#2019GantiPresiden dan Kaum Sedang Puber Agama

#2019GantiPresiden dan Kaum Sedang Puber Agama

Gerombolan kaum yang sedang mengalami pubertas agama tengah gencar melakuan aksi kampanye 2019 Ganti Presiden. Begitu semangatnya, sampai-sampai semboyan tersebut dibahasa-arabkan agar terkesan islami. Sayangnya tulisan arab tersebut sulit dimengerti oleh santri pesantren tahu tata bahasa Arab.

Bisa jadi sebuah pesan yang akan disampaikannya menjadi bias dan malah memalukan, seperti contoh kalimat yang ditempel dalam kaos seperti foto di bawah ini.

Yaitu kalimat بدل الرئيس, yang harus diperhatikan adalah apakah kalimat badala itu lazim (kalimat tidak aktif) ataukah kalimat yang Muta’addi (kalimat aktif), lalu apakah ia dimabnikan maf’ul apa mabni Majhul.

Ini sangat penting agar kita tepat dalam memilih sebuah kalimat agar konteks yang kita kehendaki tercapai.

Begini saja, tolong mereka itu ditanya, apakah kalimat tersebut dibaca:

  1. Badala Al Roisu
  2. Badala Al Roisa
  3. Badlu al Roisi
  4. Budila Al Roisu?
  5. Baddil al Roisa

Kelima bacaan di atas tentu akan memiliki maksud berbeda pula.

Jika dibaca seperti yang pertama maka artinya Pemimpin mengganti.
Ini akan menimbulkan pertanyaan pertanyaan baru tentunya.

Jika dibaca dengan bacaan kedua, maka artinya seseorang mengganti pemimpin, ini akan menjadi sebuah kalimat yang ambigu, karena tentu akan ada pertanyaan diganti dengan siapa?

Jika dibaca dengan bacaan yang ketiga, artinya adalah pengganti pemimpin. Lalu siapa pengganti yang dimaksud? Si pemakai kaos?

Jika dibaca dengan seperti yang ke empat, maka artinya adalah pemimpin diganti. Ini malah sebuah kalimat yang sangat ambigu sekali. Diganti oleh siapa, dan siapa yang mengganti. Belum lagi syarat syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah kalimat seperti ini.

Nah yang kelima inilah yang lebih masuk akal, karena sesuai dengan pola kampanye yang ingin mengganti presiden. Namun demikian, jika dibuat fi’il amar sekalipun yang kemudian bermakna gantilah pemimpin, akan lebih afdlol jika menggunakan kalimat berbentuk jama’. Karen dengan demikian berarti mengandung himbauan kepada umum, maka kalimatnya harus diganti dengan بدلوا الرئيس (Baddiluu al Roisa), kalian gantilah pemimpin!

Orang-orang yang sedang mengalami pubertas agama memang aneh, sama anehnya dengan kaum remaja yang sedang mengalami puber.Caper dan selalu merasa paling hebat dan paling benar dengan apayg mereka lakukan.

Pertanyaan pentingnya adalah apa tujuan membuat kalimat politis dengan memakai kalimat arab, agar terkesan islami? Tahukah kalian bahwa di Indonesia ini masih banyak santri yang justru kemekelen (tertawa terpingkal-pingkal) melihat tingkah kalian?

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.