Home / Tag Archives: Agama

Tag Archives: Agama

Pentingnya Mengenali Akar-akar Radikalisme Atas Nama Agama

Radikalisme Bukan Ajaran Islam AKAR AKAR RADIKALISME ATAS NAMA AGAMA —————————————– Oleh: Drs.KH.Ahmad Buchori Masruri ...

Read More »

Wahabi dan Ironisme Pemahaman Bid’ah (Bagian Terakhir)

Allah Menganugrahimu Akal untuk Berpikir, Jangan Remehkan Akalmu Agar Dapat Hidayah Kullu bid’atin dlolalah…. Setiap  ...

Read More »

Kelompok Radikal Benturkan Negara dengan Agama

Kelompok radikal – KH Hasyim Muzadi mengatakan bahwa kelompok radikal sedang membenturkan negara dengan agama. ...

Read More »

Gus Dur Dicintai Banyak Orang, Ada Apa dengan Gus Dur?

Gus Dur, mengapa begitu banyak mencintainya? Dulu, saat Gus Mus, panggilan populer dari KH.A. Mustofa ...

Read More »

Percetakan Al-Quran Kemenag Rp 28 Miliar Terbengkalai

Percetakan Al-Quran Kemenag seharga Rp 28 miliar terbengkalai alias tak terurus. Mungkin akan segera dikubur ...

Read More »

Banyak Pelajar di Ponorogo Hamil Akibat Pergaulan Bebas

PONOROGO – Banyak pelajar di Ponorogo hamil. Sebanyak 47 pelajar SMP dan pelajar SMA di ...

Read More »

ISLAM NUSANTARA : INSPIRASI DAN SOLUSI UNTUK PERADABAN DUNIA

Islam Nusantara, Islam Moderat yang Dikembangkan Gerakan Dakwah Islam Nusantara Tawarkan Solusi Peradaban Dunia. Rais ...

Read More »

Tidak Rasis Adalah Sikap Bijaksana dalam Kebhinekaan Indonesia

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak segenap bangsa Indonesia untuk mensyukuri kebhinekaan Indonesia dengan tidak ...

Read More »

Agama Jangan Jadikan Sebagai Juru Kampanye

Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa memberi arti sesungguhnya Indonesia ...

Read More »

Agama Ibarat Isteri, Karena Itu Jangan Mempersoalkan Isteri Orang!

ISLAMTOLERAN.COM- Dalam suatu forum saya bertanya, “Apakah Anda punya tetangga?”. Dijawab serentak “Tentu punya” “Punya istri enggak tetangga Anda?” “Ya, punya doooong…” “Pernah lihat kaki istri tetangga Anda itu?” “Secara khusus, tak pernah melihat,” kata hadirin di forum. “Jari-jari kakinya lima atau tujuh?” “Tidak pernah memperhatikan,” “Body-nya sexy enggak?” Hadirin tertawa lepas. Dan saya lanjutkan tanpa menunggu jawaban mereka “Sexy atau tidak bukan urusan kita, kan? Tidak usah kita perhatikan, tak usah kita amati, tak usah kita dialogkan, diskusikan atau perdebatkan. Biarin saja”. Keyakinan keagamaan orang lain itu ya ibarat istri orang lain. Ndak usah diomong-omongkan, ndak usah dipersoalkan benar salahnya, mana yang lebih unggul atau apapun. Tentu, masing-masing suami punya penilaian bahwa istrinya begini begitu dibanding istri tetangganya, tapi cukuplah disimpan di dalam hati.Bagi orang non-Islam, agama Islam itu salah. Dan itulah sebabnya ia menjadi orang non-Islam. Kalau dia beranggapan atau meyakini bahwa Islam itu benar, ngapain dia jadi non-Islam? Demikian juga, bagi orang Islam, agama lain itu salah. Justru berdasar itulah maka ia menjadi orang Islam. Tapi, sebagaimana istri tetangga, itu disimpan saja di dalam hati, jangan diungkapkan, diperbandingkan, atau dijadikan bahan seminar atau pertengkaran.Biarlah setiap orang memilih istri sendiri-sendiri, dan jagalah kemerdekaan masing-masing orang untuk menghormati dan mencintai istrinya masing-masing, tak usah rewel bahwa istri kita lebih mancung hidungnya karena Bapaknya dulu sunatnya pakai calak dan tidak pakai dokter, umpamanya. Dengan kata yang lebih jelas, teologi agama-agama tak usah dipertengkarkan, biarkan masing-masing pada keyakinannya. Sementara itu orang muslim yang mau melahirkan padahal motornya gembos, silakan pinjam motor tetangganya yang beragama Katolik untuk mengantar istrinya ke rumah sakit. Atau, Pak Pastor yang sebelah sana karena baju misanya kehujanan, padahal waktunya mendesak, ia boleh pinjam baju koko tetangganya yang NU maupun yang Muhammadiyah. Atau ada orang Hindu kerjasama bikin warung soto dengan tetangga Budha, kemudian bareng-bareng bawa colt bak ke pasar dengan tetangga Protestan untuk kulakan bahan-bahan jualannya. Tetangga-tetangga berbagai pemeluk agama, warga Berbagai parpol, golongan, aliran, kelompok, atau apapun, silakan bekerja sama di bidang usaha perekonomian, sosial, kebudayaan, sambil saling melindungi koridor teologi masing-masing. Bisa memperbaiki pagar bersama-sama, bisa gugur gunung membersihi kampung, bisa pergi mancing bareng bisa main gaple dan remi bersama.Tidak ada masalah lurahnya Muslim, cariknya Katolik, kamituwonya Hindu, kebayannya Gatholoco, atau apapun. Jangankan kerja sama dengan sesama manusia, sedangkan dengan kerbau dan sapi pun kita bekerja sama nyingkal dan nggaru sawah. Itulah lingkaran tulus hati dengan hati.(Emha Ainun Nadjib) SUMBER: embunhikmah.com

Read More »