Ada Yusuf Martak di Lumpur Lapindo dan GNPF Ulama

Ada Yusuf Martak di Lumpur Lapindo dan GNPF Ulama

Ada Yusuf Martak di Lumpur Lapindo dan GNPF Ulama

JAKARTA – Di antara ulama-ulama bajakan yang ada, yang penampilannya lebih meyakinkan secara fisik dan kostum ialah Yusuf Martak dibandingkan Sugik Nur Raharja atau Yahya Waloni.

Yusuf Martak tercatat selaku Vice Presiden PT Energi Mega Persada yang juga pemilik saham terbesar PT Lapindo Brantas Inc (Bakrie Group) yang sudah menenggelamkan beberapa desa di Sidoarjo 12 tahun yang lalu.

Lebih menyedihkan lagi, penyelesaian ganti rugi korban semburan lumpur, oleh PT Lapindo malah dibebankan ke Pemerintah yang diperkirakan kisaran 3,8 triliyun. Itu pun belum mampu menuntaskan seluruh kebangkrutan korban.

Akhirnya Pemerintah Joko Widodo memberikan jalan keluar. Jalan keluar yang diambil Joko Widodo ialah jalan keluar yang dilandaskan dari hati nurani. Tanpa memperhitungkan untung rugi dulu, Pemerintah Joko Widodo MEMBERI HUTANGAN 781 Milyar dengan masa tenggang 4 tahun untuk Bakrie Group.

CEO Lapindo Nirwan Bakrie tentu saja langsung menerima dengan berbunga-bunga. Memperoleh hutangan 70 juta dollar dalam keadaan macet seperti restructuring debt bagi grup ini. Ical dedengkot dari Grup Bakrie semestinya malu tersipu-sipu. Joko Widodo yang senantiasa dimusuhi, malah memberikan dia setetes air kehidupan. 4 tahun ialah waktu yang cukup panjang untuk mengembalikan 70 juta dollar bagi grup sebesar Bakrie.

Jadi, jikalau sungguh dirasa menguntungkan pasti grup Bakrie akan mengembalikan 70 juta dollar itu ke pemerintah. Jikalau tidak mereka dengan senyum akan memberikan collateral tanah Lapindo itu ke pemerintah.

Jadi dapat dipahami kan kenapa Yusuf Martak mesti ganti kostum berpura-pura jadi ulama dan berbicara mengenai hal Pemilihan presiden? [ARN]


Source by Samsul Anwar

You might like

About the Author: Samsul Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.