Aktivis HAM Desak Museum Inggris Batalkan Acara Kedubes Saudi

Aktivis HAM Desak Museum Inggris Batalkan Acara Kedubes Saudi

Aktivis HAM Desak Museum Inggris Batalkan Acara Kedubes Saudi

LONDON – Para aktivis hak asasi manusia jadi kian marah dengan keputusan oleh Museum Sejarah Alam (NHM) Inggris untuk jadi tuan rumah bagi sebuah acara kedutaan Arab Saudi, menjelaskan bahwa NHM mesti membatalkan acara tersebut atas meningkatnya kekuatiran soal pelanggaran HAM oleh Kerajaan.

“Pihak berwenang Saudi melaksanakan penghinaan kepada hak asasi manusia, dan acara seperti ini tidak diragukan lagi akan dinilai selaku pengesahan atas hal itu. Telah waktunya bagi Museum untuk mengambil sikap, ”kata Andrew Smith, aktivis Kampanye Melawan Perdagangan Senjata, pada hari Kamis (11/10), beberapa jam sebelum NHM menggelar resepsi untuk Hari Arab Saudi.

Ajakan untuk membatalkan acara itu terjadi di tengah kemarahan global soal Sangkaan tindakan mematikan seorang jurnalis anti-pemerintah terkemuka Arab Saudi yang dilaksanakan didalam misi diplomatik kerajaan di Turki. Jamal Khashoggi sudah hilang semenjak ia masuk konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Beberapa pihak termasuk otoritas Turki, percaya bahwa jurnalis tersebut meninggal di dalam konsulat. Saudi membantah tudingan itu.

Baca: Tindakan mematikan Khashoggi Tingkatkan Intimidasi pada Rezim Saudi

Smith menjelaskan bahwa dengan jadi tuan rumah dari acara kedutaan Saudi maka hal itu akan jadi pengesahan pelanggaran hak asasi manusia berat yang dilaksanakan Riyadh oleh NHM, menambahkan bahwa museum “tidak boleh jadi tuan rumah sebuah rezim yang sudah dituduh menghabisi awak media dan menimbulkan bencana kemanusiaan pada rakyat Yaman. “.

Ratusan ribu rakyat Yaman sudah meninggal dan terlukan dalam kampanye angkatan bersenjata tanpa henti Saudi di negara itu selama 3 tahun terakhir. Riyadh dengan terang-terangan menentang himbauan internasional untuk menghentikan operasi tidak resmi.

Ahli urusan luar negeri Amnesty International Inggris, Polly Truscott, juga mendesak pihak berwenang Inggris untuk tidak menyampaikan bagian pejabat ke acara yang katanya “mungkin sanggup dinilai memuliakan pelanggaran hak asasi manusia”

Baca: Harian Turki Pengumuman Foto-foto Terduga Pembunuh Jamal Khashoggi

Sementara itu, NHM mengeluarkan pernyataan yang membela keputusan mereka untuk tetap melakukan acara tersebut dengan argumentasi bahwa acara itu sudah dipesan 2 bulan lalu dan museum terlalu tergantung pada resepsi tersebut selaku fasilitas pendanaan eksternal. (ARN)


Arrahmah News
by Muhammad Najib

You might like

About the Author: Muhammad Najib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.