Angkatan bersenjata Turki di Suriah Bukan untuk Usir ISIS, Kata Politisi Turki

Loading...

ANKARA – Militer Turki di Suriah bukan untuk usir ISIS, sedemikian menurut seorang Politisi Turki. Kepemimpinan Turki sudah mengumumkan bahwa operasi angkatan bersenjata di Suriah utara didesain untuk mengeluarkan Daesh/ISIS dari Jarablus. Tetapi serbuan itu diluncurkan “tepat sesudah” pasukan Kurdi memastikan kemenangan besar di wilayah tersebut.

Hal ini diungkapkan Idris Baluken, politisi Turki dari Partai Demokratik Rakyat pro-Kurdi (HDP) kpd Sputnik, Kamis (25/08). Dia menambahkan bahwa ini mempertunjukkan maksud sejatinya dari Ankara kenapa mesti ada Angkatan bersenjata Turki di Suriah.

“Nama dari serbuan ini, Operation Euphrates Shield (Operasi Perisai Efrat), mempertunjukkan bahwa aktifitas ini ditujukan kepada orang-orang Kurdi. Orang-orang dari Rojava, yang juga dikenal selaku Kurdistan Barat,” katanya soal keberadaan Angkatan bersenjata Turki di Suriah.

Politisi Turki itu menuding waktu diluncurkannya kampanye pada Rabu pagi. Di mana hal itu terjadi sesudah pasukan Demokratik Suriah, yang sebagian besar terdiri dari pejuang Kurdi. Memotivasi anggota milisi keluar dari wilayah-wilayah strategis di kota tersebut.

“Pertama, mereka (SDF) membebaskan Manbij. Lantas mereka memotong komunikasi antara Jarablus dan Raqqa, ibukota de facto kekhalifahan ISIS,” katanya. “Tepat sesudah itu Ankara membikin keputusan untuk meluncurkan operasi angkatan bersenjata di Jarablus. Kenapa Turki setuju-setuju saja dengan kehadiran ISIS di wilayah tersebut selama bertahun-tahun sebelumnya? Maksud sejatinya dari Ankara telah terang,” tegas politisi Turki tersebut.

Angkatan bersenjata Turki di Suriah merusak usaha Kurdi mencapai otonomi

Politisi Turki itu bersikeras bahwa FSA yang mengambil bagian dalam Operasi Perisai Efrat mempunyai ideologi yang sama seperti ISIS. Juga menambahkan bahwa FSA sebagian besar terdiri dari pejuang front al-Nusra dan Ahrar al-Sham. Rusia dan beberapa negara lain menganggap kelompok-kelompok ini selaku organisasi teroris yang terlarang.

Idris Baluken lebih detail menjelaskan bahwa Turki secara de facto sudah jadi pihak yang bertanggung jawab atas perang Suriah. Ia menambahkan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan dan AKP “sengaja” menyeret negara itu ke dalam “perang terberat” di Timur Tengah.

Kepemimpinan Turki nggak memperoleh persetujuan dari parlemen sebelum membikin keputusan untuk memulai operasi. “Nggak ada dialog diselenggarakan pada problem ini. Sebab parlemen dalam masa reses,” tambahnya. “Partai yang berkuasa waktu ini memanfaatkannya untuk mengerahkan pasukan ke Suriah.”

Politisi Turki itu juga menjelaskan bahwa keberadaan Militer Turki di Suriah ini akan merusak usaha masarakat Kurdi bertahun-tahun. Yang punya tujuan untuk mencapai otonomi dan penentuan nasib sendiri di Suriah utara. Apakah Turki diuntungkan oleh keberadaan angkatan bersenjata Turki di Suriah?

 

Simpan

Simpan

Simpan

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :