Ali Mahmudin Cuci Otak Dian Juni Kurniadi Pelaku Bom Sarinah

Dian mengenal Ali Mahmudin melalui Facebook, lantas Ali Mahmudin mencuci Otak Dian pelaku bom Sarinah Jakarta….

Petugas kepolisian melaksanakan pengamanan di area pos polisi yang diledakan oleh sejumlah teroris di wilayah Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1). .ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz/16.

 

 

Islam-Institute, TALANG-TEGAL – Sutopo (60), ayahanda pelaku bom sarinah, Dian Juni Kurniadi (25), tegas-tegas menolak anaknya disebut teroris. Dia curiga anaknya sudah dicuci otak oleh Ali Mahmudin (39), yang ditangkap di Desa Langgen Kecamatan Talang Kabupaten Tegal, Kamis (14/1) lalu.

“Anak saya bukan teroris. Dia itu lugu. Saya jamin, Dian nggak pernah punya niat melaksanakan pemboman,” kata Sutopo waktu dijumpai di kediamannya RT 27 RW 7 Desa Pegirikan, Talang, Kabupaten Tegal.

Sutopo mecurigai anaknya sudah dipengaruhi Ali Mahmudin (39), penduduk Desa Langgen Kecamatan Talang. sebelum ini, Ali Mahmudin bersama-sama Fahrudin ditangkap Densus 88 di kediamannya. Penangkapan dilaksanakan sehari sesudah aksi pemboman di Sarinah Jakarta.

“Saya percaya pak Ali yang mencuci otak dan mempengaruhi anak saya terjerumus ke tindakan aksi terorisme. Sebab anak saya seringkali berada di rumah dia berhari-hari semenjak Desember 2015 lalu,” ungkap Sutopo lagi.

Sutopo menerangkan, Dian mengenal Ali Mahkmudin melalui media sosial Facebook November 2015. Dian yang kala itu masih bekerja di sebuah peternakan di Kabupaten Sampit, Kalimantan Barat menjalin komunikasi dengan Ali melalui medsos.

Dian, seperti penjelasan Sutopo, kerap memperoleh pesan-pesan dari Ali Mahmudin soal ajaran yang melenceng dari agama Islam. Dari pesan-pesan itulah, Dian mengambil keputusan kembali pulang ke Tegal.

Waktu berada di Tegal, Dian beberapa kali bertandang ke rumah Ali dan tinggal di sana berhari-hari. Sampai akhirnya, kedua orang tuanya menjemput paksa Dian.

“Saya kira, anak saya bekerja di tempatnya Ali. Karena, dulu Ali seorang pengusaha logam pembuatan onderdil kapal. Tetapi ternyata, Ali itu teroris,” sesalnya.

Menurut Sutopo, terakhir kali Dian meninggalkan rumahnya pada 8 Desember 2015. Dian memilih tinggal di rumah Ali beberapa hari, sebelum akhirnya berangkat ke Jakarta.

“Dian ke rumah Ali naik motor sendiri,” jelas Sutopo.

Semenjak Dina berangkat ke Jakarta, Sutopo mengklaim, nggak pernah berkomunikasi lagi dengan anaknya. Sutopo enggak kehilangan akal. Dia bolak-balik mendatangi rumah Ali menanyakan keberadaan anaknya itu.

Waktu ditanya, Ali senantiasa menjawab nggak tahu. “Kata Ali, Dian malah telah berangkat ke luar Jawa.”

sesudah beberapa hari nggak memperoleh berita soal anaknya, tiba-tiba rumah Sutopo didatangi sejumlah anggota polisi. Dia terkejut sebab ternyata anaknya jadi bagian pelaku pemboman di Sarinah, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

“Saya telah ikhlas, tapi saya masih nggak terima dengan pak Ali. Sebab saya percaya sekali dia yang membikin Dian terjerumus seperti ini. Jika ketemu dia, akan saya tonjok,” tandasnya. (AL/SFA/Radar Tegal)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :