Alhamdulillah, Yenny Wahid Boyong Investasi Rp1,5 Triliun dari Arab Saudi

Alhamdulillah, Yenny Wahid Boyong Investasi Rp1,5 Triliun dari Arab Saudi

Alhamdulillah, Yenny Wahid Boyong Investasi Rp1,5 Triliun dari Arab Saudi

Direktur Wahid Institute Yenny Wahid menggandeng investor Arab Saudi untuk membiayai proyek infrastruktur di Indonesia. (Dok. Istimewa).

Direktur Wahid Institute Yenny Wahid menggandeng investor Arab Saudi untuk membiayai proyek infrastruktur di Indonesia senilai US$100 juta atau setara Rp1,5 triliun.

Perusahaan investasi asal Arab Saudi Heritage Amanah dan perusahaan investasi nasional Bahana Kapital Investa menyepakati perjanjian kerja sama tersebut pada Rabu (10/10).

“Heritage Amanah, diwakili oleh Presiden Direkturnya, Ibu Salina Noordin, sudah menanda tangani sebuah perjanjian kerjasama dengan perusahaan BUMN,” ungkap Yenny dalam Penjelasan tertulis yang terbit pada Kamis (11/10).

Hari ini, Yenny mempertemukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dengan Rahman Al Saeed, Penasehat Kerajaan Arab Saudi sekaligus Ketua Komite Perdagangan Internasional Saudi (ICT). Perjumpaan ditunaikan disela-sela Forum Tahunan Biaya Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF World Bank) di Bali.

Waktu ini, Al Saeed juga menjabat selaku Board of Eminence Heritage Amanah Group, sebuah grup penasihat investasi swasta yang mewakili beberapa grup konglomerasi besar asal Timur Tengah.

Loading...
loading...

“Saya menyaksikan waktu ini investasi dari Timur Tengah masih terlalu minim di Indonesia. Padahal Raja Salman telah ke sini bawa iring-iringan besar. Kenapa ini terjadi?,” ucap putri Presiden ke-4 RI tersebut, Kamis (11/10).

menurutnya, minimnya investasi dari Timur Tengah ke Indonesia dikarenakan hambatan komunikasi. Ke-2 pihak sama-sama pasif, sehingga kubu investor Arab Saudi yang tertarik untuk menanamkan modal cenderung mempergunakan perantara asing dengan ongkos yang tinggi.

Pada akhirnya, nilai investasi proyek secara keseluruhan jadi lebih mahal dibandingkan tatkala Menanamkan modal langsung. Maka itu, menurut Yenny, pola perantara tersebut yang wajib diubah.

“Sekarang langsung dipertemukan antara yang punya uang dan yang punya proyek, jadi lebih efisien,” ungkapnya.

Selama ini, lanjut Yenny, investasi Arab Saudi lebih beberapa diarahkan ke Amerika Serikat. “Kita wajib tarik untuk masuk ke Indonesia,” sambungnya.

Yenny mengakui Menteri Rini menyokong kerja sama antara ke-2 pihak sebab dinilai menciptakan sumber pendanaan alternatif di tengah dominasi investasi dari perusahaan asal China.

“Ibu Rini bahkan menjelaskan Penting ada kerjasama investasi spesial antara Saudi dan Indonesia, sebab keduanya punya beberapa kesamaan, yaitu market Muslim yang besar,” katanya.

(cnnindonesia/ suaraislam)

Loading...


Suara Islam Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :