GP Ansor Turunkan Bendera HTI di SMKN 1 Kota Tangerang

Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Pangerang berhasil menurunkan bendera Ormas terlarang di Tanah Air, Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI. Bendera berkibar di halaman salah satu sekolah negeri di kawasan tersebut.

Seperti disampaikan sejumlah pengurus, bahwa Senin (15/1) sekitar pukul 08.11, Ketua PAC GP Ansor Cipondoh Nur Asik mendapatkan laporan bahwa di SMKN 1 berkibar bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Seketika, hal itu informasi tersebar di group NU Kota Tangerang.

Pukul 10.04, Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang A Sudarto segera menginstruksikan Abdul Murad untuk turun ke lokasi. Dan pada pukul 09.45 bendera HTI masih berkibar.

Abdul Murod, H Uden, Ustadz Akrom, Ust Solehan, dan Turmiji bergerak dengan cepat mengkonfirmasi dan memberikan pemahaman kepada pihak sekolah. Pukul 10. 30 mereka tiba di SMKN 1 yang terletak di Jl Perintih Kemerdekaan II (depan Kemenag Kota Tangerang). GP Ansor, yang diwakili Abdul Murod dan Turmidzi melakukan koordinasi dengan pihak sekolah. Keduanya, memberikan pemahaman kepada para siswa dan pihak sekolah.

Saya langsung turun ke lokasi dan berbicara secara persuasive, kata Murod. Ia ditemani KH Uden, Ustd Akrom, Ust Solehan dan Turmidzi memberikan pemahan kepada pihak sekolah. Bahwa salah satu atribut yang terpasang adalah bendera Ormas yang dilarang negara. Alhamdulillah, mereka bisa memahami dan mau menurunkannya, jelas Murod.

Akan tetapi pihak sekolah tidak mengetahui bendera dimaksud dan siapa yang memasang. Dan mereka berterima kasih kepada GP Ansor karena sudah memberikan penjelasan.

KH Uden berpesan, jangan sampai lembaga pendidikan menjadi tempat pengkaderan Ormas terlarang. Karena sekolah memang tempat yang paling cepat untuk hal tersebut. Jangan sampai Kota Tangerang jadi basis perkembangan HTI. ini tugas kita saat ini untuk memberikan pemahaman yang benar kepada penerus, pungkasnya.

(Suhendra/Ibnu Nawawi/NU Online)

You might like

About the Author: admin

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.