah Abu Ghuddah ketika mentahqiq kitab al-Raf’u wa al-Takmil fi al-Jarh wa al-Ta’dil karya Muhammad Abdul Hayy al-Luknawi, halaman 5:
    Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah menyatakan: “Bahwa diamnya para ulama Jarh wa Ta’dil mengenai seorang perawi (maksudnya tidak menjarh) dan perawi tersebut tidak meriwayatkan hadits yang munkar, maka hal tersebut dianggap Tautsiq bagi perawi itu.”
    Boleh jadi anda wahai Abu Umar Abdillah akan menolak keterangan ini dengan mengatakan bahwa Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah merupakan orang yang dicela oleh Syaikh Albani anda. tapi itulah kenyataannya.
    Sampaikan salam saya kepada teman anda Donpay, saya tunggu jawaban pertanyaan saya sebelumnya mengenai kualitas hadits fitnah Iraq.

  59. Bang Admin, sekiranya komentar saya terhadap saudara Abu Umar Abdillah dobel, tolong delete saja. soalnya saya coba komentar tidak tampil-tampil.
    makasih bang admin

    1. Akhi Bahr, maaf jika kami tidak bisa memberikan follow-up yg cepat atas “pesanan” antum. Sebab memang kami tidak setiap saat “Menjaga” gawang Ummati. Maklum kewajiban mencari nafkah dan harus meninggalkan PC terkadang seharian full tidak sempat “Menangani” Blog ini.

      Dan pesanan antum untuk mendelete koment doble sudah kami laksanakan. Silahkan dilanjut diskusinya semoga bermanfaat buat semua pengunjung blog Ummati Press.

  60. @ Ummati
    kami maklum, pengelolaan blog semacam ummmati press ini adalah semata-mata dakwah Lillahi Taala, untuk membantengi umat dari pemahaman yg mendangkalkan ajaran Islam yang Sejati yg tujuannya untuk menghancurkan Islam dari dalam supaya Islam lemah dan umat dan negara2 Muslim bisa dijajah oleh negara barat dan sekutunya Israel Yahudi.
    Kami para pengunjung Blog Ummati Press merasa terbantu dengan adanya blog Anti Wahabi semacam Ummati ini, untuk mencegah meluasnya virus ajaran sesat wahabi dikeluarga sendiri dan masyrakat luas yg terjerumuskan oleh ajaran sesat ini.

  61. @ Bahr
    Akhi Bahr, sepertinya anda sangat faham dengan ‘dapur’ nya wahabi. Saya harap anda selalu eksis dalam blog tercinta ini. Comment akhi Bahr tentang wahabi bikin betah berlama-lama gelar tiker disini..! salam kenal

  62. AJARAN WAHIDIYAH

    LILLAH: segala amal perbuatan apa saja, asal bukan perbuatan yg tidak diridloi ALLOH SWT, melaksanakannya supaya disertai niat ibadah mengabdi pada Alloh SWT,
    BILLAH: Senantiasa menyadari dan merasa bahwa segala sesuatu termasuk gerak gerik lahir batin adalah Alloh yg menciptakan dan menghendaki.
    LIRROSUL: Disamping menerapkan LILLAH, niat mengikuti tuntunan Rosul SAW, asal bukan perbuatan yg tidak diridloi Alloh SWT.
    BIRROSUL: Disamping penerapan BILLAH diatas, supaya juga menyadari dan merasa bahwa segala sesuatu termasuk gerak geriknya lahir batin (yg diridloi Alloh SWT adalah sebab jasa Rosululloh SAW.

    (sholawat wahidiyah dan ajarannya baca lebih lanjut http://www.wahidiyah.org(supaya disebarluaskan pda masyarakat luas tanpa pandang bulu))

  63. Wahai akhi Asy-‘Ariyah yang ngaku ASWAJA
    Iblis itu lebih paham tauhid yang ummati maksud kalao seperti itu…
    Iblis pernah bertemu dengan Allah SWT, dan paham betul tentang sifat-sifat Allah dan para rasul-Nya, baik sifat-sifat yang wajib, mustahil maupun ja’iz, yang jumlah semuanya ada 50 sifat. Iblis berdoa langsung sama Allah SWT, ga pake tawasul (ente minta ke orang mati/kuburan), Iblis berdoa tidak kekuburan tuh. Lebih bodoh siapa coba.

    Dalam Qur’an Surah Shaad 79-80 (79. Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.” 80. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh)

    1. Pantas yg jadi idolamu itu IBLIS, lha Iblis kalian anggap lebih berilmu ketimbang hamba-hamba Allah yg shalih. Makanya Nte berdo’a dg sombong seperti Iblis. Padahal Allah Swt memerintah hamba-NYA untuk bertawassul.

      Cape juga teman-teman ngomong sama murid Iblis seperti Nte.

    2. abu umar mungkin benar jika Iblis mengerti Ilmu Aqidah Ahlu Sunnah Wal-jama`ah seperti artikel diatas yang admin Ummati Posting , dan saya yakin jika Iblis tidak mau menampakkan kebenaran Aqidatul awam sebagai Aqidah shahihah (akida yang benar dan lurus) oleh karena itu Iblis menampakkan Aqidah trinitas Wahabi sebagai kebenaran mutlak , saya kasihan sama abu umar dia tertipu oleh Iblis yang menampakkan Aqidah Bid`ah sebagai kebenaran.

      semoga yang lainnya bisa terhindar dari Aqidah yang Iblis promosikan.

    3. hahahah…masa’ iblis lebih faham tauhid…???gagagagagagagagag ada2 aja kang abu umar,lau iblis lebih faham tauhid tentunya dia thoat kala disuruh sujud,,,gimana nte kang abu umar…????/ ngaji yg benar dunk……oya,ana lagi disaudi,apakah nte mau ana jelaskan kemunafikan faham nte…??????

  64. Abu Umar Abdillah :
    Wahai akhi Asy-’Ariyah yang ngaku ASWAJA
    Iblis itu lebih paham tauhid yang ummati maksud kalao seperti itu…
    Iblis pernah bertemu dengan Allah SWT, dan paham betul tentang sifat-sifat Allah dan para rasul-Nya, baik sifat-sifat yang wajib, mustahil maupun ja’iz, yang jumlah semuanya ada 50 sifat. Iblis berdoa langsung sama Allah SWT, ga pake tawasul (ente minta ke orang mati/kuburan), Iblis berdoa tidak kekuburan tuh. Lebih bodoh siapa coba.
    Dalam Qur’an Surah Shaad 79-80 (79. Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.” 80. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh)

    Wahai saudara-saudaraku Salafi yang mengaku-aku ASWAJA
    Iblis itu lebih paham tauhid yang ummati maksud kalau seperti itu…(agaknya ada kemiripan dengan kelompok yang mengaku-aku paling bertauhid)
    Iblis pernah bertemu dengan Allah SWT, dan paham betul tentang sifat-sifat Allah dan para rasul-Nya, baik sifat-sifat yang wajib, mustahil maupun ja’iz, yang jumlah semuanya ada 50 sifat. (agaknya ada kemiripan juga dengan kelompok yang mengaku-aku lebih mengenal Allah dan paling sesuai seluruh tindakannya dengan Rasulullah)
    Iblis berdoa langsung sama Allah SWT, ga pake tawasul ente minta ke orang mati/kuburan, Iblis berdoa tidak kekuburan tuh. (Koq bisa ada kemiripan dengan kelompok yang mengaku-aku jika berdoa tidak perlu pakai perantara, anti ke kuburan dan ga pake tawassul)
    Lebih bodoh siapa coba. (lha mending bodoh tapi tidak ikut Iblis daripada pintar tapi ikut…ah gak enak saya nyebutnya)
    maaf Saudaraku, hanya untuk refreshing saja biar tidak tegang…(mudah-mudahan tidak dibawakan dalil oleh kelompok yang gemar berdalil)

  65. @Abu Umar

    Kalau mau mencontohkan pengenalan atau makrifat kepada Allah, jangan Iblis yang dijadikan contoh. Hoi pengikut wahabi….. sadar ndak sih siapa nabimu?

    Rasulullah adalah contoh kita, panutan kita dalam bermakrifat dan mengenal Allah, karena beliaulah yang mengajarkan kita ilmu tauhid.

    Hoiiii pengikut wahabi, coba ente lihat-lihat lagi sejarah dan kenyataan…. KENYATAAN, bukan cuman argumentasi dan omong kosong asal ucap ayat ini itu tapi tidak memahami secara keseluruhan.

    dari dakwah zaman nabi Adam sampai nabi Isa, selalu terjadi distorsi, percampuran dan dusta-dusta yang disisipkan oleh para pengikut Iblis, agar manusia tidak mengenal Allah, tuhan mereka yang sebenarnya, sehingga mereka menganggap tuhan mereka adalah para dewa, ada pula yang menyembah para dewi, menyembah api, dsb. Ada juga manusia yang masih mengenal Allah, tetapi pengenalan mereka terhadap Allah sudah bercampur khurafat dan khayalan-khayalan serta dusta-dusta, maka mereka tidak akan mengenal Allah yang sebenarnya.

    Oleh karena itulah, para nabi berdakwah mengenalkan Allah yang sebenarnya….. .. Hoiiiiii pengikut wahabi, udah paham belum ….???

    Makanya hanya orang bodoh yang tidak melihat kenyataan dan mengatakan tidak perlu ilmu tauhid tentang mengenal Allah dan sifat-sifat Allah, juga tentang Rasul dan sifat-sifat Rasul, juga rukun iman lainnya……

    Iblis itu mahluk terlaknat, dia terhijab pada Allah, karena memandang dirinya sendiri sehingga menolak perintah Allah, Iblis itu karena sombong terhalang ‘melihat’ Allah, sebagai pencipta dan berkehendak (Iradat).

    Makanya belajar makrifat kepada baginda Rasul, sehingga kita selalu dapat ‘melihat’ Allah.

    “Anta’budallah ka annaka taraah, fa’illam takun taraah, fa’innahu yaraak.”

    “Engkau mengabdi kepada Allah seperti engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

    Bagaimana kita bisa menyembah dan beribadah kepada Allah dengan ibadah yang bernilai, khusu dan mencapai taraf ihsan bila kita tidak mengenal Allah dengan pengenalan yang sebenarnya?

    Agar kita dapat mencapai taraf ihsan, kita harus tahu dan selalu berzikir kepadaNya, itulah ajaran Rasul.

    Maka ikutilah dan belajarlah ama Rasul, jangan ikuti dan belajar ama Iblis.

    Ya Allah, jadikanlah kami selalu mengikuti petunjuk Rasulullah, dan hindarkanlah kami dari tipu daya Iblis, dan matikanlah kami semua dalam keadaan Khusnul khotimah, Allahumma sholi ‘ala Sayidina Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi ajmain. Alhamdulillahirobbil ‘Alamin.

  66. sabar sudaraku wahabi perlu pelan-pelan memahami ini kasian jangan sampai ia salah alamat memahami ini.mungkin kita tau yang ia khawatirkan tapi sayang ia tidak tau yang kita jalankan ia masih terlalu lugu untuk menafsirkan semua ini.pelan pelan aja

    1. Wahabi itu dalam beragama ibarat remaja yg sedang mengalami puebrtas. Makanya over acting dan petantang petenteng tapi lugu. Saya juga sebenarnya kasihan, mereka petantang petenteng bawa dalil tapi tidak ngerti maksudnya, makanya banyak yg ngatain mereka itu seperti burung BEO.

      Yang diposting Ummati itu adalah ILMU TAUHID, dengan ilmu itu kita bisa mentauhidkan Allah swt dg benar karena dg ilmu itu kita jadi KENAL siapa Allah dan Siapa Nabi-NYA.

      Sedangkan TAUHID tiga jelas bukan ilmu melainkan TAUHID itu sendiri yg dibagi-bagi. Ini sangat jelas bid’ahnya dan tidak akan membawa manfaat bagi mereka yg mempelajarinya. Kecuali mereka hanya akan menjadi orang-orang yg fasih MEMUSYRIKKAN KAUM YANG SUDAH BERTAUHID. DAN FASIH MENGANGGAP BERTAUHID RUBUBIYYAH KEPADA ORANG_ORANG YG JELAS2 DILABELI MUSYRIK oleh Allah dan Rasul-NYA.

      Dan seperti itulah Wahabi, na’udzubillah.

  67. 1. Wujud

    Allah wajib bersifat wujud yang artinya Allah itu pasti ada kalau tidak ada mana mungkin ada alam dan mahluk termasuk langit, arsy dan arah, sedangkan langit, arsy dan arah itu ada, karena wujudnya Allah.

    2. Qidam
    Qidam artinya lebih dahulu ada dari segala makhluk. berarti lebih dahulu ada daripada langit, arsy dan arah. Berarti langit, arsy dan arah itu baru pernah tidak ada, dan Allah ada tanpa langit, arsy dan arah.

    3. Baqa
    Allah itu bersifat Baqa atau kekal, yang artinya Allah swt tidak akan mengalami kebinasaan rusak atau berubah untuk selama-lamanya. Sedangkan langit, arsy dan arah akan binasa.

    4. Mukholafatu Lil Hawadist, artinya Allah itu tidak sama dengan makhluk dan Allah mustahil sama dengan makhluk ( mumatsalatu lil hawadist). langit, arsy dan arah ciptaan Allah, begitu juga segala mahluk yang bertempat langit dan segala mahluk yang mesti ada dengan arah tertentu, semua itu ciptaan Allah.

    5. Qiyamuhu Binafsihi, artinya Allah itu bersifat berdiri sendiri tidak membutuhkan kepada yang lain dan Allah mustahil bersifat Ihtiyaju Bighoiri (membutuhkan). Artinya Allah tidak membutuhkan langit, arsy dan arah untuk eksis, justru langit, arsy dan arah butuh kepada Allah.

    6. Wahdaniyah, artinya Esa atau tunggal atau satu, Zat Allah itu esa, berarti Allah itu tidak terdiri dari bagian-bagian dan susunan-susunan serta anggota-anggota tubuh.

    7. Qudrah atau Qodrat yang artinya Allah itu Maha Kuasa atas segalanya. Kekuasaan Allah itu meliputi alam semesta, langit, arsy dan arah beserta isinya dan semuanya tidak luput dari pengawasan dan kekuasaan Allah.

    Dari 7 sifat ini saja telah membuktikan Allah tidak bertempat dan berarah.

    Silahkan kalau ada yang mau kritik dan protes.

      1. mereka protes, karena tidak sesuai pemahamannya, makanya mereka anti terhadap ajaran asy ariyah, padahal mereka dulu juga tentu belajar akidah 50, terutama sifat 20. Salam Mas Mamo

    1. Assalamualaikum,

      salam kenal mas dianth, sangat mencerahkan penjelasannya. baru tahu kalo wahabi membagi tauhid menjadi 3, kaya nasrainya versi paulus, dan memalsu kitab2 salafusoleh persis paulus…………..

      saya tercerahkan dengan blog ini lanjutkan perjuangan ya ummati, saya haya orang awam pencari ilmu, dan sadarkan kaum wahabi serta mohon bantuan koment di blog2 sebelah yang membahas wahabi biar imbang

    2. Seperti yg dijelaskan oleh Akhi Dianth inilah yg disebut ilmu mengenal Allah Swt, dg demikian kita akan bertauhid dg benar.

