Apakah Issu Raja Salman Turun Tahta Akan Jadi Nyata?

Arab Saudi dilanda gonjang-ganjing politik, keamanan dan ekonomi, seluruh mata dunia tentu telah melihatnya. Muncullah issu bahwa raja Salaman yang telah tua itu akan turun tahta. Mungkin pertanyaannya ialah akankah jadi nyata, apakah issu raja Salman turun tahta itu untuk memberi jalan anaknya naik tahta?

Menurut sumber info kerajaan, raja Salman berusaha meyakinkan saudara-saudaranya bahwa stabilitas Arab Saudi memerlukan perubahan suksesi dari garis lateral ke vertikal,  maksudnya ialah Raja ingin turun tahta dan menyerahkan kekuasaannya ke putra mahkotanya.

 

 

Islam-Institute, RIYADH – Sebuah laporan menjelaskan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud berencana untuk meninggalkan kekuasaan dan menyerahkan kekuasaan ke putranya Mohammad bin Salman, yang waktu ini menjabat selaku deputi putra mahkota.

Laporan yang dilansir dari Institut [ Persia ] Gulf Affairs, menjelaskan bahwa sakit yang diderita penguasa 80 tahun itu sudah membuatnya ingin memberikan kekuasaan ke putranya Mohammed, Wakil Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan.

Sumber itu, nggak memberikan tanggal spesifik kapan ia akan turun tahta, tetapi menjelaskan problem ini akan disimpulkan dalam hitungan minggu.

Menurut sumber yang akrab dengan keluarga kerajaan, putra mahkota waktu ini Mohammad bin Nayef juga akan dihapus dari posisi selaku Putra Mahkota dan Menteri Dalam Negeri.

Sementara itu, suksesi penetapan kekuasaan di Arab Saudi mengumumkan bahwa tahta akan berpindah ke Putra mahkota yang sekarang dipegang oleh bin Nayef, dan aturan kerajaan mengumumkan bahwa kekuasaan akan berpindah kesamping yaitu saudaranya, bukan bersifat mewarisi dari ayah ke anak.

Sementara itu, Amerika Serikat lebih menyokong Bin Nayef jadi penguasa selanjut kerajaan Arab saudi, yang secara bertahap sudah dipinggirkan oleh sepupunya yang lebih muda dan anak raja, Mohammed bin Salman.

Sumber kerajaan memberitahukan waktu ini muncul pertempuran sengit soal kekuasaan di keluarga kerajaan. Raja Salman berkeinginan Mohammad putra naik tahta dengan merubuh aturan kerajaan.

Sementara itu, Menteri Minyak Ali al-Naimi seorang teknokrat dan bukan dari keluarga kerajaan, menjelaskan bahwa pengganti Salman bukan Mohammed, tapi putra lain Raja Salman yang bernama Abdulaziz bin Salman.

Sumber itu juga menjelaskan bahwa Raja Salman sudah mengunjungi saudara-saudaranya untuk mencari sokongan mereka atas perubahan aturan dalam rangka suksesi putranya.

Raja berusaha meyakinkan saudara-saudaranya bahwa stabilitas Arab Saudi memerlukan perubahan suksesi dari garis lateral ke vertikal,  di mana Raja ingin menurunkan kekuasaannya ke putranya. (AL/ARN/AU/Ptv)

 

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :