Alissa Wahid : Gus Dur Pilih Ditertawakan daripada Dipuji

Loading...

Alissa Wahid memberikan kesaksian bahwa Gus Dur memilih ditertawakan daripada dipuji. Putri keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid mengatakan bahwa Gus Dur lebih senang ditertawakan daripada dipuja-puja.

“Kita di sini bukan untuk memuji-muji Gus Dur. Beliau lebih senang ditertawakan dari pada dipuji-puji,” ungkap Alissa saat memberikan sambutan keluarga pada malam puncak Haul ke-8 Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Kamis (28/12) malam.

Alissa Wahid ajak meneladani kesederhanaan Gus Dur

Alissa mengajak segenap pihak untuk meneladani sifat-sifat sederhana dari ayah kandungnya itu. Termasuk zuhud dari kekuasaan.

“Semoga kita bisa meneladani zuhudnya (Gus Dur, red) dari kekuasaan dan materi. Semoga kita bisa meneladani humornya untuk menertawakan dirinya sendiri,” jelas perempuan yang mempunyai nama asli Alissa Qotrunnada Munawaroh ini.

Di dekat maqbaroh Almaghfurullah KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid itu, Alissa juga mengajak untuk mencontoh Gus Dur yang selalu melantunkan Syi’ir I’tirof gubahan Abu Nawas untuk selalu mengingat kesalahan dan kekurangan sebagai makhluk yang kecil.

loading...

“Semoga kita bisa meneladani almaghfurullah sebagai makhluk yang penuh dosa sehingga beliau setiap hari selalu melantunkan syi’ir untuk mendapatkan ampunan,” pintanya denga lugas.

Terakhir, Alissa mengingatkan bahwa inspirasi Gus Dur akan selalu ada bersama kita.
“Yang tertinggal dari pemkaman adalah jasad. Tapi sosoknya akan pulang bersama peziarah dan penuh inspirasi,” tandasnya.

Selain membacakan puisi “Celurit Emas”, di penghujung sambutannya, ia mengajak seluruh hadirin untuk menyanyikan syi’ir Ilahilas untuk mengenang Gus Dur.

Nampak pada acara tersebut, trio mentri kabinet Gus Dur, Khofifah Indar Parawansah, Mahfud MD, dan Rizal Ramli.

loading...

(Rif’atuz Zuhro/Fathoni/NU Online)

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :