5 Badan Amal Dunia Desak AS-Saudi Stop Jadikan Kelaparan Senjata Perang di Yaman

5 Badan Amal Dunia Desak AS-Saudi Stop Jadikan Kelaparan Senjata Perang di Yaman

5 Badan Amal Dunia Desak AS-Saudi Stop Jadikan Kelaparan Senjata Perang di Yaman


Kelaparan di Yaman

WASHINGTON – 5 badan amal internasional pada hari Senin (26/11) mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan seluruh sokongan angkatan bersenjata untuk gabungan pimpinan Arab Saudi atas agresi mereka di Yaman, menjelaskan langkah ini akan menyelamatkan jutaan jiwa.

Pernyataan bersama-sama oleh Komite Penyelamatan Internasional, Oxfam America, CARE AS, Save the Children, dan Norwegian Refugee Council itu menjelaskan bahwa 14 juta orang beresiko mati kelaparan di Yaman kalau pihak-pihak yang terlibat konflik tidak cepat berubah.

Baca: Houthi: DK PBB Tidak Sanggup Akhiri Perang dan Kelaparan di Yaman

“Kelaparan tidak boleh dipakai selaku senjata perang kepada penduduk sipil Yaman,” kata pernyataan itu.

Kelima Badan amal itu mendesak AS untuk menyokong Ajakan gencatan senjata baru-baru ini di Yaman dengan memberi intimidasi diplomatik yang murni, khususnya untuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Baca: WFP: 12 Juta Masyarakat Yaman Diambang Kelaparan Terburuk dalam 100 Tahun

Kemarahan internasional atas tindakan mematikan jurnalis Jamal Khashoggi oleh agen Saudi pada bulan Oktober di Turki juga sudah membikin dunia mulai memusatkan perhatian pada perang Yaman, mendukung AS untuk mengurangi dukungannya kepada gabungan dan menyerukan gencatan senjata pada akhir bulan ini.

Baca: Abdulmalik Houthi: Gabungan Saudi Berusaha Ciptakan Bencana Kelaparan untuk Kuasai Yaman

Pada bulan Maret 2015, gabungan pimpinan Saudi yang Disokong AS melancarkan kampanye angkatan bersenjata besar-besaran kepada negara termiskin di semenanjung Arab, yang juga ialah negara tetangganya, Yaman.

Agresi brutal Saudi sudah mematikan puluhan ribu penduduk Yaman dan melukai ratusan ribu lainnya. Agresi juga sudah menjadikan Yaman selaku negara dengan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (ARN)


Arrahmah News
Shared by Muhammad Zuhdi

You might like

About the Author: Muhammad Zuhdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.