Berita Indonesia

Lautan Jilbab dalam Harlah Muslimat NU ke 70 Pecahkan Rekor Muri

Lautan Jilbab Pecahkan Rekor Muri Dalam Harlah Muslimat NU

Lautan Jilbab Muslimat NU telah berusia genap 70 tahun. Puncak peringatan hari lahir (harlah) Muslimat NU digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur. Kali ini jauh lebih meriah dibandingkan sebelumnya. Tak tanggung-tanggung dalam satu acara organisasi kaum ibu Indonesia ini memecahkan dua rekor Muri (Musium Rekor Indonesia) sekaligus.

lautan jilbab muslimat nu

Pertama, lautan manusia berjilbab hijau dengan jumlah 50 ribu peserta yang dalam kurun waktu 10 detik berubah menjadi putih. Seketika Stadion kebanggaan Aremania ini menjadi putih. Tak lama dari itu, seluruh peserta secara serentak menabuh rebana mengumandangkan shalawat Nabi diiringi oleh paduan suara Muslimat dan el-Kiswah Surabaya.

Seluruh pejabat yang hadir juga tak ketinggalan menabuh rebana. Aksi ini tercatat sebagai rekor kedua yang dipecahkan Muslimat NU pada acara akbar ini. Suasana Stadion Gajayana semakin semarak setelah 1941 pelajar dan santri NU se-Malang membentuk konfigurasi harlah ke-70 Muslimat NU.

Wakil Ketua Umum dan Direktur Utama MURI Aylawati Sarwono dan Senior Manager MURI Awan Rahargo hadir menyaksikan pemecahan rekor ini.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan, agenda pemecahan rekor tidak bertujuan mencari sensasi belaka. Namun pemecahan rekor tersebut menyampaikan pesan bahwa Muslimat NU senantiasa menguatkan UKM dan industri kreatif yang diinisiasi kaum perempuan. “Kemandirian adalah ciri khas Muslimat NU,” tandasnya.

Puncak Peringatan Harlah Muslimat NU ke-70 dihadiri oleh puluhan ribu anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Harlah Muslimat NU ke-70 yang bertema “Bersatu Mewujudkan Indonesia Damai Sejahtera” kali ini bertujuan untuk membuka sarana silaturahmi dan konsolidasi nasional Muslimat NU dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Presiden Jokowi hadir bersama menteri kabinet kerja, tampak di deretan terdepan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Gubernur Jatim Soekarwo, Istri Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid Sinta Nuriyah, dan Yenni Wahid. (nu.or.id)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close