Jasa Web Alhadiy
Uncategorized

Ada 38 Ribu Rumah tak Layak Huni di Sukabumi

Di Sukabumi Masih Ada 38 Ribu Rumah tak Layak Huni

Rumah tak Layak Huni di Sukabumi Masih 38 Ribu Unit. Data Pemkab Sukabumi menyebut masih ada sekitar 38 ribu unit rumah yang tersebar di 47 kecamatan.

Islam-institute.com, SUKABUMI – Di Kabupaten Sukabumi, jumlah rumah tak layak huni (Rutilahu) masih cukup banyak. Data Pemkab Sukabumi menyebut masih ada sekitar 38 ribu unit rumah yang tersebar di 47 kecamatan. Jadi, di setiap kecamatan rata-rata masih ada rumah tak layak huni sebanyak 800-an unit rumah.

“Rumah tak layak yang harus dibantu masih cukup banyak,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Adjo Sardjono , Jumat (5/6).

Pemkab Sukabumi, kata Adjo, berupaya untuk membantu proses perbaikan rumah tersebut. Namun, pemkab berharap adanya bantuan dari elemen masyarakat lainnya dalam mempercepat mengatasi permasalahan tersebut.

Saat ini lembaga yang sudah membantu perbaikan Rutilahu (rumah tinggal tak layak huni) secara berkelanjutan adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi. Di mana, pada 2015 ini, lembaga tersebut memperbaiki sebanyak 420 unit rutilahu yang tersebar di 386 desa.

Setiap rumah akan mendapatkan dana perbaikan sebesar Rp 4 juta. Sehingga total dana yang disalurkan pada tahun ini mencapai Rp 1.680.000.000.

Sementara Pemkab Sukabumi menyalurkan dana sebesar Rp 3,2 miliar untuk memperbaiki sebanyak dua unit rumah di setiap desa.

Sementara jumlah desa di Kabupaten Sukabumi sebanyak 386 desa.Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi Gelora Siswati menerangkan, sasaran perbaikan rutilahu antara Baznas dan pemkab berbeda.

“Baznas lebih memprioritaskan pada perbaikan rutilahu guru mengaji atau aktivis masjid,” ujar dia. (al/republika)

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker