Angkatan bersenjata Suriah Temukan Obat Buatan Israel di RS Teroris di Quneitra

Militer Suriah Temukan Obat Buatan Israel di RS Teroris di Quneitra

Angkatan bersenjata Suriah Temukan Obat Buatan Israel di RS Teroris di Quneitra

SURIAH – Tentara pemerintah Suriah sudah menemukan sejumlah besar obat-obatan dan peralatan medis buatan Israel di sebuah RS lapangan milik anggota milisi Takfiri yang disponsori AS di provinsi Quneitra.

Sumber-sumber lokal, yang berbicara dengan syarat tidak disebutkan namanya, menjelaskan ke kantor berita legal Suriah, SANA, bahwa pasukan membikin penemuan itu di desa Bariqa pada Rabu tatkala mereka menyisir daerah itu untuk membersihkan dari alat peledak rakitan, yang ditanam anggota milisi Takfiri di sana.

Laporan itu menambahkan bahwa RS mempunyai CT scan modern, mesin pencitraan medis X-ray, peralatan laboratorium dan apotek yang berisi bermacam kategori antibiotik, vaksin dan obat penghilang rasa sakit.

Dikatakan bahwa Sarana medis dilengkapi dengan pemanas sentral dan kamar-kamarnya dilengkapi dengan tempat tidur modern.

Sebuah ambulans baru dan modern buatan Inggris di samping sejumlah mobil lain terparkir di halaman RS, yang tampaknya dipakai anggota milisi untuk memindahkan korban yang cedera ke tempat.

Pada 23 Agustus, Tentara pemerintah Suriah menemukan RS lapangan yang dipakai oleh member kubu teroris Jabhat Fateh al-Sham, sebelumnya dikenal selaku Jabhat al-Nusra, yang dipenuhi dengan peralatan medis buatan Israel di desa al-Rafid, provinsi Quneitra.

Loading...
loading...

Pasukan pasukan Suriah menemukan RS lapangan yang dipakai oleh teroris Jabhat Fateh al-Sham di Quneitra dan dekat dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel pada 27 Juli.

RS lapangan itu mempunyai ruang operasi dengan peralatan medis buatan Israel yang memadai, peralatan laboratorium dan gudang, di mana sejumlah besar obat buatan Israel dan Yordania tengah disimpan.

Ada juga produk medis yang diproduksi oleh sejumlah negara pesisir Teluk Persia, khususnya Uni Emirat Arab, di gudang. [ARN]


Source by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :