70 Tahun Tragedi Nagasaki, Jepang Ingin Lenyapkan Senjata Nuklir

Website Islam Institute

warning 70 Tahun Tragedi Nagasaki, Tragedi Bom Terdahsyat di Muka Bumi

Islam-institute.com, NAGASAKI – Pemerintah kota Nagaski, Jepang diadukan tengah mempersiapkan diri untuk melaksanakan warning 70 tahun bagian tragedi terbesar dalam sejarah ummat manusia. Kota tersebut akan memperingati tragedi penjatuhan bom atom yang dilaksanakan oleh Amerika Serikat (AS) pada Perang Dunia II lalu.

Melansir Itar-tass pada Minggu (9/8/2015), warning tersebut akan dihelat di taman perdamaian di Nagasaki pada pukul 11 siang ini (waktu setempat). Pukul 11, atau pukul 11.02 dipilih, sebab pada waktu inilah bomber AS menjatuhkan bom atom yang meluluhlantahkan Nagasaki.

 

Pemerintah kota Nagaski, Jepang diadukan tengah mempersiapkan diri untuk melaksanakan warning 70 tahun bagian tragedi terbesar dalam sejarah ummat manusia. (Itar-tass)

 

warning ini akan diwali oleh aksi mengheningkan cipta selama 1 menit, yang dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi damai yang akan dibacakan oleh Wakilota Nagaski, Tomihisa Taue. Bagian dari butir deklarasi damai itu ialah dunia bebas dari senjata nuklir.

Pemerintah kota Nagasaki menjelaskan perwakilan dari 80 negara akan ikut hadir acara warning tahun sekarang. Gottemoeller, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional dan Duta Besar AS untu Jepang Caroline Kennedy akan mewakili AS dalam warning ini.

Sementara itu, selain AS, Prancis, Rusia sampai Iran juga dipastikan akan mengirimkan pewakilan mereka dalam warning tragedi yang memakan ribuan korban jiwa tersebut. Nagasaki sendiri Adalah kota ke-2 di Jepang yang dihantam bom atom, sesudah Hiroshima.
(esn)

Tragedi Nagasaki Renggut 74.000 Nyawa, di Hiroshima 140.000 Orang Meninggal

Lonceng-lonceng dibunyikan dan puluhan ribu orang, termasuk orang-orang yang selamat beserta Famili para korban, mengheningkan cipta pukul 11.02 waktu setempat – persis waktu ledakan terjadi yang menghancur-leburkan kota pelabuhan itu pada 9 Agustus 1945.

Loading...
loading...

Di kota Tokyo, Jepang hari ini memperingati 70 tahun pemboman atom di Nagasaki yang merenggut 74.000 nyawa dan sebagian besar meninggal tiba-tiba, pada bagian akhir Perang Dunia II.

Perdana Menteri Shinzo Abe menaruh karangan bunga di tengah wakil-wakil 75 negara, termasuk Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang, Caroline Kennedy.

“Selaku negara satu-satunya yang ditimpa serbuan bom atom dalam perang itu, saya memperbarui tekad kami dalam memimpin usaha global penghapusan senjata nuklir, untuk menciptakan dunia tanpa senjata,” kata Abe.

Abe juga menjelaskan negaranya akan senantiasa mentaati prinsip-prinsip tanpa nuklir yang selama ini dipegang teguh, yaitu tidak memproduksi, mempunyai atau membiarkan senjata nuklir Ada di wilayah Jepang.

Dalam upacara sama di Hiroshima, Abe dikritik sebab tidak menyebutkan ketiga prinsip itu sehingga membikin kuatir para korban yang selamat dari pemboman, khususnya waktu pemimpin nasionalis itu berusaha meloloskan RUU peluasan peran angkatan bersenjata.

Wali Kota Nagasaki Tomihisa Taue terang-terangan mengkritik RUU itu waktu berpidato.
“Kekuatiran dan ketegangan yang waktu ini menyelimuti kita ialah janji yang dibuat 70 tahun lalu dan prinsip untuk (menjaga) perdamaian dalam undang-udang Jepang waktu ini mungkin tidak diindahkan,” katanya, disambut dengan tepuk tangan riuh.

Abe dikritik sebab berusa menaikkan peranan prajurit Bela Diri yang membuka pintu bagi dikerahkannya Tentara ke garis perang untuk ke-1 kalinya semenjak Perang Dunia Ke-2.

Kisaran 74.000 orang meninggal di Nagasaki akibat bom atom yang dijatuhkan 3 hari sesudah pesawat pembom Amerika B-29 Enola Gay menjatuhkan bom atom “Little Boy” ke Hiroshima. Itu ialah ke-1 kali dalam sejarah bom atom dijatuhkan.

Di Hiroshima, 140.000 orang meninggal, termasuk yang meninggal lalu sebab sakit akibat radiasi.

Loading...

Pada upacara di Hiroshima, Kamis, Abe menjelaskan Jepang akan menyampaikan resolusi baru ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melenyapkan senjata nuklir.

loading...

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *