Home / Berita Terkini / Akibat Perang Yaman, Arab Saudi Jual Saham di Eropa

Akibat Perang Yaman, Arab Saudi Jual Saham di Eropa

Akibat Bengkaknya Biaya Perang Yaman, Arab Saudi Jual Saham Besar-besaran di Eropa

Membengkaknya pengeluaran Arab Saudi untuk biaya perang Yaman diperkirakan adalah penyebab dijualnya saham Arab Saudi secara besar-besaran di Eropa. Penjualan Saham Arab saudi jauh melebihi saham yang dijual negara penghasil minyak lainnya.

Islam-institute.com, RIYADH – Perang Yaman yang telah berlangsung 200 hari rupanya membawa dampak buruk terhadap ekonomi Arab saudi. Kini Arab Saudi telah mulai menjual bagian utama dari saham kekayaannya di  Eropa. hal ini dilakukan Arab saudi akibat bengkaknya biaya intervensi Dinasti Saudi atas Yaman dan anjloknya harga minyak dunia.

Sebelumnya, Dinasti saudi itu juga telah menjual saham Eropanya dalam jumlah yang signifikan di tengah invasinya ke Yaman dan penurunan harga minyak. Hal ini diungkap oleh sebuah studi yang dirilis oleh JP Morgan.

Reuters melaporkan bahwa Arab Saudi telah menjual 1,2 miliar kepemilikan ekuitas dari 9,2 kepemilikan ekuitasnya di Eropa sejak Mei. Reuters sebelumnya memperkirakan bahwa Arab Saudi dalam perang Yaman akan menghabiskan 175 juta dolar per bulan untuk biaya pemboman di Yaman, dan  500 juta dolar  untuk serangan daratnya.

 

 

Arab Saudi Mulai Jual Saham Kekayaan Di Eropa Akibat Membengkaknya Biaya Intervensi Ke Yaman.

Perkiraan tersebut akan berarti bahwa Arab Saudi telah menghabiskan sekitar  1,2 milyar dolar untuk operasi pengeboman di Yaman sejauh ini, jumlah yang sama dengan saham yang dijual sejak Mei, belum termasuk biaya invasi darat. Dimungkinkan bahwa penjulan saham terkait dengan beban yang harus dikeluarkan Saudi untuk serangan di Yaman itu diluar rencana Arab Saudi. Tidak seperti proyeksi harga minyak dan pengeluaran lainnya termasuk mempersenjatai pemberontak Suriah.

“Arab Saudi mau tak mau harus menghabiskan biaya besar untuk biaya pertahanan dan membeli dukungan dari sekutu-sekutunya di kawasan. Saudi harus membeli banyak persenjataan dari AS dan tidak bisa mengabaikan ancaman yang datang dari pihak pembela Yaman,” kata profesor Grigoriy Kosach dari Universitas Kemanusiaan Negeri Rusia,  Departemen Timur Tengah, kepada  RBK.

Di saat yang sama, kini China adalah pembeli terbesar saham-saham Eropa, mencapai hingga 2,1 miliar dolar, sedang Singapura dengan pembelian 1,1 miliar dolar sepanjang tahun ini saja.

Uni Emirat Arab, partisipan lain dari konflik Yaman ini, telah menjual 300 juta dolar dari 3,6 miliar dolar saham yang dipegangnya. Penjualan ini juga bisa jadi karena penurunan harga minyak, karena Norwegia sebagai negara penghasil minyak juga menjual sekitar 2 persen dari ekuitas kekayaannya di Eropa, jauh lebih kecil dari apa yang dilakukan Arab Saudi.

Membengkaknya pengeluaran Arab Saudi untuk biaya perang Yaman diperkirakan adalah penyebab dijualnya saham Arab Saudi secara besar-besaran di Eropa. Penjualan Saham Arab saudi jauh melebihi saham yang dijual negara penghasil minyak lainnya. (al/SputnikNews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Trump Pilek Hebohkan Media Sosial Selama Debat Capres AS

[ad_1] NEW YORK – Kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik; Donald John Trump, ...