      Sedangkan TAUHID TIGA (TRINITAS) itu adalah tauhid yg dihancurkan/dibagi-bagi, apanya yg mau ditegakkan Wahabi? Mereka itu penghancur TAUHID kok ngaku-ngaku sebagai penegak TAUHID?

      Ilmunya untuk menegakkan TAUHID kagak punya kok mau menegakkan Tauhid, yang terjadi malah menghancurkan TAUHID, itulah Wahabi.

      1. Mas juman, pemahaman tauhid mereka telah menjadikan pemahaman agama dan tafsir Al Quran menjadi jungkir balik. akhirnya memang pemahaman tauhid kaum muslimin yang diyakini selama ini bisa ikut jungkir balik. Na ‘udzubillah.

      1. dalilnya sudah ada tuh disebutkan di artikelnya… baca aja dan cari di Al Quran.

        Tidak ada tuh yang batas-batasi, sifat 20 hanya sebagian sifat Allah, yang menurut para ulama mesti diketahui oleh kaum muslimin untuk menjaga akidah dan membentengi iman kita terhadap paham-paham yang salah tentang Allah, misalnya paham tajsim.

        Dengan memahami sifat 20, kita bisa membedakan tuhan yang sebenarnya dengan ‘tuhan-tuhan’ ciptaan manusia.

          1. Apaan ente tanya sunnah segala?

            kalau menurut ente dari sifat 20 itu ada yang tidak sesuai sunnah silahkan ente paparkan….

  68. Ibn Hajar al-Haitami menuliskan:

    ????? ????????? ?????? ???????? ????????????????? ???? ???? ???????? ????????? ????????????? ???? ????? ??????? ??????? ???? ????????? ??? ????????? ???????? ??????????? ???????????? ????????.

    “Apa yang tersebar di kalangan orang-orang bodoh yang menisbatkan dirinya kepada madzhab Hanbali bahwa beliau telah menetapkan adanya tempat dan arah bagi Allah, maka sungguh hal tersebut adalah merupakan kedustaan dan kebohongan besar atasnya” (Lihat Ibn Hajar al-Haitami dalam al-Fatawa al-Haditsiyyah, h. 144)

    makanya mari kita pelajari kembali akidah 50, terutama sifat 20 yang dirumuskan oleh para ulama arif billah dan makrifat kepada Allah, agar kita bisa mengenal Allah dengan sebenarnya bukan mengenal Allah asal terjemah dan tafsirkan secara zhahir dan dangkal.

  69. Assalmualaikum, salam kenal semuanya

    saya pencari ilmu, sungguh senag saya membaca blog ini, terimakasih ya ummati

    salam kenal mas dianth dan mas mamo cemani gombong saya senag penjelasan antum sungguh ilmu tauhid anda membuat saya semakin yakin kalo FAHAM WAHABI PERLU DILURUSKAN………. teruskan perjuangan antum oh ya masih ada blog2 ASWAJA Assyairiya dapat serangan dari kaum WAHABISM tapi penjelasannya belum segamblang jenengan mohon mereka dibantu

    salam

  70. +Maslahah al-mursalah yang salah difahami

    Pendahuluan
    Maksud dari disyare`atkannya hukum-hukum dalam Islam adalah : untuk tercapainya kemaslahatan bagi ummat manusia baik dengan memberikan manfaat maupun menolak madarat , dan kemaslahatan dari segi syare`at ada tiga macam
    1. kemaslahatan yang dianggap oleh syare`at sebagai kemaslahatan sehingga ditetapkanlah hukum-hukum untuk mencapainya seperti maslahat untuk menjaga nyawa ditetapkanlah hukum Kishosh , maslahat untuk menjaga harta ditetapkanlah hukum potong tangan.
    2. kemaslahatan yang tidak dianggap oleh syare`at sebagai kemaslahatan seperti menyerah kepada musuh , karena kemaslahatan seperti ini akan menggugurkan kemaslahatn lebih besar yaitu menjaga negara dari penjajahan.
    3. kemaslahatan yang dibiarkan oleh syare`at tidak ada dalil yang melarang atau menetapkannya sebagai kemaslahatan.
    Sehingga maslahah al-mursalah yang dimaksud adalah : kemaslahatan-kemaslahatan yang tidak ada perintah maupun larangan untuk dilaksanakan maupun ditinggalkan.
    Setiap kejadian yang tidak ada Nashnya tidak ada Ijma` Qiyas maupun Is-tihsan namun didalamnya ada kemaslahatan bagi manusia maka seorang Mujtahid dibolehkan untuk menetapkan hukum yang sesuai demi tercapainya kemaslahatan bagi Ummat manusia. Seperti mengumpulkan qur`an dalam satu Mush-haf , pembuatan penjara dll.

    Sebagian orang keliru memahami persoalan ini sehingga mengatakan jika pembagian tauhid versi wahabi adalah al-maslahah al-mursalah padahal pembagian Tauhid versi wahabi bukan maslahah al-mursalah sebagaimana yang mereka klaim karena berbagai alasan
    1. al-maslahah al-mursalah hanya berbicara seputar Fiqh dimana fiqh hanya berkutat soal af`al mukallafin (perbuatan mukallaf ) sementara pembagian Tauhid adalah masalah I`tiqod makallafin ( keyakinan mukallaf)
    2. al-maslahah al-mursalah tidak berdiri tegak diatas dalil spesifik bahkan tanpa dalilpun dibolehkan , sementara pembagian Tauhid adalah masalah I`tiqod yang harus berdiri tegak diatas dalil yang qoth`i.
    3. al-maslahah al-mursalah menjadikan Fiqh Islam selalu lentur dan sesuai dengan perkembangan zaman dia tidak berhenti didepan kemaslahatan yang tidak ada dalilnya dari Syare`at, sementara pembagian Tauhid adalah masalah I`tiqod / keyakinan yang harus berhenti ketika tidak ada dalilnya dari Syare`at , dia tidak boleh berkembang dan fleksibel sebagaimana Fiqh.

  71. I also like this coment, syukron Mas Syahid. I am Juman from ASWAJA COMIUNITY. Pemahaman Wahabi tentang Islam memang sangat perlu untuk diluruskan. Pemahaman mereka yg menyimpang sangat membahayakan aqidah dan syari’at pemuda-pemuda muslim yg jadi incaran missionaris Wahabi.

    Thank’s you all….

  72. Makin jelas dengan uraian mas Syahid. Tp apa para syekh al wahaby al ngeyeli masih ngeyel ya he he he

  73. kita mentauhidkan alloh = bahwa kita menyadari dan merasa disetiap waktu, tempat, situasi, kondisi, bahwa SEMUANYA yg ada dan akan ada adalah karena Alloh. (BILLAH, lihat ajaran wwahidiyah)

  74. Donpay mengatakan:
    mengenai takhrij, sudah dapat antum lihat di buku “Meluruskan Sejarah Wahhabi” karya Ust Yusuf As Sidawi, disitu disimpulkan oleh Ahli Hadist Abad ini, Syaikh Albani bahwa fitnah nejed itu ada di Iraq . didukung dengan hadist-hadist lain.
    hendaknya kita menyerahkan takhrij dan pemahaman hadist kepada ahlinya.
    Naam.

    Saudaraku Donpay, akhirnya ketemu juga penjelasan mengenai hadits fitnah Iraq (Walaupun penjelasan itu anda kutip dari kalangan anda sendiri) ^-^”. mengenai buku tersebut, Insya Allah setelah pulang ke Indonesia baru akan saya cari (Maklum TKI), jadi saya minta semoga saudaraku Donpay mau berbagi pengetahuan mengenai takhrij hadits fitnah Iraq menurut kesimpulan Muhaddits Abad ini sebagaimana dinukil oleh Ustadz Yusuf al-Sidawi.
    Pertanyaan saya adalah:
    1. Dari mana anda bisa yakin bahwa hadits fitnah Najd dijelaskan oleh Hadits fitnah Iraq dan bukan sebaiknya bahwa hadits fitnah Iraq yang dijelaskan oleh hadits fitnah Najd? (kalau anda katakan dari buku tersebut, kenapa tidak anda kemukakan saja di sini, biar jelas siapa yang benar dalam memahami hadits tersebut, kelompok yang mengaku-aku pengikut Salaf al-Shalih ataukah kelompok ASWAJA)
    2. Tahukah anda dengan istilah hadits Syadz dan Munkar?

  75. Tok…tok..tok…assalamu ‘alaykum…
    pada kemane orang-orang SaWah yeehhh…..????

    (ohhh… lagi pade ke rumah Mbah Google…)

  76. @Assalamu alaikum Mas Ahmad Syahid.
    Penjelasan di atas, sangat jelas dan saya merasa penjelasan Mas dalam berbagai topik selalu mencerahkan dan bertutur kata yang sangat santun. Cuma suatu ketika saya merasa penasaran waktu di Blok Abu Hanan Assundawi. Dikatakan dalam komentar Mas “blank comment”, karena dinilai tidak patut. Seorang pengunjung meminta Admin (Abu Hanan) untuk memuat saja. Tetapi Admin tetap bilang komentar Mas tidak layak dimuat krna tidak mendidik. Hingga saat ini saya tidak percaya. Mungkin Mas dapat menghilangkan rasa penasaran saya? Trims

    1. wa alaikum salam wr.wb
      kejadiannya sudah sangat lama mas bima ya , waktu itu abu hannan menerjemahkan beberapa teks arab yang kemudian saya coba koreksi dan ingatkan , bukannya klarifikasi abu hannan malah mengatakan jika kekeliruan itu disengaja , saya bilang kalo seperti itu antum bisa menyesatkan banyak pengunjung yang tidak semuanya faham bahasa arab , ketika itu abu hannan menjawab ya anda kan faham bahasa arab tanpa saya betulkan anda pasti faham , saya bilang apakah pengunjung blog anda itu cuma saya , ? dan anda tahu dari mana jika saya bisa bahasa arab seolah anda peramal dan ahli nujum tokh kita belum pernah kenal sebelumnya ? akhirnya terjadi perdebatan dimana komentar saya selanjutnya tidak ditampilkan. ya begitulah kira2 ceritanya mas bima

  77. Wahabi mengatakan :
    kalimat rabb dan ilah, rabb adalah yang mencipta, memelihara, memberi rezeki , sedangkan ilah adalah yang disembah.
    Kalau disebutkan dalam ayat atau hadist rabb saja maka masuk di dalamnya makna ilah, begitu juga sebaliknya jika disebut Ilah saja maka masuk didalamnya makna Robb .

    aswaja mengatakan :
    jika begitu kenapa justru kalian pisahkan lafadz robb dan lafadz Ilah……? Bukankah keduanya akan selalu bergandengan….seperti yang kalian nyatakan sendiri….?

    Wahabi mengatakan :
    Kedua lafadz itu dipisahkan karena ada sebagian orang yang hanya berTauhid Rububiyah saja seperti Musyrikin quresy yang hanya bertauhid Rububiyah

    Aswaja mengatakan :
    Kalo begitu berarti kalian tidak konsisten dengan pernyataan kalian sendiri yang menyatakan ” Kalau disebutkan dalam ayat atau hadist rabb saja maka masuk di dalamnya makna ilah, begitu juga sebaliknya jika disebut Ilah saja maka masuk didalamnya makna Robb” .

    Wahabi katakan :
    Ya karena Musyrikin quresy itu hanya bertauhid Rububiyah saja

    Aswaja mengatakan :berarti menurut kalian Inkonsistensi dan kontradiksi dalam sebuah faham itu tidak apa-apa….? Padahal tidak mungkin didalam Islam didalam al-qur`an ada kontradiksi dan Inkonsistensi….?

    Wahabi mengatakan :
    Ya karena kenyataannya kafir quersy seperti itu

    Aswaja katakan : wah parah inkonsistensi dan Kontradiksi sebuah faham kok dibilang gak apa – apa ? padahal Allah katakan ” sungguh Allah tidak akan mengingkari janjinya ” (wajibnya konsisten) dan Allah katakan ” seandainya Qur`an ini bukan dari sisi Allah Niscaya kalian dapati kontradiksi didalamnya” (bukti dan jaminan faham yang shahih tidak kontradiktif )

    Wahabi katakan : tapi nyatanya Kafir quresy itu Musyrik seseorang dikatakan musyrik jika ia menyembah Allah dan juga menyembah selainnya.

    Aswaja katakan : lantas kenapa kalian juga mengatakan jika musyrikin Quresy yang baru saja kalian cap sebagai Kafir dan Musyrik adalah Ummat bertauhid Rububiyah……?

    Wahabi katakan : jika pengakuan mereka terhadap Rubbubiyah Alloh ini tidak disebut Tauhid Rubbubiyah, lantas haruskah disebut kufur atau syirik?

    Aswaja mengatakan : kenapa kalian enggan menyatakan jika mereka itu Kafir dan Musyrik…? Bukankah Allah dan Rosulnya menyebut mereka Kafir lihat surat al-kafirun dan Musyrik sungguh orang2 musyrik itu Najas maka mereka itu tidak boleh memasuki masjidil haram…..? sebenarnya siapa sih yang kalian ikuti…..?

    Wahabi mengatakan : jika mereka kufur, berarti mereka sama sekali tidak mengakui Alloh sebagai Rabb. dan jika mereka syirik, berarti mereka mengangkat sesuatu yang lain sebagai Rabb di samping Alloh.

    Aswaja mengatakan : itukan logika dan akal-akalan kalian yang Fasid , sebab Allah pun sudah menyatakan jika mereka itu Kafir dan Musyrik , dan logika kalian itu Fasid ( rusak berat ). Kontradiksi kalian bilang gak apa apa , tidak konsisten kalian anggap tidak masalah bahkan yang sudah Allah Nash Kafir Musyrikpun masih kalian bela sebagai Ummat yang Bertauhid astagfirullahal A`dzim1000x

    Wahabi mengatakan : iya tapi perkataan : “orang yang mengakui Illah maka sama saja dia mengakui Illahnya adalah Rabb”, adalah pemaksaan tanpa dalil. ini sangat bertentangan dengan bacaan talbiyah kaum musyrikin yang jelas2 mereka mengakui sekutu Alloh itu tidak punya apa-apa.

    Aswaja mengatakan : lho saya jadi meragukan kesehatan Akal kalian bukankah kalian sendiri mengatakan : ” Kalau disebutkan dalam ayat atau hadist rabb saja maka masuk di dalamnya makna ilah, begitu juga sebaliknya jika disebut Ilah saja maka masuk didalamnya makna Robb . kok sekarang jadi lain…..? weleh weleh diskusi panjang lebar ternyata akalnya gak waras , bolak balik gak karuan ciri kuat faham sesat.

    Adapun pernyataan Talbiyah yang mereka kumandangkan sama sekali tidak menunjukkan jika mereka itu ber-Tauhid meskipun hanya Tauhid Rububiyah karena Rububiyah dan Uluhiyah tidak bisa dipisahkan hanya orang-orang yang tidak waras yang memisahkan keduanya , sebab seseorang hanya bisa dikatakan bertauhid jika pernyataan lisannya dibarengi dengan pembenaran didalam Hatinya yang dibuktikan dengan perbuatannya , sementara Kafir quresy LISANNYA tidak pernah mengucapkan dua kalimah syahadat HATINYA tidak pernah membenarkan apa yang diucapkan Lisannya dalam talbiyah, Hal itu dibuktikan dengan perbuatannya yang masih menyembah Lata dan Uzza sambil menganggungkan Hubal sebagai pengatur alam semesta sebagaimana mereka nyatakan ” U`lu Hubal ” maha tinggi Hubal dalam perang Uhud jadi Talbiyah mereka adalah dusta semata tokh hati dan perbuatan mereka menjadi bukti yang tak terbantahkan jika LISAN mereka BERDUSTA.

    Wahabi mengatakan : tetapi Ibnu Abbas Mujahid dan lainnya menyatakan : termasuk keimanan Kafir qureys bla bla bla….dst

    Aswaja mengatakan : pernyataan Ibnu Abbas Mujahid dan lainya , harus difahami dengan baik dan benar , dan tinggal kalian pilih apakah kalian akan mengikuti Qur`an yang menyatakan mereka Kafir dan Musyrik atau kalian akan mengikuti pernyataan Ibnu Abbas Mujahid dan lainnya yang kalian sendiripun belum Fahami maksudnya….?

    Wahabi mengatakan : Ibnu Abbas dan Mujahid tidak diragukan keilmuan dan ke wara`annya mereka lebih faham Qur`an ketimbang kita.

    Aswaja mengatakan : tidak ada sedikitpun keraguan akan keilmuan dan kewara`an keduanya , keduanya lebih memahami qur`an ketimbang kita itu sangat jelas , hanya saja sudah benarkah pemahaman kita terhadap pernyataan keduanya itu….? Lagi pula Ibnu Abbas tidak mengatakan jika Kafir Quresy yang jelas musyrik adalah Ummat yang ber-Tauhid lantas kenapa kalian katakan jika kafir quresy itu Ber Tauhid ……?

    Selanjutnya wahabi ngilang entah akan muncul lagi dengan nama lain dan kengeyelan yang sama atau tidak wallahu A`lam.

    1. sampeyan iki kagak paham – paham…
      apkah kafir quraisy sebelum islam mengakui adanya Allah??
      trus kenapa kafir quraisy tidak mengucapkan laa ilaha illallah??

      Naam

          1. udah deh… kalau ente masih percaya sama bahwa kaum musyrikin Quraisy itu bertauhid rubbubiyah, ente jawab komentar ana di nomor 232. Saya tunggu nih.

          2. Nih saya tuliskan lagi bukti bahwa mereka syirik dalam Rubbubiyah :

            Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. (QS. Maryam :81)

            “Dan orang-orang yang mengambil pelindung SELAIN ALLAH (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya” (QS. Az Zumar : 3).

            adapun alasan mereka menyembah berhala sebagai perantara syafaat atau sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah, telah dijelaskan hakikat keyakinannya yang sesungguhnya.

            “Bahkan mereka mengambil pemberi syafaat SELAIN ALLAH. Katakanlah: “Dan apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal?”
            Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan”. (QS. Az Zumar : 43-44).

            Mengambil pelindung dan pemberi syafaat SELAIN ALLAH, jelas syirik dalam Rubbubiyah.

          3. jawab dulu pertanyaan ana..koq malah suruh jawab pertanyaan antum…heheehhe…atu atu Mas…

          4. Ok saya jawab ya…. tapi beri juga komentar atas tulisan saya.

            apkah kafir quraisy sebelum islam mengakui adanya Allah??
            Kalau kaum kafir itu jelas tidak mengakui akan adanya Allah
            Kalau kaum musyrikin itu mengakui adanya Allah
            trus kenapa kafir quraisy tidak mengucapkan laa ilaha illallah??
            Kafir Quraisy tidak mengucapkan syahadat karena mereka kafir dan mengingkari Allah sebagai Rabb dan Illah.
            Musyrikin Quraisy tidak mau mengucapkan syahadat karena mereka tidak mau menyembah satu tuhan saja yaitu Allah dan mereka mengingkari kerasulan Nabi Muhammad SAW.

          5. ah… banyak ngelesnya….. udah jelas kok jawabannya, malah saya pisahkan yang kafir sejati dengan yang musyrik. tinggal diperhatiian… gitu aja kok repot.

          6. Anda ini aneh…. saya tidak mengatakan bahwa kaum Quraisy tidak mengakui adanya Allah. yang tidak mengakui itu kaum kafir sejati seperti atheis, penganut agama diluar agama samawi, mereka tidak mengakui adanya Allah… saya rasa sebagian orang Quraisy berkeyakinan seperti itu.
            Adapun kaum musyrikin Quraisy mengakui adanya Allah, tetapi bercampur keyakinannya dengan mengakui tuhan-tuhan lain selain Allah. mereka bisa juga disebut kafir karena mengingkari Al Quran dan kerasulan para nabi yang diutus beserta dakwahnya.

  78. Bravo kang ahmadsyahid lanjutkan…………………..

    oh ya kang tolong dibantu koment di blog2 lain yang terus2 menggaungkan bid’ah sesama muslim

  79. (KOREKSI) Kita mentauhidkan alloh = kita niatkan sholat kita, puasa kita, semuanya hanya untuk Alloh SWT (yg diridloiNya)(LILLAH), dan dlm mengerjakannya, kita merasa dan sadar bahwa Alloh SWT lah yg menghendaki dan menciptakan segala sesuatu(termasuk gerakan kita)(BILLAH).
    LILLAH Dan BILLAH (dlm istilah wahidiyah) adalah realisasi dari ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLOOH. (KOREKSI) Kita mentauhidkan alloh = kita niatkan sholat kita, puasa kita, semuanya hanya untuk Alloh SWT (yg diridloiNya)(LILLAH), dan dlm mengerjakannya, kita merasa dan sadar bahwa Alloh SWT lah yg menghendaki dan menciptakan segala sesuatu(termasuk gerakan kita)(BILLAH).
    LILLAH Dan BILLAH (dlm istilah wahidiyah) adalah realisasi dari ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLOOH.

  80. @ahmadsyahid,
    Terimakasih kang penjelasannya, termasuk kitab yg akang kasihtau sama ana, yg begitu terang benderang, laksana matahari disiang bolong tanpa tiding aling2, dengan demikian para wahabi skak matt yah, buktinya gak ada lagi yg berani nongol.

  81. saya usul ke UMMATI: bagaimana kalo koment atau tanya jawab yang bermmutu dibikin buku dan ditampilkan juga artikelnya, sehingga orang awam dan pencari ilmu atau murid yang baru lulus SMA yang mempunyai semangat mencari ilmu bisa membaca buku tsb.

    say kasian para mahasiswa baru yg memilki ghiroh atau semangat yang kuat untuk belajar agama dikampus dicekoki paham WAHABI.

    makasih perhatiannya

  82. mungkin ini kelura dari topik tapik dari apa yang saya rasakan.

    dari blog ini saya banyak belajar ilmu agama terutama mengenai tauhid sekaligus penyelwengan wahabi (menurut pemahaman saya), dari sini pula saya belajar baca kitab klasik (kitab kuning) tapi ga tahu dimana caranya dan pasti butuh waktu yang lama, setelah gogling ternyata ada metode AMSILATI untuk belajar membaca dan berbahasa arab secara tapat dan cepat (kalo cepat relatif). hasil dari belajar metode ini seorang murid butuh waktu 5-6 bulan sudah mampu membaca kitab gundul. semoga Allah meridohi keinginan ini…amien

    kalo belajar di LIPIA tidak mungkin karena jarak dan waktu serta biaya
    LIPIA = KATANYA SUMBER PENYEBARAN WAHABI???

    mungkin dengan metode AMSILATI sebagai jalan untuk mengetahui isi kitab klasik salafussoleh bukan dari terjemahan2 yang da banyak diputar balikkan.

    semoga bermanfaat

  83. Usulan super nova bagus, dalam bentuk ebook atau bisa didownload juga bagus tuh.

    Salam buat mas syahid, ulasannya membuat para wahabiyun tidak berani nongol.

    1. Mengenai usulan teman-teman agar Ummati Press membuat EBOOK dari artikel-artikel di Ummati sedang dalam proses perencanaan. Insyaallah setelah lebaran sudah mulai bisa di download gratis. Insyaallah nantinya akan kami bikin ebooknya bersumber dari blog-blog lain dg lebih dulu meminta izin kepada pemilik blog tsb. Terimakasih atas usulan teman-teman semuanya.

      Kami berencana membuat ebook tsb berdasar tema-tema tertentu supaya isinya lebih komprehensif yang mana satu tema akan dibahas dalam satu ebook yang lengkap.

      Demikian, harap bersabar menunggu proses. Insyaallah Ummati Press akan memasuki babak baru yg lebih oke buat teman-teman ASWAJA maupun Wahabi.

      Semoga bermanfaat buat semua pengunjung yang ikhlas, amin….

    1. Saya juga banyak megunduh ebook anti wahabi dan artikel2 yg ada di ummati.
      untuk di copy dan dibagikan ke jamaah masjid tempat saya tinggal yg udah terpengaruh ajaran sesat wahabi(itu bisa dilihat dari cara shalatnya). banyak yg berhasil dan sadar kembali ke ASWAJA tapi bagi yg hati dan pikirannya beku tidak berhasil.

    2. wah abah asra bagus tuh kaya mas mamo berani menegakkan kebenaran faham dan aqidah aswaja dilingkungannya, jazakumullah ahsanal jaza.

      1. Alhamdulillah mas Syahid ada beberapa yang tobat walaupun nggak terus terang mungkin karena malu ya tetap kita hormati ……..

      2. tolok ukurnya sebagian dari mereka udah ikut yasinan dan isra miraj ( rajaban ) …..Alhamdulillah ….

  84. Bagi pengikut wahabi yang masih berkeyakinan bahwa Kaum musyrikin itu tidak menyekutukan Allah dalam hal Rubbubiyah, maka cukuplah firman Allah yang menjelaskan hakikat penyembahan mereka terhadap berhala-berhalanya.

    Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. (QS. Maryam :81)

    “Dan orang-orang yang mengambil pelindung SELAIN ALLAH (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya” (QS. Az Zumar : 3).

    adapun alasan mereka menyembah berhala sebagai perantara syafaat atau sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah, telah dijelaskan hakikat keyakinannya yang sesungguhnya.

    “Bahkan mereka mengambil pemberi syafaat SELAIN ALLAH. Katakanlah: “Dan apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal?”
    Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan”. (QS. Az Zumar : 43-44).

    Mengambil pelindung dan pemberi syafaat SELAIN ALLAH, jelas syirik dalam Rubbubiyah.

    tinggal ditanya saja : Kenapa lebih percaya pada perkataan kaum musyrikin daripada perkataan Allah yang mengetahui hakikat keyakinan mereka yang sesungguhnya ?

    Salam buat all aswaja.

  85. Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu menjawab:
    Tidak boleh membangun pada kubur, baik dengan cor ataupun yang lain, demikian pula menulisinya. Karena terdapat riwayat yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang larangan membangun di atas kuburan dan menulisinya. Al-Imam Muslim telah meriwayatkan dari hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

    ????? ???????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ???? ????????? ????????? ?????? ???????? ???????? ?????? ??????? ????????

    “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kuburan dikapur, diduduki, dan dibangun.”
    Al-Imam At-Tirmidzi dan yang lain meriwayatkan dengan sanad yang shahih dengan tambahan lafadz:

    ?????? ???????? ????????

    “dan ditulisi.”

    Karena hal itu termasuk salah satu bentuk sikap berlebihan sehingga harus dilarang. Juga karena penulisan bisa menghantarkan kepada dampak yang parah berupa sikap berlebihan dan larangan-larangan syar’i lainnya. Yang diperbolehkan hanyalah mengembalikan tanah (galian) kubur tersebut dan ditinggikan sekitar satu jengkal sehingga diketahui bahwa itu adalah kuburan. Inilah yang sunnah dalam masalah kuburan dan ini yang dilakukan oleh Rasulullah n serta para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum.

    Tidak boleh pula menjadikan kuburan sebagai masjid (yaitu tempat untuk shalat atau shalat menghadapnya, pent.). Tidak boleh pula mengerudunginya atau membuat kubah di atasnya, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    ?????? ????? ??????????? ????????????? ?????????? ???????? ??????????????? ?????????

    “Allah melaknat Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.” (Muttafaqun ‘alaih)

    Juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya dari sahabat Jundub bin Abdillah Al-Bajali radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lima hari sebelum meninggalnya:

    ????? ????? ???? ??????????? ????????? ????? ???????? ????????????? ????????? ?????? ?????? ?????????? ???? ???????? ????????? ???????????? ????? ?????? ?????????? ????? ??????? ???? ????? ?????????? ??????? ????????????? ???????? ??????????????? ??????????????? ?????????? ????? ????? ??????????? ??????????? ?????????? ???????? ??????????? ???? ??????

    “Sesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai kekasih-Nya sebagaimana menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Seandainya aku mau menjadikan seseorang dari umatku sebagai kekasihku tentu aku akan menjadikan Abu Bakr sebagai kekasihku. Ketahuilah bahwa orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kubur nabi-nabi dan orang shalih mereka sebagai tempat ibadah. Ketahuilah, janganlah kalian menjadikan kubur-kubur sebagai masjid karena sesungguhnya aku melarang kalian dari perbuatan itu.”

    Dan hadits-hadits yang semakna dengan ini banyak.
    Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberikan taufiq-Nya kepada muslimin agar berpegang teguh dengan Sunnah Nabi mereka dan tegar di atasnya, serta berhati-hati dari segala yang menyelisihinya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Dekat.

    (Mukhtarat min Kitab Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah, hal. 228-229)

    1. wahabi nih kalo naro komentar se enaknya aja cocokin dong dengan judul artikelnya, jangan sembarangan taro.

  86. Eh ternyata beberapa hari kemudian wahabinya datang lagi dengan nick dan kengeyelan yang sama dia mengatakan pesoalan yang sebenarnya sudah dibahas
    Wahabi : Kafir quresy itu mengenal Allah dan Rajin Ibadah banyak ayat dan hadist yang menunjukkan hal itu , berarti mereka itu “iman” kepada Allah dan tentu saja ber Tauhid meskipun hanya Tauhid Rububiyah
    Aswaja : Yahudi dan Nasrani juga mengenal Allah dan Rajin Ibadah apakah itu juga berarti Yahudi dan Nasrani juga ” Iman ” kepada Allah dan ber-Tauhid meskipun dengan Tauhid Rububiyah….?
    Wahabi : wah anda ini parah ngelantur yang kita bicarakan bukan Yahudi dan Nasroni tetapi Kafir quresy yang berhubungan langsung dengan Rosulallah
    Aswaja : lho yang ngelantur itu anda atau saya ….? Bukankah anda sendiri yang mengatakan jika kafir quresy mengenal ALLAH dan Rajin Ibadah sehingga kemudian anda samakan Kafir quresy itu dengan muslimin ahli Tauhid anda telah mengambil premis yang salah sehingga kesimpulan anda pun salah Kaprah, kenapa Yahudi dan nasroni tidak sekalian kalian cap sebagai ummat yang ber “iman” dan ber –Tauhid bukankah mereka juga mengenal Allah dan rajin ibadah..?
    Wahabi : silahkan anda renungkan cermati dan fahami ayat-ayat berikut cermatilah firman Allah ta’ala,
    ???? ?????? ????????? ?????? ?????? ???? ???????? ??????????? (84) ???????????? ??????? ???? ??????? ???????????? (85) ???? ???? ????? ????????????? ????????? ??????? ????????? ?????????? (86) ???????????? ??????? ???? ??????? ?????????? (87) ???? ???? ???????? ????????? ????? ?????? ?????? ??????? ????? ??????? ???????? ???? ???????? ??????????? (88) ???????????? ??????? ???? ???????? ??????????? (89)
    “Katakanlah; ‘Milik siapakah bumi beserta seluruh isinya, jika kalian mengetahui ?’ Maka niscaya mereka akan menjawab, ‘Milik Allah’. Katakanlah,’Lalu tidakkah kalian mengambil pelajaran ?’ Dan tanyakanlah; ‘Siapakah Rabb penguasa langit yang tujuh dan pemilik Arsy yang agung ?’ Niscaya mereka menjawab,’Semuanya adalah milik Allah’ Katakanlah,’Tidakkah kalian mau bertakwa’ Dan tanyakanlah,’Siapakah Dzat yang di tangannya berada kekuasaan atas segala sesuatu, Dia lah yang Maha melindungi dan tidak ada yang sanggup melindungi diri dari azab-Nya, jika kalian mengetahui ?’ Maka pastilah mereka menjawab, ‘Semuanya adalah kuasa Allah’ Katakanlah,’Lantas dari jalan manakah kalian ditipu?.’” (QS. Al-Mu’minuun: 84-89)
    Nah, ayat-ayat di atas demikian gamblang menceritakan kepada kita tentang realita yang terjadi pada kaum musyrikin Quraisy dahulu. Meyakini tauhid rububiyah tanpa disertai dengan tauhid uluhiyah tidak ada artinya. Maka sungguh mengherankan apabila ternyata masih ada orang-orang yang mengaku Islam, rajin shalat, rajin puasa, rajin naik haji akan tetapi mereka justru berdoa kepada Husain, Badawi, Abdul Qadir Al-Jailani. Maka sebenarnya apa yang mereka lakukan itu sama dengan perilaku kaum musyrikin Quraisy yang berdoa kepada Laata, ‘Uzza dan Manat. Mereka pun sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka minta adalah sekedar pemberi syafaat dan perantara menuju Allah. Dan mereka juga sama-sama meyakini bahwa sosok yang mereka jadikan perantara itu bukanlah pencipta, penguasa jagad raya dan pemeliharanya. Sungguh persis kesyirikan hari ini dengan masa silam. Sebagian orang mungkin berkomentar, “Akan tetapi mereka ini ‘kan kaum muslimin” Syaikh Shalih Al-Fauzan menjawab,“Maka kalau dengan perilaku seperti itu mereka masih layak disebut muslim, lantas mengapa orang-orang kafir Quraisy tidak kita sebut sebagai muslim juga ?! Orang yang berpendapat semacam itu tidak memiliki pemahaman ilmu tauhid dan tidak punya ilmu sedikitpun, karena sesungguhnya dia sendiri tidak mengerti hakikat tauhid” (lihat Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Syaikh Shalih Al-Fauzan).

    Aswaja : astaghfirullah betapa dangkalnya anda memahami ayat-ayat suci al-qur`an sehingga anda dan syeikh anda berani mengkafirkan Ummat yang bertauhid dan men-tauhidkan Ummat yang jelas Kafir dan Musyrik , inikah agenda yang kalian sembunyikan dari pembagian Tauhid Bathil kalian , kalian ingin mengkafirkan muslimin mu`minin yang ber Tawassul bertabarruk dan ber Istighotsah……? Bertobatlah kalian dari aqidah sesat tanpa dasar ini , Bagaimana mungkin kalian bisa mengkafirkan pelaku Tawassul …? Sementara Rosulallah pun ber –tawassul ? bagaimana mungkin kalian bisa mengkafirkan pelaku Istighotsah…? sementara Sayidina Bilal ibn Harist al-muzani ber Istighostah ? bagaimana mungkin kalian bisa mengkafirkan pelaku Tabarruk sementara Sayidatina A`isyah pun ber –tabarruk ..? bagaimana mungkin kalian bisa mengkafirkan pelaku Nida sementara secara Umum Sahabat melakukan Nida .., jika demikian pernyataan kalian Bahwa ” Tawassul Tabarruk Nida dan Istighostah adalah perbuatan Syirik kepada Allah ” berarti kalianpun telah mengkafirkan Ummul mu`minin A`isyah Ra , sahabat Rosulallah secara umum juga kalian Kafirkan Rosulallah SAW yang ber Tawassul dengan Hak para Nabi yang jelas telah wafat , ajaran Islam apa ini sampe – sampe Sahabat dan Rosulpun kalian Kafirkan , sadarkah kalian jika agenda tersembunyi dari pembagian Tauhid ini tidak lain kecuali penghancuran Islam…? tidak akan tersisa seorang Muslim pun dimuka bumi ini jika seperti ini kalian memahami Nash – Nash al-qur`an.

    Wahabi : tidak seperti itu , coba baca lagi tulisan syekh soleh Fauzan dan anda salah mengambil kesimpulan.

    Aswaja : jika tidak seperti itu coba anda jelaskan yang benar seperti apa ….? Lagipula syeikh anda soleh Fauzan tidak mengambil utuh rangkaian ayat dalam surat Al-Mu’minuun dia hanya membahas ayat 84-89 kenapa syeikh anda berhenti dan tidak melanjutkan pada ayat berikutnya …? Ayat 90 Coba perhatikan : ???? ????????????? ?????????? ??????????? ???????????? yang artinya bahkan Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka (kafir quresy) benar-benar orang-orang yang berdusta , kenapa sholeh Fauzan berhenti pada ayat 89….? Kenapa soleh Fauzan tidak menyebut ayat ke 90 pada surat yang sama ….?

  87. Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu menjawab:..
    Tidak boleh membangun pada kubur, baik dengan cor ataupun yang lain, demikian pula menulisinya. Karena terdapat riwayat yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang larangan membangun di atas kuburan dan menulisinya. Al-Imam Muslim telah meriwayatkan dari hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

    ????? ???????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ???? ????????? ????????? ?????? ???????? ???????? ?????? ??????? ????????

    “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kuburan dikapur, diduduki, dan dibangun.”
    Al-Imam At-Tirmidzi dan yang lain meriwayatkan dengan sanad yang shahih dengan tambahan lafadz:

    ?????? ???????? ????????

    “dan ditulisi.”

    Karena hal itu termasuk salah satu bentuk sikap berlebihan sehingga harus dilarang. Juga karena penulisan bisa menghantarkan kepada dampak yang parah berupa sikap berlebihan dan larangan-larangan syar’i lainnya. Yang diperbolehkan hanyalah mengembalikan tanah (galian) kubur tersebut dan ditinggikan sekitar satu jengkal sehingga diketahui bahwa itu adalah kuburan. Inilah yang sunnah dalam masalah kuburan dan ini yang dilakukan oleh Rasulullah n serta para sahabatnya radhiyallahu ‘anhum.

    Tidak boleh pula menjadikan kuburan sebagai masjid (yaitu tempat untuk shalat atau shalat menghadapnya, pent.). Tidak boleh pula mengerudunginya atau membuat kubah di atasnya, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

    ?????? ????? ??????????? ????????????? ?????????? ???????? ??????????????? ?????????

    “Allah melaknat Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kubur nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.” (Muttafaqun ‘alaih)

    Juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya dari sahabat Jundub bin Abdillah Al-Bajali radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lima hari sebelum meninggalnya:

    ????? ????? ???? ??????????? ????????? ????? ???????? ????????????? ????????? ?????? ?????? ?????????? ???? ???????? ????????? ???????????? ????? ?????? ?????????? ????? ??????? ???? ????? ?????????? ??????? ????????????? ???????? ??????????????? ??????????????? ?????????? ????? ????? ??????????? ??????????? ?????????? ???????? ??????????? ???? ??????

    “Sesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai kekasih-Nya sebagaimana menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Seandainya aku mau menjadikan seseorang dari umatku sebagai kekasihku tentu aku akan menjadikan Abu Bakr sebagai kekasihku. Ketahuilah bahwa orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kubur nabi-nabi dan orang shalih mereka sebagai tempat ibadah. Ketahuilah, janganlah kalian menjadikan kubur-kubur sebagai masjid karena sesungguhnya aku melarang kalian dari perbuatan itu.”

    Dan hadits-hadits yang semakna dengan ini banyak.
    Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberikan taufiq-Nya kepada muslimin agar berpegang teguh dengan Sunnah Nabi mereka dan tegar di atasnya, serta berhati-hati dari segala yang menyelisihinya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Dekat.

    (Mukhtarat min Kitab Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah, hal. 228-229)

  88. @Mas Ahmad Syahid,
    Trims atas penjelasannya, dengan demikian rasa penasaran saya sdh terjawab. Memang saya yakin, ga mungkin Mas berkomentar “yang kurang pantas” seperti tuduhan Abu Hanan. Semoga Allah selalu melapangkan hati dan meluaskan ilmu kepada Mas, serta bersabar dalam dakwah Aswaja. Amin.

    1. donpay masa Aqidah (trinitas wahabi) dibangun diatas al-maslahah al-mursalah yang bener aja pay…? aqidah menurut ulama aswaja harus berdiri diatas dalil yang qoth`iutsubut wa qoth`iudalalah lah wahabi aqidahnya aja Bid`ah .

      hermawan artikel wahabi kok di taro disini sampah kok dicopas

    1. donpay@

      Di atas Itu adalah foto Pasukan Barisan Serbaguna – Ansor – NU, Masa belum tahu Syaikh Donpay? Di akhir zaman nanti pasukan tersebut akan dikirim ke Arab Saudi dan bergabung dg Pasukan Bendera Hitam untuk membebaskan Dua Kota Suci Ummat Islam (Makkah n Madinah) dari cengkraman kebatilan yg merajalela di sana. Antum mau mau bergabung? Kalau mau gabung mestinya tobat dulu dari Wahabisme, he he he…..

      1. boleh juga..maco sihhh….
        emang kota Mekkah dan Madinah kenapa koq dibebasin?bukannya sudah ada jaminan keamanan Kang?

          1. yah tentu Imam Mahdi dong mas…. jangan-jangan ente ikut penguasa Arab ya….. wah sebelum perang kita kenalan dulu mas.

  89. Mohon Do’a untuk Al maghfurlah KH. Zainuddin MZ yang pada pagi hari tadi (5 Juli 2011) telah meninggal dunia. Ane baru saja pulang ta’ziyah dari kediaman beliau di bilangan Jakarta Selatan dan menyaksikan langsung betapa Ummat ini begitu kehilangan sosok Ulama yang Sabar dan Tawadhu seperti beliau. Sepintas ane lihat wajah sejuk tersenyum dari wajah beliau yang seperti tenang dan damai meskipun dikelilingi kerumunan orang yang ingin melihat terakhir kalinya wajah beliau. Untuk antum juga ketahui bahwa beliau merupakan satu dari sekian banyak tokoh Ulama yang ikut mendirikan FAHMI TAMAMI (Forum Silaturrahim Ta’mir Masjid dan Musholla Indonesia) yang salah satu tujuannya adalah merekatkan kembali ukhuwah Islamiyah yang saat ini mulai terlihat renggang akibat maraknya “aliran2 Islam Exclusive” yang memerangi peribadahan Ahlussunnah wal Jama’ah bahkan mengkafirkan. Dan usaha merekatkan ukhuwah Islamiyah tersebut dimulai dari merekatkan silaturrahim di Masjid2 dan Musholla melalui wadah oraganisasi FAHMI TAMAMI. Mari kita teruskan perjuangan beliau untuk “membentengi” Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dari “serangan” aqidah-aqidah yang sesat menyesatkan.

    1. Semoga Allah membalas semua amal ibadah dan perjuangan KH. Zainudin MZ, dan semoga kita semua mampu mengikuti jejak perjuangan beliau.

      saya jadi terkenang pada waktu masih sekolah dulu… sering mendengar ceramah beliau setiap habis subuh di Radio.

      Semoga ada penerus dakwah beliau.

  90. @ahmadsyahid said:
    “Aswaja : jika tidak seperti itu coba anda jelaskan yang benar seperti apa ….? Lagipula syeikh anda soleh Fauzan tidak mengambil utuh rangkaian ayat dalam surat Al-Mu’minuun dia hanya membahas ayat 84-89 kenapa syeikh anda berhenti dan tidak melanjutkan pada ayat berikutnya …? Ayat 90 Coba perhatikan : ???? ????????????? ?????????? ??????????? ???????????? yang artinya bahkan Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka (kafir quresy) benar-benar orang-orang yang berdusta , kenapa sholeh Fauzan berhenti pada ayat 89….? Kenapa soleh Fauzan tidak menyebut ayat ke 90 pada surat yang sama ….?”

    mohon dijawab para pembela WAHBISM biar dong saya

    jaga adab diskusi: jika benar dari salah satu pihak katakan benar, dmkn jg sebaliknya, itulah salafussoleh ajarkan, bukan motong/menghilangkan dalil2 (exp: hadis bukhori dicuil2 susuai kepentingan ideologi albani yang lain dianggap tidak soheh) untuk kepentingan nafsu belaka. monggo dilanjut

    1. lihat tafsir Ibnu katsir aw Al Qurtubi aw Ibnu Jarir Ath Thobari..
      kalo ASWAJA tafsirnya pake apa ya?
      wallahu ‘alam…

      1. tafsir Ibnu katsir aw Al Qurtubi aw Ibnu Jarir Ath Thobari, di pakai sebagai alat dan dipahami sesuai paham wahabi…. padahal ndak ada tuh Al Qurtubi dan Thobari membagi dan memisahkan tauhid jadi 3, dan tidak pula mereka mengatakan bahwa kaum Quraisy bertauhid Rubbubiyah.

          1. loh, tidak perlu khatam kok untuk tahu bahwa Al Qurtubi dan Thobari tidak membagi tauhid menjadi 3 dan tidak perlu khatam untuk tahu bahwa mereka tidak mengatakan bahwa kaum Quraisy bertauhid rubbubiyah.

            Kalau ente memang sudah khatam, tunjukkan saja buktinya kalau mereka membagi tauhid menjadi 3 ala wahabi dan mengatakan kaum musyrikin BERTAUHID RUBBUBIYAH.

  91. —– Forwarded Message —–
    From: Jundi WS
    To: jurnalperempuan
    Sent: Tuesday, July 5, 2011 5:44 PM
    Subject: [Jurnal Perempuan] “pemberontakan perempuan Arab”

    Trik Pria Dewasa Agar Menjadi Anak Susu (Husus
    SALAFI/WAHABI)

    *Ultimatum – Biarkan Kami Mengendarai Atau Kami Akan Menyusui Supir Kami*

    Wanita Arab Saudi telah sejak lama dirugikan dengan perlunya seorang
    laki-laki untuk melakukan segala sesuatu, tidak dapat satu ruangan dengan
    lawan jenis kecuali ada hubungan darah dan mereka tidak dapat membawa mobil
    mereka sendiri. Sekarang sebuah kelompok wanita Arab Saudi sudah lelah
    dengan hal ini dan mengancam untuk memberlakukan fatwa mengenai menyusui
    pria dewasa kecuali mereka diizinkan untuk menyetir.

    *Fatwa Terbaru Mengenai Menyusui Pria Dewasa*

    Fatwa terbaru yang dikeluarkan oleh Sheikh Abdul Mohsin Bin Nasser Al
    Obaikan, anggota dari Cendekiawan Arab Saudi, penasehat raja dan konsultan
    di kementrian hukum menyebabkan sebuah kontroversi. Sheikh Abdul Mohsin Bin
    Nasser Al Obaikan mengatakan bahwa cara untuk menghindari pelanggaran
    terhadap hukum Arab yang tegas mengenai kontak antara wanita dan pria adalah
    dengan mengganti status dari pria yang sering melakukan hubungan dengan sang
    wanita, dari yang tidak berhubungan darah menjadi hubungan ibu dan anak.
    Nampaknya Islam menganggap bawah hubungan menyusui setara dengan hubungan
    darah.

    Sheikh Abdul Mohsin Bin Nasser Al Obaikan mengatakan bahwa supir dapat
    berinterakasi dengan bebas dengan seluruh anggota keluarga majikannya tanpa
    melanggar hukum Saudi Arabia jika mereka disusui oleh wanita yang
    memperkerjakan mereka.

    Sheikh Abdul Mohsin Bin Nasser Al Obaikan mengatakan “Seorang perempuan
    dapat menyusui pria dewasa sehingga ia menjadi anaknya. Dengan demikian ia
    dapat berinterkasi dengan seluruh wanita dalam rumah majikannya tanpa
    melanggar hukum Islam.”

    *Bagaimana Cara Untuk Disusui*

    Sheikh Abdul Mohsin Bin Nasser Al Obaikan mengatakan “Sang pria harus minum
    susu ASI, tetapi tidak langsung dari payudara sang wanita. Ia harus
    meminumnya dan dengan demikian ia menjadi anggota keluarga, dengan demikian
    ia dapat melakukan interaksi termasuk interaksi fisik dengan wanita tanpa
    melanggar hukum Islam.”

    Tetapi salah satu petinggi agama Saudi lainnya, Sheikh Abi Ishaq Al Huwaini
    tidak setuju dengan fatwa itu, ia mengatakan bahwa pria harus menyedot
    langsung susu dari payudara, dan bukan dari gelas.

    *Kampanye Wanita Mengemudi*

    Sekarang sekelompok wanita Saudi telah memulai kampanye agar wanita
    diizinkan untuk mengendarai mobil. Dengan berdasarkan fatwa terbaru dari
    Abdul Mohsin Bin Nasser Al Obaikan, kampanye ini mempunyai slogan “ Izinkan
    kami mengemudi atau kami akan menyusui orang asing.” Amal Zahid, seorang
    anggota dari kampanye ini mengatakan “kampanye kami akan berfokus terhadap
    hak wanita untuk mengemudi.”

    *Konyol dan Aneh*

    Kampanye ini terdengar seperti ultimatum. Izinkan wanita Saudi mengemudi
    atau izinkan mereka menyusui orang asing. Fatima Al Shammary mengatakan “
    Fatwa ini menjadi topik yang cukup panas dikalangan wanita. Apakah ini
    satu-satunya cara yang kami dapat lakukan? Memberikan payudara kami kepada
    supir? Wanita lainnya mengatakan “Apakah Islam mengizinkan kami untuk
    menyusui pria yang tidak kami kenal tetapi melarang kami untuk mengendarai
    mobil kami sendiri?

    Suzan Al Mashhadi, seorang penulis menanyakan “ Apakah wanita dapat menyusui
    sang supir tanpa kehadiran suaminya atau harus dengan kehadiran suaminya?
    Dan pertanyaan susulan “Siapa yang akan melindungi sang istri ketika sang
    suami masuk kedalam rumah dan melihat sang istri sedang menyusui sang
    supir?”

    Banyak orang menganggap ini sebagai hal yang konyol. Seorang wanita
    mengatakan “Saya sudah tidak menyusui anak saya sendiri. Bagaimana saya bisa
    menyusui pria asing? Omong kosong apa ini?

    *Bagaimana cara menggunakan fatwa dengan cara yang lain?*

    Seorang wanita Saudi mengusulkan bahwa fatwa terbaru mengenai menyusui ini
    dapat juga digunakan dengan cara lain. Suami dapat disusui oleh pembantu
    rumah tangga mereka yang wanita sehingga mereka dapat berinteraksi dengan
    pembantu wanita mereka.

    *Pikirkanlah ini*

    Hukum Saudi Arabia mengenai interaksi antara wanita dan pria seharusnya
    diterapkan dengan ketat. Tetapi apakah ini juga harus terjadi pada pembantu
    dan majikannya? Bagaimana cara bagi anggota keluarga untuk tidak terlibat
    kontak dengan pembantunya yang biasanya bukan berasal dari anggota keluarga
    yang sedarah? Bagaimana dengan supir yang disewa? Bagaimana bisa supir dapat
    tidak melanggar hukum ini ketika mereka sedang menyupir dengan anggota
    wanita dari majikannya? Dapatkah kampanye yang terdengar seperti ancaman ini
    membuat wanita di Saudi Arabia dapat mengendarai mobilnya sendiri? Dan
    haruskan pria Saudi memulai kampanye juga mengenai menyusui langsung dari
    pembantu wanitanya? Bukankan keseluruhan hal ini konyol dan aneh?

  92. pembagian tauhid menjadi 3 yaitu rububiah, ulluhiyah dan asma’ wa sifat. itu berbeda dengan trinitas, trinitas itu jelas-jelas menyekutukan Allah SWT. sedangkan tauhid dibagi menjadi 3, tidak mengurangi hakekat tauhid itu sendiri. Jadi tauhid yang benar itu harus mencakup ke3-nya itu. kalau cuma rububiah saja bukan tauhid yang benar.
    jadi harus ada ulluhiyah dan asma’ wa sifat juga.
    Afwan, itu yang ane tahu,,

    1. Mas, kalau Rubbubiyah dan Ulluhiyah hanya sekedar istilah saja tidak mengapa, tapi mengatakan bahwa orang yang bertauhid rubbubiyah tidak mesti bertauhid Ulluhiyah dari mana dasarnya? mengatakan musyrikin Quraisy bertauhid rubbubiyah tapi tidak bertauhid ulluhiyah dari mana dasarnya?
      Coba anda baca dulu koment-koment disini.

      1. Dasarnya sudah jelas didalam Qur’an, Iblis itu berhadapan langsung dengan Allah SWT, dan yakin betul akan Rububiyah Allah SWT. Tapi iblis tidak bertauhid ulluhiyah dikarenakan membangkang dan mengoreksi perintah Allah SWT.
        Dalam Qur’an Surah Shaad 79-80 (79. Iblis berkata: “Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.” 80. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh)

    2. aswaja tidak sepakat dengan pembagian Tauhid , sebab pembagian Tauhid itu Bid`ah dolalah penganutnya akan menyamakan muslim ahli Tauhid dengan kafir quresy yang jelas Musyrik.

  93. pembagian tauhid menjadi 3 yaitu rububiah, ulluhiyah dan asma’ wa sifat. itu berbeda dengan trinitas, trinitas itu jelas-jelas menyekutukan Allah SWT. sedangkan tauhid dibagi menjadi 3, tidak mengurangi hakekat tauhid itu sendiri. Jadi tauhid yang benar itu harus mencakup ke3-nya itu. kalau cuma rububiah saja bukan tauhid yang benar.
    jadi harus ada ulluhiyah dan asma’ wa sifat juga.
    Afwan, itu yang ane tahu,,.

    1. titik kesamaan trinitas wahabi dengan trinitas kristen dimana tiga oknum berbeda yang bisa bersatu tetapi juga dapat dipisah.

      sementara Robb Ilah dan aswa wa-sifatullah berbeda tapi merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

      Keberadaan pembagian tauhid tiga adalah hal baru dalam agama sehingga pembagian Tauhid itu Bid`ah dan dia menjadi bid`ah sesat karena banyak menabrak ayat qur`an dan hadist rosul , pembagian tauhid tiga juga menyebabkan kemusyrikan yang nyata disamping penganutnya akan menghukumi muslim ahli tauhid dengan kafir quresy yang jelas musyrik.

      1. pembagian tauhid menjadi 3 itu jelas untuk membedakan mana yang kafir dan mana yang tidak. Pada Kafir Quraisy mereka mengakui adanya Allah SWT (rububiyah) tetapi mereka menolak menyembah Allah SWT (ulluhiyah), dikarenakan mereka hanya mengakui rububiyah Allah saja mereka disebut kafir, Sama halnya iblis, dia hanya mengakui rububiyah Allah SWT. makanya iblis masuk neraka KEKAL.
        Jadi barang siapa hanya mengakui rububiyah Allah saja, mereka dijamin masuk neraka KEKAL.
        Jadi pembagian tauhid itu intinya tidak membagi tauhid itu sendiri. tidak seperti trinitas yang antum maksud. jelas berbeda sekali.
        Afwan.. itu penjelasan yang ane tahu.

        1. Syekh markojan

          Kenapa anda mendahului kehendak Allah syekh? Bukankah dengan mudah Allah mengubah seseorang dengan KehendakNya. Wahai syekh, Iblis masuk neraka kekal karena kesombongannya menentang perintah Allah sujud kepada Adam karena merasa lebih mulia

      2. markojan untuk membedakan yang kafir dengan yang muslim tidak perlu membuat Bid`ah garis tegas pembeda antara muslim dan kafir sangat jelas , lagipula kafir quresy dan Iblis itu sudah jelas Kafir tidak ada yang menyangkal hal itu , kecuali wahabi yang masih mengatakan jika Iblis dan kafir quresy adalah bertauhid Rububiyah, disini pula lah kesamaan aqidah wahabi dengan kristen dimana setiap satu dari tiga oknum itu bisa dipisah berdiri sendiri , padahal Robb,ilah asma dan sifatnya tidak bisa dipisahkan.

        kalo sekedar ingin membedakan kafir dan bukan kenapa harus bikin Bid`ah pembagian tauhid….? ikuti saja sunnah dan ijma` ummah gampang kok…?

  94. @syekh markojan aswaja

    Klu syekh ngeyel dengan tauhid dibagi 3 itu dengan alasan untuk memudahkan memahami, seharusnya syekh juga konsisten dengan logika yg demikian.

    Tetapi nyatanya kan tidak. Buktinya syekh antipati thdp tasawuf, padahal dalam tasawuf kan isinya istilah2 yg dipergunakan untuk memudahkan dalam mendiagnosis penyakit hati dan sekaligus mengobati. Tentunya untuk mengobati dibutuhkan ahlinya, yakni mursyid kamil.

    Apa kalau syekh sakit jantung, akan syekh bawa ke ahli ruqyah? Kan tidak to syekh………

    Memang kalau ditilik, pada jaman sahabat dan tabiin, istilah tasawuf belum serumit sekarang karena konsisi sosial umat Islam masih bagus-bagusnya. Penyakit hati belum kronis, lha sekarang syekh lihat sendiri….padahal pada abad ke 3 H aja penyakit umat dah hebat.

  95. Syekh markojan aswaja……

    Samakah antara pemahaman tentang air dengan hakikat air itu sendiri? Tentu TIDAK dan sekali lagi TIDAK.
    Sebabnya adalah kalau pemahaman tentang air meski benar tetap tergantung pada pihak yg memahami air tersebut. Misalnya, pemahaman petani mengenai air tentu akan sangat jauh berbeda dengan pemahaman ahli fisikokimia.

    Untuk memahami hakikat air yg sejati tentu kita harus larut menjadi air bukan? NAH, BEGITU PULA DALAM TAUHID SYEKH. PEMAHAMAN KITA TENTANG TAUHID BISA BEDA TETAPI UNTUK MASUK KEDALAM HAKIKAT TAUHID KITA HARUS LEBUR DALAM TAUHID ITU SENDIRI.

    BAGAIMANA CARANYA SYEKH……….SALAH SATUNYA KITA HARUS MEMATIKAN KE’AKU’AN DIRI KITA. SYEKH MARKOJAN SUDAH MAMPUKAH…………………

  96. @ mbah redhy abu jamal
    Afwan yang sabar, Dien islam itu bukanlah filsafat. Pembagian tersebut tidak membagi tauhid itu sendiri. Orang yang mengakui rububiyah Allah SWT saja disebut kafir dan masuk neraka KEKAL. Dalil-dalil di Qur’an dan As-Sunnah sudah jelas.
    Jadi inti tauhid adalah Rububiyah, Ulluhiyah, Asma’ Wa Sifat.
    Bukan Trinitas ya.. Trinitas itu jelas2 menyekutukan Allah SWT.

    Mudah2an orang awam paham dengan penjelasan ini.
    Afwan sebelumnya.

    1. Naam Akh..menuduh saudaranya sendiri dengan trinitas merupakan pekerjaan yang tidak berakhlak, meskipun tulisannya lembut dan perkataannya enak seperti air dan angin sepoi sepoi…

      1. @Donpay n Markojan

        Siapakah yang tidak berakhlak dengan menyamakan kaum muslimin dengan kaum musyrikin Quraisy ?

        Siapakah yang tidak berakhlak dengan mengatakan kaum muslimin sebagai musyrikin yang lebih parah kemusyrikannya daripada kaum musyrikin Quraisy?

          1. bukan ana yang mengatakannya….

            Coba ente cek situs-situs wahabi yang bicara tentang kemusyrikan. … tidak lupa dia mengatakan bahwa kemusyrikan zaman sekarang lebih parah daripada kemusyrikan pada zaman Rasulullah

          2. berarti antum bacanya kurang paham … tolong dicek lagi, biar ngak asal nuduh gituw …

          3. wah saya nggak paham ya…..

            jadi bisa ente jelaskan maksudnya bahwa kemusyrikan zaman sekarang lebih parah daripada kemusyrikan pada zaman Rasulullah….. dan siapa tertuduh musyrik itu?

