15 Kesamaan Antara PKS dengan PKI

15 Kesamaan Antara PKS dengan PKI

Persamaan PKS dan PKI
Persamaan PKS dan PKI

JAKARTA – Ternyata tingkat loyalitas dari para kader partai PKS amat tinggi, dan mirip dengan kader PKI zaman dulu. Kesamaan antara PKS dan PKI amat amat tidak sedikit sekali, inilah 15 kemiripan PKS dan PKI yang kami himpun:

  1. Baik PKI mapun PKS memilih bentuk selaku Partai Kader. Walaupun pada tahun 1960-an, PKI mengkombinasikan antara Partai Kader dan Partai Massa. Seperti inilah juga dengan PKS, sesudah tahun 2010, mendeklarasikan diri selaku partai terbuka. Walaupun seperti inilah, motor pengerak tetap bertumpu pada kader. Alasannya serupa, partai kader yang bersifat eksklusif sulit demi merangkul seluruhnya kubu demi memenangkan Pemilu.
  2. Pembinaan kader yang ditunaikan PKI dan PKS mempergunakan sistem sel. Membentuk kubu kecil beranggota Nggak lebih dari 7-10 orang dan dibina oleh seorang mentor. Istilah “dibina” dahulu dipergunakan juga oleh PKI. Sehingga terang hubungan antara mentor (guru/murrobi) dan kader (murid). Saban seminggu sekali, para mentor bakal berjumpa demi memberitahukan perkembangan binaan masing-masing dalam rapat bareng antar mentor. Usroh, sistem sel ini bersifat eksklusif. Terang perjenjangan kadernya. Hubungan guru dan murid digunakannya oleh kalangan NU, dengan hubungan Kyai dan Santri. Tetapi hubungan ini Nggak ditunaikan dalam sistem sel.
  3. Dalam pola yang seperti ini, sulit bagi murid demi melawan guru. Sebab pembinaan ditunaikan bertahun-tahun lamanya. Guru atau Murrobi sesungguhnya juga murid dari guru di atasnya. Bila ada yang menyerbu guru atau kyai, maka para murid bakal serentak membelanya.
  4. Para mentor atau guru bakal menunjukan buku buku wajib yang wajib dibaca oleh para kader. Mengikuti kajian agama/liqo atau dialog lapangan (istilah PKI) secara rutin. Pada ketika yang bersamaan, bakal keluar sejumlah doktrin dasar. Seperti menjauhi kehidupan duniawi (PKS) atau kehidupan kaum borjuis (PKI).
  5. Baik PKI dan PKS mengenal “janji” atau “baiat” bagi anggotanya. Hal ini demi mengikat dengan kesatuan komune atau jama’ah. Hampir seluruhnya kader dipahamkan kalau mereka tak sama pandangan dengan qiyadah (pemimpin) dan mengkritiknya, hal itu sanggup mencederai makna bai’at dan jemaah.
  6. Para kader dituntut demi “melek buku”. Belajar terus menerus. Selain itu mereka diarahkan demi mengikuti kursus-kursus ideologi maupun kursus keterampilan. Sekolah-sekolah formal dibangun semenjak TK/SD. Bahkan PKI mempunyai perguruan tinggi, namanya Akademi Ali Archam. Sekolah-sekolah PKI Nggak terlampu jauh dengan pabrik atau wilayah perkebunan. Sedangkan PKS, sekolah berdekatan dengan Masjid dan tidak sedikit SDIT di daerah.
  7. Literatur wajib yang dibaca oleh kader telah dipandu. Seperti buku sejarah dan karya Hasan Al Banna, Sayyid Qutb, Abul A’la Al-Maududi dan Yusuf Qaradhawi. Begitupun dengan PKI, yang mewajibkan kader memahami pemikiran Karl Marx, Feurbach, Hegel, Lenin, dan Mao Tse Tung. Cerita perjuangan Hasan Al Banna Nggak kalah berani dengan cerita perjuangan Mao Tse Tung. Dan dapat membangkitkan ghirah para kader. Bacaan wajib lebih bersifat agitatif dan sebagai doktrin. Seperti Matrialisme, Dialektika Historis (MDH), Manifesto Komunis atau Garis Masa (PKI). Sedangkan PKS, bakal diperkenalkan dengan bacaan Tarbiyah Politik, Pajak Kehinaan atau Catatan Harian Dakwah. Mempertegas varian gerakan PKI mengajarkan doktrin Marxisme Lenisme, sedang PKS diperkenalkan IM varian Quthbiyah.
