Anak Indonesia Tewas di Suriah, Jadi Militan ISIS

Anak Indonesia iewas di Suriah bergabung jadi militan ISIS. Bocah yang diperkirakan berusia 12 tahun, asal bogor, Jawa barat, Haff Saiful Rasul jadi perhatian dunia internasional. Pasalnya anak Indonesia ini tewas saat berperang bersama ISIS.

Bocah asal Indonesia ini meninggal dunia ketika usianya baru menginjak 12 tahun. Kantor berita Reuters mencatat, Hatf termasuk 12 jihadis Indonesia dari pondok pesantren Ibnu Masud yang mencoba pergi ke Suriah pada 2015 lalu. Delapan adalah guru, sisanya santri.

Reuters berbicara dengan tiga pejabat kontra-terorisme di Indonesia yang mengonfirmasi bahwa anak laki-laki tersebut memang pergi ke Suriah.

Dari dokumen pengadilan, data pendaftaran, dan wawancara dengan petugas polisi anti-terorisme dan para mantan militan,Reutersmelaporkan bahwa Hatf adalah satu dari sekitar 12 orang dari pesantren Ibnu Masud yang pergi ke Timur Tengah untuk memperjuangkan ISIS atau setidaknya berusaha untuk pergi ke sana antara tahun 2013 hingga 2016.

Pesantren Ibnu Masud sejak lama dikenal sebagai wadah radikalisasi dan tempat persembunyian tersangka teroris. Pada Agustus lalu, salah seorang pengajarnya ditangkap polisi karena membakar umbul-umbul merah putih.

Pondok pesantren Ibnu Masud membantah dukung ISIS

Menanggapi hal itu, Jumadi, selaku juru bicara pondok pesantren Ibnu Masud, seperti dilaporkan Reuters, membantah lembaga tersebut mendukung ISIS atau kelompok militan lainnya. Dia juga menyangkal bahwa pesantren mengajarkan interpretasi ekstrem.

Jumadi menambahkan, Hatf belajar di pesantren Ibnu Masud, tapi dia tidak tahu tentang riwayat kepergiannya ke Suriah. Dia juga mengaku tidak mengetahui adanya staf atau pun santri yang bepergian ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS, selain tiga guru dan satu santri yang ditahan di Singapura pada tahun lalu.

Sementara itu, Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam di Kementerian Agama RI, memberikan alasan mengapa pesantren di kaki Gunung Salak ini tidak ditutup.Ibnu Masud tidak pernah terdaftar sebagai pesantren, katanya.

Pemerintah daerah setempat, ujar Kamaruddin, telah meminta penjelasan mengenai status pesantren itu, tapi tidak pernah mendapat tanggapan.

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.