          4. Afwan.. akhi dianth, orang kafir dalam surah Yunus: 22==>
            22. Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.”
            Sedangkan zaman sekarang, susah senang ya mintanya ke kuburan.
            Afwan ya akhi..

          5. tunggu dulu mas….

            kita perhatikan dulu orang yang pergi ke kuburan itu ngapain?

            kalau dia berdoa ama penghuni kubur dengan keyakinan bahwa penghuni kubur itulah yang mengabulkan keinginannya … ya jelas musyrik.

            kalau dia berdoa disamping atau di depan kubur kepada Allah agar Allah mengabulkan doanya ya tidak syirik dong.

          6. afwan akhi dianth, penjelasan ane diatas cukup jelas, dalilnya kuat, dari Qur’an Surah Yunus ayat 22.
            Intinya kita berdoa hanya kepada Allah SWT semata, kalau bisa berdoa di masjid apa di rumah ngapain mesti di kuburan? kalau alasannya untuk mendoakan si mayit, cukup dirumah atau di masjid sudah bisa. Rasullullah SAW bersabda: Jangan jadikan rumahmu seperti kuburan. Bukankah sudah jelas akhi..
            Afwan pemahaman ane hanya seperti ini.

          7. kenapa mereka ASWAJA yang berdoa disamping kubur berkeyakinan doanya dikabulkan?bisa diperjelas?

    2. menyamakan Muslimin ahli Tauhid dengan Musyrikin yang jelas kafir adalah perbuatan yang sesat dan tentu menyalahi sunnah.

      membagi Tauhid dengan pemisahan mirip trinitas kristen adalah Bid`ah dolalah.

      1. antum khan cuma taqlid sama Syaikh Al Azhar…sekarang lebih alim mana Syaikh Wahhabi (Bin Baz, Utsaimin, ALbani, Abdurrozaq) dengan Syaikh dari Al Azhar tsb menurut antum?

        1. aduh kang…. ini bukan masalah taklid kang…

          Mas syahid dan kawan-kawan aswaja tidak asal taklid.

          tapi masalah ini adalah masalah bidah dholalah.

          Pembagian tauhid ini adalah wacana baru, tidak ada dizaman salaf, dan setelah diteliti, ternyata tidak benar dan tidak ada dalilnya. Malah menimbulkan kesalahan pemahaman tauhid, Ulama Al azhar telah menjelaskannya dan bukankah kita disini telah berdiskusi panjang lebar, dan ternyata pembagian tauhid ini memang tidak ada dasarnya.

      2. bin baz , albani, ustaimin, abdurrozak adalah orang-orang keblinger .

        membandingkan Ulama Aswaja (azhar asyarif) dengan syeikh wahabi tentu adalah sebuah penghinaan.

        donpay segeralah bertobat dari ajaran Wahabi.

          1. udah deh mas…..

            diskusi panjang lebar disini, antum dan kelompok antum
            -tidak bisa membuktikan bahwa tauhid dibagi 3 itu benar dan ada dalilnya yang shahih
            -tidak bisa membuktikan bahwa kaum musyrikin itu bertauhid rubbubiyah

            tapi antum tetap ngeyel…. itu namanya KEBLINGER

          2. ini kang Diant clamitan aja..yang ditanya AS koq dia selalu jawab…ente itu sama atao nggak sihhh aslinya sama AS…:)

          3. @Donpay

            -ulama ahlussunah itu tidak sama akidahnya ama wahabi, saya tidak perlu sebutkan ulama madinah, ente cari saja sendiri.

            -Masalah berdoa dekat makam orang saleh itu memangnya ada larangan, kalau tak ada larangan kenapa dikatakan musyrik? ini bodoh namanya.
            Masalah orang itu percaya kalau dekat makam doa lebih terkabul atau tidak tak ada hubungannya ama syirik. Dan kami semua aswaja percaya kalau makam orang-orang saleh memiliki keberkahan.

            – ente katakan : kemudian kalo kafir Quraisy mengakui adanya TUhan Allah, bukankah kafir quraisy juga mengakui Tuhan Allah yang menciptakan mereka dan memberikan rizki kepada mereka seperti saat mereka kepepet di lautan kemudian mereka berdoa kepada Tuhan Allah? apakah ente membenarkan hal ini?

            memangnya kenapa, memangnya mereka disebut beriman atau bertauhid rubbubiyah?

            Mujahid, murid Ibnu Abbas berkata: “Keimanan mereka adalah perkataan mereka : Allah pencipta kami dan Yang memberi rizki kepada kami dan mematikan kami. Inilah keimanan (mereka) bersama kesyirikan mereka dengan beribadah kepada selain Allah” (Tafsir At-Thobari 13/374)

            Mujahid hanya mengatakan ‘keimanan mereka’ dan tidak mengatakan sebagai orang beriman, apalagi bertauhid. Artinya keimanan mereka ini hanya pada sebagian sifat-sifat rubbubiyah Allah saja dan itupun juga bercampur dengan keimanan akan sifat-sifat rubbubiyah berhala-berhala mereka.

            – Markojan

            ungkapan mbah rhedy itu mesti anda pahami menurut orang yang mengatakannya bukan menurut pemahaman ente sendiri dan bawa-bawa qiyas ke ungkapan lain. belum tentu sama men.
            coba deh artikan dengan prasangka baik : kita harus lebur ke dalam tauhid itu artinya kita mengamalkan tauhid yang kita yakini yaitu mengesakan Allah dan selalu mengingat Allah salam segala keadaan, nah dalam perjalanan mengamalkan tauhid itu kita akan menjalani ujian-ujian, namun dengan proses itulah kita akan memahami apa itu hakikat tauhid.

            – kata ente : Intinya kita berdoa hanya kepada Allah SWT semata, kalau bisa berdoa di masjid apa di rumah ngapain mesti di kuburan? kalau alasannya untuk mendoakan si mayit, cukup dirumah atau di masjid sudah bisa. Rasullullah SAW bersabda: Jangan jadikan rumahmu seperti kuburan. Bukankah sudah jelas akhi..
            Afwan pemahaman ane hanya seperti ini.

            Kalaulah alasan ente benar maka tidak ada alasan pula yang mengatakan mereka musyrik.

  97. @mbah redhy abu jamal said:
    “Untuk memahami hakikat air yg sejati tentu kita harus larut menjadi air bukan? NAH, BEGITU PULA DALAM TAUHID SYEKH. PEMAHAMAN KITA TENTANG TAUHID BISA BEDA TETAPI UNTUK MASUK KEDALAM HAKIKAT TAUHID KITA HARUS LEBUR DALAM TAUHID ITU SENDIRI.

    BAGAIMANA CARANYA SYEKH……….SALAH SATUNYA KITA HARUS MEMATIKAN KE’AKU’AN DIRI KITA. SYEKH MARKOJAN SUDAH MAMPUKAH…………………”

    @mbah raj saya suka koment antum, jadi ingat orang yang amalkan dzikir dan hentikan detak jantung (tp tidak) serta mampu menahan hal duniawi (tanpa makan dan minum) berhari2 dengan rasa nikmat tiada tara (ekstasi) untuk mendekatkan diri pada zat Allah yang Maha Agung

    lanjut saya nyimak aja

  98. maaf edit dikit admin:
    @mbah redhy abu jamal said:
    “Untuk memahami hakikat air yg sejati tentu kita harus larut menjadi air bukan? NAH, BEGITU PULA DALAM TAUHID SYEKH. PEMAHAMAN KITA TENTANG TAUHID BISA BEDA TETAPI UNTUK MASUK KEDALAM HAKIKAT TAUHID KITA HARUS LEBUR DALAM TAUHID ITU SENDIRI.

    BAGAIMANA CARANYA SYEKH……….SALAH SATUNYA KITA HARUS MEMATIKAN KE’AKU’AN DIRI KITA. SYEKH MARKOJAN SUDAH MAMPUKAH…………………”

    @mbah raj saya suka koment antum, jadi ingat orang yang amalkan dzikir dan hentikan detak jantung (tp tidak MATI) serta mampu menahan hal duniawi (tanpa makan dan minum) berhari2 dengan rasa nikmat tiada tara (ekstasi) untuk mendekatkan diri pada zat Allah yang Maha Agung

    lanjut saya nyimak aja

  99. @ mbah redhy abu jamal
    @ super nova
    Masyaallah..
    Apakah memahami Allah SWT juga harus melebur dengan Allah SWT? Subhanallah, dengan apa yang kalian sebutkan itu.
    Apakah mempelajari kesyirikan antum juga melebur ke kesyirikan?
    Apakah membelajari Air, antum harus melebur menjadi air? Apakah bisa?
    Itulah perkataan orang-orang filsafat. Mengedepankan akal dari pada kebenaran.
    Afwan sebelumnya..

      1. Afwan akhi dianth..
        sekiranya akhi berkomen “isi adalah kosong”, “kosong adalah isi” itulah ungkapan yang akhi maksud.
        Tidak masuk akal.
        Mudah-mudahan orang awam yang membaca ini mendapat pencerahan..

        1. eh mana ada saya katakan “isi adalah kosong”, “kosong adalah isi”. wah ente jangan nambah-nambah dong.

          Mudah-mudahan orang awam yang membaca ini mendapat pencerahan.. yaitu jangan sukan nambah-nambah dan artikan perkataan orang lain dengan buruk sangka.

          1. Afwan akhi dianth..
            ungkapan yang akhi maksud itu; contoh:
            untuk memahami air, berarti agar lebih paham harus melebur menjadi air.
            Lihatlah dengan seksama.. itu sama artinya kita tidak mungkin melebur menjadi air (isi adalah kosong). agar lebih paham air itu apa, harus melebur menjadi air. (kosong adalah isi).
            Bukan begitukah akhi..
            Subhanallah dengan apa yang akhi maksudkan itu..

      2. @ Markojan Aswaja
        ungkapan2 dari @mbah raj tsb pasti ada maknanya, monggo @mbah raj di babar, biar akhi @Markojan Aswaja dan saya lebih faham ilmu hakikat dan kalam, setahu saya banyak ungkapan2 dari Al Quran mempunyai rahasia didalamnya dan ternyata terbukti secara ilmiah (baik secara ilmu quantum fisika). dalam ayat pertama surat AlBaqoroh pun terdapat rahasia yang sangat dalam. monggo dilanjut

        1. Akhi Nova
          Penafsiran Qur’an dan Sunnah harus sesuai dengan pemahaman Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan ijma para salafus sholeh. Jangan ditafsirkan menurut akal manusia yang lemah.

          1. Markojan, semua juga tahu Wahabi paling pintar bikin slogan atau jargon atau motto, semua yg bukan Wahabi tahu itu. Salah satu slogan yg populer adalah: “Mengikuti pemahaman Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan ijma para salafus sholeh.” Faktanya bagaimana Bang Markojan? Sudah benar2 ikut pemahaman mereka atau hanya sebatas SLOGAN atau JARGON DOANG?

    1. Syekh Markojan

      Waduh, siapa juga yg mengatakan kita harus melebur dengan Allah? Yo ndak bisa to syekh. Jangan genit kayak para akademisi yg sebagian terjebak filsafat dalam memahami tasawuf.

      Syekh, maksud ane tadi bukan kita harus melebur tetapi hanya menekankan bahwa antara pemahaman dengan hakikat itu TIDAK sama. Tolong dipahami dengan benar komen ane tadi. Pernyataan ane itu sekedar mengingatkan janganlah pemahaman iu kita jadikan tuhan sehingga ummat ini tidak bertempur sendiri.

      Apa syekh tidak menyadari bahwa munculnya berbagai aliran dalam Islam itu sebenarnya wujud nyata dari menuhankan pemahaman. Sebenarnya beda pemahaman itu tidak menjadi persoalan asalkan tidak saling menghakimi seseorang.
      Apa syekh tidak menyadari bahwa kata-kata negatif seperti ahli bid’ah, sesat, kafir, syirik dan sejenisnya itu membuat hati menjadi kotor, gelap dan menjadi sumber penyakit?

      Sekarang ane bertanya kepada syekh: APA SIH MAKNA DARI RUBUBIYAH, ULUHIYAH DAN AHADIYAH?

      Kalau sdh syekh jawab, coba nanti kita bandingkan dengan pemahaman yg saya ketahui dan pahami.

      Syekh, siapa bilang untuk memahami Allah hrs melebur dengan Allah? Syekh, kemampuan manusia memahami Allah secara total tidak mungkin. Yg paling maksimal adalah memahami Allah melalui Asma dan Sifatnya, Jelasnya kalau memahami Hakikat Allah, tidaklah mungkin karena sdh menjadi sifat dan watak makhluk itu rendah, hina dan faqir.

      Syekh, jangankan kita memahami Allah Yang Maha Besar dan Agung, lha wong syekh sendiri tidak mampu memahami dan mengenal ane secara total, bukan begitu syekh?

      Makanya syekh, ma’rifat seseorang kepada Allah itu tidak terus meningkat dan meningkat lagi.

      Makanya syekh, ane menjadi maklum kalau dalam menanggapi komen ane diatas syekh hanya melihat dzohirnya sekilas sehingga salah mengapresiasi. Nah inilah yg kadang menjadi fitnah ditengah ummat.

      Sedikit cerita wahai syekh……..
      Cerita ini asli terjadi, bukan karangan ane. Didaerah saya dulu ada seorang kyai sepuh yg sangat menguasai ilmu tauhid. Pokoknya mengaji ilmu tauhid, kyai ini menjadi rujukan utama, pokoknya top abis deh. Namun demikian pada usia tuanya beliau ini gelisah karena menginginkan ketemu guru mursyid kamil tidak kunjung tiba. Beliau selalu berdoa memohon pertolongan Allah agar diberi kesempatan bertemu mursyid kamil dan menjadi muridnya. Akhirnya setelah istiqamah berdoa, Allah mengabulkan dan melalui suatu pertemuan yg tidak terduga, beliau bertemu guru mursyid kamil dan berbaiat menjadi muridnya.

      Cobalah renungkan cerita tersebut syekh semoga membawa hikmah dan manfaat.

  100. surah Yunus: 22==>
    22. Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.”

    ayat ini tidak bisa dijadikan dalil untuk melarang berdo`a disisi makam/kuburan,janganlah kalian (markojan dan all wahabi ) melarang sesuatu yang Allah dan Rosulnyapun tidak melarangnya.

    1. @ahmadsyahid
      apakah benar ASWAJA dan antum serta kita semua tidak mengikuti seperti akhi @Markojan Aswaja bahwa Penafsiran Qur’an dan Sunnah harus sesuai dengan pemahaman Sahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan ijma para salafus sholeh????????

      ijma (kesepakatan) para salafus sholeh yang mana ya akh menurut @Markojan Aswaja????

  101. Copas dari artikel di atas
    “Kemudian seorang komentator ASWAJA bernama Jafar menimpali seraya memperingatkan bahwa jangan-jangan Aqidatul Awam juga sudah terinfeksi virus Wahabi. Hal ini karena adanya komentar COPAS dari Donpay (Abahna Jibril?) tentang bab AqidatulAwam yg berbeda dengan yang ada di tangan Mas Jafar. Inilah kata Mas Jafar: “Syeikh Al-Baijuri sendiri menyusun kitab Tijanuddarori, yang membahas manengenai tauhid berdasarkan madzhab Imam Asyari, begitupun kitab Aqidatul Awam dan Jauharuttauhid. Saat ini saya memegang kitab Jauharuuttauhid yang dikutip oleh @Donpay, tapi di halaman yang dimaksud oleh COPAS-an @Donpay, hal 97, berisi pembahasan mengenai sifat Baqo. Nah, kitab Jauharuttauhid yang dimaksud oleh @Donpay, itu terbitan mana ya?” Demikian Mas Jafar bertanya dengan heran

    Akhirnya muncul Akhi Taymiyyah yang menegaskan dengan sedikit bergurau: “Hue hue hue… donpay baca buku palsu.”

    APA BENAR ADA PEMALSUAN

    MONGGO DILANJUT…………………

  102. Lho, Wahabi ternyata masih ngeyel aja to, ha ha ha ha…. Sudah Allah Swt takdirkan Wahabi seperti itu. Eh, ada yang lucu dari @ donpay yg menanyakan: “sekarang lebih alim mana Syaikh Wahhabi (Bin Baz, Utsaimin, ALbani, Abdurrozaq) dengan Syaikh dari Al Azhar tsb menurut antum?”

    Pertanyaan yg sangat lucu bukan?

    Yang lebih lucu lagi saya dengar langsung dari pengikut Wahabi yg mengatakan Syaikh bin Baz hapal KUTUBUSSYITTAH. Ha ha ha… ana ngakak deh dengar parnyataan teman Wahabi itu. Sejak akapan ada cerita Syaik Wahabi yang bahlul kok hapal KUTUBUSYSYITTAH? Hapal judulnya doang kali? Anak-anak kecil juga banyak yg hapal kalau judul doang?

    Orang-orang Wahabi yang ngeyelan emang aneh dan lucu-lucu, tidak punya Syaik-Syaikh yg hebat dan handal, eh ngarang cerita deh biar hebat. Toh banyak yang gak tahu kalau itu bohong, ya kan?

  103. Dan kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya…(Qoff:16) .Allah menguasai setiap batasan. Pelan 2 ya he.he entar di sangka ngaku tuhan lagi

  104. Rosulallah bersabda : “Aku diperintah untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (Ilâh) yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa saya adalah utusan Allah. Jika mereka melakukan itu maka terpelihara dariku darah-darah mereka dan harta-harta mereka kecuali karena hak”. (HR al-Bukhari).

    Wahabi Intrupsi nanti dulu ya Rosul belum tentu mereka yang besyahadat itu , bertauhid Rububiyah dan Uluhiyah juga aswa Wasifatullah , sebab kafir quresy yang engkau perangipun mengenal dan mengakui Tauhid Rububiyah dan mereka ingkar terhadap Tauhid Uluhiyah , nanti dulu ya Rosul biar saya cek dulu mereka tauhid nya sudah benar tidak .

    Ya Rosulallah anda itu salah ternyata mereka yang mengucapkan dua kalimah syahadat itu 90 persen lebih masih persis sama dengan Kafir quresy , bahkan lebih buruk dari kafir quresy , tenang dulu ya Rosul jangan buru-buru mengatakan seperti itu bisa berbahaya, semestinya engkau katakan ya Rosul bahwa Tauhid itu ada tiga rububiyah uluhiyah asma wa sifat , sebab masih banyak yang seperti kafir quresy Cuma ber-Tauhid Rububiyah doang.

    (astagfirullahal a`dzim Rosul pun diintrupsi dan disalahkan seolah wahabiyun itu lebih faham Tauhid ketimbang sang Rosul.)

    kemudian Rosul bersabda : “Aku sungguh tidak merisaukan syirik menimpa kalian setelah aku wafat, yang kurisaukan adalah keluasan dunia yang membuat kalian saling hantam memperebutkannya” (Shahih Bukhari)

    yah Rosulallah Bid`ah duniakan gak apa – apa kenapa mesti engkau risaukan….? Apa rosul lupa pernah mengatakan ” kalian lebih mengetahui urusan dunia” tenang aja ya Rosul urusan dunia serahkan aja sama kami , kami mampu kok mengundang dan membayar ribuan pasukan AS ke negeri kami demi membantai mereka yang ngaku muslimin padahal mereka itu masih sama persis kaya kafir Quresy seperti Palestina yang dibantai Israel, ya tentunya juga demi naiknya harga minyak.

    Seperti inilah kenyataan wahabi salafi meng intrupsi , menyalahkan , mengajari membangkang terhadap sang Rosulallah SAW, seperti inikah yang dinamakan sesuai dengan pemahaman sahabat…..?

    1. @Donpay

      -ulama ahlussunah itu tidak sama akidahnya ama wahabi, saya tidak perlu sebutkan ulama madinah, ente cari saja sendiri.

      -Masalah berdoa dekat makam orang saleh itu memangnya ada larangan, kalau tak ada larangan kenapa dikatakan musyrik? ini bodoh namanya.
      Masalah orang itu percaya kalau dekat makam doa lebih terkabul atau tidak tak ada hubungannya ama syirik. Dan kami semua aswaja percaya kalau makam orang-orang saleh memiliki keberkahan.

      – ente katakan : kemudian kalo kafir Quraisy mengakui adanya TUhan Allah, bukankah kafir quraisy juga mengakui Tuhan Allah yang menciptakan mereka dan memberikan rizki kepada mereka seperti saat mereka kepepet di lautan kemudian mereka berdoa kepada Tuhan Allah? apakah ente membenarkan hal ini?

      memangnya kenapa, memangnya mereka disebut beriman atau bertauhid rubbubiyah?

      Mujahid, murid Ibnu Abbas berkata: “Keimanan mereka adalah perkataan mereka : Allah pencipta kami dan Yang memberi rizki kepada kami dan mematikan kami. Inilah keimanan (mereka) bersama kesyirikan mereka dengan beribadah kepada selain Allah” (Tafsir At-Thobari 13/374)

      Mujahid hanya mengatakan ‘keimanan mereka’ dan tidak mengatakan sebagai orang beriman, apalagi bertauhid. Artinya keimanan mereka ini hanya pada sebagian sifat-sifat rubbubiyah Allah saja dan itupun juga bercampur dengan keimanan akan sifat-sifat rubbubiyah berhala-berhala mereka.

      – Markojan

      ungkapan mbah rhedy itu mesti anda pahami menurut orang yang mengatakannya bukan menurut pemahaman ente sendiri dan bawa-bawa qiyas ke ungkapan lain. belum tentu sama men.
      coba deh artikan dengan prasangka baik : kita harus lebur ke dalam tauhid itu artinya kita mengamalkan tauhid yang kita yakini yaitu mengesakan Allah dan selalu mengingat Allah salam segala keadaan, nah dalam perjalanan mengamalkan tauhid itu kita akan menjalani ujian-ujian, namun dengan proses itulah kita akan memahami apa itu hakikat tauhid.

      – kata ente : Intinya kita berdoa hanya kepada Allah SWT semata, kalau bisa berdoa di masjid apa di rumah ngapain mesti di kuburan? kalau alasannya untuk mendoakan si mayit, cukup dirumah atau di masjid sudah bisa. Rasullullah SAW bersabda: Jangan jadikan rumahmu seperti kuburan. Bukankah sudah jelas akhi..
      Afwan pemahaman ane hanya seperti ini.

      Kalaulah alasan ente benar maka tidak ada alasan pula yang mengatakan mereka musyrik.

    2. Mantab ini Mas Ahamad Syahid, insyaallah di lain Waktu akan kami posting sebagai artikel. Penjelasan yg agak nyindir kaum Wahabi Ini sangat mudah dimengerti oleh siapapun kecuali orang-orang yang terkunci hatinya. Syukron Mas Syahid.

  105. @Donpay n Markojan

    saya berdiskusi panjang lebar hanya bolak balik ke situ saja.

    kalian membela keimanan musyrikin Quraisy dan kami membela keimanan kaum muslimin.

    daripada semakain tak karuan, kita kembali saja ke pokok persoalan.

    Antum berdua dan all wahabi berkeyakinan bahwa musyrikin Quraisy bertauhid rubbubiyah tapi tidak bertauhid ulluhiyah, itu artinya kalian memisahkannya. Dan kami panjang lebar disini tidak menemukan adanya dalil shahih keyakinan antum tersebut, malah bertentangan dengan perkataan Allah yang mengatakan mereka musyrik dan kafir.

    Bila kalian mau melanjutkan diskusi ini jawab dan bantah dulu dalil yang mengatakan bahwa kaum Quraisy itu menurut Allah adalah musyrik dalam tauhid Rubbubiyah.

    pengikut wahabi yang masih berkeyakinan bahwa Kaum musyrikin itu tidak menyekutukan Allah dalam hal Rubbubiyah, maka cukuplah firman Allah yang menjelaskan hakikat penyembahan mereka terhadap berhala-berhalanya.

    Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. (QS. Maryam :81)

    “Dan orang-orang yang mengambil pelindung SELAIN ALLAH (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya” (QS. Az Zumar : 3).

    adapun alasan mereka menyembah berhala sebagai perantara syafaat atau sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah, telah dijelaskan hakikat keyakinannya yang sesungguhnya.

    “Bahkan mereka mengambil pemberi syafaat SELAIN ALLAH. Katakanlah: “Dan apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal?”
    Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan”. (QS. Az Zumar : 43-44).

    Selain Allah itu artinya mereka telah menjadikan tandingan atau menjadikan tuhan mereka sama dengan Allah. Sebagai pelindung artinya ada pelindung lain yang mampu melindungi mereka secara independen lepas dari kekuasaan Allah. Pemberi syafaat artinya ada pemberi syafaat bagi mereka secara independen tanpa campur tangan Allah. Ini semua artinya mereka telah menjadikan berhala mereka Rabb bagi mereka yang melindungi mereka dan memberikan syafaat bagi mereka , lain dan berbeda dari perlindungan Allah dan syafaat Allah dan mereka menjadikan perlindungan dan syafaat berhala mereka setara dengan perlindungan dan syafaat dari Allah. Ini semua adalah syirik dalam Rubbubiyah.

    Inilah makna SELAIN ALLAH. Kalau tidak demikian tentu bukan selain Allah, tetapi sebagai perantara perlindungan dan syafaat Allah. Yang mengatakan perantara itu kaum musyrikin, tetapi Allah telah menjelaskan dengan mengatakan isi hati dan keyakinan mereka yang sebenarnya akan Illah-Illah mereka yaitu sebagai pelindung dan pemberi syafaat selain Allah.

    Mengambil pelindung dan pemberi syafaat SELAIN ALLAH, jelas syirik dalam Rubbubiyah.

    Itu dalil dari saya, kalau mau lanjut bahas dulu firman Allah ini, kalau tidak berarti kalian hanya putar-putar seperti penggilingan saja.

    1. Syukron Mas Dianth, sangat jelas dan gamblang. Insyaallah akan memberi kefahaman bagi mereka yang ikhlas dalam mencari kebenaran.

    2. antum sendiri tau nggak makna tauhid rububiyah?
      antum sendiri sudah mengakui kalo kafir Quraisy mengakui adanya Allah sebagi pencipta dan pemberi rizki, kalo begitu apakah itu berarti tauhid rububiyah?
      iya aja knapa sih ,, gituw aja repot?

      1. lagian kenapa wahabi masiiiiih aja menyebut kata2 tauhid rububiyah….. aneh ya… ga ngerti bahasa apa ya wahabi itu…
        anggaplah kafir / musyrik quraisy itu bener2 mengakui Allah sebagai pemelihara alam, dst, tetapi mereka kan masih punya rabb lainnya, ya namanya musyrik rububiyah donk jangan dibilang tauhid rububiyah… makna nya bertolak belakang atuh…..

        1. ya jelas tauhid rububiyah lahh…orang kafir quraisy itu tidak mengakui berhala-berhala mereka yang menciptakan dan memberi rizki koq? berhala-berhala mereka khan hanya dijadikan perantara ibadah kepada Allah?bukankah itu mengesakan Allah dalam mencipta dan memberi rizki/tauhid rububiyah (namun mrk belum muslim)?
          pls comment DIant dan Abah Zahra

          1. Rubbubiyah kok hanya mengakui menciptakan dan memberi rezeki?

            lagi pula kaum musyrikin itu tidak percaya Allah mampu membangkitkan kembali tulang belulang. Mengakui pencipta kok tanggung-tanggung.

            Berhala-berhala itu dijadikan perantara ibadah kata kaum musyrikin, tapi Allah telah mengatakan bahwa mereka menjadikan berhalanya sebagai pelindung dan pemberi syafaat. Allah Maha tahu isi hati dan keyakinan manusia.
            Bukankah kaum musyrikin itu disebut berdusta? bukankah disebut berpaling? ya berdusta dengan apa yang dikatakannya, ya berpaling dari apa yang diakuinya.

            Bila mereka berkeyakinan bahwa berhala-berhala mereka memberikan perlindungan dan syafaat selain Allah, maka itu artinya mereka mengakui bahwa berhala-berhala mereka dapat memberi manfaat dan mudharat.

            Sekarang tinggal saya tanya, ente lebih percaya pada perkataan Allah atau perkataan kaum musyrikin?

          2. @Dianth wa Ahmadsyahid,

            tidak syak lagiy bahwa ente telah mentakwil ayat-ayat Allah.
            berikut bantahan terhadap perkataan ente yang mentakwil dan tidak mengakui bahwa kafir quraisy mengakui tauhid rububiyah. tobatlah ente jamian.