  8. Baik PKI dan PKS, Nggak percaya pada media massa. Mereka menganggap media massa Nggak lebih dari propaganda agen barat atau kaum kapitalis. Demi menyeimbangkan itu, PKI dan PKS membikin media propaganda tersendiri (mis: Pyongyang.com). Dahulu, oplah koran seperti “bintang merah” yang dikeluarkan PKI mengalahkan oplah koran umum. Sebab para kader wajib membacanya. Info yang benar cuma bersumber pada partai. Di luar itu cuma berisi fitnah atau propaganda hitam.
  9. Nggak ada hari bagi kader PKI dan PKS demi melaksanakan dakwah (PKS) atau propaganda (PKI). Tugas ini, tugas seluruhnya kader di seluruhnya tingkatan. Istilah PKI, seluruhnya kader ialah agen agitprop (agitasi propaganda). Bagian maksud dakwah dan propaganda ialah pengorganisasian calon-calon kader baru. Tak sama dengan partai politik lain, yang baru melaksanakan kampanye ketika menjelang Pemilu. PKI dan PKS, tugas dakwah atau propaganda ditunaikan saban hari, saban ketika.
  10. Baik PKI maupun PKS, mengandalkan iuran dan infaq anggota. Kantor pusat PKI di jalan Kramat Raya Jakarta, sebagian besar dananya diperoleh dari sumbangan anggotanya. Seluruhnya pendapatan dari anggota dibukukan secara rapi.
  11. Ciri yang dapat dilihat juga antara PKI dan PKS, dalam penyebutan istilah. Misalnya, kata “kawan” disadur dari kosa kata “Camerade” yang biasa dipakai kaum komunis di Soviet. PKS mengunakan kata ikhwan dan ukhti; ana dan antum. Atau istilah “revolusi” sebagai “jihad”; istilah “martir” sebagai “mujahid”. Istilah “syetan desa” sebagai “thaghut”.
  12. Kedua partai ini juga mengatur kehidupan anggota dan kadernya sampai pada tingkat rumah tangga. Dahulu ada istilah, nikah ala partai, maka sekarang PKS mengambil jodoh di lingkungan anggota sendiri. PKI lebih rigit mengatur kehidupan. hingga ada pembatasan harta di seluruhnya anggota dan kadernya. Mereka dituntut hidup sederhana. Para pejabatnya cuma diperbolehkan demi mempunyai satu radio transistor ketika itu. Kehidupan “sama rasa sama rata” itu lantas diterapkan juga di PKS. Tuntutan hidup sederhana, saling berbagi dan tolong menolong sesama anggota dan kader (kecuali elite parpol boleh bermewah-mewahan).
  13. Doktrin kehidupan diantaranya: “10 pedoman Hidup” ajaran Hasan Al Banna (PKS). Sedangkan PKI mempergunakan doktrin “3 boleh, Lima Jangan”. Lima Jangan model PKI mengambil dari norma Jawa: mo-limo.
  14. Baik PKI dan PKS amat ketat mengajarkan doktrin terhadap kadernya. Sikap dan kepatuhan para kader dipandu juga dengan “Tuntutan Kader Revolusioner” (PKI) atau “Enam Rukun Leadership” (PKS). Secara umum berisi sikap ta’at, percaya terhadap pimpinan (tsiqoh), putusan garis massa atau syuro qiyadah, ijtihad, dan fiqhuddakwah.
  15. Secara struktur organisasi, PKI dan PKS Nggak bergantung terhadap ketua umum atau presiden. Dahulu PKI mengunakan struktur Comite Central dan Polit Biro; ketika ini PKS mempergunakan Majelis Syuro dan Dewan Syariah. Sidang Comite Central lah yang sebagai lembaga tertinggi di Partai. Seperti inilah juga dengan PKS, yang memposisikan Majelis Syuro di posisi tertinggi. Maka tidaklah heran ada “ronin” yang ancang-ancang bakal ngamuk jika PKS dibubarkan. (ARN/DutaIslam)

Source by Samsul Anwar

You might like

About the Author: Samsul Anwar

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.