Aktifis HAM Demonstrasi Lagi di Kedubes Arab Saudi di London

Loading...

Untuk membela hak rakyat Arab Saudi, aktifis HAM sekali lagi demonstrasi kedubes Saudi di London. Seorang analis kontra-terorisme dan komentator keputusan strategi luar negeri ternama dari Amerika Serikat, Scott Bennett, menjelaskan bahwa perlakuan menakutkan Riyadh dengan berbagai pelanggaran HAM akan cepat menghancur-leburkan pemerintahan di Arab Saudi.

 

Islam-Institute, LONDONPara aktifis HAM beserta para penyokong hak-hak rakyat Saudi untuk menentukan pilihan politik sendiri dan kebebasan beragama kembali melakukan unjuk rasa di depan kedutaan besar Arab Saudi di London pada hari Jum’at (8/1), untuk bersama-sama menekankan keberatan mereka atas aksi-aksi kriminal rezim Riyadh kepada rakyatnya yang berani berbicara melawan keputusan strategi kerajaan.

Para aktivis hak asasi manusia yang berkumpul di depan perwakilan diplomatik Saudi pada hari Jumat itu untuk melaksanakan demonstrasi dipimpin oleh Amnesty International untuk menuntut pembebasan Raif Badawi, seorang blogger Saudi, dan memprotes penahanan kepada aktifis lainnya.

Scott Bennett, seorang analis kontra-terorisme dan komentator keputusan strategi luar negeri ternama dari Amerika Serikat menjelaskan bahwa perlakuan menakutkan Riyadh dengan berbagai pelanggaran HAM akan cepat menghancur-leburkan pemerintahan di Arab Saudi.

INFO PENTING

“Rezim Saudi benar benar berada di langkah terakhirnya, dan sungguh cuma problem waktu saja sebelum seluruh rumah kertas itu runtuh,” tegasnya.

Di London, Sorayya Haddad, seorang pengunjuk rasa menjelaskan ke Shafaqna bahwa walaupun ia bukan orang Saudi, ia merasa terdorong untuk memberi sokongan sebab ia percaya bahwa ialah alamiah kalau manusia berharap kebebasan.

“Pada akhirnya, seluruh ini bukan lagi mengenai problem kebangsaan, agama, atau bahkan politik … hidup ini berharga dan kita nggak boleh mentolerir saban pemerintahan yang seenaknya menentukan hak hidup dan mati atas rakyat mereka. Pemerintah perlu mentaati aturan hukum, dan nggak satupun yang terkait eksekusi Sheikh al-Nimr yang mencerminkan keadilan,” ungkap Haddad. “Saya datang hari ini untuk meminta keponakannya, Ali Mohammed dibebaskan dan dimaafkan,” tambahnya.

Bagian perwakilan yang membela Ali Mohammed al-Nimr di AS menekankan bahwa mereka sudah meningkatkan kampanye mereka di Amerika Serikat dan Inggris sebab mereka percaya Ali Mohammed sanggup saja cepat berada di baris seterusnya untuk eksekusi.

Sebab sensitivitas situasi dan sebab nggak satupun dari tim hukum dan keluarga Ali mau mengambil resiko mengenai keselamatannya ataupun keluarganya, menurut Shafaqna, mereka masih belum mau memberikan pernyataan resmi menyoal nasib Ali.

Ali Mohammed al-Nimr, keponakan Sheikh al-Nimr ini ditangkap saat ia baru berumur 16 tahun. Sekarang ia berhadapan dengan hukuman mati, dengan tudingan bahwa ia merupakan ancaman kepada keamanan nasional Arab Saudi.  (AL/ARN)

 

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :