Akal-akalan Anies Baswedan? Revitalisasi Monas: Anggaran Jumbo, tapi Konsepnya Tidak Terang

Islam InstitutePemprov DKI Jakarta menganggarkan Rp150 miliar untuk revitalisasi wilayah Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat. Bujet jumbo itu telah disetujui DPRD DKI dalam pembicaraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019.

Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengonfirmasi hal itu. Ia menceritakan anggaran tersebut sungguh diusulkan Pemprov DKI dan sudah disetujui member dewan.

“Bagi fraksi DPRD yang paling penting bagaimana Monas dipercantik sebab dia, kan, ikon dari ibu kota,” kata Gembong untuk reporter Tirto, pada Selasa (11/1//2018).

Apalagi, kata Gembong, pada tahun-tahun sebelumnya Pemprov DKI tidak pernah menganggarkan biaya spesial untuk merevitalisasi Monas ini.

Tetapi sedemikian, Sekretaris Jend. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Misbah mengkritik besarnya anggaran yang dialokasikan itu. menurutnya, biaya sebesar Rp150 miliar untuk program revitalisasi wilayah Monas itu berlebihan besar.

Kecuali itu, kata Misbah, seharusnya biaya untuk keperluan revitalisasi ini mampu disiasati dengan biaya CSR perusahaan. “walau ada juga biaya dari Dinas [Pariwisata dan Kebudayaan] Pemprov DKI, tapi jumlahnya tidak sampai Rp150 miliar,” kata dia.

“Terang ini pemborosan anggaran,” kata Misbah untuk reporter Tirto, pada Selasa (11/12/2018) sore.

Misbah menekankan bujet Rp150 miliar itu berlebihan besar kalau cuma dipakai untuk perawatan, pengecatan, dan perbaikan taman di wilayah Monas, seperti yang dituturkan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro, Senin (10/12/2018).

Waktu itu, Asiantoro mengumumkan revitalisasi itu tidak ubahnya perawatan rutin yang sungguh dilaksanakan saban tahun. Bagian fokus perbaikan nantinya, kata dia, ialah tembok di tugu Monas yang telah berkelir kehitaman sebab terkena air.

Asiantoro menjelaskan sesudah dilaksanakan perawatan pada tahun lalu, kelir kehitaman itu sempat hilang. Tetapi, rupanya tembok tugu yang disebutnya “kinclong” tidak bertahan lama lantaran kondisinya kembali mempertunjukkan kelir kehitaman sesudah dilaksanakan perawatan.

“Itu lihat tidak sekarang yang temboknya hitam-hitam? Tahun lalu kinclongnya tiba-tiba, tapi cuma sebentar. Terkena air jadi rusak,” kata Asiantoro.

Belum Ada Konsep yang Terang

Kecuali sebab anggarannya yang dianggap berlebihan besar, Pemprov DKI juga belum mempunyai konsep yang terang terkait program revitalisasi Monas ini.

Asiantoro pun belum mau Memberi komentar beberapa soal planning Pemprov DKI Jakarta yang sudah mewacanakan akan menggelar sayembara untuk revitalisasi Monas dalam skala yang lebih besar.

“Yang terang anggarannya untuk itu [perawatan] dulu, perbaikan secara rutin. Mungkin ada peningkatan lain, mau buat apa gitu, tapi tidak ada grand design sebab ini, kan, cuma perbaikan rutin,” kata Asiantoro.

Waktu dikonfirmasi ulang reporter Tirto, pada Selasa (11/12/2018) malam, Asiantoro menekankan kalau revitalisasi ini terlalu mendesak dilaksanakan mengingat pada tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada anggaran spesial untuk itu.

Hal ini juga dikonfirmasi Gembong. Menurut dia, meski DPRD sudah mengesahkan anggaran itu, tapi institusinya belum menerima konsep dan detail pengeluaran terkait bagaimana biaya sebesar itu akan dipakai untuk keperluan revitalisasi tersebut.

“Konsepnya kemarin belum disampaikan dalam rapat Banggar,” kata Gembong.

Tetapi sedemikian, kata Gembong, DPRD DKI tetap mengesahkan anggaran itu dalam APBD 2019. Alasannya, kata Gembong, hal itu untuk mempercantik Jakarta yang Adalah ikon penting dari ibu kota.

Artikel ini sudah tayang di tirto.id

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.