            PERKATAAN SAHABAT DAN PARA TABIIN :

            Ibnu Jarir At-Thobari -Imamnya para ahli tafsir- dalam tafsirnya (Jaami’ul Bayaan ‘an takwiil Aayi Al-Qur’aan tatkala menafsirkan surat Yusuf ayat 106), beliau berkata :

            ((Perkataan tentang penafsiran firman Allah “Dan tidaklah kebanyakan mereka beriman kepada Allah kecuali mereka berbuat kesyirikan” (QS Yusuf : 106)
            Allah berkata : Dan tidaklah kebanyakan mereka –yaitu yang telah disifati oleh Allah dengan firmanNya ??????????? ???? ????? ??? ????????????? ????????? ?????????? ????????? ?????? ??????? ??????????? “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya” (QS Yusuf : 105)- mengakui bahwasanya Allah pencipta mereka, pemberi rizki kepada mereka, dan pencipta segala sesuatu melainkan mereka berbuat kesyirikian kepada Allah dalam peribadatan mereka kepada patung-patung dan arca-arca dan menjadikan selain Allah sebagai tandingan bagi Allah dan persangkaan mereka bahwasanya Allah memiliki anak. Maha tinggi Allah dari apa yang mereka ucapkan.
            Dan para ahli tafsir berpendapat seperti pendapat kami ini)) (Tafsir At-Thobari 13/372)
            Setelah itu Imam Ibnu Jarir At-Thobari menyebutkan perkataan para ahli tafsir dari kalangan para sahabat dan para tabi’in tentang tafsiran ayat ini. Beliau kemudian meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas –radhiallahu ‘anhumaa-, beliau berkata :

            “Termasuk keimanan mereka adalah jika dikatakan kepada mereka : Siapakah yang menciptakan langit?, siapakah yang menciptakan bumi?, siapakah yang menciptakan gunung?, mereka menjawab : Allah. Namun mereka berbuat kesyirikan” (Tafsir At-Tobari 13/373)

            Ibnu Jarir juga meriwayatkan dengan sanadnya dari Ikrimah –rahimahullah- beliau berkata

            “Termasuk kemimanan mereka adalah jika dikatakan kepada mereka : Siapakah yang menciptakan langit?, mereka menjawab : Allah. Jika mereka ditanya : Siapakah yang menciptakan kalian?, mereka menjawab : Allah. Padahal mereka berbuat kesyirikan kepada Allah” (Tafsir At-Thobari 13/373)
            Ikrimah juga berkata :

            “Itulah firman Allah “Jika engkau bertanya kepada mereka, siapakah yang menciptakan langit dan bumi?, maka mereka akan berkata : Allah” (QS Luqmaan : 25 dan Az-Zumar : 38). Maka jika mereka ditanya tentang Allah dan sifatNya maka mereka mensifati Allah dengan sifat-sifat yang bukan merupakan sifat-sifat Allah, dan mereka menjadikan bagi Allah anak, dan mereka berbuat kesyirikan kepada Allah” (Tafsir At-Thobari 13/373-374)

            Ibnu Jarir At-Thobari juga meriwayatkan dengan sanadnya dengan beberapa jalan dari Mujahid -rahimahullah-, diantaranya beliau berkata :

            “Keimanan mereka adalah perkataan mereka : Allah pencipta kami dan Yang memberi rizki kepada kami dan mematikan kami. Inilah keimanan (mereka) bersama keyirikan mereka dengan beribadah kepada selain Allah” (Tafsir At-Thobari 13/374)

            Ibnu Jarir At-Thobari juga meriwayatkan dengan sanadnya dari Qotaadah –rahimahullah-, beliau berkata :

            “Keimanan mereka ini, (yaitu) tidaklah engkau bertemu dengan seorangpun dari mereka kecuali ia mengabarkan kepadamu bahwasanya Allah adalah Robnya, dan Dialah yang telah menciptakannya dan memberi rizki kepadanya. Padahal dia berbuat kesyirikan dalam ibadahnya” (Tafsir At-Thobari 13/375)

            Ibnu Jarir At-Thobari juga meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdurrahman bin Zaid bin Aslam rahimahullah, beliau berkata :

            “Tidak seorangpun yang menyembah selain Allah –bersama penyembahannya terhadap Allah- kecuali ia beriman kepada Allah dan mengetahui bahwasanya Allah adalah Robnya, dan Allah adalah penciptanya dan pemberi rizkinya, dan dia berbuat kesyirikan kepada Allah. Tidakkah engkau lihat bagaimana peraktaan Nabi Ibrahim :
            ????? ?????????????? ??? ???????? ??????????? (??)???????? ???????????? ???????????? (??)??????????? ??????? ??? ???? ????? ????????????? (??)

            Ibrahim berkata: “Maka Apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?, karena Sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam (QS As-Syu’aroo 75-77)
            Nabi Ibrahim telah mengetahui bahwasanya mereka menyembah (juga) Allah bersama dengan penyembahan mereka kepada salain Allah. Tidak seorangpun yang berbuat syirik kepada Allah kecuali ia beriman kepadaNya. Tidakkah engkau lihat bagaimana orang-orang Arab bertalbiah?, mereka berkata : “Kami memenuhi panggilanmu Ya Allah, kami memenuhi panggilanmu, tidak ada syarikat bagiMu, kecuali syarikat milikMu yang Engkau menguasainya dan dia tidak memiliki apa-apa”. Kaum musyrikin Arab dahulu mengucapkan talbiah ini” (Tafsir At-Thobari 13/376)

            Jangan main takwil lagiy yaaa…

          3. kutipan “….Tidak seorangpun yang berbuat syirik kepada Allah kecuali ia beriman kepadaNya.(Tafsir At-Thobari 13/376)….”
            Mereka musyrikin quraisy, beriman kepada Allah sebagai rabb, sebagaimana pengakuan mereka, tetapi mereka malah beribadah kepada rabb-rabb yang lain, karena menganggap rabb2 tersebut juga mempunyai sifat-sifat rububiyah. Maka mereka itu termasuk golongan musyrik rububiyah, karena rabb nya banyak… jadi tidak bisa dibilang bertauhid rububiyah….

            Kemudian datang Nabi SAAW bawa risalah, menyeru kepada mereka, tinggalkan rabb2 yang lain, beribadahlah pada rabb yang sebenarnya, satu-satunya rabb, yaitu Allah…. anehnya mereka tetep ngeyel, masih pake alasan, bilang kalo mereka menyembah rabb2 tersebut juga dalam rangka beribadah kepada Allah… malah mereka memusuhi Nabi SAAW, kenapa?

            kalo mereka mengakui Allah sebagai rabb, bukankah seharusnya mereka menyambut dakwah Nabi SAAW?

            Allah memberi keterangan kepada kita atas fenomena tersebut… bahwa sesungguhnya pengakuan2 mereka itu adalah dusta…

            Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. Al-Mukminun ayat 90.

          4. kalo ngaji jg ngantuk mas, nanti pikiran dan hati lo bisa cingkrang spt celana tuh. baca dari awal sampai ahir.

          5. @Donpay

            Mas, anda tahu ndak apa artinya takwil?

            Sebenarnya kalau kalian mau jujur, kalianlah yang melakukan takwil.

            Bukankah sudah jelas kaum musyrikin Arab itu musyrik, kok kalian takwil menjadi bertauhid rubbubiyah?

            Kalau kaum musyrikin itu mengakui Allah sebagai pencipta dan pemberi rezeki atau secara umum mengakui Allah sebagai Rabb maka tidaklah bisa disebut bertauhid kecuali hanya mengakui Allah SATU-SATUNYA RABB, atau SATU-SATUNYA YANG MEMILIKI SIFAT-SIFAT RUBBUBIYAH, dan tidak ada satupun mahluk yang memiliki sifat-sifat rubbubiyah.

            KENYATAANNYA, Allah telah mengatakan mereka mengambil pelindung selain Allah, dan mengambil pemberi syafaat selain Allah. Itu kan sudah jelas bahwa mereka menyembah berhala tersebut karena berkeyakinan bahwa berhala tersebut memiliki sifat-sifat rubbubiyah yaitu melindungi dan memberi syafaat diluar kekuasaan Allah.

            sekarang saya mau tanya dimana saya mentakwilnya?

            Lihat tafsir yang anda kutip : Ibnu Jarir At-Thobari –
            …..”melainkan mereka berbuat kesyirikian kepada Allah dalam peribadatan mereka kepada patung-patung dan arca-arca dan menjadikan selain Allah sebagai tandingan bagi Allah dan persangkaan mereka bahwasanya Allah memiliki anak….”

            At thobari jelas mengatakan mereka telah syirik dengan menyembah berhala (syirik dalam ulluhiyah) dan menjadikan selain Allah sebagai tandingan bagi Allah (syirik dalam rubbubiyah)…. tandingan disini bukan tandingan sesembahan tapi tandingan dalam rubbubiyah, karena menyembah selain Allah sudah disebut lebih dahulu…. dan kalau maksudnya mereka membuat tandingan sesembahan pun pastilah itu bisa terjadi karena mereka menganggap berhala mereka setara sebagai Rabb.

            Sungguh para Imam itu telah menjelaskan hakikat perkataan dan pengakuan/keimanan kaum musyrikin itu telah bercampur dengan keyakinan/keimanan kepada berhalanya. Mengapa justru kalian yang mentakwil tafsir para Imam seakan-akan para ahli tafsir mengakui bahwa mereka bertauhid rubbubiyah.Padahal sudah jelas musyrik itu berarti mensyerikatkan Allah sebagai Rabb dan Illah. Kalau mereka menyembah Illah selain Allah, itu artinya mereka telah neganggap selain Allah adlah Rabb dan menyembah atau beribadah itu adalah perbuatan untuk menunjukkan keyakinan kepada sesuatu sebagai Rabb (Allah telah katakan mereka mengambil pelindung dan syafaat selain Allah…. bisakah anda tafsirkan apa maksud selain Allah?)

          6. @ dianth
            Saya kira sudah jelas..
            Orang2 yang hanya mengakui Rububiyah Allah SAJA, jelas-jelas Kafir dan masuk neraka kelal (orang2 Quraisy dan Iblis hanya mengakui Rububiyah Allah saja, jadi jelas mereka KAFIR dan masuk neraka kekal).
            Jadi Inti ajaran Tauhid harus mencakup Rububiyah, Uluhiyah dan Asma Wa Sifat.
            Kalau hanya mengakui salah satunya, Jelas telah KAFIR.
            Dalil di Qur’an dan Sunnah telah Jelas.

          7. Kenyataannya yang orang yang mengakui tauhid rubbubiyah pastilah mengakui tauhid ulluhiyah, dan orang yang bertauhid Ulluhiyah pastilah bertauhid rubbubiyah, tidak ada orang yang memiliki salah satu saja. Dalil Qur an dan hadist sudah jelas bahwa mengakui sebagai Illah pastilah karena mengakuinya sebagai Rabb.

          8. ternyata wahabi lebih dengerin orang2 musyrik dibanding dengerin Allah…..
            1. a. orang musyrik bilang mengakui Allah sebagai pencipta….
            b. Allah bilang orang musyrik itu berdusta….

            ternyata wahabi lebih memilih percaya sama orang musyrik… dimana-mana wahabi koar2 mengenai poin a terus… ga pernah wahabi koar2 mengenai poin b….

            kalo saya lebih milih poin b donk… pasti selamat… yang ngomong Allah donk…

            2. a. menurut pemahaman wahabi, dengan hanya mengaku Allah sebagai pencipta bisa dibilang bertauhid rububiyah
            b. menurut Allah, orang musyrik itu ya tetep musyrik dalam rububiyah karena memiliki rabb-rabb lain selain Allah…..
            lagian kalo emang mengakui Allah sebagai rabb, kenapa mereka ga beribadah juga kepada Allah? kenapa hanya beribadah kepada rabb selain Allah?
            karena ya itu tadi… ternyata mereka itu berbohong… dan Allah udah tahu kalo mereka berbohong…

            ternyata wahabi lebih memilih pemahamannya sendiri dibanding keterangan dari Allah… dimana-mana wahabi koar2 mengenai poin a terus… ga pernah wahabi koar2 mengenai poin b….

            kalo saya lebih milih poin b donk… pasti selamat… yang ngomong Allah donk…

            silakan pilih mana ayo….

          9. @ abah;
            Pernyataan nomor 1a dan 2a
            1. a. orang musyrik bilang mengakui Allah sebagai pencipta….
            2. a. menurut pemahaman wahabi, dengan hanya mengaku Allah sebagai pencipta bisa dibilang bertauhid rububiyah…

            Janganlah terkejut akan hal ini, cobalah simak firman Allah ta’ala,
            Dalil pertama, Allah ta’ala berfirman,

            ???? ???? ???????????? ???? ?????????? ??????????? ???? ???? ???????? ????????? ?????????????? ?????? ???????? ???????? ???? ?????????? ?????????? ?????????? ???? ???????? ?????? ????????? ????????? ?????????????? ??????? ?????? ??????? ??????????

            “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus [10]: 31)

            Dalil kedua, firman Allah ta’ala,

            ???????? ???????????? ???? ?????????? ???????????? ??????? ???????? ???????????

            “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?” (QS. az-Zukhruf : 87)

            Dalil ketiga, firman Allah ta’ala,

            ?????? ???????????? ???? ??????? ???? ?????????? ????? ????????? ???? ????????? ???? ?????? ????????? ???????????? ??????? ???? ????????? ??????? ???? ???????????? ??? ???????????

            “Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).” (QS. al-’Ankabut: 63)
            Itu perkataan orang kafir yang diabadikan dalam firman Allah lho dalam Qur’an , bukan wahabi.. sudah jelas kan?

          10. Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. (QS. Maryam :81)

            “Dan orang-orang yang mengambil pelindung SELAIN ALLAH (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya” (QS. Az Zumar : 3).

            adapun alasan mereka menyembah berhala sebagai perantara syafaat atau sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah, telah dijelaskan hakikat keyakinannya yang sesungguhnya.

            “Bahkan mereka mengambil pemberi syafaat SELAIN ALLAH. Katakanlah: “Dan apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal?”
            Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan”. (QS. Az Zumar : 43-44).

            Allah juga berfirman mereka telah mengambil pelindung dan pemberi syafaat selain Allah, bukan kami loh…. sudah jelaskan ?

          11. @donpay menulis :
            “berhala-berhala mereka kan hanya dijadikan perantara ibadah kepada Allah”

            Kalau gitu berarti tawasul boleh dong ?
            cuma bedanya orang kafir tawasulnya ke Berhala2, orang muslim dalam berdo’a kepada Allah bertawasul dgn menyebutkan kekasisNya yaitu para nabi da para wali.

        2. mungkin mereka udah terlanjur malu mas, istilah itu udah terlanjur dipasarkan…. seharusnya sebagai produsen yang bertanggungjawab istilah itu harus ditarik karena mengandung racun dan terbukti sebagai penipuan.

          1. kalo saya pribadi sih mendingan malu… tobat diam2….banyak ibadah… berhenti berdebat… daripada terus koar-koar… malah malu-maluin….. he..he…

            gatau sih kalo wahabi mah…. milih “malu-maluin” kali….

          2. betul abah, lebih baik tobat dan kembali memahami agama sesuai yang diajarkan ulama muktabar, bukan ulama yang ilmunya tanggung.

          3. Kalau itu sudah terbukti sebagai produk gagal kenapa tidak segera ditarik dari pasar ya? Saya heran kenapa mereka kelhatannya tidak ingin memasarkan produk-produk yang bermutu yang sesuai dg standar Allah dan Rasul-NYA?

            Apa iya karena terlanjur malu gara-gara ketahuan produknya cacat sehingga tetap ngotot mempromosikannya sebagai produk berkwalitas yg sesuai standar Al-Qur’an dan Al-Sunnah? Kasihan lho kalau benar demikian, semoga mereka tidak menunda kesempatan bertobat sehingga kesempatan itu hilang ditelan sang Maut. Amin…..

          4. mudah-mudahan kecurigaan saya tidak benar mas juman. saya curiga jangan-jangan memang terus dipasarkan agar umat islam menjadi sakit pemahaman agamanya. coba deh kita perhatikan…. yang memasarkannya selalu mempromosikan keimanan dan ketauhidan kaum musyrikin, tidak lupa juga menjelek-jelekkan ijtihad ulama yang muktabar terutama asy ariyah. anehkan?