Analisis Pasar Modal: Pasar Sambut Joko Widodo – Ma’ruf Secara Lebih Positif

Analisis Pasar Modal: Pasar Sambut Jokowi - Ma'ruf Secara Lebih Positif

Analisis Pasar Modal: Pasar Sambut Jokowi – Ma’ruf Secara Lebih Positif

Beberapa analis pasar modal menyebut pelaku pasar lebih positif dalam menyambut pasangan Calon (paslon) Presiden Jokowi (Joko Widodo) dan Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk maju dalam Pilpres (pemilihan presiden) 2019.

Seperti diketahui, pihak Joko Widodo dan Ma’ruf Amin akan melawan pihak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden tahun depan.

Nama Ma’ruf Amin terbilang memberikan jaminan ke warga sekaligus pelaku pasar kalau proses pemilihan presiden akan berlangsung dengan aman.

Selaku Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN), Ma’ruf Amin tentu dihormati oleh beberapa pihak. Dengan back-ground agama Islam yang kuat, keputusan Joko Widodo untuk menggandeng Ma’ruf Amin juga dinilai akan mematahkan opini publik yang selama ini menyebut Joko Widodo selaku bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Jadi kemungkinan isu SARA ndak ada lagi,” ungkap Direktur Investasi Saran Mandiri Hans Kwee ke CNNIndonesia.com, Jumat (10/8).

Lalu, selaku petahana capres 2019, beberapa pihak yang berspekulasi Joko Widodo akan menyabet kembali jabatannya selaku presiden periode 2019-2024.

“Jikalau gitu proyek-proyek infrastrukturnya masih akan berlanjut, infrastruktur itu kan bagian yang terlalu produktif,” ucap Hans.

Melalui proyek infrastruktur, berbagai bagian usaha penyokongnya berkemungkinan besar ikut terdongkrak, seperti produsen beton sampai semen.

Di sisi lain, Ma’aruf Amin juga akan mempengaruhi perkembangan ekonomi syariah di dalam negeri. Misalnya saja, ia sanggup memotivasi beberapa perusahaan bank syariah yang belum jadi perusahaan publik untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Beberapa bank syariah yang ada di Indonesia, yaitu PT BNI Syariah, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank Mega Syariah.

“Lalu untuk saham syariah sanggup juga ikut terdampak,” sambung Hans.

Setali 3 uang, Analis Henan Putihrai Liza C Suryananta menilai pelaku pasar domestik dan asing lebih percaya dengan usaha Joko Widodo dalam mengerek pertumbuhan ekonomi.

“Pemilihan presiden itu sesuatu lah untuk pelaku pasar, mereka berharap pertumbuhan ekonomi,” kata Liza.

Kendati seperti ini, Liza masih pesimis dengan impian Joko Widodo terkait pertumbuhan ekonomi yang sanggup mencapai tujuh %. Karena, hitungan total investasi masih down.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2018 sebesar 5,27 % dan semester I 2018 sebesar 5,17 %.

“Tetapi jika dilihat probabilitasnya pelaku pasar juga lebih percaya Joko Widodo,” terang Liza.

Secara keseluruhan, Analis Phintraco Sekuritas Rendy Mavvock Micin berpendapat masing-masing pihak tetap mempunyai keunggulan masing-masing.

Untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai akan membikin program kerja yang lebih menyokong untuk kemajuan pengusaha. Sementara, Joko Widodo-Ma’aruf Amin akan meneruskan fokus pemerintahan waktu ini dalam pendirian infrastruktur.

“Tetapi mungkin ya pasar lebih antisipasi pihak Jokowi sebab beliau petahana ya,” pungkas Rendy.

(sumber: Analis Sebut Pasar Lebih Positif Sambut Jokowi-Ma’ruf)

You might like

About the Author: admin

KOMENTAR: Jika ada artikel yang salah, dll, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.