Anggota milisi Sokongan Turki Akui Perlunya Kontrol Pasukan Suriah di Zona Demiliterisasi

Militan Dukungan Turki Akui Pentingnya Kontrol Tentara Suriah di Zona Demiliterisasi

Anggota milisi Sokongan Turki Akui Perlunya Kontrol Pasukan Suriah di Zona Demiliterisasi

SURIAH – Media Suriah mengutip sumber-sumber yang dekat dengan komandan tingkat tinggi dari kubu anggota milisi Ahrar al-Sham yang Disokong Ankara, yang berafiliasi dengan National Freedom Front (NFL), yang menjelaskan bahwa sesudah berminggu-minggu pelanggaran Perjanjian Sochi oleh Jabhat Al-Nusra, serbuan pasukan Suriah pada kelompok-kelompok yang masih beroperasi di zona bebas senjata sekarang dibenarkan.

Sumber-sumber itu dilansir oleh surat berita al-Watan pada hari Kamis, menjelaskan bahwa teroris yang Disokong Ankara sudah sepenuhnya menerima kendali pasukan Suriah atas zona demiliterisasi, dan menganggapnya berhak dalam memulai operasi pembersihan di wilayah yang dikuasai oleh Tahrir al- Sham atau Jabhat Al-Nusra dan anggota milisi sekutunya yang ‘menabrak perjanjian Sochi yang sudah memblokir usaha untuk membuka kembali jalan Aleppo-Hama dan Aleppo-Lattakia.

Sesuai dengan laporan, teroris yang Disokong Ankara tidak akan terlibat dalam Peperangan apapun untuk Menyuruh pergi Tahrir al-Sham dan kubu teroris lainnya dari zona bebas senjata sebab Turki tidak mau berperang melawan mereka sebab takut merusak kepentingannya di Idlib dan kemungkinan membahayakan tapal batas selatan dengan provinsi, yang Ada di bawah pendudukan kubu ekstremis.

Laporan yang relevan pada hari Rabu menjelaskan bahwa kelompok-kelompok teroris yang ditempatkan di zona bebas senjata di Suriah sudah menaikkan serbuan mereka kepada wilayah yang dikuasai angkatan bersenjata, dan menambahkan bahwa pasukan Suriah sudah terlibat dalam bentrokan berat dengan mereka.

Sputnik memberitahukan pada Rabu malam bahwa Tahrir al-Sham meluncurkan lebih dari 40 serbuan rudal kepada daerah pemukiman di provinsi Idlib, termasuk al-Khalediyeh, al-A’azamiyeh, al-Akramiyeh, al-Shahba, Seif al. -Doleh, Aleppo Baru, al-Mothalaq dan Shar’e al-Nil, serta posisi pasukan, menghabisi dan melukai beberapa penduduk sipil.

Loading...
loading...

Ia menambahkan bahwa unit rudal dan artileri angkatan bersenjata Suriah merespon serbuan itu dengan menargetkan posisi para teroris di Aleppo Barat, menulis bahwa bentrokan berat tengah berlangsung antara Tentara pasukan Suriah dan anggota milisi Tahrir al-Sham di dekat wilayah Jamiyat al-Zahra di barat laut Aleppo.

Sementara itu, sumber lapangan memberitahukan bahwa para teroris di barat Aleppo sudah menghidupkan kembali posisi mereka di wilayah itu dalam beberapa hari terakhir dan menyampaikan sejumlah besar senjata berat dan peralatan angkatan bersenjata ke depan.

Surat berita al-Watan juga memberitahukan bahwa para teroris meneruskan serbuan kepada pos-pos angkatan bersenjata di Hama Utara, dan menjelaskan bahwa unit-unit pasukan Suriah merespon dengan serbuan kepada gerakan teroris di dekat al-Latamineh, kota Murak, Wadi al-Dorat dan Lahaya di utara Hama dan desa Dawir al-Akrad dan daerah al-Sarmaniyeh di barat Hama.

Di waktu para teroris sudah mengintensifkan serbuan mereka kepada zona demiliterisasi di Suriah Utara, menteri pertahanan Turki mengakui pada hari Rabu bahwa sejumlah besar anggota milisi yang dikerahkan di wilayah itu sudah ditarik dan pelanggaran gencatan senjata sudah meluncur turun 90%.

Tetapi laporan lapangan mempertunjukkan bahwa sesudah 10 hari penyelenggaraan perjanjian Sochi, para teroris tidak meninggalkan wilayah tersebut dan bahkan menghidupkan kembali posisi mereka. [ARN]


Arrahmah News
Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :