Home / Berita Indonesia / ANNAS Organisasi Radikal, Gemar Catut Nama Besar NU

ANNAS Organisasi Radikal, Gemar Catut Nama Besar NU

ANNAS Organisasi Radikal Intoleran, Gemar Catut Nama Besar NU Untuk Memusuhi Kelompok Lain

NU sebagai ormas Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah, dalam berbagai forum, NU berulang kali menyatakan tak sepaham dengan Syiah. Akan tetapi, perbedaan pendapat tersebut tak mesti diekspresikan dengan jalan memusuhi Syiah.

 

Islam-Institute, JAKARTA – Sudah seringkali organisasi intoleran yang menamakan diri ANNAS (Aliansi Nasional Anti-Syi’ah) mencatut nama besar NU (Nahdlatul Ulama) sebagai bagian dari gerakan mereka. Kali ini tersebar dalam selebaran menjelang acara pelantikan pengurus ANNAS Bogor Raya.

Selebaran tersebut memasang logo resmi NU dan ormas-ormas lain seperti Muhammadiyah, Al-Irsyad, Hidayatullah, MUI, Persis, Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Forum Umat Islam, Majelis Az Zikra, dan lainnya. Di kertas itu juga terpampang foto Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Ketua Dewan Syuro ANNAS Bogor Didin Hafiduddin sebagai pembicara kunci.

Ketua PCNU Bogor Ifan Haryanto mengatakan sangat keberatan dengan aksi pencantuman logo NU itu. “Jika organisasi tersebut tidak merevisi undangan yang mencatut logo NU itu, PCNU Kota Bogor mempertimbangkan untuk melaporkan organisasi tersebut ke pihak yang berwajib,” katanya kepada NU Online, Kamis (19/11/15) malam.

 

Berdasarkan selebaran itu, acara pelantikan digelar Ahad, 22 November 2015, pukul 08.00 sampai dengan 11.30 WIB, di Aula KONI Kota Bogor, Jalan Pemuda No. 4, GOR Padjajaran Bogor, Jawa Barat. Narasumber pada “Materi Ilmiyyah” antara lain KH. Khaerul Yunus (Penasihat MUI Bogor dan Ketua Dewan Pakar ANNAS), Dr. H. Abdul Chair Ramadhan SH, MH (Komisi Hukum MUI Pusat dan Ketua Litbang MIUMI), dan KH. M. Rizal Fadhilah, SH (Dewan Pakar ANNAS Pusat).

Dalam aksinya di berbagai daerah, ANNAS kerap mencatut logo NU seolah-olah NU secara organisasi terlibat dalam sejumlah aksi intoleransi. Dalam aksi deklarasi anti Syiah di Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan pada Maret 2015 lalu, organisasi yang diketuai tokoh Wahabi KH Athian Ali Da’i ini juga melakukan hal yang sama. PCNU setempat menegaskan menolak kegiatan tersebut.

NU sebagai ormas Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah, dalam berbagai forum, NU berulang kali menyatakan tak sepaham dengan Syiah. Akan tetapi, perbedaan pendapat tersebut tak mesti diekspresikan dengan jalan memusuhi Syiah.  (AL/ARN/MM/Nu.online)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Abdurrahman al-Baghdadi, Orang Pertama Kali Pembawa Isu Khlafah di Indonesia

Siapakah Orang Pertama Kali Pembawa Isu Khlafah di Indonesia? Disebut-sebut khilafah mulai ramai sejak tahun ...