Akibat Illegal Fishing, Kemungkinan Pajak Rp209 Miliar Lenyap

Website Islam Institute

JAKARTAAkibat illegal fishing, kemungkinan pajak Rp209 miliar menguap tidak terang entah ke mana. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengutarakan, aktifitas penangkapan ikan secara tidak resmi (illegal fishing) tidak cuma merugikan negara dengan terkurasnya sumber daya laut di Indonesia.

Akibatnya, lebih jauh Indonesia sudah kehilangan kemungkinan pendapatan negara dari pajak senilai Rp209,1 miliar akibat illegal fishing.

Menteri Susi menambahkan bahwa waktu ini Satgas 115 sudah bekerja sama dengan Direktorat Jend. Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan untuk mengembalikan kebangkrutan negara akibat illegal fishing tersebut. Sampai waktu ini, progress pengembalian keuangan negara melalui kerja sama tersebut masih berlangsung.

“‎Satgas 115 sudah bekerja sama dengan Ditjen Pajak dan Kementerian Keuangan melalui kerja sama tersebut diperkirakan Ada kemungkinan pajak sebesar Rp209,1 miliar dari 187 wajib pajak,” kata menteri Susi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/6/2016).

Loading...
loading...

 

 

foto: sindonews

 

Lebih dari itu, Menteri Susi menambahkan bahwa akibat illegal fishing  juga menyebabkan terjadinya perdagangan manusia yang hitungan total korbannya mencapai 1.152 korban. Hitungan total korban tersebut berasal dari Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja, dan Vietnam.

“‎Dalam rangka ini pula, pemerintah Indonesia dalam hal ini KKP mengisu bahwa HAM (Hak Asasi Manusia) wajib jadi bagian daripada aktifitas industri perikanan tangkap ataupun pengolahan,” imbuhnya.

Menurut menteri Susi, korban perdagangan manusia tersebut sekarang sudah dikembalikan ke negara masing-masing serta penduduk negara Laos dan Myanmar yang dipulangkan juga sudah memperoleh ganti rugi sebesar USD900 ribu dari perusahaan.

Loading...

“Kami juga masih menangani 10 kapal yang ada di pengadilan perikanan di Ambon dan juga 1 kapal yang masih dalam proses pengadilan di PN Sabang, Aceh,” pungkasnya.  (al/sn)

 

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :